Categories
Megapolitan

Tiga KRI Jajaran Pushidrosal Dukung Operasi SAR di Laut Jawa dan Perairan Anak Krakatau

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengerahkan tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) jajaran Pushidrosal, yakni KRI Dewa Kembar-932, KRI Spica-934, dan KRI Canopus-936, untuk mendukung pelaksanaan operasi Search and Rescue (SAR) TNI Angkatan Laut dalam pencarian dan pertolongan di wilayah perairan Indonesia.

Menurut Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., Ketiga KRI tersebut melaksanakan tugas dukungan berupa deteksi bawah air dan deteksi arus bawah permukaan untuk mendukung penyelam, serta menyediakan informasi hidro-oseanografi yang diperlukan dalam mendukung efektivitas pencarian dimana dalam pelaksanaan tugas berada di bawah kendali On Scene Commander (OSC) Danguskamlabar di lapangan.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan Pushidrosal dalam memperkuat operasi SAR, baik dalam penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa maupun operasi pencarian terhadap rombongan yang hilang kontak di sekitar perairan Anak Krakatau, Selat Sunda.

Dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8, KRI Canopus-936 dengan Komandan KRI Kolonel Laut (P) Indragiri Yani Wardhono, S.T., M.Sc., M.Tr.Opsla., dan KRI Spica-934 dengan Komandan KRI Letkol Laut (P) Alin Abimanyu, S.T., M.Ling., dikerahkan setelah kapal tersebut mengalami kecelakaan dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Sebelumnya, kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk dan mengalami kondisi miring sebelum kehilangan komunikasi. TNI Angkatan Laut kemudian memperkuat operasi SAR gabungan dengan mengerahkan sejumlah unsur KRI.

Sementara itu, KRI Dewa Kembar-932 dengan Komandan KRI Letkol Laut (P) Aris Priyadi, S.T., M.Tr.Opsla., turut dilibatkan dalam operasi SAR gabungan untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau. Dalam pelaksanaannya, operasi memperhatikan faktor keselamatan personel, kondisi cuaca, serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Keterlibatan KRI jajaran Pushidrosal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan hidro-oseanografi tidak hanya berperan dalam penyediaan data dan informasi kelautan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung operasi kemanusiaan, khususnya pencarian dan pertolongan di laut.

Melalui kemampuan survei dan dukungan data hidro-oseanografi, Pushidrosal terus memperkuat sinergi dengan unsur TNI Angkatan Laut dan instansi terkait guna membantu menciptakan operasi SAR yang terukur, aman, dan efektif.

Kesiapsiagaan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional dalam mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran serta memberikan kontribusi nyata terhadap tugas kemanusiaan di wilayah perairan Indonesia.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Launching S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di Teluk Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) melaksanakan kegiatan Launching ENC S-101 dan Sea Trial Produk S-100 di perairan Teluk Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M.

Launching ENC S-101 dan Sea Trial Produk S-100 ini merupakan bagian dari roadmap Pushidrosal dalam mempersiapkan implementasi seri S-100 yang mengacu pada standar International Hydrographic Organization (IHO).

Dalam sambutannya, Danpushidrosal menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan Pushidrosal menuju persiapan dan penerapan seri S-100 yang merupakan standar internasional terbaru peta laut digital yang akan diterapkan pada Tahun 2029. Upaya tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2021 dan terus dikembangkan secara bertahap sebagai bagian integral dari roadmap implementasi S-100 Pushidrosal.

“Roadmap ini mencerminkan komitmen kuat Pushidrosal untuk terus meningkatkan kualitas, interoperabilitas, dan pemanfaatan yang efektif, selaras dengan perkembangan standar IHO,” ujar Danpushidrosal.

Danpushidrosal menjelaskan, sea trial S-100 yang dilaksanakan merupakan tahap pertama dari rangkaian pengujian untuk memvalidasi secara langsung di lapangan penerapan produk dan layanan S-100, termasuk ENC S-101, Batimetri S-102, Pasang Surut S-104, dan Arus Permukaan S-111.

Pengujian pada tahap selanjutnya akan diperluas ke wilayah dengan karakteristik pasang surut dan arus yang lebih ekstrem. Hal tersebut dilakukan untuk mengkaji lebih lanjut efisiensi, ketahanan, serta kemampuan sistem S-100 guna merespons kondisi hidro-oseanografi yang lebih kompleks dan beragam dalam rangka meningkatkan keamanan dan efisien bernavigasi.

Hasil sea trial ini juga diharapkan memberikan masukan bagi proses evaluasi, penyempurnaan, dan pengembangan implementasi S-100 baik di internal Pushidrosal maupun IHO.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan dan pakar hidro-oseanografi dari mitra internasional, yaitu Timothy William Lewis dan Graeme Stringer dari UKHO, Anna Childerhose dan Michael Sebastian Melchger dari OSI Kanada, serta Dan Morash dari Teledyne CARIS Kanada.

Sebelumnya, pada pekan lalu Pushidrosal juga telah melaksanakan kegiatan Sea Trial pendahuluan yang dihadiri oleh para pejabat dan undangan dari internal TNI AL, dimana unsur TNI AL merupakan pengguna utama Peta Laut Elektronik untuk operasional dan latihan TNI AL. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Pushidrosal dalam mempersiapkan penerapan S-100 dan meningkatkan kemampuan penyediaan informasi hidro-oseanografi yang modern, terintegrasi, dan interoperabel untuk TNI AL.

“Melalui rangkaian pengujian tersebut, Pushidrosal terus memperkuat kesiapan teknologi, sumber daya, dan sistem dalam mendukung transformasi digital hidro-oseanografi serta penyediaan informasi kelautan dan navigasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan operasional,” pungkas Danpushidrosal.(disp)

Categories
Militer

Perkuat Diplomasi Maritim Nasional, Pushidrosal Terima Audiensi Wamenlu RI

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerima Audiensi Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arif Havas Oegroseno, S.H., LL.M., beserta jajaran Kementerian Luar Negeri RI di Markas Komando Pushidrosal, Ancol, Jakarta Utara, Senin (3/8/2026).

Kedatangan Wakil Menteri Luar Negeri RI disambut langsung oleh Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., didampingi Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Bambang Irawan, S.E., M.Tr.Opsla., dan Pejabat Utama Pushidrosal.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di bidang kemaritiman nasional dan menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara diplomasi luar negeri dengan dukungan data hidro-oseanografi guna menjaga kedaulatan serta memperkuat posisi Indonesia di forum maritim internasional.

Dalam sambutannya, Danpushidrosal antara lain menyampaikan bahwa sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, Pushidrosal memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya dalam mendukung operasi pertahanan negara dan keselamatan navigasi pelayaran, tetapi juga sebagai penyedia data dan informasi hidro-oseanografi yang menjadi landasan penting dalam diplomasi maritim Indonesia, termasuk penegasan batas-batas wilayah laut di tingkat internasional.

Pertemuan tersebut menjadi momentum yang sangat bernilai untuk meningkatkan komunikasi koordinasi dan pemahaman bersama atas berbagai isu strategis dan krusial yang menjadi perhatian antara Kemenlu dan Pushidrosal. Sinergi antara diplomasi luar negeri dan data survei hidro-oseanografi yang akurat adalah kunci utama dalam mempertahankan kedaulatan serta hak berdaulat negara kesatuan republik indonesia di wilayah laut.

Lebih lanjut, Danpushidrosal menyampaikan harapannya agar Pushidrosal dan Kemenlu RI dapat terus memperkuat kolaborasi, khususnya dalam pemanfaatan data hidro-oseanografi, perundingan perbatasan laut antarnegara, penguatan hukum laut internasional (UNCLOS 1982), serta pengelolaan tata kelola maritim secara holistik dan siap memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk penyediaan data pemetaan maritim, dukungan teknis, maupun pertimbangan kepakaran hidro-oseanografi guna mendukung tugas-tugas diplomasi Kemenlu RI di kancah global.(disp)

Categories
IPTEK

Pushidrosal Dorong Kolaborasi Riset Kelautan dan Serahkan Peta NKRI ke Kemendiktisaintek

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) terus mendorong sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pembangunan maritim nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja Komandan Pushidrosal (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek), di Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Danpushidrosal didampingi Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Danpushidrosal Laksma TNI Tasdik Mustika Alam, S.Si., MTr.Opsla., dan Asisten Operasi (Asops) Danpushidrosal Laksma TNI Dwi Jantarto, S.T., M.T., yang diterima oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., M.B.A., Ph.D., yang didampingi Penasihat Ahli Menteri Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjenrisbang Prof Dr. Ketut Adyana, Direktur Talenta Riset dan Pengembangan Prof. Dr.rer.Pol. Heri Kuswanto, M.Si., beserta staf Kemendiktisaintek.

Pertemuan membahas penguatan kerja sama strategis di bidang riset kelautan, khususnya pelaksanaan riset maupun penelitian ilmiah di atas kapal survei milik Pushidrosal.

Pada kesempatan tersebut, Danpushidrosal juga menyerahkan Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) versi laut kepada Kemendiktisaintek sebagai simbol dukungan Pushidrosal terhadap pengembangan pendidikan, penelitian, dan pemanfaatan data hidrospasial nasional. Sebelumnya, Pushidrosal juga pernah menyerahan dan menghibahkan peta NKRI sebanyak 2 ribu lembar beberapa waktu yang lalu.

Danpushidrosal mengatakan wilayah NKRI yang membentang dari Sabang hingga Merauke merupakan entitas geografis yang sangat luas dan strategis, sekitar 2/3 luas wilayahnya berupa lautan dan menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Selain itu laut Indonesia, tidak hanya menyimpan kekayaan sumber daya alam yang melimpah melainkan juga menjadi jalur perhubungan internasional yang vital, ruang pertahanan negara, serta wahana interaksi sosial, ekonomi, dan budaya antarpulau maupun untuk kepentingan strategis pertahanan dan pembangunan nasional pada setiap wilayah perairan.

Danpushidrosal menyampaikan bahwa kerja sama antara Pushidrosal dan Kemendiktisaintek merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem riset nasional yang semakin kuat, adaptif, dan berdaya saing. Data dan informasi hidrospasial yang dihasilkan Pushidrosal tidak hanya berperan dalam mendukung operasi pertahanan negara dan keselamatan pelayaran, tetapi juga menjadi sumber data strategis bagi pengembangan ilmu pengetahuan, konservasi lingkungan laut, mitigasi bencana, hingga perencanaan pembangunan nasional berbasis kemaritiman.(disp)

Categories
IPTEK

Pushidros TNI AL Perkuat Langkah Pembentukan Jabatan Fungsional Hidrografer Nasional Bersama Kemen PANRB

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., melaksanakan Courtesy Call (CC) kepada Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen PANRB) Purwadi Arianto bertempat di Ruang Rapat Wakil Menteri PANRB, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Danpushidrosal didampingi Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Bambang Irawan, S.E., M.Tr.Opsla., Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena), Asisten Operasi (Asops), serta Kepala Dinas Personel dan Profesi (Kadisserprof). Sementara dari Kementerian PANRB, Wakil Menteri PANRB didampingi Deputi Kelembagaan, serta Staf Khusus Menteri PANRB.

Agenda utama pertemuan membahas usulan pembentukan Jabatan Fungsional Hidrografer sebagai instrumen pembinaan profesi hidrografi nasional yang berbasis kompetensi, profesionalisme, dan standar internasional.

Pertemuan tersebut, Danpushidrosal menyampaikan bahwa Pushidrosal memiliki landasan historis yang kuat sebagai Lembaga Hidrografi Nasional, yang terbentuk melalui penggabungan Jawatan Hidrografi Militer dan Jawatan Hidrografi Sipil berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 164 Tahun 1960. Penggabungan tersebut mencerminkan kebijakan negara untuk menyelenggarakan kegiatan hidrografi nasional secara terpadu dalam satu otoritas nasional.

Komandan Pushidrosal juga menjelaskan bahwa produk utama Pushidrosal berupa peta laut memiliki karakteristik, fungsi, standar teknis, serta dasar hukum yang berbeda dengan peta darat. Seluruh proses penyelenggaraan survei hidrografi dan pemetaan laut dilaksanakan berdasarkan standar yang ditetapkan International Hydrographic Organization (IHO) guna menjamin keselamatan navigasi di perairan Indonesia.

Lebih lanjut disampaikan bahwa eksistensi Indonesia melalui Pushidrosal di tingkat internasional semakin mendapat pengakuan. Hal tersebut dibuktikan dengan terpilihnya Indonesia sebagai salah satu dari sepuluh anggota tetap IHO Council, sekaligus dipercaya mendudukkan Komandan Pushidrosal sebagai Wakil Ketua IHO Council. Kepercayaan tersebut menjadi bukti nyata atas profesionalisme serta kontribusi Indonesia dalam pengembangan hidrografi dunia.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Pushidrosal menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan faktor fundamental dalam penyelenggaraan hidrografi nasional. Seorang hidrografer dituntut memiliki kompetensi, integritas, dan pengalaman sesuai standar internasional untuk melaksanakan seluruh tahapan survei hidrografi, mulai dari perencanaan, akuisisi data, pengolahan, pengendalian mutu, hingga penyusunan produk hidrospasial.

Sebagai institusi pembina teknis, Pushidrosal juga telah memiliki sistem pendidikan dan pelatihan hidrografi yang memperoleh akreditasi dari International Board on Standards of Competence for Hydrographic Surveyors and Nautical Cartographers (IBSC), sehingga menghasilkan lulusan yang memenuhi standar kompetensi International Hydrographic Organization (IHO) S-5 dan diakui secara internasional.

Komandan Pushidrosal menambahkan bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2026 tentang Survei Hidrografi dan Pemetaan Hidrografi Nasional, kedudukan Pushidrosal sebagai Otoritas Hidrografi Nasional semakin diperkuat, termasuk kewenangan dalam penyelenggaraan sistem lisensi Surveyor Hidrografi sebagai instrumen negara untuk menjamin kompetensi dan profesionalisme tenaga hidrografi nasional.

Sejalan dengan penguatan regulasi tersebut, Pushidrosal mengusulkan pembentukan Jabatan Fungsional Hidrografer yang dapat diterapkan pada kementerian, lembaga, BUMN, maupun instansi lainnya yang melaksanakan kegiatan survei hidrografi. Jabatan fungsional tersebut diharapkan menjadi fondasi pembinaan karier berbasis kompetensi, mendorong standardisasi kemampuan, meningkatkan profesionalisme, memperluas mobilitas tenaga ahli, serta memperkuat pengembangan sumber daya manusia hidrografi nasional dengan Pushidrosal sebagai instansi pembina teknis.

Menanggapi usulan tersebut, Wakil Menteri PANRB beserta jajaran menyampaikan apresiasi atas peran strategis Pushidrosal sebagai satu-satunya Lembaga Hidrografi Nasional yang memiliki mandat, kompetensi, pengalaman, serta pengakuan internasional untuk menjadi instansi pembina teknis Jabatan Fungsional Hidrografer. Menurut Kementerian PANRB, keberadaan jabatan fungsional tersebut akan memberikan keseragaman standar kompetensi, pembinaan profesi, sertifikasi, lisensi, serta pengembangan karier hidrografer secara nasional.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat sistem pembinaan profesi hidrografi Indonesia. Melalui sinergi antara Pushidrosal dan Kementerian PANRB, diharapkan pembentukan Jabatan Fungsional Hidrografer dapat segera terwujud sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat tata kelola survei hidrografi nasional, serta mendukung terwujudnya Indonesia sebagai negara maritim yang maju, aman, dan berdaya saing di tingkat internasional.(disp)

Categories
Polhukam

Pushidros TNI AL Hadiri 4th Session of the IHO Assembly 2026 di Monaco

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) sebagai lembaga hidrografi nasional hadir sebagai delegasi Indonesia dalam kegiatan 4th Session of the IHO Assembly Meeting Tahun 2026 yang diselenggarakan International Hydrographic Organization (IHO) di Auditorium Rainier III, Monaco, pada tanggal 19 hingga 23 April 2026.

Delegasi Indonesia pada kegiatan ini dipimpin oleh Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., didampingi oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) serta staf Pushidrosal.

Kegiatan ini diawali dengan pertemuan Finance Committee dan Heads of Delegation pada 19 April 2026, serta dilanjutkan dengan sidang utama Assembly pada tanggal 20 hingga 23 April 2026.

Assembly merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi dalam organisasi IHO yang diikuti oleh seluruh negara anggota. Forum ini membahas laporan kegiatan organisasi, menetapkan program kerja dan anggaran 3 (tiga) tahunan (2027–2029), serta menyusun arah kebijakan strategis IHO ke depan, termasuk rencana strategis periode 2027–2032.

Sidang Assembly tahun 2026 memiliki arti penting karena mencakup pelaksanaan pemilihan Sekretaris Jenderal dan Direktur IHO yang akan memimpin organisasi pada periode selanjutnya. Selain itu, Assembly juga menjadi momentum strategis dalam menetapkan berbagai standar internasional di bidang hidrografi, termasuk penguatan implementasi standar S-100 sebagai generasi terbaru sistem data hidrografi digital.

Dalam forum ini, delegasi Indonesia melalui Pushidrosal berperan aktif dalam berbagai sesi pembahasan, khususnya terkait pengembangan standar hidrografi dan pemanfaatan informasi hidrospasial untuk mendukung keselamatan navigasi serta pengelolaan ruang laut secara modern dan terintegrasi.

Selain sidang pleno, kegiatan Assembly juga diisi dengan berbagai agenda penting lainnya, antara lain pembahasan program kerja, sesi tematik bertajuk “Seas of Change: Innovation in Ocean Mapping and Smart Navigation”, serta Member States’ Exhibition yang menampilkan berbagai capaian dan inovasi hidrografi dari negara-negara anggota.

Dalam pameran tersebut, Pushidrosal menampilkan produk unggulan berupa HidroSDB35 dan Almanak Nautika Indonesia, yang merupakan hasil penelitian dan pengembangan melalui kolaborasi antara Pushidrosal dengan putra-putri terbaik bangsa Indonesia, yaitu Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. Produk-produk ini mencerminkan kemandirian teknologi nasional di bidang hidro-oseanografi sekaligus menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan.

Partisipasi aktif Pushidrosal dalam forum internasional ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kerja sama global di bidang hidrografi, sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung keselamatan pelayaran dunia serta memperkuat kedaulatan maritim nasional.(disp)

Categories
Megapolitan

Pushidros TNI AL dan PT Pertamina Patra Niaga Jalin Silaturahmi dan Teken Kontrak Kerja Sama

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerima audiensi dari PT Pertamina Patra Niaga bertempat di Ruang Rapat Pushidrosal, Ancol, Jakarta Utara, pada Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dan keselarasan teknis antara kedua institusi.

Pada kegiatan tersebut, Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., didampingi oleh pejabat utama dan para Kadis terkait Pushidrosal. Sementara, PT Pertamina Patra Niaga dipimpin oleh Wakil Direktur Utama Taufik Adityawarman beserta jajaran manajemen.

Dalam sambutannya, Danpushidrosal  menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah dibangun selama ini, serta menegaskan peran strategis Pushidrosal, baik sebagai lembaga hidrografi militer sekaligus lembaga hidrografi nasional yang bertanggung jawab dalam penyediaan data dan informasi hidro-oseanografi yang akurat dan mutakhir.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Taufik Adityawarman, menyampaikan komitmen perusahaan untuk terus berkolaborasi dengan Pushidrosal dalam mendukung kegiatan operasional, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur energi di wilayah perairan Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula paparan teknis oleh Kepala Dinas Pemetaan (Kadispeta) Pushidrosal Kolonel Laut (KH) Moh. Qisti Amarona, S.T., M.Tr. Hanla., mengenai pentingnya pembaruan peta laut, khususnya di kawasan Teluk Balikpapan, dilanjutkan dengan penyampaian materi dari pihak PT Pertamina Patra Niaga terkait Project Manager Fuel Facilities.

Momentum penting dalam audiensi ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja sama antara Pushidrosal dan PT Pertamina Patra Niaga sebagai wujud sinergi kedua pihak dalam pengamanan infrastruktur pertamina melalui penggambaran di Peta Laut Indonesia (PLI). Dengan digambarkannya di PLI yang senantiasa diupdate bertujuan agar infrastruktur atau instalasi di bawah air akan terjamin keamanan dan keselamatannya, serta untuk perlindungan lingkungan laut.(disp)

Categories
TNI

140 Personel Pushidros TNI AL Naik Pangkat

Koran Jurnal, Jakarta – Sebanyak 140 personel Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) Kala Waktu 1 April 2026 memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya.

Laporan kenaikan pangkat bagi 32 Perwira Menengah (Pamen) dipimpin langsung oleh Komandan Pushidrosal, Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., bertempat di Lobby Mas Pardi Pushidrosal. Sementara di kesempatan terpisah, laporan kenaikan pangkat bagi 39 Perwira Pertama (Pama), 31 Bintara, 30 Tamtama, serta 8 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dipimpin oleh Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Pushidrosal bertempat di lapangan apel Pushidrosal, Rabu (1/4/2026).

Dalam amanatnya, Danpushidrosal menyampaikan bahwa kenaikan pangkat merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk penghargaan dan kepercayaan pimpinan TNI Angkatan Laut atas dedikasi, loyalitas, integritas, serta prestasi yang telah ditunjukkan para prajurit.

Kenaikan pangkat bukan hanya penghargaan, tetapi juga amanah yang menuntut tanggung jawab lebih besar. Hal ini harus dijaga dengan penuh disiplin, profesionalisme, dan semangat pengabdian kepada TNI, bangsa, dan negara, tegas Danpushidrosal.

Lebih lanjut, bahwa kepercayaan yang diberikan tidak hanya datang dari atasan, tetapi juga dari negara dan seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, kenaikan pangkat ini diharapkan menjadi pemacu semangat untuk bekerja lebih keras, lebih inovatif, serta siap menghadapi berbagai tantangan dinamis di masa depan.

Mengakhiri sambutannya, Danpushidrosal menyampaikan selamat kepada seluruh prajurit yang memperoleh kenaikan pangkat. Semoga momentum ini menjadi dorongan untuk terus berprestasi dan memberikan yang terbaik bagi TNI Angkatan Laut, TNI, bangsa, dan negara.(disp)

Categories
TNI

Pushidros TNI AL Gelar Apel Khusus dan Halal Bihalal Usai Idul Fitri 1447 Hijriah 

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar apel khusus yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal usai libur hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, bertempat di lapangan apel Pushidrosal, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M. tersebut, diikuti oleh seluruh personel militer dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pushidrosal.

Apel khusus ini diselenggarakan sebagai momentum awal kembali bertugas setelah pelaksanaan libur bersama dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Dalam sambutannya, Danpushidrosal menyampaikan bahwa momen libur bersama yang diisi dengan silaturahmi bersama keluarga besar dan sanak saudara diharapkan mampu menumbuhkan energi serta semangat baru bagi seluruh personel dalam melanjutkan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa hingga berakhirnya masa libur bersama tidak terdapat laporan kejadian negatif, termasuk kecelakaan maupun hal-hal yang merugikan maupun merusak citra buruk baik bagi individu maupun institusi TNI Angkatan Laut khususnya Pushidrosal.

Menghadapi dinamika tugas ke depan yang semakin kompleks, Danpushidrosal menekankan pentingnya kesiapan seluruh jajaran untuk segera beradaptasi dan kembali fokus pada pelaksanaan tugas sehari-hari, mengingat tantangan tugas Pushidrosal ke depan semakin berat, baik sebagai lembaga hidrografi militer maupun lembaga hidrografi nasional.

Pada tataran strategis, Pushidrosal diharapkan terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait, serta personel Pushidrosal dituntut untuk semakin menguasai kompetensi teknis serta meningkatkan profesionalisme, guna memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan terhadap standar dan kualitas kerja Pushidrosal sebagai lembaga perwakilan Indonesia di International Hydrographic Organization (IHO).(disp)

Categories
TNI

KRI Canopus-936 Laksanakan Pelayaran Perdana Menuju Indonesia

Koran Jurnal, Jerman – Kapal Bantu Hidro-Oseanografi terbaru milik TNI Angkatan Laut, KRI Canopus-936, melaksanakan pelayaran perdana dari Jerman menuju Indonesia sebagai bagian dari proses pengiriman kapal setelah menyelesaikan tahapan pembangunan dan pengujian di galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder Jerman, pada Sabtu (14/03/2026)

Pelayaran ini menjadi momentum penting dalam perjalanan kapal sebelum nantinya resmi memperkuat armada survei milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Selama perjalanan menuju tanah air, kapal akan menempuh rute pelayaran jarak jauh dengan beberapa persinggahan di pelabuhan internasional untuk keperluan logistik, koordinasi teknis, serta memastikan kesiapan operasional kapal hingga tiba di Indonesia.

Kehadiran KRI Canopus-936 diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kemampuan survei hidro-oseanografi nasional. Kapal ini dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan pengumpulan data kelautan, pemetaan dasar laut, serta penelitian hidro-oseanografi yang menjadi bagian penting dalam penyediaan informasi maritim yang akurat.

Pengoperasian kapal survei modern ini akan semakin memperkuat pelaksanaan tugas TNI AL dalam hal ini Pushidrosal, baik sebagai lembaga hidrografi militer maupun sebagai lembaga hidrografi nasional, khususnya dalam menyediakan data dan informasi hidro-oseanografi, berupa peta laut maupun buku-buku publikasi nautika guna mendukung keselamatan navigasi pelayaran, operasi TNI Angkatan Laut, serta pengelolaan wilayah perairan Indonesia.

Keberadaan KRI Canopus-936 juga menjadi bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL di bidang survei dan pemetaan laut. Dengan dukungan teknologi survei yang lebih maju, diharapkan kegiatan pemetaan dan penelitian kelautan di wilayah perairan Indonesia dapat dilakukan secara lebih efektif dan akurat.

Pelayaran perdana ini menjadi langkah awal bagi KRI Canopus-936 sebelum nantinya mulai menjalankan berbagai misi survei dan penelitian kelautan dalam mendukung kepentingan maritim nasional.(disp)