Categories
TNI

Tim Ekspedisi Maritim TNI AL Bakti Sosial dan Ziarah ke Taman Makam Pahlawan di Banjarmasin Kalsel 

Koran Jurnal, Jakarta – Memasuki etape kelima Tim Rute Putih yang tergabung dalam Ekspedisi Maritim TNI Angkatan Laut (TNI AL) melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dan Ziarah di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (07/09). Tim Putih Ekspedisi Maritim tiba di Banjarmasin menggunakan jalur laut dengan menggunakan KRI Layang-635 dibawah pimpinan Letkol Laut (P) Eko Darmawan.

Kedatangan Tim Putih Ekspedisi Maritim disambut oleh Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Agus Setyawan dan Forkopimda Banjarmasin yang selanjutnya bersama sama menuju TMP Brigjen TNI (Purn) H. Hassan Basry di Liang Anggang, Banjarbaru, Kota Banjarmasin sekaligus melaksanakan tabur bunga di makam pendiri Batalyon ALRI Devisi IV di Kalimantan Selatan tersebut, bersama dengan forkopimda yang dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Pertahanan Hukum dan Politik, Bapak Sulkan S.H., M.H. mewakili Gubernur Kalimantan Selatan.

Rombongan dilepas oleh Bapak Sulkan S.H., M.H. menuju monumen proklamasi 17 Mei 1949 yang berada di desa Mandapai Batu Bini, Kab. Hulu Sungai Selatan untuk melaksanakan Bakti Sosial antara lain donor darah, khitanan massal dan pemberian sembako kepada anak yatim dan masyarakat sekitar. Setibanya di desa Mandapai, rombongan di sambut oleh tarian Kipang dan pembacaan sejarah singkat ALRI Divisi IV.

Sebelumnya Tim Putih Ekspedisi Maritim telah berhasil menempuh 4 etapenya melalui jalur darat dan berhasil sampai ke Pangkalan Bun dan di lanjutkan oleh Lanal Banjarmasin dengan jalur laut dan darat. Tim Putih sendiri langsung meneruskan etape selanjutnya menuju Kandangan yang nantinya akan diterima oleh Lanal Kota Baru.

Turut hadir pula Danlanal Banjarmasin Kolonel laut Agus setyawan S.H., Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Drs. H. Achmad Fikry, M.AP., Dandim 1003/HSS letkol inf Bayu Oktavianto Sudibyo S.E, M.I.P., Kapolres Kab. HSS AKBP Leo Marthen Pasaribu SIK, Seketaris Daerah HSS Muhammad Noor S.Ap.M, Camat padang batung Heri Otomo S. STP. MSi, Ketua IOF Cab. Kalsel Bpk Haryadi

Selaras dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, pada kesempatan terpisah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali telah menegaskan bahwa dimanapun prajurit TNI AL berada harus dapat memberikan manfaat pada masyarakat, dalam hal ini masyarakat di wilayah-wilayah yang dilalui ekspedisi maritim.(disp)

Categories
Ragam TNI

Tim Putih Ekspedisi Maritim TNI AL Mulai Perjalanan dari Pontianak 

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka menyambut HUT TNI AL ke-78, para prajurit jalasena laksanakan ekspedisi maritim di Pulau Kalimantan yang dilaksanakan mulai dari 4 -10 September 2023, dengan dua rute yang berbeda melalui jalur darat dan laut.

Kedua rute tersebut juga dimulai dari garis start yang berbeda namun dengan finish yang sama yakni Ibu Kota Negara (IKN). Masing-masing rute memiliki tim yang berbeda yakni Tim Merah dan Tim Putih.

Untuk Tim Putih diawali dari Pontianak dengan rute Pontianak-Pakunegara Tayan-Sandai-Batas Kota Kalbar-Pangakalan Bun-Banjarmasin-Kec. Satui-Balikpapan, dengan total jarak tempuh 1.270 km jalur darat dan 250 nm jalur laut.

Untuk diketahui bahwa Rute Tim Putih telah dimulai tanggal 4 September lalu yang dilepas langsung oleh Komandan Lantamal XII Pontianak dan saat ini telah sampai di etape ke 5 yakni Pangakalan Bun menuju Banjarmasin melalui jalur laut menggunakan KRI Layang-635.

Tujuan dilaksanakannya Ekspedisi Maritim ini yaitu untuk memberikan edukasi kepada generasi penerus dan juga masyarakat tentang negara maritim Indonesia sekaligus menggali potensi-potensi maritim yang ada serta jejak sejarahnya, sehingga diharapkan para generasi penerus memiliki pola pikir peduli dan kembali ke laut. Banyak sekali sumber daya alam yang belum terjamah berada di laut dan kita belum memanfaatkannya dengan maksimal

Hal ini sesuai dengan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan untuk mencapai kejayaan angkatan laut yang “Jalesveva Jayamahe”.(disp)

Categories
TNI

Ekspedisi Maritim Temukan Jejak Perlawanan Pejuang Angkatan Laut di Cilacap

Koran Jurnal, Jakarta – Ekspedisi Maritim 2022 bertujuan untuk menggugah kembali kesadaran kolektivitas bangsa Indonesia utamanya generasi muda, bahwa bangsa ini ditakdirkan sebagai bangsa maritim. Perubahan bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim secara sistematis menjadi bangsa agraris ditanamkan pada masa penjajahan.

Tim Ekspedisi Maritim 2022 telah sampai pada daerah yang kental dengan nuansa peradaban maritim yaitu di daerah Cilacap. Cilacap adalah kota di pantai selatan Jawa dengan pelabuhan modern yang sampai dengan saat ini berfungsi aktif sebagai pintu keluar dan masuknya perekonomian serta merupakan Pelabuhan vital di pantai selatan pulau Jawa.

Ditemui oleh tim Ekspedisi Maritim 2022 Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cilacap Kolonel Laut (PM) Sugeng Subagyo menyampaikan, “Saya sangat mengapresiasi dan berharap dengan adanya kegiatan Ekspedisi Maritim di Desa Dondong akan menyajikan edukasi bagi anak-anak muda yang ada di Cilacap, mereka akan tahu bahwa di sini ada Kapten Suwaji yang pada tahun 1949 berjuang melawan kolonial Belanda.”

Tim Ekspedisi Maritim menelisik informasi tersebut dan mencari informasi yang lebih kuat. Bukti bahwa Cilacap adalah daerah perlawanan pejuang Angkatan Laut melawan Belanda, Tim Ekspedisi Maritim 2022 mendapat penjelasan lebih lanjut dari Kepala Desa (Kades) Dondong bapak Suratman yang mengungkapkan bahwa, untuk diketahui pada tahun 1949 ada pertempuran hebat yang terjadi di Cilacap dan belum terungkap dalam sejarah perjuangan, yaitu kejadian pertempuran heroik dan menjadi kebanggaan, yang dilakukan pejuang dari angkatan laut pada tahun itu, bernama Alm.Kapten Suwaji yang gugur saat melawan kolonial Belanda, yang dibantu oleh empat orang pemuda Cilacap sampai titik darah penghabisan yang akhirnya ikut gugur serta dimakamkan di desa Dondong. Informasi ini layak utuk ditelusuri untuk diungkap secara terbuka.

Lebih lanjut Suratman menyampaikan bahwa masyarakat sangat antusias dan senang sekali, setelah 30 tahun tidak pernah dikunjungi oleh bapak-bapak tentara, warga Desa Dondong yang masih memiliki ikatan sejarah kejayaan maritim, menyambut kedatangan tim Ekspedisi Maritim 2022 dengan penuh antusias. Hal ini terlihat dari sambutan warga dengan sukarela menghadirkan 19 mobil jeep dari komunitas dan banyaknya ratusan masyarakat di sepanjang jalan melambaikan tangan dari Masjid Maos Mawardi hingga rombongan tiba di Desa Dondong, Kecamatan Kesugihan Cilacap.

Untuk mengungkap Kejayaan Maritim Nusantara tim Ekspedisi Maritim selanjutnya menuju tempat-tempat yang memberikan informasi kejayaan maritim, berikutnya tim bergeser ke Benteng Pendem, Stasiun Cilacap, dan dilanjutkan menyebrang ke Pulau Nusakambangan untuk mengeksplor benteng di Karang Bolong dan tempat tahanan pada era kolonial.(disp)