Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Survei Hidro-Oseanografi di Perairan Dermaga Koarmada III Sorong Papua Barat

Koran Jurnal, Jakarta – Guna memastikan alur pelayaran aman bagi KRI, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL menggelar Operasi Survei dan Pemetaan (Opssurta) hidro-oseanografi di alur pelayaran menuju dermaga baru Komando Armada III Distrik Salawati, Sorong, Papua Barat.

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H, Rabu (29/04/2020) di Mako Pushidrosal, Jakarta mengatakan bahwa Koarmada III saat ini terus melakukan pembangunan fasilitas penunjang dan gedung Mako Armada III yang terletak di distrik Salawati. Seiring dengan pembangunan fasilitas labuh TNI AL tersebut dan untuk mendukung kegiatan peresmian dermaga, maka Pushidrosal mengirimkan Tim Survei yang melaksanakan Opssurta Hidros selama 35 hari di perairan Selat Sele.

“Survei yang dilakukan Pushidrosal ini bertujuan untuk memastikan rute Alur Pelayaran menuju dermaga baru Koarmada III di Distrik Salawati ini aman dilayari oleh unsur-unsur KRI yang akan sandar di dermaga Koarmada III baik saat kegiatan peresmian dermaga maupun saat mendukung kegiatan OMP / OMSP di masa mendatang. Selain itu,
Data hidro-oseanografi yang diperoleh dipergunakan untuk penentuan posisi peletakan rambu navigasi dan akan dipergunakan pembuatan peta khusus Alur pelayaran hingga Dermaga Koormada III , serta untuk memperbaharui Peta Laut Indonesia nomor 185,” kata Kapushidrosal, Rabu (29/04/2020).

Selama 35 hari tim survei Pushidrosal yang berjumlah 12 personel di bawah pimpinan Mayor Laut (P) Mustika Ari Wibowo A.T.,S.T. melaksanakan kegiatan survei yang meliputi; Penetapan titik kontrol horisontal dan vertikal, Pengukuran Bathymetri, Investigasi Kedangkalan, Pengukuran Sub Bottom Profile, Pengukuran Pengukuran Pasang Surut, Pengukuran Arus, Pengukuran CTD, Pengukuran sedimentasi, Pengambilan Sampel Dasar Laut, penentuan posisi pemasangan rambu, Uji rute alur pelayaran, serta Pengukuran Detil Darat komplek Koarmada III.

“Pemutakhiran data hidro-oseanografi ini mutlak dibutuhkan guna meningkatan level kepercayaan / Category Zone Of Confident (CatZoc) dan keselamatan bagi unsur-unsur KRI yang akan keluar masuk menuju dermaga Koarmada III,” jelas Kapushidrosal.

Salah satu kegiatan nyata untuk memberikan level kepercayaan tersebut adalah dengan didapatkan hasil kedalaman full coverage area tersebut dimana rintangan dan bahaya pelayaran tergambarkan pada Peta Laut Indonesia no 185,

Setelah Tim Survei selesai melaksanakan seluruh kegiatan pengambilan data hidro – oseanografi, telah dilaksanakan uji coba rute alur pelayaran yang telah ditetapkan dengan menggunakan wahana apung KRI Albakora 867 pada tanggal 10 April 2020 lalu dan dapat berjalan dengan lancar.
Pada pelaksanaan uji coba alur turut onboard di KRI antara lain Kepala Staf Koarmada III Laksamana Pertama TNI Maman Firmansyah, Asops beserta pejabat Koarmada III.(disp/red)

Categories
TNI

Pushidros TNI AL Mutakhirkan Data Hidro-Oseanografi Teluk Jakarta dan Selat Gelasa Belitung

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut pada bulan Agustus 2020 mendatang akan menggelar kegiatan “4th Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2020” yang menurut rencana akan digelar di dua tempat yaitu di Kepulauan Seribu Jakarta dan Pulau Belitung.

Kegiatan ini merupakan latihan bersama non tempur dengan titik fokus pada kegiatan yang berkaitan dengan pelayanan medis, bakti sosial, kesehatan, pemberdayaan kapasitas wilayah dan juga berkaitan dengan penanganan penanggulangan kemanusiaan akibat bencana alam di laut maupun di pesisir.

Multilateral Naval Exercise Komodo 2020 ini merupakan Latihan Bersama ke-4 yang diselenggarakan di Indonesia setelah sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Batam, Padang dan Lombok

Sejalan dengan upaya mengulang kesuksesan dari penyelenggaraan kegiatan tahunan ini, Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) menggelar survei dan pemetaan untuk memutakhirkan data hidro-oseanografi perairan Teluk Jakarta dan perairan selat Gelasa, Belitung

Pushidrosal mengirimkan tim survei untuk melaksanakan operasi survei dan pemetaan dengan tujuan memperoleh data kondisi hidro-oseanografi terbaru untuk mendukung kegiatan MNEK tahun 2020.

Hal ini bertujuan agar kapal-kapal dari negara peserta yang terlibat dalam perhelatan akbar ini dapat berlabuh dengan aman dan terbebas dari bahaya navigasi, sehingga dapat mengikuti semua kegiatan dengan sukses.

Tim survei Pushidrosal di Teluk Jakarta di bawah pimpinan Komandan Unit Tugas MNEK Jakarta 2020 Mayor Laut (P) Mustika Ari Wibowo A.T., S.T. akan melaksanakan survei dan pemetaan selama 31 hari yang meliputi Penetapan ttik kontrol horisontal pemetaan, Pemeruman, Pengukuran Pasang Surut, Pengukuran Pola Arus, Pengambilan Sampel Dasar Laut, Pengukuran CTD dan Pengumpulan Data Geografi Maritim.

Kapushidrosal Laksda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H, menyampaikan, selain bertujuan untuk menyukseskan kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo 2020, survei dan pemetaan ini sekaligus digunakan untuk memutakhirkan Peta Laut Indonesia (PLI) nomor 86 perairan Teluk Jakarta, dan PLI nomor 64 di perairan Selat Gelasa, Belitung serta diharapkan update PLI akan dapat menjamin keselamatan pelayaran di dua perairan dengan lalu lintas pelayaran yang sangat padat, Selasa (03/03/2020).

Selain di Teluk Jakarta, Pushidrosal juga mengirimkan tim survei untuk melaksanakan operasi survei dan pemetaan di Perairan Selat Gelasa, Belitung. Tim survei Pushidrosal di Selat Gelasa ini berjumlah 12 personel di bawah pimpinan Komandan Unit Tugas MNEK Belitung 2020 Mayor Laut (KH) Ainun PW., S.T., M.T. Survei ini bertujuan untuk memperoleh data kondisi hidro-oseanografi terkini dan menentukan arah lego jangkar kapal-kapal peserta MNEK di Perairan Selat Gelasa, Belitung, sehingga kegiatan MNEK yang berlangsung Belitung dapat berjalan aman dan lancar.
Selain itu data dan informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk kepentingan pembanguna kelautan di masing – masing daerah.(disp/red)