Categories
IPTEK TNI

Danpushidrosal Terima Alexander Dalrymple Award 2026

Koran Jurnal, Monaco – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., menerima penghargaan Alexander Dalrymple Award 2026 dari United Kingdom Hydrographic Office (UKHO), Inggris, atas kontribusinya dalam pengembangan hidrografi, kartografi, dan keselamatan navigasi.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Rear Admiral Angus Essenhigh OBE, the UK’s National Hydrographer and the UKHO’s Director of Data Acquisition and Defence, pada Senin (12/10/2026), menjelang pelaksanaan 10th International Hydrographic Organization (IHO) Council Meeting di Monaco.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan, dedikasi, dan kontribusi berkelanjutan Danpushidrosal dalam memajukan bidang hidrografi dan keselamatan navigasi, baik di Indonesia maupun di tingkat regional dan internasional.

Di bawah kepemimpinan Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, Pushidrosal terus memodernisasi kemampuan hidrografi nasional serta menyediakan dan memelihara peta laut berkualitas tinggi dan informasi hidrosapasial maritim guna mendukung keselamatan pelayaran dan kepentingan maritim nasional.

Selain itu, Danpushidrosal juga berperan aktif dalam memperkuat kerja sama hidrografi regional melalui keikutsertaan dalam East Asia Hydrographic Commission (EAHC). Kontribusi tersebut turut mencakup pengembangan dan penerapan standar modern IHO, termasuk kerangka data S-100 serta pelaksanaan uji coba sistem Electronic Chart Display and Information System (ECDIS) berbasis S-100 di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Danpushidrosal menyampaikan bahwa penghargaan Alexander Dalrymple Award merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi Indonesia dalam bidang hidrografi dunia dan kerja sama internasional. Penghargaan tersebut juga menjadi motivasi bagi Pushidrosal untuk terus mengembangkan standar hidrografi, inovasi, serta kolaborasi internasional dalam mendukung keselamatan pelayaran.

Secara historis, Alexander Dalrymple Award diberikan setiap tahun oleh UKHO kepada tokoh atau lembaga yang dinilai berperan besar dalam peningkatan keselamatan navigasi, pemutakhiran data hidrografi, dan penguatan kerja sama internasional di bidang survei dan pemetaan laut.

Penghargaan Alexander Dalrymple Award merupakan bentuk pengakuan internasional yang diberikan oleh United Kingdom Hydrographic Office (UKHO) kepada individu maupun institusi yang dinilai telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu dan praktik hidrografi, khususnya dalam bidang survei dan pemetaan laut.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Launching S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di Teluk Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melaksanakan kegiatan Launching ENC S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di perairan Teluk Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M.

Launching ENC S-101 dan Sea Trial Produk S-100 ini merupakan bagian dari roadmap Pushidrosal dalam mempersiapkan implementasi seri S-100 yang mengacu pada standar International Hydrographic Organization (IHO).

Dalam sambutannya, Danpushidrosal menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan Pushidrosal menuju persiapan dan penerapan seri S-100 yang merupakan standar internasional terbaru peta laut digital yang akan diterapkan pada Tahun 2029. Upaya tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2021 dan terus dikembangkan secara bertahap sebagai bagian integral dari roadmap implementasi S-100 Pushidrosal.

“Roadmap ini mencerminkan komitmen kuat Pushidrosal untuk terus meningkatkan kualitas, interoperabilitas, dan pemanfaatan yang efektif, selaras dengan perkembangan standar IHO,” ujar Danpushidrosal.

Danpushidrosal menjelaskan, sea trial S-100 yang dilaksanakan merupakan tahap pertama dari rangkaian pengujian untuk memvalidasi secara langsung di lapangan penerapan produk dan layanan S-100, termasuk ENC S-101, Batimetri S-102, Pasang Surut S-104, dan Arus Permukaan S-111.

Pengujian pada tahap selanjutnya akan diperluas ke wilayah dengan karakteristik pasang surut dan arus yang lebih ekstrem. Hal tersebut dilakukan untuk mengkaji lebih lanjut efisiensi, ketahanan, serta kemampuan sistem S-100 guna merespons kondisi hidro-oseanografi yang lebih kompleks dan beragam dalam rangka meningkatkan keamanan dan efisien bernavigasi.

Hasil sea trial ini juga diharapkan memberikan masukan bagi proses evaluasi, penyempurnaan, dan pengembangan implementasi S-100 baik di internal Pushidrosal maupun IHO.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan dan pakar hidro-oseanografi dari mitra internasional, yaitu Timothy William Lewis dan Graeme Stringer dari UKHO, Anna Childerhose dan Michael Sebastian Melchger dari OSI Kanada, serta Dan Morash dari Teledyne CARIS Kanada.

Sebelumnya, pada pekan lalu Pushidrosal juga telah melaksanakan kegiatan Sea Trial pendahuluan yang dihadiri oleh para pejabat dan undangan dari internal TNI AL, dimana unsur TNI AL merupakan pengguna utama Peta Laut Elektronik untuk operasional dan latihan TNI AL. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Pushidrosal dalam mempersiapkan penerapan S-100 dan meningkatkan kemampuan penyediaan informasi hidro-oseanografi yang modern, terintegrasi, dan interoperabel untuk TNI AL.

“Melalui rangkaian pengujian tersebut, Pushidrosal terus memperkuat kesiapan teknologi, sumber daya, dan sistem dalam mendukung transformasi digital hidro-oseanografi serta penyediaan informasi kelautan dan navigasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan operasional,” pungkas Danpushidrosal.(disp)

Categories
IPTEK

Danpushidrosal Hadiri Peluncuran RAIA Grid, Platform Infrastruktur Digital Berbasis AI

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., menghadiri peluncuran RAIA Grid, platform infrastruktur digital berbasis Artificial Intelligence (AI), di Jakarta, pada Rabu (26/8/2026).

Peluncuran RAIA Grid dihadiri Founder and Chairman Arsari Group Hashim Djojohadikusumo, President Directorv RAIA Grid Hendri Mulya Syam, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, serta Deputy CEO and COO Arsari Group Aryo Djojohadikusumo.

RAIA Grid dikembangkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) dengan dukungan jaringan fiber sepanjang lebih dari 86.000 kilometer. Platform ini dirancang sebagai digital superhighway yang menghubungkan operator telekomunikasi, pusat data, penyedia layanan cloud, hyperscaler, hingga sektor korporasi, dengan dukungan teknologi Machine Learning, AI, dan Agentic AI.

Kehadiran Danpushidrosal pada kegiatan tersebut berkaitan erat dengan peran Pushidrosal sebagai anggota Timnas Pengelolaan Penyelenggaraan Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut, yang menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi sebagai acuan penetapan jalur resmi pipa dan kabel bawah laut. Teknologi digital dan AI semakin strategis dalam pengelolaan data dan informasi, yang mempunyai relevansi dalam mendukung pengelolaan informasi hidro-oseanografi dan geospasial maritim secara cepat, akurat, dan terintegrasi.

Peluncuran RAIA Grid sekaligus menunjukkan semakin pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem digital nasional. Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, konektivitas dan pengelolaan data yang kuat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung pembangunan, keselamatan pelayaran, pertahanan, dan kepentingan maritim nasional.(disp)

Categories
IPTEK

Pushidrosal Dorong Kolaborasi Riset Kelautan dan Serahkan Peta NKRI ke Kemendiktisaintek

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) terus mendorong sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pembangunan maritim nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Komandan Pushidrosal (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek), di Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Danpushidrosal didampingi Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Danpushidrosal Laksma TNI Tasdik Mustika Alam, S.Si., MTr.Opsla., dan Asisten Operasi (Asops) Danpushidrosal Laksma TNI Dwi Jantarto, S.T., M.T., yang diterima oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D., yang didampingi Penasihat Ahli Menteri Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjenrisbang Prof Dr. Ketut Adyana, Direktur Talenta Riset dan Pengembangan Prof. Dr.rer.Pol. Heri Kuswanto, M.Si., beserta staf Kemendiktisaintek.

Pertemuan membahas penguatan kerja sama strategis di bidang riset kelautan, khususnya pelaksanaan riset maupun penelitian ilmiah di atas kapal survei milik Pushidrosal.

Pada kesempatan tersebut, Danpushidrosal juga menyerahkan Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) versi laut kepada Kemendiktisaintek sebagai simbol dukungan Pushidrosal terhadap pengembangan pendidikan, penelitian, dan pemanfaatan data hidrospasial nasional. Sebelumnya, Pushidrosal juga pernah menyerahan dan menghibahkan peta NKRI sebanyak 2 ribu lembar beberapa waktu yang lalu.

Danpushidrosal mengatakan wilayah NKRI yang membentang dari Sabang hingga Merauke merupakan entitas geografis yang sangat luas dan strategis, sekitar 2/3 luas wilayahnya berupa lautan dan menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Selain itu laut Indonesia, tidak hanya menyimpan kekayaan sumber daya alam yang melimpah melainkan juga menjadi jalur perhubungan internasional yang vital, ruang pertahanan negara, serta wahana interaksi sosial, ekonomi, dan budaya antarpulau maupun untuk kepentingan strategis pertahanan dan pembangunan nasional pada setiap wilayah perairan.

Danpushidrosal menyampaikan bahwa kerja sama antara Pushidrosal dan Kemendiktisaintek merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem riset nasional yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing. Data dan informasi hidrospasial yang dihasilkan Pushidrosal tidak hanya berperan dalam mendukung operasi pertahanan negara dan keselamatan pelayaran, tetapi juga menjadi sumber data strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi lingkungan laut, mitigasi bencana, hingga perencanaan pembangunan nasional berbasis kemaritiman.(disp)

Categories
IPTEK

Pushidros TNI AL Perkuat Langkah Pembentukan Jabatan Fungsional Hidrografer Nasional Bersama Kemen PANRB

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., melaksanakan Courtesy Call (CC) kepada Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen PANRB) Purwadi Arianto bertempat di Ruang Rapat Wakil Menteri PANRB, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Danpushidrosal didampingi Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Bambang Irawan, S.E., M.Tr.Opsla., Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena), Asisten Operasi (Asops), serta Kepala Dinas Personel dan Profesi (Kadisserprof). Sementara dari Kementerian PANRB, Wakil Menteri PANRB didampingi Deputi Kelembagaan, serta Staf Khusus Menteri PANRB.

Agenda utama pertemuan membahas usulan pembentukan Jabatan Fungsional Hidrografer sebagai instrumen pembinaan profesi hidrografi nasional yang berbasis kompetensi, profesionalisme, dan standar internasional.

Pertemuan tersebut, Danpushidrosal menyampaikan bahwa Pushidrosal memiliki landasan historis yang kuat sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, yang terbentuk melalui penggabungan Jawatan Hidrografi Militer dan Jawatan Hidrografi Sipil berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 164 Tahun 1960. Penggabungan tersebut mencerminkan kebijakan negara untuk menyelenggarakan kegiatan hidrografi nasional secara terpadu dalam satu otoritas nasional.

Komandan Pushidrosal juga menjelaskan bahwa produk utama Pushidrosal berupa peta laut memiliki karakteristik, fungsi, standar teknis, serta dasar hukum yang berbeda dengan peta darat. Seluruh proses penyelenggaraan survei hidrografi dan pemetaan laut dilaksanakan berdasarkan standar yang ditetapkan International Hydrographic Organization (IHO) guna menjamin keselamatan navigasi di perairan Indonesia.

Lebih lanjut disampaikan bahwa eksistensi Indonesia melalui Pushidrosal di tingkat internasional semakin mendapat pengakuan. Hal tersebut dibuktikan dengan terpilihnya Indonesia sebagai salah satu dari sepuluh anggota tetap IHO Council, sekaligus dipercaya mendudukkan Komandan Pushidrosal sebagai Wakil Ketua IHO Council. Kepercayaan tersebut menjadi bukti nyata atas profesionalisme serta kontribusi Indonesia dalam pengembangan hidrografi dunia.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Pushidrosal menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan faktor fundamental dalam penyelenggaraan hidrografi nasional. Seorang hidrografer dituntut memiliki kompetensi, integritas, dan pengalaman sesuai standar internasional untuk melaksanakan seluruh tahapan survei hidrografi, mulai dari perencanaan, akuisisi data, pengolahan, pengendalian mutu, hingga penyusunan produk hidrospasial.

Sebagai institusi pembina teknis, Pushidrosal juga telah memiliki sistem pendidikan dan pelatihan hidrografi yang memperoleh akreditasi dari International Board on Standards of Competence for Hydrographic Surveyors and Nautical Cartographers (IBSC), sehingga menghasilkan lulusan yang memenuhi standar kompetensi International Hydrographic Organization (IHO) S-5 dan diakui secara internasional.

Komandan Pushidrosal menambahkan bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2026 tentang Survei Hidrografi dan Pemetaan Hidrografi Nasional, kedudukan Pushidrosal sebagai Otoritas Hidrografi Nasional semakin diperkuat, termasuk kewenangan dalam penyelenggaraan sistem lisensi Surveyor Hidrografi sebagai instrumen negara untuk menjamin kompetensi dan profesionalisme tenaga hidrografi nasional.

Sejalan dengan penguatan regulasi tersebut, Pushidrosal mengusulkan pembentukan Jabatan Fungsional Hidrografer yang dapat diterapkan pada kementerian, lembaga, BUMN, maupun instansi lainnya yang melaksanakan kegiatan survei hidrografi. Jabatan fungsional tersebut diharapkan menjadi fondasi pembinaan karier berbasis kompetensi, mendorong standardisasi kemampuan, meningkatkan profesionalisme, memperluas mobilitas tenaga ahli, serta memperkuat pengembangan sumber daya manusia hidrografi nasional dengan Pushidrosal sebagai instansi pembina teknis.

Menanggapi usulan tersebut, Wakil Menteri PANRB beserta jajaran menyampaikan apresiasi atas peran strategis Pushidrosal sebagai satu-satunya Lembaga Hidrografi Nasional yang memiliki mandat, kompetensi, pengalaman, serta pengakuan internasional untuk menjadi instansi pembina teknis Jabatan Fungsional Hidrografer. Menurut Kementerian PANRB, keberadaan jabatan fungsional tersebut akan memberikan keseragaman standar kompetensi, pembinaan profesi, sertifikasi, lisensi, serta pengembangan karier hidrografer secara nasional.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat sistem pembinaan profesi hidrografi Indonesia. Melalui sinergi antara Pushidrosal dan Kementerian PANRB, diharapkan pembentukan Jabatan Fungsional Hidrografer dapat segera terwujud sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola survei hidrografi nasional, serta mendukung terwujudnya Indonesia sebagai negara maritim yang maju, aman, dan berdaya saing di tingkat internasional.(disp)

Categories
IPTEK

Danpushidrosal Raih Alexander Dalrymple Award 2026 dari UKHO Inggris  

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., meraih Alexander Dalrymple Award Tahun 2026 dari The United Kingdom Hydrographic Office (UKHO), Inggris.

Penghargaan internasional tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan, dedikasi, dan kontribusi berkelanjutan Danpushidrosal dalam memajukan hidrografi, kartografi, dan keselamatan navigasi, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional.

Dalam surat resmi yang ditandatangani oleh UK National Hydrographer, Rear Admiral Angus Essenhigh OBE, disebutkan bahwa di bawah kepemimpinan Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, dalam kontribusinya berhasil melakukan modernisasi kemampuan hidrografi Indonesia melalui penyediaan dan pemeliharaan peta laut serta informasi geospasial maritim berkualitas tinggi guna mendukung keselamatan pelayaran dan kepentingan maritim nasional.

Pada tingkat regional dan internasional, Danpushidrosal dinilai berhasil menunjukkan kepemimpinan yang visioner, inklusif, dan berorientasi pada reformasi melalui perannya di East Asia Hydrographic Commission (EAHC), mendorong penguatan tata kelola organisasi, peningkatan efisiensi, serta mempererat kolaborasi antarnegara di bidang hidrografi.

Selain itu, juga memainkan peran penting dalam mendorong implementasi standar hidrografi modern International Hydrographic Organization (IHO), termasuk pengembangan standar S-100, harmonisasi Electronic Navigational Chart (ENC), serta pelaksanaan uji coba sistem Dual-Fuel S-100 ECDIS di Selat Malaka dan Selat Singapura yang menjadi tonggak baru dalam interoperabilitas, inovasi, dan kerja sama regional di bidang keselamatan navigasi.

Penganugerahan Alexander Dalrymple Award 2026 ini sekaligus menjadi bukti keberlanjutan kepemimpinan dan kontribusi Indonesia dalam komunitas hidrografi internasional.

Penganugerahan tersebut, direncanakan akan dilaksanakan pada pertemuan IHO Council ke-10 di Monako pada Oktober 2026 mendatang dan saat itu juga Danpushidrosal akan memulai tugas pertamanya sebagai Wakil Ketua Dewan IHO periode 2026-2029.

Penghargaan Alexander Dalrymple Award semakin menegaskan bahwa Indonesia, melalui Pushidrosal TNI Angkatan Laut, telah tumbuh menjadi salah satu pilar penting dan pemimpin yang diperhitungkan dalam pengembangan hidrografi dunia.

Raihan tersebut sejalan dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menitikberatkan peningkatan profesionalisme sumber daya manusia, penguatan inovasi, serta peran aktif TNI AL pada diplomasi maritim di tingkat global.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Expo Pendidikan Tinggi KPPTI 2025, Pushidros TNI AL Tampilkan Inovasi Hidrografi

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) turut ambil bagian dalam Expo Pendidikan Tinggi pada Konferensi Puncak Perguruan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025. Kegiatan yang menghadirkan puluhan perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 November 2025, bertempat di Graha Unesa, Surabaya, Jawa Timur.

Expo Pendidikan Tinggi merupakan salah satu agenda utama KPPTI 2025, yang menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk menampilkan capaian, inovasi, dan praktik terbaik di bidang akademik, vokasi, maupun profesi. Tahun ini, sebanyak 35 booth berpartisipasi, memamerkan teaching factory, karya inovatif, produk riset, hingga berbagai startup kampus. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring sekaligus membuka ruang kolaborasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wahana berbagi pengalaman antar perguruan tinggi, baik dalam menghasilkan lulusan unggul maupun dalam menghadirkan produk riset berkelas dunia. Menurutnya, kompetisi sehat dan kolaborasi antarlembaga pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi Indonesia agar mampu bersaing secara global.

Dalam ajang pameran tersebut, Pushidrosal menampilkan berbagai inovasi dan produk unggulan di bidang hidrografi dan keselamatan navigasi maritim, antara lain Aplikasi Electronic Navigational Chart (ENC), Aplikasi Hidro SDB35, Buku Almanak Nautika Indonesia, Tabel Pasang Surut Kepulauan Indonesia, Katalog Peta dan Informasi Pelabuhan Indonesia, Serta penayangan video filler profil Pushidrosal.

Partisipasi Pushidrosal menjadi bentuk kontribusi nyata dalam memperkenalkan peran strategis hidrografi nasional, sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya data dan informasi maritim bagi keselamatan navigasi dan pembangunan bangsa.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Gelar Forum Hidrografi: Pentingnya SDM Unggul

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar Forum Hidrografi bertajuk “Membangun Kompetensi Sumber Daya Manusia Hidrografi: Kontribusi Ilmu Geografi bagi Pertahanan Maritim” bertempat di gedung serbaguna Pushidrosal, Jakarta Utara, Rabu (8/10). Acara yang dikemas dalam suasana santai bertajuk “Minum Kopi Bersama Perwira Pushidrosal” ini menghadirkan akademisi dan praktisi dari berbagai institusi untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi di bidang hidrografi nasional.

Komandan Pushidrosal, Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun SDM hidrografi yang tangguh, adaptif, dan berwawasan multidisiplin. Sumber daya manusia hidrografi merupakan kunci utama kekuatan maritim modern. Ilmu geografi memberikan dasar ilmiah untuk memahami ruang laut, arus, pasang surut, dan dinamika pantai sebagai bagian dari pertahanan maritim yang berbasis pengetahuan.

Menurut Danpushidrosal, bidang hidrografi berperan penting dalam mendukung operasi militer laut, baik dalam penyediaan data navigasi dan keamanan laut, perencanaan taktik pendaratan amfibi, maupun deteksi ancaman bawah laut. Selain itu, hidrografi juga memperkuat kemampuan Maritime Domain Awareness (MDA) Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki jalur laut strategis.

Dalam menghadapi percepatan kemajuan teknologi seperti Geographic Information System (GIS), remote sensing, big data, dan artificial intelligence (AI), TNI AL menekankan perlunya SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan digital.

“Pendidikan, pelatihan, dan riset bersama antara Pushidrosal dan kalangan akademisi menjadi langkah penting untuk melahirkan generasi hidrografer yang unggul,” kata Laksdya Budi Purwanto.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Eng. Masita Dwi Mandini Manessa, S.Si., M.Si., M.Eng., Kaprodi Pascasarjana Ilmu Geografi Universitas Indonesia, memaparkan kontribusi geografi dalam mendukung pertahanan maritim. Menurutnya, geografi tidak hanya memetakan permukaan bumi, tetapi juga menjadi alat analisis strategis dalam memahami fenomena laut, pesisir, dan perairan nasional.

Forum yang dikemas secara interaktif ini diharapkan dapat melahirkan ide dan rekomendasi strategis untuk memperkuat kompetensi SDM, serta menumbuhkan minat generasi muda terhadap bidang hidrografi dan pertahanan maritim.

“Pushidrosal membuka diri menjadi laboratorium lapangan bagi dunia pendidikan dan riset. Melalui kerja sama yang erat, kita berharap dapat mewujudkan Center of Excellence di bidang hidrografi nasional,” tutup Danpushidrosal.(disp)

Categories
IPTEK Megapolitan

Konferensi ke-15 EAHC, Tegaskan Komitmen Regional dalam Keselamatan Maritim dan Pembangunan Hidrografi Berkelanjutan

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., Kepala Hidrografer Indonesia sekaligus Ketua East Asia Hydrographic Commission (EAHC), secara resmi membuka Konferensi ke-15 EAHC yang diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Kemayoran Jakarta, Rabu (17/9/2025). Kegiatan bergengsi ini dihadiri perwakilan International Hydrographic Organization (IHO), para delegasi negara anggota, serta para pemangku kepentingan bidang hidrografi dari kawasan Asia Timur.

Dalam sambutannya, Kepala Hidrografer Indonesia menegaskan bahwa forum ini tidak hanya menjadi ajang refleksi atas berbagai capaian, tetapi juga sebagai momentum memperkuat komitmen bersama terhadap kerja sama regional, keselamatan pelayaran, serta pembangunan kapasitas hidrografi yang berkelanjutan.

“Konferensi EAHC adalah fondasi kolaborasi kita. Di sinilah strategi ditetapkan, kerja sama diperdalam, dan arah masa depan hidrografi di Asia Timur dibentuk,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, konferensi ini menyoroti perkembangan penting EAHC, di antaranya harmonisasi Electronic Navigational Charts (ENCs) untuk meningkatkan konsistensi dan keselamatan di jalur maritim tersibuk dunia, pembangunan Marine Spatial Data Infrastructure (MSDI) yang semakin mendapat momentum, mendukung tata kelola kelautan baik di tingkat regional maupun nasional, dan kontribusi signifikan dari berbagai Working Groups dan koordinator teknis yang dinilai sebagai pilar keberhasilan EAHC dalam tiga tahun terakhir.

Lebih lanjut, Konferensi ke-15 EAHC juga membahas sejumlah agenda strategis, antara lain pengesahan perubahan Statuta EAHC agar selaras dengan dinamika kebutuhan, penguatan Terms of Reference untuk MSDI Working Group, serta momen bersejarah serah terima jabatan Ketua EAHC kepada Tiongkok dan pemilihan Wakil Ketua baru.

Dengan semangat kebersamaan, Kepala Hidrografer Indonesia mengajak seluruh anggota EAHC untuk melangkah maju dengan visi yang sama dan solidaritas regional yang kokoh.

“Mari kita terus menjaga semangat kolaborasi yang telah menjadi ciri khas EAHC, demi keselamatan maritim dan kemajuan hidrografi di Asia Timur,” pungkasnya.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Gelar Sosialisasi Almanak Nautika Indonesia dan Aplikasi Info

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menyelenggarakan sosialisasi Almanak Nautika Indonesia (ANI) 2026 dan Aplikasi Info Pushidrosal bertempat di Gedung Graha Jala Puspita, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kemandirian bangsa di bidang nautika dan navigasi astronomi.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Direktur Perkapalan dan kelautan, Direktur KPLP Jakarta, Kepala Distrik Navigsi Tipe B Tanjung Priok, Ketua INSA, Ketua IKPPNI, Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia, Ketua STIP Jakarta, Ketua BP3IP Jakarta, Ketua Akademi Maritim Nasional Jakarta, Direktur Akademi Maritim Cirebon, Personel TNI AL wilayah Jakarta baik Perwira, Bintara dan Tamtama.

Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Asops Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Dwi Jantarto, S.T., M.T., menyampaikan bahwa kehadiran Almanak Nautika Indonesia bukan hanya sekadar simbol keberhasilan kerja sama dan tonggak kemandirian nasional, tetapi juga wujud nyata Maritime Domain Awareness melalui data yang bersumber dari dalam negeri, diolah secara mandiri, dan dimanfaatkan bagi kepentingan pelayaran, pertahanan, pendidikan nasional, serta kontribusi ilmu pengetahuan.

Baca Juga: KSAL Resmikan Peluncuran Almanak Nautika Indonesia 

Almanak nautika merupakan instrumen klasik yang telah digunakan pelaut sejak berabad-abad silam untuk menentukan posisi kapal melalui observasi benda langit. Meski teknologi modern seperti Global Positioning System (GPS) kini menjadi andalan utama navigasi di darat, laut, maupun udara, ketergantungan terhadap sistem berbasis satelit asing tetap menyimpan kerawanan tinggi, khususnya dalam kondisi peperangan elektronika seperti GPS jamming maupun AIS spoofing, sebagaimana pernah terjadi di Selat Hormuz. Dalam situasi seperti ini, almanak nautika tetap menjadi sarana navigasi konvensional yang andal dan tak tergantikan.

Sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, Pushidrosal memiliki tugas menyelenggarakan survei dan pemetaan hidro-oseanografi untuk kepentingan militer maupun nasional, termasuk penyediaan data dan publikasi nautika guna menjamin keselamatan pelayaran. Penerbitan Almanak Nautika menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pushidrosal dalam meningkatkan layanan publik dan mendukung kepentingan pertahanan serta pembangunan nasional.

Mulai edisi 2026, Almanak Nautika Indonesia diterbitkan oleh Pushidrosal setelah resmi diluncurkan pada 10 September 2025 bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 TNI Angkatan Laut. Almanak ini disusun melalui kolaborasi strategis antara Pushidrosal, FMIPA Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Observatorium Bosscha, dan telah melalui serangkaian uji ilmiah di Kepulauan Seribu pada Juni 2025 lalu.

Sejak edisi 2024, penyusunan Almanak Nautika melibatkan akademisi dalam proses pengolahan data dan validasi astronomi. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi kokoh antara kekuatan pertahanan negara dan kekuatan ilmu pengetahuan nasional.

Dengan terbitnya Almanak Nautika Indonesia 2026, diharapkan bangsa Indonesia semakin mandiri dalam bidang navigasi astronomi sekaligus memperkuat ketahanan maritim nasional.

Almanak Nautika Indonesia dan Aplikasi Info Pushidrosal menegaskan peran strategis Pushidrosal dalam mendukung transformasi digital TNI Angkatan Laut, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi penguatan maritim nasional. Inovasi ini juga menjadi bagian penting dari langkah besar indonesia menuju visi indonesia emas 2045.(disp)