Categories
TNI

Gubernur AAU Pimpin Upacara Peringatan HUT Wanita Angkatan Udara ke-56

Koran Jurnal, Yogyakarta – Gubernur Akademi Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Tatang Harlyansyah, memimpin upacara peringatan ke-56 HUT Wanita Angkatan Udara (WARA) di wilayah Yogyakarta.

Upacara HUT WARA tahun ini digelar di lingkungan Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara Dr. S. Hardjolukito, Yogyakarta, Senin (12/08/2019).

Dalam sambutan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang dibacakan Gubernur AAU disebutkan bahwa sepanjang perjalanan sejarah Wara hingga mencapai usianya yang ke-56 ini, telah banyak upaya yang dilaksanakan untuk membentuk WARA menjadi semakin profesional sesuai bidang masing-masing.

“Upaya-upaya tersebut memberi hasil positif yang terbukti dengan
keberhasilan Wara dalam melaksanakan setiap penugasan yang diberikan,” kata Gubernur AAU dalam sambutan KSAU yang dibacanya.

Selain itu, disebutkan juga bahwa WARA telah menyumbangkan banyak capaian dan prestasi. Tidak hanya pada tingkat nasional, tetapi juga internasional.

“Serda Serly Yusinta Titis Anjaya berhasil meraih medali emas pada
kompetisi tinju Tirtonadi Fight bulan Juli lalu dan terpilih menjadi wakil Indonesia dalam ajang CISM Military World Games di China yang akan dilaksanakan bulan Oktober tahun ini. Serma Endang Trilibrata Elma berhasil meraih medali emas untuk perorangan dan beregu pada Manado International Open Parachuting Championship yang diselenggarakan November tahun lalu,” tambahnya.

Diakhir sambutan yang disampaikan, KSAU juga memberikan penekanan kepada seluruh Wara untuk senantiasa mengisi dan mengembangkan potensi diri, baik kemampuan maupun keterampilan, sehingga WARA dapat terus berkontribusi positif kepada TNI Angkatan Udara melalui profesionalisme, militansi, dan inovasi dalam menghadapi perkembangan tantangan yang sangat dinamis.

Upacara peringatan ke-56 HUT WARA ini dihadiri oleh seluruh WARA di wilayah Yogyakarta, perwakilan Bintara, Tamtama, PNS serta para pejabat dan undangan.(Disp/red)

Categories
TNI

KSAU: “Bakti Pahlawan Udara Menjadi Tonggak Sejarah, Bakti Generasi Penerus Membangun Kejayaan Angkatan Udara”

Koran Jurnal, Subang – “Bakti Pahlawan Udara Menjadi Tonggak Sejarah, Bakti Generasi Penerus Membangun Kejayaan Angkatan Udara”, tema ini dipilih agar peristiwa heroik yang diperingati setiap tanggal 29 Juli ini, tidak sekedar menjadi nostalgia sejarah semata, namun terus menjadi kompas moral bagi generasi penerus untuk memberikan pengabdian yang terbaik kepada TNI Angkatan Udara. Demikian Sambutan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. pada upacara Hari Bakti TNI AU ke-72 dilapangan Dirgantara, Lanud Suryadarma, Senin (29/7).

Dalam amanatnya, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M yang dibacakan oleh Danlanud Suryadarma Marsma TNI I Wayan Sulaba, S.Sos., M.Sc. mengatakan bahwa “Hari Berkabung AURI”, yang sejak tahun 1962 kita peringati sebagai “Hari Bakti TNI Angkatan Udara”, adalah rangkaian peristiwa yang terjadi ketika tiga pesawat TNI Angkatan Udara mengudara dari landasan pacu Lanud Maguwo dan menyerang garis pertahanan Belanda di tiga kota, yaitu Semarang, Salatiga, dan Ambarawa.

Ketiga pesawat tersebut diawaki oleh kadet penerbang Mulyono dengan juru tembak Dulrachman, kadet penerbang Sutardjo Sigit dengan juru tembak Sutardjo, dan kadet penerbang Suharnoko Harbani dengan juru tembak Kaput. Serangan ini menjadi monumental karena menjadi operasi serangan udara pertama dalam sejarah TNI Angkatan Udara. Serangan ini menjadi bukti jiwa patriotisme, cinta tanah air, dan sikap anti kolonialisme dari seluruh personel Angkatan Udara atas Agresi Militer Belanda Pertama. Beberapa jam pasca serangan tersebut, Belanda ternyata melancarkan serangan  balasan dengan mengirim dua pesawat P-40 Kitty Hawk untuk menembak jatuh pesawat Dakota VT-CLA yang sedang membawa bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Malaya.

“Delapan orang gugur, termasuk tiga putra terbaik Angkatan Udara, yaitu Komodor Udara Prof. Dr. Abdulrahman Saleh, Komodor Udara Agustinus Adisutjipto, dan Opsir Muda Udara Adi Soemarmo Wiryokusumo” ujar KSAU mengingatkan.

Lebih lanjut KSAU menyampaikan bahwa serangan ke tiga kota dan gugurnya para pahlawan udara, adalah sebuah kemenangan sekaligus kehilangan besar bagi TNI Angkatan Udara. Maka, kedua peristiwa tersebut selalu diperingati, karena banyak nilai-nilai moralitas yang wajib diketahui dan diteladani oleh generasi penerus TNI Angkatan Udara. Saat ini, kita adalah generasi TNI Angkatan Udara yang beruntung, karena negara sedang aman, sejahtera dan tidak berhadapan dengan agresi militer negara lain. Maka, S Hari Bakti TNI Angkatan Udara harus dimanifestasikan dalam pembangunan postur kekuatan dan kemampuan TNI Angkatan Udara yang profesional dan modern.

Dibagian lain, KSAU juga menambahkan di era Revolusi Industri 4.0 yang dipenuhi sistem siber-fisik dan ancaman hibrida yang siap menghancurkan bangsa Indonesia dengan berbagai cara. Dalam rangka menghadapi situasi ini, maka pembangunan kualitas SDM harus menjadi prioritas utama. Momen Hari Bakti TNI Angkatan Udara Tahun 2019 adalah saat tepat untuk membangun komitmen, bahwa TNI Angkatan Udara mampu mencetak kader-kader prajurit yang berkarakter sama hebatnya dengan para aktor sejarah Hari Bakti TNI Angkatan Udara.

Diakhir amanatnya, KSAU juga memberikan motivasi kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Udara dengan mengatakan, “Ingat dan resapi roh pengabdian para prajurit udara yang berjuang dan gugur di hari yang suci ini. Bangun prestasi dan karakter kejuangan kalian sejak dini. Banggalah karena berprestasi dan bukan karena hal-hal lainnya. Kalian hebat bukan karena pangkat atau harta, tapi karena apa yang ada dalam isi kepala dan hati kalian. Bangunlah mimpi dan visi tentang Angkatan Udara kita tercinta ini, dengan sehebat-hebatnya, dari kecerdasan isi kepala dan kesucian hati kalian.

Turut hadir dalam upacara tersebut Danwingdiktek Kolonel Tek Iman Ghozali, Danwingdikkal Kolonel Kal Hidayat Januardi, Danwing 8 Lanud Suryadarma Kolonel Pnb Taufik Arasj, Para Kepala Dinas dijajaran Lanud Suryadarma dan Wingdiktek, Wingdikkal, Para Komandan satuan, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 5/Daerah I Lanud Suryadarma Ny. Ratna Dewi I Wayan Sulaba beserta pengurus, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 5/Gabungan II Wingdiktek beserta pengurus, Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 5/Gabungan II Wingdikkal beserta pengurus, Para Perwira, Bintara, Tamtama, Pegawai Negeri Sipil Lanud Suryadarma serta siswa-siswi SMK I Angkasa dan 2 Kalijati.(pen/red)

Categories
Jurnal Lain-lain

KSAU Resmikan Pesawat Sikumbang Karya Anak Bangsa Produksi Dirgantara Indonesia

Koranjurnal.co.id, Yogyakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meresmikan pesawat serang antigerilya NU-200 Sikumbang hasil karya anak bangsa yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia di Museum Pusat Dirgantara Mandala Yogyakarta, Selasa (16/10/2017).



Pesawat yang diberikan oleh PT DI kepada TNI Angkatan Udara ini ditandai dengan penandatanganan serah terima pesawat antara KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia (Dirum SDM) PT Dirgantara Indonesia Sukatwikanto, dan disaksikan oleh Wakil KSAU Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja dan para pejabat pimpinan satuan Angkatan Udara serta tamu undangan.



Dengan diserahterimakan pesawat  tersebut, secara resmi menjadi salah satu pesawat koleksi Museum Pusat Dirgantara Mandala (Muspudirla) TNI AU, Yogyakarta.

Dalam sambutannya, KSAU menjelaskan, Sikumbang merupakan pesawat tempur pertama hasil karya anak bangsa yang dibuat oleh Laksamana Muda Udara Anumerta Nurtanio Priggoadisurjo.

“Pesawat ini diberi kode NU-200 sesuai mesinnya yang menggunakan de Havilland Gipsy Six I berdaya 200 tenaga kuda. Penerbangan perdana Sikumbang dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 1954 lalu,” jelas KSAU kepada wartawan. 
‎
“Jadi sembilan tahun setelah Indonesia merdeka, Angkatan Udara sudah bisa membuat pesawat bikinan anak bangsa dan pesawat itu untuk COIN (Counter Insurgency), pesawat tempur serang darat. Kemudian pesawat itu diuji, dan bisa terbang,” ujar KSAU.  
‎
Kasau menambahkan, Nurtanio mengembangkan lagi semacam Sikumbang dengan kode NU-225. Kali ini pesawat menggunakan mesin Continental O-470A berdaya 225 tenaga kuda. “Pesawat Sikumbang ini adalah kebanggaan kita pertama kali dibuat dengan tenaga asli Indonesia yang makannya singkong,” kata KSAU.‎

Lebih lanjut, KSAU mengutarakan, saat ini di tahun 2017, Indonesia sudah bisa membuat pesawat kedua produksi anak bangsa tanpa tenaga asing yaitu pesawat N-219.

“Insyaallah kalau ada dana kita bisa memenuhi kebutuhan wilayah-wilayah terpencil, sehingga N-219 tujuan kita untuk merajut nusantara. Jadi daerah-daerah yang tidak bisa dilewati pesawat besar, bisa dilewati 219 yang adalah adiknya dari NU-200,” imbuhnya.

Selain itu KSAU menuturkan, pemberian pesawat dari PT DI sengaja dialihkan ke Muspusdirla Yogyakarta. Sebab kunjungan wisatawan Muspusdirla pada akhir pekan terbilang tinggi.

“Muspusdirla ini kunjungan wisatawannya setiap minggu luar biasa sehingga generasi muda Indonesia bisa melihat secara langsung pesawat buatan anak bangsa yang benar-benar murni tanpa bantuan orang lain, yaitu Sikumbang,” ungkapnya.

Sementara Sukawikanto mengakui catatan sejarah berdirinya PT DI tidak bisa dilepaskan dari sejarah lahirnya TNI AU. Perjalanan pesawat-pesawat perintis industri dirgantara di dalamnya termasuk Sikumbang.

“Telah kami dokumentasikan semuanya dalam buku Perjalanan Angkasa Dalam Menguasai Teknologi Dirgantara,” ujarnya.

Diharapkan pesawat Sikumbang bisa menjadi wahana pembelajaran masyarakat untuk lebih mengenal sejarah industri dirgantara di Indonesia.

“Semoga sinergi TNI AU dan PT DI dapat terus ditingkatkan untuk mewujudkan pesawat-pesawat penumpang dan tempur untuk dihasilkan putra-putri Indonesia di tahun-tahun mendatang,” harap Sukawikanto.



‎Peresmian Sikumbang diakhiri dengan pemotongan Tumpeng dan pemberian cinderamata yang diserahkan Dirum SDM PT DI Sukawikanto kepada KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan sekaligus juga meluncurkan buku berjudul “Perjalanan Anak Bangsa Menguasai Teknologi Dirgantara”, untuk melengkapi dokumentasi Muspusdirla Yogyakarta.

Pewarta : Anton 

Categories
Militer Nasional TNI

KSAU Pimpin Upacara Peringatan HUT Korpaskhas Ke-70 di Lanud Adi Sutjipto

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin upacara peringatan HUT ke-70 Korpaskhas (Korps Pasukan Khas) TNI Angkatan Udara di Landasan Udara (Lanud) Adi Sutjipto, Yogyakarta, Selasa (17/10/2017). Peringatan HUT Korpaskhas tahun 2017 bertema “Dilandasi Jiwa Ksatria, Militan, Loyal dan Profesional Korpaskhas Siap Melaksanakan Tugas TNI Angkatan Udara”.‎

Dalam upacara tersebut KSAU menyampaikan amanatnya kepada seluruh pasukan elit TNI AU agar senantiasa meningkatkan kemampuan dan profesionalisme.‎

“Atas nama seluruh keluarga besar Angkatan Udara, saya mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” kepada seluruh warga Korps Pasukan Khas dimanapun berada dan bertugas, disertai harapan semoga dapat lebih ‎Korpaskhas dan jajarannya meningkatkan profesionalitas serta kualitas ‎pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata KSAU ditengah guyuran hujan yang membasahi seluruh peserta upacara.

Lebih lanjut KSAU mengatakan, Korpaskhas secara historis telah menorehkan tinta emas, tepatnya 17 Oktober 1947 saat dilaksanakan operasi penerjunan pertama di Kotawaringin, Kalimantan Tengah.

“Meskipun minim ‎pengalaman dan perlengkapan, namun prajurit ‎Angkatan Udara saat itu, dengan penuh semangat ‎dan keberanian serta tidak gentar menghadapi ‎bahaya, siap diterjunkan menuju sasaran serta ‎melaksanakan tugas tersebut dengan baik dan ‎membanggakan,” lugasnya.

“Penerjunan prajurit Angkatan Udara ini, ‎membawa pengaruh yang cukup signifikan, serta ‎menambah moril terhadap ‎semangat dan ‎keberanian rakyat Kalimantan Tengah, dalam ‎mengusir penjajah yang masih bercokol di Bumi ‎Kalimantan,” tandas KSAU.

Masih mengenai hal itu, KSAU menuturkan, operasi penerjunan pertama itulah, menjadi ‎tonggak sejarah lahirnya Korpaskhas, dan sejalan dengan perjalanan waktu, satuan yang dulu dikenal dengan Pasukan Gerak Tjepat (PGT) telah berkiprah dalam berbagai pengabdian kepada bangsa dan
negara sampai dengan saat ini. ‎

Selain itu, KSAU mengutarakan bahwa perjuangan Korpaskhas ‎sebagai ‎‎satuan berkemampuan tempur darat khas matra udara telah ‎banyak mendharma baktikan diri dalam ‎keikutsertaan di berbagai operasi, baik dalam ‎pelaksanaan Operasi Militer Perang (OMP) maupun ‎Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Seperti ‎halnya pada era perang kemerdekaan, para pendahulu Korpaskhas telah banyak memberikan andil dalam mempertahankan kedaulatan NKRI. Beragam penugasan yang telah dilaksanakan sebaik-baiknya oleh para pendahulu Korpaskhas, hendaknya dapat dijadikan contoh dan tauladan bagi ‎prajurit Paskhas saat ini, dalam meningkatkan dan ‎mengembangkan kemampuan serta kekuatan Korpaskhas, baik secara individu maupun satuan. Hingga pada gilirannya, Korpaskhas mampu tumbuh ‎dan berkembang menjadi salah satu pasukan ‎andalan sekaligus kebanggaan yang dipercaya ‎menjadi kekuatan pemukul Angkatan Udara di darat ‎dengan ciri khas matra udara yang berbeda dengan ‎pasukan lainnya.‎

Pada dasarnya, keberhasilan prajurit Paskhas dalam setiap penugasan, baik di dalam maupun luar ‎negeri merupakan refleksi dari betapa pentingnya ‎militansi dan profesionalisme bagi seorang prajurit. ‎

Sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara ‎nasional dan tentara profesional, aktualisasi ‎keberadaan Korpaskhas ditengah masyarakat, ‎bangsa dan negara tidak diragukan lagi.
‎
Diakhir amanatnya, KSAU menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan ‎yang tinggi kepada segenap prajurit Paskhas, yang ‎telah melaksanakan tugas dan kewajibannya ‎dengan sungguh-sungguh, sehingga tugas-tugas ‎yang dipercayakan dapat terlaksana dengan baik.
‎
“Saya yakin, bahwa ke depan seluruh prajurit Korpaskhas akan semakin profesional dan handal
dalam setiap pelaksanaan tugas, dan moto “Karmaye Vadikaraste Mafalesu Kadacana” yang berarti “Bekerja Tanpa Menghitung Untung dan ‎Rugi”, akan selalu terpatri dalam jiwa dan raga setiap Prajurit Paskhas,” tegas KSAU.‎

Pewarta : Anton