Categories
Daerah Ekonomi TNI

Kodim 1701/Jayapura Beri Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung

Koran Jurnal, Jayapura – Kodim 1701/Jayapura telah melaksanakan kegiatan Launching Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung – Tentara Nasional Indonesia (BTPKLW-TNI) kepada warga masyarakat terdampak Covid-19 yang telah terdaftar di halaman kantor Makodim 1701/Jayapura Jalan Samratulagi Dok V Atas, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Sabtu (23/10/2021).

Pemberian bantuan tunai tersebut diserahkan secara simbolis oleh Komandan Kodim 1701/Jayapura Kolonel Inf Edwin Apria Candra, S.E. kepada perwakilan pedagang kaki lima dan warung di wilayah Jayapura.

Dalam sambutannya, Komandan Kodim 1701/Jayapura Kolonel Inf Edwin Apria Candra, S.E. menyampaikan bahwa sepatutnya senantiasa bersyukur, karena telah berlangsung kegiatan Launching Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKW) dengan lancar dan tertib.

“Dengan tingginya kasus Covid-19 di daerah-daerah secara langsung berpengaruh terhadap kemampuan ekonomi masyarakat, terutama para pelaku Usaha dan UKM. Oleh karenanya kegiatan ini merupakan bentuk upaya pemerintah untuk mengatasi kesulitan masyarakat terdampak Covid-19 secara menyeluruh, dengan adanya program BTPKLW-TNI ini, mudah-mudahan dapat membantu kesulitan masyarakat,” ungkap Dandim.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilanjutkan dengan peninjauan kegiatan penyaluran Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima Dan Warung oleh Komandan Kodim 1701/Jayapura bersama tamu undangan.

Marta Magdalena Hanwebe (48) yang merupakan salah satu penerima bantuan, merasa bersyukur dan senang karena menerima Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung yang didistribusikan oleh Kodim 1701/Jayapura.

“Kami sebagai masyarakat terdampak Covid-19 sangat berterimakasih mulai dari pemerintah pusat sampai ke daerah dan TNI yang telah menyalurkan bantuan kepada kami masyarakat terdampak Covid-19, kiranya Tuhan yang akan membalas semua kebaikan yang telah dilakukan kepada kami,” ucap Magdalena.(pen/red)

Categories
Ekonomi Nasional

Pemerintah Luncurkan Tiga Program Bantuan Tunai Tahun 2021 se-Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi melakukan Peluncuran Bantuan Tunai Se-Indonesia Tahun 2021, di Istana Negara, Jakarta, Senin (04/01/2021).

Terdapat tiga jenis bantuan yang diluncurkan yaitu, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako, dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Selain secara simbolis diberikan kepada sejumlah penerima yang hadir di Istana Negara, juga dilaksanakan penyerahan bantuan tunai oleh para gubernur di 34 di Indonesia yang terhubung secara virtual.

“Tahun 2021 ini, penyaluran bantuan sosial akan terus kita lanjutkan. Bantuan ini kita mulai hari ini, disalurkan kepada 34 provinsi,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Ditambahkannya, dalam APBN 2021 Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp110 triliun untuk seluruh penerima dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

“Kita harapkan bantuan ini dapat meringankan keluarga-keluarga yang terdampak pandemi COVID-19. Kemudian kita harapkan juga bisa menjadi pemicu untuk menggerakkan ekonomi nasional kita, mengungkit ekonomi nasional kita, memperkuat daya beli masyarakat sehingga kita harapkan pertumbuhan ekonomi nasional menjadi meningkat dan lebih baik,” ujar Kepala Negara.

Disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dalam laporannya, PKH ditargetkan menyasar 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp28,7 triliun.

Penyaluran dilakukan dalam empat tahap yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober melalui bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

Sementara, sasaran BPNT/Kartu Sembako target pertama adalah 18,8 juta keluarga, masing-masing mendapatkan Rp200 ribu setiap bulannya. dengan target anggaran sebesar Rp42,5 triliun. Penyaluran juga dilakukan oleh bank Himbara.

Adapun BST menyasar 10 juta keluarga, masing-masing mendapatkan Rp300 ribu selama empat bulan dari bulan Januari sampai April. Bantuan disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Total anggaran untuk program ini adalah Rp12 triliun.

Mensos mengungkapkan, bagi penerima bantuan yang sakit, lanjut usia, atau penyandang disabilitas, maka bantuan tersebut akan diantar langsung ke tempat tinggal masing-masing oleh petugas dari bank Himbara maupun PT Pos Indonesia.

Adapun total anggaran yang disalurkan bulan Januari, ujar Risma, adalah sebesar Rp13,93 triliun, dengan rincian untuk PKH sebesar Rp7,17 triliun, Kartu Sembako Rp3,76 triliun, dan BST sebesar Rp3 triliun.

“Guna pemanfaatan yang bijak dan tepat, untuk bantuan tersebut kami memberikan arahan penggunaan bantuan yang akan kami sampaikan baik melalui publikasi leaflet, sosialisasi, maupun edukasi, yang disampaikan oleh petugas bank maupun PT Pos,” ujar Mensos.

Dicontohkan Risma, PKH dapat digunakan secara bijak dan tepat seperti peningkatan kesehatan keluarga, peningkatan pendidikan anak, dan mengurangi beban keluarga, kebutuhan dasar modal usaha, dan sebagian untuk ditabung.

Sementara Kartu Sembako, dapat digunakan untuk berbelanja di e-Warong setempat atau tempat-tempat penjualan makanan untuk bahan pokok karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sumber vitamin serta mineral.

Sementara, BST yang diberikan kepada mereka di luar penerima PKH dan Kartu Sembako, dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok bahan makanan seperti beras, jagung, lauk pauk, sayur mayur, buah-buahan, dan keperluan lain yang bermanfaat dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“Kemudian kami sampaikan juga larangan semua bantuan untuk dibelikan rokok dan minuman keras. Untuk hal tersebut, kami mohon dukungan dari semua stakeholder dan media untuk terus menyosialisasikan di lapangan, terutama keluarga penerima bansos,” pungkas Risma.

Turut mendampingi Presiden antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini.(Ist/red)