Categories
TNI

Kolonel Laut (P) I Made Wira Hady Arsanta Resmi Menjabat Kadispenal

Koran Jurnal, Jakarta – Saat ini Jabatan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) resmi diserahterimakan dari Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono kepada Kolonel Laut (P) I Made Wira Hady Arsanta W. Serah Terima Jabatan (Sertijab) orang nomor satu jajaran Dinas Penerangan TNI AL tersebut, dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Senin 10 April 2023, bersamaan dengan serah terima sejumlah pejabat tinggi Mabes TNI AL.

Pejabat Kadispenal sebelumnya Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono selanjutkan mendapatkan promosi menduduki jabatan sebagai Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta.

Kolonel Laut (P) I Made Wira Hady Arsanta W., merupakan perwira TNI AL alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan – 39 tahun 1993. Sejumlah jabatan mentereng juga telah dilalui oleh Putra kelahiran Pulau Dewata Bali ini, sebelum dirinya menjabat sebagai Kadispenal.

Memulai karier militernya sebagai Perwira Navigasi KRI Teluk Bone-511 di Komando Lintas Laut Militer pada tahun 1994, selanjutnya I Made Wira Hady Arsanta menjabat sebagai Komandan KAL Baruk di jajaran Lanal tarempa tahun 1995, Komandan KRI Siada-862 pada 2002, Komandan KRI Celukan Bawang-532 di tahun 2009.

Pada 2018 dirinya menjabat sebagai Wakil Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta, dan sebelum menjadi Kadispenal sejak tahun 2021 Kolonel Laut (P) I Made Wira merupakan Kepala Operasi dan Pengajaran (Kaopsjar) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) Cipulir Jakarta.

Diungkapkan oleh KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali saat memimpin Serah Terima Jabatan bahwa, dalam cita-cita membangun TNI AL yang profesional, modern dan tangguh guna mencapai kesiapan tempur dan kesiagaan operasi yang tinggi, setiap organisasi di jajaran TNI AL memiliki peran yang sama penting sesuai bidang masing-masing, termasuk Dispenal sebagai penghubung antara TNI AL dengan masyarakat melalui media.

“Jabatan dan amanah yang diemban adalah bentuk apresiasi atas prestasi, dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan selama ini. Saya percaya, dengan karakter, tekad, dedikasi dan pengalaman tugas di kedinasan sebelumnya, para pejabat baru akan mampu mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya,” tegas KSAL, saat memimpin Sertijab.(disp)

Categories
TNI

Prajurit TNI Selamat, Mendarat Darurat di Pemukiman Warga

Koran Jurnal, Jakarta – Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) Jakarta membenarkan bahwa Prajurit TNI yang mendarat darurat di halaman rumah warga di wilayah Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, saat ini dalam kondisi baik-baik saja. Prajurit tersebut merupakan personel dari Satuan Elite TNI AL, Detasemen Jalamangkara (Denjaka).

Denjaka saat itu tengah melaksanakan latihan Standar Kemampuan Perorangan Lanjutan (SKPL) Keparaan terjun Free Fall, dengan Drooping Zone Pangkalan Udara Angkatan Laut Pondok Cabe, pada Kamis 9 Februari lalu.

“Cuaca buruk serta angin kencang yang menyebabkan salah satu prajurit harus mendarat darurat di pemukiman warga, dan alhamdulillah personel tersebut baik-baik saja, selamat tanpa cidera,” ungkap Kadispenal.

Program latihan Aspek Udara ini merupakan program rutin yang bertujuan untuk terus meningkatkan profesionalisme, kemampuan dan militansi prajurit Denjaka. Kondisi cuaca tidak menghalangi prajurit petarung untuk terus mengasah profesionalisme dan militansinya.

“Tentunya sebagai personel satuan elit TNI AL, Denjaka memang dilatih untuk mengatasi berbagai kesulitan termasuk cuaca ekstrem, dan terus memelihara kemampuannya sebagai Pasukan Anti Teror Aspek Laut yang siap kapan dan dimanapun ditugaskan,” tegas Kadispenal, Minggu (12/2/2023).

Categories
Ragam TNI

Klarifikasi TNI AL: Kolonel Budi Iryanto Meninggal Dunia Karena Sakit

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut melalui Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono menyampaikan bahwa meninggal dunianya Kolonel Laut (P) Budi Iryanto dikarenakan sakit yang dideritanya.

“Hal tersebut perlu dijelaskan kepada masyarakat disebabkan beredar rumor bahwa Kolonel Budi Iryanto meninggal dunia karena terkait penemuan dan penggagalan penyelundupan kokain seberat 179 Kg senilai Rp 1,2 Triliun, saat dirinya menjabat sebagai Danlanal Banten,” jelas Kadispenal, Selasa (23/8).

Berdasarkan laporan dari RPSAL dr. Ramelan, kronologi wafatnya Kolonel Budi Iryanto berawal pada tanggal 4 Agustus 2022 pasien datang ke RPSAL dr. Ramelan dengan keluhan utama lemas.

Setelah diadakan pemerikasaan medis yang bersangkutan didiagnosa menderita penyakit diabetes mellitus dan selanjutnya dilakukan terapi: Transfusi PRC, Infus Albumin, Antibiotik, Diet TKRP, dan Hemodialisa.

Pada tanggal 18 Agustus 2022 pukul 20.20 WIB, pasien mengalami penurunan kesadaran, kemudian pindah ke ICU.

Selanjutnya pada tanggal 20-08-2022 pukul 06.53 WIB, kondisi pasien menurun dan dilaksanakan tindakan medis secara maksimal, namun pada pukul 08.00 WIB, pasien dinyatakan meninggal oleh dokter.

Berdasarkan data tersebut, Kadispenal berharap rumor yang beredar dapat diluruskan, dan menghormati keluarga almarhum. Sementara terkait penempatan jabatan dari Danlanal Banten mendapat promosi menjadi Asops Danlantamal XII tak lama pasca kejadian ditemukannya kokain dan menjabat Sahli Koarmada II saat meninggal dunia, Kadispenal menyampaikan hal tersebut sudah terpolakan dan sesuai prosedur penempatan jabatan di lingkungan TNI AL secara wajar.(disp)

Categories
TNI

Kadispenal Beri Kuliah Umum Mahasiswa Universitas Nasional Soal Information Warfare

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono, menjadi pembicara dalam Seminar Nasional tentang Strategi Komunikasi TNI AL Dalam Membina Hubungan Masyarakat Melalui Media, di Universitas Nasional, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis, (28/07/2022).

Dalam paparannya dihadapan 150 peserta seminar, Kadispenal menjelaskan, Peperangan informasi merupakan suatu tindakan secara langsung atau tidak, baik pada masa damai maupun masa krisis (perang) yang menyentuh pada bidang sosial, ekonomi, industri dan sistem informasi elektronik militer.

“Perang informasi dilakukan untuk memanipulasi, meniadakan, mengacaukan atau menghancurkan informasi dan sistem informasi lawan,” ungkap Mantan Komandan Lanal Denpasar ini.

Perang informasi, lanjut Kadispenal, juga dikatakan sebagai perang media atau opini yang menjurus pada propaganda atau pshycology warfare.

“Walaupun propaganda itu bagian dari peperangan informasi,” tandasnya.

Dalam seminar nasional yang juga diikuti 200 peserta melalui video conference, Laksma Julius juga menjelaskan tujuan perang informasi untuk mendapatkan keuntungan bidang informasi atas lawan serta untuk mempengaruhi perilaku, menangkal atau mengakhiri konflik.

“Perang informasi untuk memenangkan perang dengan cepat dengan pengeluaran modal, sumber daya dan personel yang minimum serta korban yang minimum dari kedua belah pihak,” tuturnya.

Secara detail mengutip dari Megan Burns (Carnegie Mellon University), Kadispenal menyampaikan pula lima tahapan dalam perang informasi. Mulai pengumpulan informasi, pengiriman informasi, perlindungan informasi, manipulasi informasi dan penggangguan, pelemahan, dan penolakan informasi.

“Termasuk memalsukan informasi sehingga sistem musuh memilih keputusan yang salah, dan juga memblokade arus informasi,” ungkapnya jelas.

Seminar nasional ini diselenggarakan oleh Universitas Nasional dengan dibuka oleh Wakil Dekan 2 Universitas Nasional Dr. Aos Yuli Firdaus, M.Si.

Adapun digelarnya seminar selain bertujuan untuk mensosialisasikan tugas-tugas strategis Dinas Penerangan TNI AL kepada masyarakat khususnya mahasiswa, juga memberikan pencerahan kepada mahasiswa tentang perang informasi yang terus berlangsung setiap saat.(disp)

Categories
Militer TNI

Kadispen TNI AL: Pentingnya Visualkan Nilai Kejuangan

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Julius Widjojono menerima kedatangan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan RI (Kabadiklat Kemhan RI) Mayjen TNI Tandyo Budi R dalam rangka melaksanakan audiensi terkait rencana produksi 3 buah Film bertempat di Studio Nusantara Segoro 1, Gedung B4 Dispenal, Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (07/07/2022) kemarin.

Kabadiklat menyampaikan bahwa rencana dalam pembuatan film tersebut salah satunya akan melibatkan fasilitas TNI termasuk Pasukan Khusus Gabungan TNI Angkatan Darat (TNI AD), TNI Angkatan Udara (TNI AU) maupun TNI Angkatan Laut (TNI AL).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Studio Nusantara Sagoro 1, Kadispenal menyampaikan, “Nilai-nilai kejuangan itu sangat penting disampaikan secara visual, salah satunya berbentuk film”. Laksma Julius juga memberikan referensi untuk memproduksi film mengenai kisah heroik perjuangan pasukan yang dipimpin Kapten Markadi, yang mana dalam kisah tersebut menceritakan perlawanan “Pasukan-M” yang dipimpin Kapten Markadi berhasil memukul mundur Pasukan Belanda di Perairan Selat Bali. Pertempuran ini memang tidak terkenal seperti pertempuran Laut Aru, namun ini merupakan pertempuran laut pertama Indonesia dan cukup heroik.

Kegiatan audiensi ini diharapkan dapat menjalin hubungan yang semakin solid antara Kabadiklat Kemhan RI dengan Dispenal, sesuai harapan Kepala staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dalam menjalin soliditas dengan segenap komponen pertahanan dan keamanan negara menuju sinergitas dalam kesemestaan.(disp)