Categories
Ekonomi

Indonesia Dinilai Perlu Kembali Menemukan Arah Pembangunan Ekonomi Kerakyatan

Koran Jurnal, Jakarta – Pengamat Hukum dan Pembangunan Hardjuno Wiwoho menilai Indonesia perlu melakukan evaluasi mendasar terhadap arah pembangunan nasional dengan kembali menempatkan ekonomi kerakyatan sebagai orientasi utama. Menurutnya, pembangunan tidak cukup dinilai dari pertumbuhan ekonomi, investasi, maupun besarnya proyek, tetapi harus dilihat dari sejauh mana hasil pembangunan memperkuat kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.

Hardjuno mengatakan Indonesia dapat mengambil pelajaran dari perjalanan panjang pembangunan Tiongkok. Berdekatannya tiga momentum besar dalam politik Tiongkok tahun ini—peringatan 100 tahun kelahiran Jiang Zemin, wafatnya mantan Perdana Menteri Zhu Rongji, serta Sidang Pleno Kelima Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok—menunjukkan pentingnya membaca kembali perjalanan dan arah pembangunan sebuah negara.

“Yang perlu kita pelajari bukan sistem politik Tiongkok, tetapi keberanian sebuah bangsa untuk terus mengevaluasi arah pembangunannya. Indonesia juga harus berani bertanya: pembangunan yang kita jalankan selama ini sebenarnya hendak membawa rakyat ke mana?” kata Hardjuno, Senin (17/8/2026).

Menurut Hardjuno, salah satu persoalan Indonesia saat ini adalah pembangunan yang terlalu mudah diterjemahkan menjadi pertumbuhan angka-angka ekonomi. Padahal, konstitusi telah memberikan arah yang jelas bahwa perekonomian nasional harus diselenggarakan berdasarkan demokrasi ekonomi dengan tujuan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Pertumbuhan penting, investasi penting, industrialisasi juga penting. Tetapi semuanya adalah alat. Tujuan akhirnya adalah rakyat semakin produktif, memiliki aset, memperoleh pekerjaan yang layak, dan mempunyai kesempatan untuk naik kelas. Kalau ekonomi tumbuh tetapi kekayaan semakin terkonsentrasi, kita perlu berani mengatakan ada yang harus diperbaiki dari arah pembangunan kita,” ujarnya.

Karena itu, Hardjuno mendorong pemerintah kembali memperkuat ekonomi kerakyatan melalui keberpihakan kepada sektor produktif, UMKM, koperasi, pertanian, industri nasional, serta penciptaan kesempatan kerja. Menurutnya, ekonomi kerakyatan tidak berarti menolak investasi atau mekanisme pasar, tetapi memastikan negara memiliki keberpihakan agar manfaat pertumbuhan tidak berhenti pada kelompok yang memiliki modal besar.

Ia menilai persoalan hukum juga tidak dapat dipisahkan dari agenda tersebut. Kepastian hukum, pemberantasan korupsi, pengelolaan sumber daya alam, hingga pengembalian aset hasil kejahatan harus ditempatkan dalam satu kerangka besar pembangunan. Kekayaan negara yang hilang akibat korupsi, menurutnya, pada hakikatnya merupakan sumber daya pembangunan yang seharusnya dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Karena itu saya selalu melihat asset recovery bukan semata persoalan menghukum pelaku kejahatan. Aset yang berhasil dikembalikan harus kembali menjadi modal pembangunan. Di situlah hukum bertemu dengan pembangunan dan keadilan ekonomi,” katanya.

Hardjuno mengatakan pengalaman negara lain, termasuk Tiongkok, menunjukkan bahwa transformasi ekonomi membutuhkan konsistensi arah dalam jangka panjang. Indonesia sebenarnya telah memiliki fondasi tersebut dalam konstitusi dan prinsip ekonomi kerakyatan, sehingga tantangannya bukan mencari model pembangunan baru, melainkan memastikan kebijakan ekonomi kembali berjalan sesuai tujuan bernegara.

“Indonesia tidak kekurangan sumber daya, tidak kekurangan manusia yang mampu, dan tidak kekurangan modal sosial. Yang harus kita pastikan adalah arahnya. Pembangunan harus kembali mempunyai ukuran yang sederhana: apakah rakyat semakin berdaya, semakin sejahtera, dan semakin memiliki bagian dalam kemajuan ekonomi negaranya sendiri,” ujar Hardjuno.(***)

Categories
Ekonomi

Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan TikTok Indonesia untuk memperkuat pengembangan talenta ekonomi digital melalui program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA Bareng TikTok). Kolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama untuk pelaksanaan kegiatan upskill dan reskill ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih adaptif terhadap perubahan pola kerja di era ekonomi digital.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan kerja sama ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ekonomi digital Indonesia yang berlangsung sangat pesat dan kini menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan laporan terbaru e-Conomy SEA, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai hampir USD 100 miliar atau sekitar Rp1.656 triliun pada tahun 2025, menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan sektor e-commerce sebagai kontributor terbesar.

Menurut Menaker, pertumbuhan tersebut bukan hanya menghadirkan pasar baru, tetapi juga mengubah pola kerja masyarakat. Ruang digital kini tidak lagi sekadar menjadi kanal transaksi, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem penciptaan peluang kerja yang semakin terbuka. Masyarakat yang sebelumnya menggantungkan penghasilan pada sektor-sektor tradisional kini mulai masuk ke ranah digital sebagai reseller, dropshipper, pembuat konten, live streamer, hingga affiliate marketer.

“Perkembangan ekonomi digital membuka peluang penghasilan tambahan yang fleksibel, terutama melalui tren discovery commerce, ketika konsumen menemukan produk melalui konten digital yang informatif dan menghibur. Ini membuka ruang kerja baru yang harus disambut dengan kesiapan keterampilan yang memadai,” kata Menaker saat membuka acara BISA Bareng TikTok di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Meski peluang ekonomi baru terus tumbuh, Menaker menilai tantangan yang dihadapi masih besar, terutama pada aspek keterampilan digital. Banyak tenaga kerja dan masyarakat yang belum sepenuhnya menguasai strategi konten, teknik penjualan digital, analisis pasar, maupun kemampuan adaptif lain yang dibutuhkan untuk bersaing dan berkembang di ekosistem digital. Karena itu, kehadiran pelatihan yang praktis dan relevan menjadi penting agar peluang ekonomi digital tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

“Program ini hadir untuk memberikan pelatihan praktis guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus membangun kapasitas trainer nasional sebagai agen literasi digital,” ujar Yassierli.

Sebagai tahap awal implementasi kerja sama, program BISA Bareng TikTok diikuti oleh 1.400 peserta, terdiri atas 400 peserta offline dan 1.000 peserta online. Peserta berasal dari beragam latar belakang, antara lain instruktur pemerintah dan swasta, tim humas/media sosial Kemnaker, serta masyarakat umum, termasuk calon kreator, affiliator, seller, pelaku UMKM, dan pencari kerja. Pelatihan ini mencakup dua materi utama, yakni Pelatihan TikTok Live Streaming Host dan Pelatihan Content Commerce Talent Development.

“Di sini juga ada instruktur, nanti mereka ikut paket pelatihan training of trainers atau ToT, dan mereka nanti akan menjadi pelatih untuk melakukan pelatihan BISA ini di balai-balai,” katanya.

Menaker menambahkan, untuk tahap selanjutnya, instruktur yang sudah mengikuti pelatihan akan menjadi trainers bagi masyarakat umum. Ia pun menargetkan ke depan program ini dapat melahirkan 100.000 alumni pelatihan dalam setahun.

“Tentunya tujuan akhir pelatihan ini adalah penyerapan tenaga kerja dan menumbuhkan semangat kewirausahaan di seluruh Indonesia, sehingga tercipta ekosistem digital yang inklusif dan tangguh,” kata Yassierli.

Menaker menjelaskan, pelatihan dirancang dengan pendekatan workshop hands-on dan learning by doing, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung pembuatan konten, strategi promosi, dan pendekatan penjualan berbasis konten digital. Melalui skema ini, instruktur diharapkan dapat menggandakan pelatihan serupa di balai pelatihan masing-masing, tim humas/media sosial Kemnaker dapat meningkatkan kualitas produksi kontennya, dan masyarakat umum dapat memanfaatkan keterampilan baru tersebut untuk membuka peluang penghasilan dari sektor ekonomi digital.

“Di sini juga ada instruktur, nanti mereka ikut paket pelatihan training of trainers atau ToT, dan mereka nanti akan menjadi pelatih untuk melakukan pelatihan BISA ini di balai-balai,” katanya.

Menaker juga menyampaikan apresiasi kepada TikTok atas kontribusi dan komitmennya dalam mendukung pengembangan pelatihan vokasi nasional.

“Kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital yang besar, tetapi juga memiliki tenaga kerja lokal yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing,” katanya.

Dengan sinergi tersebut, ekonomi digital tambah Yassierli, diharapkan terus tumbuh secara inklusif, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing Indonesia di era digital.

Senada dengan Menaker, Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, mengatakan peluang ekonomi digital saat ini semakin terbuka luas, tetapi belum semua masyarakat memiliki akses terhadap keterampilan yang dibutuhkan untuk memanfaatkannya secara optimal. Karena itu, TikTok memandang kolaborasi ini sebagai langkah penting untuk memperluas akses pelatihan yang relevan dan aplikatif.

“Melalui program ini, TikTok berkomitmen memberikan dukungan konkret, mulai dari pelatihan praktis hingga pengembangan kurikulum bagi para trainer dan masyarakat umum untuk menjadi content creator, affiliator, maupun pelaku usaha digital,” ujar Hilmi.

Ia menambahkan, dalam jangka panjang program BISA Bareng TikTok diharapkan dapat memberi dampak berkelanjutan bagi ekosistem ekonomi digital nasional.

“TikTok adalah platform yang inklusif, tempat siapa pun, dari latar belakang apa pun, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, menemukan audiensnya, dan menciptakan peluang ekonomi,” katanya.

Adapun pengisi acara BISA Bareng TikTok antara lain HR Practitioner & Content Creator Vina Muliana, Government Partnership & Enterprise TikTok Indonesia Novalia Hartono, Content Creator Maryamah, Content Marketing TikTok Indonesia Dhany Damara, Livestream Operations TikTok Live Indonesia Michael Tan, serta TikTok Shop by Tokopedia SMB Partnership Team Yohana Uli Prisilia Damanik.(hum)

Categories
Ekonomi

Indonesia dan Jepang Teken MoC Kerja Sama Pariwisata

Koran Jurnal, Tokyo – Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Jepang memperkuat kerja sama bilateral di bidang pariwisata melalui penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang (Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism/MLIT), Kasumigaseki, Tokyo, Senin (30/3/2026).

MoC tersebut ditandatangani oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri MLIT Jepang Yasushi Kaneko, serta disaksikan oleh Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Martini M. Paham, Komisioner Japan Tourism Agency (JTA) Shigeki Murata, serta pejabat dari kedua negara.

Penandatanganan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi Indonesia dalam memperkuat kolaborasi pariwisata dengan negara-negara di Asia Timur, khususnya Jepang, juga sebagai langkah mitigatif terhadap dinamika geopolitik global yang masih berlangsung, seperti ketidakpastian di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pergerakan wisatawan internasional.

Melalui penguatan kemitraan dengan negara-negara di kawasan tersebut, Indonesia mendorong diversifikasi pasar sekaligus menjaga keberlanjutan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara.

MoC Indonesia–Jepang ini, yang ditandatangani bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang, juga menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya kedua negara memiliki landasan kerja sama formal di bidang pariwisata. MoC ini merupakan hasil proses koordinasi dan pembahasan intensif antara kedua negara selama lebih dari dua tahun terakhir.

Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah bidang strategis, antara lain promosi pariwisata bersama dalam berbagai pameran internasional, pengembangan produk pariwisata seperti wellness, gastronomi, bahari, ekowisata, dan budaya, pengelolaan destinasi dan penguatan pariwisata berkelanjutan termasuk desa wisata, kerja sama sektor swasta seperti industri penerbangan dan perjalanan, pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan pertukaran keahlian, kerja sama di bidang MICE dan event internasional, penguatan konektivitas udara, peluang investasi pariwisata, serta peningkatan perlindungan dan keamanan wisatawan.

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia menyampaikan bahwa Jepang merupakan salah satu mitra strategis utama Indonesia dalam pengembangan pariwisata. Pada tahun 2025, Indonesia mencatat lebih dari 380.000 kunjungan wisatawan Jepang, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan rata-rata lama tinggal hampir delapan hari.

Menteri Pariwisata juga menekankan pentingnya konektivitas udara sebagai faktor kunci dalam meningkatkan arus wisatawan antara kedua negara. Saat ini rute penerbangan Tokyo–Jakarta dan Tokyo–Bali menjadi tulang punggung mobilitas wisatawan, dengan peluang pengembangan rute ke destinasi lain seperti Yogyakarta serta asal kota-kota besar di Jepang.

Selain itu, Menteri Pariwisata juga menyampaikan program Presiden RI Prabowo Subianto, yakni pengiriman tenaga kerja terlatih ke luar negeri termasuk di bidang pariwisata. Menteri Pariwisata berharap hal tersebut dapat dipersiapkan diantaranya melalui program pengembangan sumber daya manusia dalam kerangka kerja MoC yang baru saja ditandatangani.

Implementasi kerja sama ini akan dilaksanakan melalui pembentukan Joint Working Group (JWG) yang bertugas menyusun rencana aksi serta memantau pelaksanaan program kerja sama secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan penandatanganan MoC diawali dengan pertemuan bilateral antara kedua Menteri, dilanjutkan dengan upacara penandatanganan, sesi foto bersama, serta pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan kedua negara.

Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Jepang menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi pariwisata yang inovatif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan serta mempererat hubungan antar masyarakat kedua negara.(hum)

Categories
Ekonomi

Pemerintah Jamin Stok Daging Jabodetabek Aman Jelang Lebaran

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah menjamin pasokan dan ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman dan terkendali, baik secara nasional maupun di tingkat daerah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan berdasarkan data Neraca Pangan dan proyeksi produksi hingga April 2026, mayoritas komoditas strategis berada dalam posisi surplus.

“InsyaAllah, jelang Lebaran 2026 kebutuhan pokok aman. Data neraca pangan menunjukkan kita dalam posisi surplus  untuk komoditas utama,” ujarnya, di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Daging Skala UKM dan Rumah Tangga (Aspedata Indonesia), Diana Dewi, memastikan stok daging di wilayah Jabodetabek menjelang Lebaran berada dalam kondisi aman.

Ia mengatakan, para pelaku usaha siap memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan harapan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian.

“Kami sudah berkomunikasi dengan para pengusaha agar stok daging memiliki kecukupan bagi masyarakat jelang Lebaran mendatang,” kata Diana.

Diana yang juga menjabat sebagai Ketua Kadin DKI Jakarta menyebutkan, saat ini stok daging yang tersimpan di gudang miliknya mencapai sekitar 50.000 ton yang tersebar di wilayah Jabodetabek. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena masih terdapat gudang pengusaha lain di berbagai wilayah.

“InsyaAllah para pengusaha siap membantu pemerintah dalam menyiapkan kebutuhan daging bagi masyarakat,” katanya.(hum)

Categories
Ekonomi

Mentan Amran Sidak Pasar Kebayoran, Harga Ini Langsung Turun

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung turun ke lapangan usai menerima laporan kenaikan harga dari masyarakat. Mentan Amran melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kebayoran, Jakarta, untuk memastikan harga pangan sesuai aturan.

“Kami tadi pagi sedang rapat, laporan datang ke kantor, mengatakan bahwa harga ayam naik, harga bawang putih naik. Setelah kita telepon, Pak Kapolda, Pak Dirkrimsus dengan Pak Kapolres, harganya langsung turun dari 40 ribu menjadi 25 ribu. Jadi ternyata telepon itu menurunkan harga 15.000 per kilo,” kata Mentan Amran di Pasar Kebayoran, pada Jum’at (20/2/2026)

Ia menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang memainkan harga di bulan suci Ramadan.

“Kepada seluruh saudaraku, sahabatku, pengusaha, tolong deh jangan main-main di bulan suci Ramadan,” tegasnya.

Menurut Mentan Amran, koordinasi dilakukan cepat bersama Polri, mulai dari Mabes hingga Kapolres setempat.

“Kami langsung koordinasi, kalau ada yang menaikkan harga pasti ditindak. Ini langsung turun dari Polri, ada dari Mabes, kemudian Pak Kapolres itu kita turunkan langsung, dan kami minta ditindak,” ujarnya.

Saat sidak, harga bawang putih yang sebelumnya dilaporkan mencapai Rp 60 ribu per kilogram, turun menjadi Rp 38 ribu atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Yang juga tadi bawang putih katanya harganya 60 ribu. Setelah tiba kami di sini harganya di bawah HET, di bawah 40 ribu. Alhamdulillah, harganya tadi 38 ribu. Kami terima kasih pada pengusaha,” kata Mentan Amran.

Namun, temuan berbeda terjadi pada minyak goreng rakyat. Kemasan MinyaKita yang seharusnya dijual Rp 15.700 ditemukan dijual Rp 19.000 per liter.

“Ini minyak goreng tertulis 15.700. Tapi dijual tadi 19.000. Ini kami minta Pak Dirkrimsus, aku serahkan ini diproses hukum, segel unit usahanya. Tapi jangan pak penjual pengecernya enggak boleh. Ini akan ditelusuri,” tegasnya.

Ia bahkan membeli dua kantong MinyaKita sebagai barang bukti.

“Aku beli tadi sengaja dua supaya ini jadi barang bukti, ditelusuri sampai ke distributor besar dan perusahaan, jangan dilepas. Pak diumumkan kalau sudah diproses,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak berniat mengganggu pelaku usaha. Namun seluruh sektor pangan wajib mematuhi regulasi, terutama selama Ramadan.

“Kami tidak mau berniat ganggu seluruh pengusaha. Ayo cari rezeki tetapi jangan mengganggu pemerintah, jangan mengganggu rakyat, jangan mengganggu saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan,” katanya.

Ia menekankan seluruh komoditas strategis seperti beras, ayam, daging, telur dan minyak goreng harus dijual sesuai HET.

“Yang dihujat itu pemerintah, tapi yang melakukan adalah segelintir orang tadi. Ini jangan main-main,” ujarnya.

Mentan Amran juga memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman dan lebih dari cukup.

“Pasokan telah kami pasok dari sebelum bulan suci Ramadan itu lebih dari cukup. Beras kita melimpah, minyak goreng kita mensupply dunia,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah akan terus melakukan operasi pasar dan pengawasan ketat di seluruh Indonesia.

“Operasi terus. Kami bukan hanya Menteri Pertanian, tetapi juga sebagai Kepala Bapanas. Tim di seluruh Indonesia kami tempatkan sekarang. Ada laporan naik, langsung ditindak, tidak lagi dirayu-rayu, ditindak,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan tidak ada alasan harga minyak goreng naik di dalam negeri.

“Kita mengekspor minyak ke seluruh dunia. Kenapa naik? Enggak ada alasan minyak goreng naik di Indonesia. Enggak boleh diberi ampun. Bagi orang yang ingin memanfaatkan bulan suci Ramadan itu harus ditindak,” pungkasnya.(hum)

Categories
Ekonomi

Pantau Pasar Cileungsi Bogor, Bapanas: Daging Sesuai HAP Cabai Rawit Mulai Turun

Koran Jurnal, Bogor – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga daging ayam ras di Pasar Cileungsi, Bogor, berada dalam kisaran Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen, sementara harga cabai rawit merah mulai menunjukkan tren penurunan dibandingkan hari sebelumnya meskipun masih berada di atas HAP.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga daging ayam ras berada di kisaran 40 ribu hingga 41 ribu rupiah per kilogram, dengan harga transaksi rata-rata 40 ribu rupiah setelah proses tawar-menawar.

Elas, salah satu pedagang daging ayam di Pasar Cileungsi, menyampaikan bahwa harga saat ini relatif stabil meski ada kenaikan tipis dibanding pekan lalu.

“Kalau kayak gini satu kilonya 40 ribu, sebelumnya harga 38 ribu per kg, sekarang udah naik jadi 40 ribu per kg,” ujarnya pada Kamis (19/2/2026).

Untuk komoditas daging sapi, harga terpantau berada pada kisaran 130 ribu hingga 140 ribu rupiah per kilogram. Asep, pedagang daging sapi, mengatakan kenaikan yang terjadi masih dalam batas wajar.

“Satu kilo 140 ribu rupiah, dari dua hari kemarin ini. Sebelumnya 130 sampai 135 ribu rupiah per kg,” katanya.

Sementara itu, harga cabai rawit merah yang sebelumnya mencapai 120 ribu rupiah per kilogram kini turun menjadi 110 ribu rupiah per kilogram.

“Cabai rawit merah sekarang harganya 110 ribu per kg, kemarin sampai 120 ribu per kg sih. Saya ambil dari pasar Cibitung,” kata Parian, pedagang cabai di pasar tersebut,

Menanggapi perkembangan tersebut, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa yang turun bersama Satgas Saber Pangan di Pasar Cileungsi, Kamis (19/2/2026) menegaskan bahwa harga daging ayam dan daging sapi yang terpantau masih berada dalam kisaran HAP.

“Kalau kita melihat harga pertama yang kita kunjungi adalah daging sapi. Nah di situ harganya berkisar antara 130 ribu sampai 140 rupiah per kg. Kemudian daging ayam per kilogramnya itu antara 40 ribu sampai 41 ribu rupiah per kg. Ini masih dalam batas wajar dan sesuai dengan HAP yang ditetapkan melalui pemerintah,” ujar Deputi Ketut.

Adapun Harga Acuan Penjualan (HAP) sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024 untuk cabai rawit merah di kisaran 40 ribu sampai 57 ribu rupiah per kg, sedangkan daging sapi di kisaran 130 ribu sampai 140 ribu rupiah per kg. Sementara itu, berdasarkan Keputusan Badan Pangan Nasional Nomor 529 Tahun 2024, HAP daging ayam ras sebesar 40 ribu rupiah per kg.

Lebih lanjut, untuk menekan harga cabai rawit merah agar kembali stabil, Deputi Ketut mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan pelaksanaan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) ke sejumlah pasar induk.

“Cabai yang agak tinggi memang cabai rawit merah walaupun turun kemarin 120 ribu rupiah per kg, sekarang 110 ribu rupiah per kg dan akan turun, karena Bapanas sebagaimana arahan Kepala Badan Bapak Andi Amran Sulaiman yang sudah memerintahkan kami untuk melaksanakan FDP cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Induk Tanah Tinggi, dan tentunya juga ke wilayah ini,” jelasnya.

Ketut optimis penguatan distribusi dari sentra produksi ke pasar induk dapat memperlancar pasokan sehingga harga cabai kembali terkendali. Faktor cuaca juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi proses panen dan distribusi. Bapanas akan terus melakukan pemantauan intensif dan langkah stabilisasi untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat tetap terjaga.(hum)

Categories
Ekonomi

Kementan, Bapanas dan Satgas Intensifkan Pengawasan Pangan Jelang Ramadhan 2026 

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah memperkuat pengawasan harga, keamanan, dan mutu pangan untuk melindungi masyarakat serta menjaga stabilitas pasokan nasional, khususnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (4/2/2026).

Rapat koordinasi ini menjadi ajang penyamaan langkah lintas instansi dalam mengantisipasi potensi pelanggaran harga, distribusi, serta peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu. Pengawasan difokuskan pada komoditas strategis seperti telur ayam ras, daging ayam ras, serta daging sapi dan kerbau, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah menilai pengawasan terpadu diperlukan agar stabilitas pangan terjaga tanpa mengganggu iklim usaha yang sehat.

Dari sisi penegakan hukum, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Pol Syahardiantono menegaskan kesiapan jajarannya untuk bersinergi aktif dalam Satgas Sapu Bersih. Menurut dia, pengawasan tidak hanya menyasar stabilitas harga, tetapi juga keamanan dan mutu pangan yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.

“Menjaga keamanan dan mutu pangan adalah amanah besar karena menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat. Kami akan turun langsung ke lapangan, mengawasi distribusi, dan menindak tegas setiap pelanggaran, termasuk praktik yang mengarah pada mafia pangan,” ujar Syahardiantono.

Meskipun demikian, proses penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Utama (Sestama) Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap fluktuasi harga pangan yang berpotensi memicu inflasi. Menurut dia, penguatan Satgas menjadi instrumen penting untuk memastikan harga pangan tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pembelian (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Satgas ini bertujuan menjaga keterjangkauan harga sekaligus melindungi masyarakat agar memperoleh pangan yang aman dikonsumsi. Pengawasan dilakukan terhadap pangan strategis dengan melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan aparat penegak hukum,” katanya.

Sarwo menambahkan, Badan Pangan Nasional juga terus menjalankan berbagai langkah stabilisasi, seperti penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di seluruh provinsi untuk menjaga pasokan dan harga tetap terkendali.

Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan menegaskan penguatan Satgas Sapu Bersih merupakan bagian dari arahan pimpinan untuk memastikan kebijakan pangan dijalankan secara tegas, konsisten, dan akuntabel.

“Pengawasan ini menjadi atensi serius. Arahan pimpinan jelas, jika ditemukan pelanggaran yang menjadi kewenangan Kementerian Pertanian, sanksi administratif hingga pencabutan perizinan akan diterapkan. Tidak ada toleransi terhadap praktik yang merugikan masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.

Ia menambahkan, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian akan terus mengawal kebijakan pangan dengan memperkuat sinergi bersama aparat penegak hukum dan lembaga terkait. Pengawasan dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, distribusi, hingga peredaran di pasar, agar kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sejalan dengan penguatan pengawasan tersebut, sebelumnya di hadapan Anggota Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan untuk memastikan pasokan dan harga pangan tetap terkendali, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Langkah-langkah tersebut meliputi penerapan early warning system untuk memantau pergerakan harga harian, penguatan koordinasi dengan pelaku usaha agar mematuhi Harga Eceran Tertinggi (HET), serta pelaksanaan operasi pasar dan inspeksi mendadak bersama Satgas Pangan guna mencegah praktik penimbunan dan spekulasi.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran.

“Operasi pasar akan terus kami lakukan dengan pengawasan bersama Satgas Pangan. Tahun ini, jika ditemukan pelanggaran, tidak lagi sebatas imbauan, tetapi langsung dilakukan penindakan,” tegasnya.

Melalui penguatan Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026, pemerintah berharap stabilitas harga, keamanan, dan mutu pangan nasional tetap terjaga serta memperkuat kepercayaan publik terhadap kehadiran negara dalam melindungi kepentingan masyarakat.(hum)

Categories
Ekonomi

Presiden Prabowo Beberkan Indonesia sebagai Kekuatan Baru Pangan Dunia 

Koran Jurnal, Swiss – Presiden Prabowo Subianto umumkan posisi Indonesia sebagai kekuatan baru pangan dunia dalam pidato kunci pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026, Kamis (22/1/2026), di Davos, Swiss. Di hadapan para pemimpin global, Presiden Prabowo menegaskan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dengan produksi nasional tertinggi sepanjang sejarah, menandai penguatan ketahanan pangan nasional.

“Kami juga telah mencapai swasembada beras. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, produksi beras kami adalah yang tertinggi dalam sejarah Indonesia. Target swasembada yang saya tetapkan empat tahun, berhasil dicapai hanya dalam satu tahun,” ujar Presiden Prabowo.

Berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2025, produksi beras nasional periode Januari–Desember 2025 diproyeksikan mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional di tengah dinamika global.

Kinerja produksi tersebut berdampak langsung pada penguatan stok beras nasional. Sepanjang 2025, stok beras Bulog mencapai 3,25 juta ton dan bahkan sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juni 2025, tertinggi sepanjang sejarah.

Sejalan dengan hal tersebut, produksi jagung nasional periode Januari–Desember 2025 mencapai 16,11 juta ton, meningkat 0,97 juta ton atau 6,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan surplus sebesar 0,46 juta ton, Indonesia tercatat tidak melakukan impor jagung pakan, mencerminkan penguatan kemandirian pangan dan pakan nasional.

Dari sisi makro, sektor pertanian juga mencatatkan kinerja historis. Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian pada Triwulan I-2025 tumbuh 10,52 persen, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional pada Triwulan III-2025 mencapai 14,35 persen, menjadi yang tertinggi kedua setelah industri pengolahan.

Keberhasilan sektor pertanian turut tercermin pada peningkatan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) Desember 2025 mencapai 125,35, tertinggi sepanjang sejarah. Sementara rata-rata NTP tahun 2025 berada di angka 123,26, tertinggi dalam 33 tahun terakhir, menandakan daya beli dan posisi tawar petani yang semakin menguat.

Presiden Prabowo turut menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan reformasi regulasi untuk menghapus aturan yang menghambat keadilan dan menciptakan inefisiensi.

“Kami telah menghapus ratusan regulasi yang tidak masuk akal, regulasi yang menghambat keadilan, yang menciptakan budaya korupsi. Ratusan regulasi telah kami hapus hanya dalam satu tahun,” ujar Presiden.

Sejalan dengan arah reformasi tersebut, pemerintah melakukan penyederhanaan tata kelola pupuk bersubsidi melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025, yang menyederhanakan 145 regulasi dan memangkas rantai birokrasi panjang yang selama ini menghambat petani.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa upaya memperkuat pangan nasional merupakan bagian dari visi besar Indonesia untuk keluar dari kemiskinan dan kelaparan.

“Indonesia memiliki visi yang jelas untuk menyediakan kualitas hidup yang baik bagi warganya, hidup bebas dari kemiskinan dan kelaparan,” ujar Presiden.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menyampaikan optimisme bahwa Indonesia akan mencapai swasembada komoditas pangan strategis lainnya, termasuk jagung, gula, dan protein.

“Saya yakin bahwa dalam empat tahun ke depan kita akan swasembada untuk produk pangan lainnya: jagung, gula, dan protein,” tegas Presiden Prabowo.

Capaian swasembada beras dan penguatan produksi pangan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara yang semakin mandiri secara pangan, sekaligus memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan krisis pangan global dan perubahan iklim.(Hum)

Categories
Ekonomi

Kementan: Harga Daging Sapi Disepakati Rp 55 Ribu per Kilogram Berlaku hingga Idul Fitri 2026

Koran Jurnal, Jakarta – Aksi mogok pedagang daging sapi resmi berakhir. Pemerintah bersama asosiasi pedagang dan pelaku usaha sepakat menjaga stabilitas harga dan pasokan daging sapi menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026

Kesepakatan itu dicapai dalam rapat koordinasi yang digelar di Kementerian Pertanian, Kamis (22/1/2026), yang dihadiri Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan, asosiasi pedagang, asosiasi pemotong, feedlotter, hingga pelaku usaha impor sapi bakalan.

Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan negara tidak akan membiarkan gangguan distribusi maupun praktik spekulasi yang merugikan masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan. Pemerintah terus melakukan pemantauan harga, pasokan, dan distribusi secara ketat untuk memastikan kebijakan pangan tetap berpihak pada rakyat, peternak, dan pelaku usaha yang taat aturan.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati harga timbang hidup sapi di tingkat feedlot sebesar Rp 55.000 per kilogram dan berlaku mulai 22 Januari 2026 hingga menjelang Idulfitri, tanpa kenaikan harga.

Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Wahyu Purnama memastikan seluruh pedagang di bawah naungan APDI kembali berjualan.

“Mulai malam Jumat, 23 Januari 2026, pedagang daging kembali beraktivitas dan RPH siap memotong sapi,” kata Wahyu.

Ia menegaskan, jika ditemukan harga di atas kesepakatan tersebut, pedagang diminta segera melapor.

“Kalau ada yang melanggar, laporkan ke saya dan akan langsung kami teruskan ke pemerintah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) H Asnawi. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi aksi mogok berjualan setelah kesepakatan ini.

“Kalau ada pengusaha feedlot menjual di atas Rp 55 ribu per kilogram, silakan laporkan dengan bukti untuk diteruskan ke Menteri Pertanian,” tegasnya.

Pemerintah juga memastikan pasokan sapi aman. Kuota impor sapi bakalan sekitar 700 ribu ekor per tahun telah disiapkan dan dialokasikan kepada sekitar 80 perusahaan penggemukan sapi. Selain itu, BUMN Pangan ditugaskan sebagai stabilisator untuk menjaga keseimbangan harga dan pasokan di tingkat konsumen.

Pemerintah menegaskan akan terus mengawal agar distribusi berjalan lancar dan masyarakat tidak terbebani lonjakan harga daging sapi menjelang Ramadhan dan Lebaran.(hum)

Categories
Ekonomi

UMKM di Indonesia Terancam ‘Online Shop’, Sikap Pemerintah Diminta Tegas

Koran Jurnal, Jakarta – Pengamat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Hilda kepada suaraforum mengatakan ada ancaman cukup serius didepan mata yang berimplikasi keberlangsungan UMKM dalam dua tahun kedepan dan juga dari segi pendapatan usaha UMKM di Jakarta dan Seluruh Indonesia dewasa ini.

“Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pelaku usaha UMKM dilapangan,menurunnya daya beli masyarakat terhadap produk usaha UMKM lebih disebabkan adanya pergeseran masyarakat yang lebih memilih berbelanja secara online,” katanya, Jum’at (31/10/2025).

Dia menyebutkan tingginya animo masyarakat dalam berbelanja secara online untuk wilayah Jabodetabek dan wilayah Indonesia lainnya,akan semakin memojokkan usaha UMKM.

“Mulai dari pelaku usaha UMKM seperti baju, sepatu dan barang-barang kebutuhan rumah tangga juga mengalami dilema, karena terjadi penurunan penjualan kisaran tiga puluh hingga tujuh puluh persen setiap harinya.

Para pelaku usaha UMKM baik di tingkat lokal dan nasional,sambungnya,berharap pemerintah menaruh perhatian serius terhadap pelaku usaha UMKM jenis pakaian, sepatu dan produk-produk UMKM lainnya.

“Pesatnya bisnis penjualan online shop dalam empat tahun terakhir ditengah-tengah masyarakat era digital saat ini,
semakin menyulitkan posisi usaha UMKM untuk bisa bertahan dalam kurun waktu tiga tahun kedepan,” ungkapnya.

Hal serupa juga turut dirasakan oleh pelaku usaha menengah ke atas yang menjual barang-barang seperti jenset, lanjutnya, ikut terdampak terhadap usahanya yang sudah digelutinya hampir sepuluh tahun berjalan akibat shoping online dewasa ini.

“Para pedagang online yang menayangkan gambar di sosial media dan online lainnya, merupakan bagian dari menarik pembeli secara online. Namun, perlu disadari juga oleh pembeli genset dan gambar yang disajikan tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi barang yang didagangkan,” urainya.

Dikatakannya para pedagang online umumnya menggunakan teknologi ‘AI’ (Artificial Intelegent), sebagai strategi para pelaku bisnis online dan menarik pembeli dalam online shop.

“Banyaknya toko online yang beredar hingga beranak pinak di sosial media, lanjutnya,semakin menjadi bumerang pelaku usaha jenset yang sudah lama berdiri di toko-toko Glodok, Jakarta Barat,” keluhnya.

Dia juga mempertanyakan Menteri Keuangan RI Purbaya Sadewa dalam penerapan dan manarik pajak terhadap pelaku usaha online yang mencapai puluhan miliar rupiah dari hasil transaksi perdagangan secara online.

“Selain gambar-gambar yang disajikan pedagang online diduga hanya ilustrasi, dan ulasan-ulasan yang terpampang dalam online shop tidak seharusnya dipercaya para pembeli online shop,” tegasnya.

dominasi para pedagang online shop, sebutnya, telah menjadi momok mengerikan bagi pelaku usaha UMKM dalam menjual produk dan mencari laba di tengah-tengah ekonomi yang tidak menentu.

“Pelaku usaha UMKM berharap Pemerintah RI dan DPR-RI membuat regulasi sebagai payung pelindung demi keberlangsungan usaha UMKM secara nasional kedepan,” tutupnya.(**)