Categories
TNI

Dipuji Dunia, TNI AL Selamatkan Ratusan Nyawa Pada Misi PBB

Koran Jurnal, Jakarta – Prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) KRI Frans Kaisiepo-368 (KRI FKO-368) yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL, menerima pujian dari berbagai pihak atas keberhasilannya dalam misi penyelematan kapal pengungsi yang tenggelam di Laut Mediterania beberapa waktu lalu.

“Kalian telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa, ditengah cuaca buruk dimana telah membantu menyelamatkan lebih dari 200 orang pengungsi,” ungkap Force Commander UNIFIL Major General Aroldo Lazaro dari Italia, saat mengunjungi KRI FKO-368 di Beirut, Lebanon, Jum’at (6/1/2023) kemarin.

Lebih lanjut dikatakan oleh Force Commander UNIFIL bahwa keberhasilan tersebut juga karena profesionalisme dari KRI FKO sebagai Scene Commander, dimana telah mengakomodir dengan sangat baik unsur- unsur SAR yang terlibat, terdiri dari Kapal Perang Yunani, 1 RHIB ICRC, 2 patroli boat, serta 1 RHIB dari Angkatan Laut Lebanon, saat operasi penyelamatan kapal pengungsi yang tenggelam. “Keberhasilan ini dipuji media nasional dan internasional, serta telah menaikan reputasi UNIFIL dengan signifikan,” ungkap Major General Aroldo.

Kunjungan Force Commander UNIFIL di KRI Frans Kaisiepo-368 didampingi oleh Maritime Task Force Commander Rear Admiral Michael Busses dari Jerman. Kedua perwira tinggi misi PBB ini, datang disambut Tarian Tradisional dari tanah air khas Kalimantan Timur, dilanjutkan dengan ucapan selamat datang oleh Komandan Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL Letkol Laut (P) Jhon David Nalasakti yang sekaligus menjelaskan terkait kemampuan serta kesiapan KRI yang dipimpinnya.

“Kunjungan ke kapal perang ini merupakan hal yang luar biasa, para prajurit telah menampilkan performa yang sangat baik, kami sangat mengapresiasi dapat mengunjungi kapal hebat ini, serta keramahtamahan para personelnya,” kata Maritime Task Force Commander Rear Admiral Michael Busse.

Dalam kunjungan tersebut, para petinggi misi PBB beserta rombongan berkesempatan melaksanakan Ship Tour meninjau sejumlah pos tempur yang ada di KRI seperti, Ruang Pusat Informasi Tempur (PIT), Anjungan Geladak Exocet, serta Haluan KRI.(disp)

Categories
TNI

Lewati Perairan Somalia, Satgas MTF XXVIII-N/UNIFIL Laksanakan Siaga Jaga Perang

Koran Jurnal, Jakarta – Guna menjaga combat instinct dan melaksanakan self awareness prajurit, personel TNI Angkatan Laut yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL dengan KRI Frans Kaisiepo (FKO) – 368 tingkatkan kewaspadaan kala berlayar melalui Teluk Aden, Somalia dalam perjalanan menuju ke Port Said, Mesir, Jum’at (23/12/2022) kemarin.

Mekanisme yang diterapkan dalam peran jaga perang tersebut, prajurit melaksanakan jaga diatur dalam waktu tertentu dengan pusat komando berada di ruang Pusat Informasi Tempur (PIT). Prajurit KRI FKO menempati pos tempur masing masing serta ditugaskan Sniper dari personel Kopaska. Tidak lupa, para prajurit juga dilengkapi dengan senjata, magazen terisi amunisi tajam, rompi anti peluru, dan helm tempur selama peran jaga perang berlangsung.

Komandan KRI FKO – 368 selaku Komandan Satgas (Dansatgas) MTF TNI Konga XXVIII-N Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh mengungkapkan bahwa pemberlakuan peran jaga perang haruslah dilaksanakan dengan tingkat kewaspadaan dan kesigapan yang tinggi, juga dengan tetap memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan.

“Umumnya para perompak akan mencari dan menilai sasarannya pada siang hari serta melaksanakan serangan pada malam hari. Saat melintas  Selatan Aden Harbor hingga memasuki Selat Bab el Mandep teridentifikasi 31 Speed Boat yang masing-masing diawaki 7 hingga 9 personel. Kita harus siap merespon segala kemungkinan terburuk,” imbuh Letkol John David Nalasakti Sondakh.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) yang saat ini menjabat Panglima TNI  Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan bahwa TNI AL berkomitmen terlibat aktif dalam setiap upaya perdamaian dunia, sesuai yang diamanatkan oleh Undang Undang Dasar 1945. Sebagai wujud peningkatan pembangunan kekuatan dan peran diplomasi, TNI AL selalu terlibat aktif dalam setiap event internasional dengan menugaskan asset serta personel, sebagai bentuk kesetaraan TNI AL dengan Angkatan Laut negara negara maju di dunia.

Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL yang juga onboard Heli Panther HS-1306 Puspenerbal  terdiri dari 102 personel awak kapal, 9 personel Pilot dan Crew Heli, perwira kesehatan, perwira intelijen, perwira psikologi, perwira penerangan, perwira hukum, kopaska dan penyelam masing-masing 1 personel.(disp)

Categories
TNI

Do’a dan Restu Keluarga Lepas Keberangkatan KRI Frans Kaisiepo-368 Jalani Misi Perdamaian

Koran Jurnal, Jakarta – KRI Frans Kaisiepo (FKO) 368 kembali menjadi Duta Bangsa guna melaksanakan misi yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL TA 2022.

Keberangkatannya dilepas langsung oleh Panglima TNI Jendral TNI Andika Perkasa didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (01/12/2022). Dalam momen tersebut keluarga serta orang tua para prajurit juga turut hadir untuk mengantar keberangkatan para pasukan Garuda menuju wilayah misi di Lebanon.

Sebelumnya KRI FKO-368 sudah memulai tugasnya dalam misi MTF UNIFIL pertama kali, pada tahun 2010 sebagai Satgas MTF TNI XXVIII-B dan kembali dipercaya untuk bertugas sebagai Satgas MTF TNI XXVIII-F pada tahun 2014.

Satgas yang dipimpin oleh Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh ini, akan melaksanakan misi perdamaian dunia selama satu tahun dengan memberangkatkan 119 personel terdiri dari 103 ABK, 9 crew helly dan 7 personel pendukung (Perwira Hukum, Intelijen, Psikologi, Dokter, Penerangan, Kopaska dan Penyelam).

Selain melaksanakan tugas diplomasi militer, di wilayah misi nantinya, Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N juga akan melaksanakan kegiatan lain seperti Maritime Interdiction Operation (MIO) dengan melaksanakan pengawasan maritim di Area of Maritime Operation (AMO), melaksanakan pelatihan guna meningkatkan kemampuan Lebanese Armed Force Navy (LAF-Navy) sehingga mampu menjaga wilayah laut teritorial secara mandiri, melaksanakan hailing seluruh kapal yang akan masuk/keluar perairan teritorial, melaksanakan boarding and inspection bila ada kapal asing yang dicurigai, dan bertugas melaporkan kontak udara dari luar/dalam wilayah AMO.

Keberangkatan Satgas MTF tahun ini, merupakan bentuk kepercayaan pimpinan kepada prajurit Jalasena dalam mengemban misi perdamaian, baik sebagai duta TNI dan duta bangsa untuk memperkokoh hubungan diplomasi antara Indonesia dengan negara sahabat, hal ini juga sebagai wujud implementasi perintah dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono untuk menjaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI Angkatan Laut melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa dan negara.(disp)

Categories
TNI

Laksdya TNI Ahmadi Heri: Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL Juga Akan Melaksanakan Tugas Diplomasi

Koran Jurnal, Jakarta – Menjelang keberangkatan KRI Frans Kaisiepo-368 (KRI FKO 368) ke Lebanon dalam misi perdamaian dunia, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono meninjau Gelar Pemeriksaan Kesiapan Operasi (Riksiap Ops) Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-N/UNIFIL yang dipimpin oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Eko Margiyono, bertempat di Dermaga Mako Kolinlamil, Jakarta. Rabu (30/11/2022).

Dalam Riksiap Ops tersebut, Kasum bersama Wakasal meninjau kesiapan personel dan materiil terhadap 119 personel Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL beserta Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) KRI Frans Kaisiepo-368 yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) John David Nalasakti beserta 1 unit Helikopter Panther HS-1306 sebelum dilepas besok Kamis, (01/12) oleh Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa.

Dihadapan para pasukan garuda matra laut yang menggunakan seragam gurun design terbaru, Letjen TNI Eko Margiyono memberikan penekanan bahwa gelar Riksiapops ini merupakan rangkaian kegiatan yang wajib dilaksanakan kepada seluruh Satgas yang akan melaksanakan tugas, yang bertujuan untuk memastikan seluruh kesiapan personel beserta perlengkapannya telah sesuai.

Lebih jauh Kasum TNI menekankan, “Seluruh personel harus tetap disiplin dan terus melaksanakan protokol kesehatan dimanapun berada agar mampu mendukung pencapaian tugas pokok Satgas MTF ini hingga akhir penugasan nanti.”

Di hadapan seluruh personel KRI FKO 368, Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono menekankan bahwa kepercayaan negara yang diberikan agar tetap dijaga di mata  internasional dalam penugasan. “Hindari hal-hal yang tidak penting, jaga marwah sebagai prajurit Jalasena. Pahami tugas dan tanggungjawab tiap personel. Pahami betul bahwasannya misi ini tidak hanya terkait pada aspek militer, tetapi juga meliputi aspek diplomasi dan kebudayaan. Karena Undang – Undang telah mengamanatkan bahwa TNI AL yang hanya memiliki tugas diplomasi, dan tidak lupa untuk selalu mengutamakan keselamatan maupun keamanan dalam bertugas,” tegas Laksdya TNI Ahmadi Heri.

Usai menyampaikan sambutan, Letjen TNI Eko bersama Laksdya TNI Ahmadi Heri meninjau langsung gelar perlengkapan prajurit, dan ruang kabin prajurit TNI AL hingga Pusat Informasi Tempur (PIT) KRI FKO-368. Sebelumnya juga telah dilaksanakan paparan kesiapan Komandan Satgas MTF XXVIII-N/UNIFIL di Gedung Laut Nusantara Kolinlamil.(disp)