Categories
TNI

Heli Caracal TNI AU Terjunkan Personil SAR Gabungan Evakuasi Pesawat SAM Air PK-SMW di Yalimo Papua

Koran Jurnal, Wamena – Tim SAR gabungan telah diterjunkan di lokasi jatuhnya pesawat SAM Air, di Yalimo, Papua Pegunungan. Satgas Tim SAR gabungan terdiri dari Unsur helikopter dan Kopasgat TNI AU, Basarnas, dan unsur SAR daerah Papua, sudah bekerja sejak Sabtu, (25/6/2023).

Pelaksanaan SAR hari pertama (Sabtu, 25/6) terkendali cuaca, dan dilanjutkan hari kedua (Minggu, 26/6). Pada hari kedua, TNI AU mengerahkan satu helikopter EC 725 Caracal dengan 7 kru, dan 3 personel Kopasgat, serta 3 personel Basarnas.

Pada hari kedua, Helikopter EC 725 Caracal, berhasil menurunkan 6 personel SAR di droping zone, untuk evakuasi korban ke lokasi jatuhnya pesawat. Pesawat SAM Air PK-SMW, yang di awaki oleh Capt Hari Permadi, copilot Levi Murib, serta empat penumpang, dilaporkan jatuh di pegunungan Yalimo, Papua. Pesawat milik SAM Air, terbang dari bandara Elelim Yalimo Papua Pegunungan dengan tujuan distrik Poik, Yalimo Papua.

Tim SAR di lokasi melakukan penyusuran dari titik droping ke arah barat dengan radius 200 m, tetapi belum menemukan korban, karena medan yang cukup ekstrim dan hutan lebat. Tim SAR memutuskan kembali ke titik droping, dan SAR dihentikan sementara.

Hari Senin (27/6/2023), Komandan Lanud Silaspapare Jayapura, Marsma TNI Dadan Gunawan , S.T., M.M., CHMRP, selaku Dansatgasud, ketika memimpin briefing di Wamena mengatakan, di hari ketiga Senin (26/6), tim SAR kembali melakukan pencarian korban. Untuk meningkatkan kemampuan SAR, selain melibatkan helikopter Caracal TNI AU, misi SAR juga ditambah satu unit helikopter SAR dari PT. Intan Angkasa Air Service, serta 12 personel gabungan dari Kopasgat, Basarnas dan Yonif 756/WMN, serta perlengkapan tambahan untuk SAR.

Misi Tim SAR tambahan untuk menyiapkan helipad, dan dukungan logistik, termasuk tabung oksigen, jas hujan dan Air minum serta bahan makanan. Diharapkan pesawat dan personil TNI, bisa mendukung Tim SAR gabungan menyelesaikan misi SAR ini dengan aman dan selamat, meski dihadapkan medan dan cuaca yg kurang baik.(disp)

Categories
TNI

Empati Mendalam, KSAL Hadiri Pemakaman Dua Pilot Pesawat Latih Bonanza TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono berempati secara mendalam atas musibah jatuhnya pesawat latih Bonanza milik TNI AL yang menyebabkan kedua pilotnya atas nama Kapten Laut (P) Anumerta Yudistira Eka Permady dan Lettu Laut (P) Anumerta Dendy Kreshna Bhakti Sabila, meninggal dunia.

Kasal menghadiri secara langsung prosesi Upacara Pemakaman Militer kedua prajurit terbaik TNI AL tersebut yang dilaksanakan pada hari Jum’at (09/09/2022) di Taman Makam Bahagia TNI AL Gebang Desa Gisik Cemandi Kec Sedati Sidoarjo, dengan dipimpin Komandan Puspenerbal Laksamana Muda TNI Dwika Tjahja Setiawan sebagai Inspektur Upacara.

Pada kesempatan tersebut, sebagai tanda penghormatan KSAL meletakkan karangan bunga di pusara kedua pilot terbaik TNI AL itu dan menyerahkan bendera merah putih kepada pihak keluarga sembari menyampaikan rasa belasungkawanya.

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, musibah kecelakaan jatuhnya Pesawat Udara (pesud) jenis G-36 Bonanza T-2503 milik TNI Angkatan Laut terjadi pada hari Rabu 07 September 2022 sekitar pukul 09.00 WIB di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yaitu di Perairan Laut Selat Madura (antara Kab. Bangkalan Madura Dan Gresik). Pesawat tersebut mengalami kecelakaan saat melaksanakan Latihan Air Defence Exercise (ADEX) SIAGA ARMADA II dengan unsur-unsur KRI di jajaran Koarmada II.

Pilot pesawat itu adalah Lettu Laut (P) Judistira Eka Permady, kesehariannya menjabat sebagai Wadan Pesud 2 Flight II Ron 200 merupakan alumni AAL Angkatan 62, beralamat tinggal di Jl. Patria Permai V BA-01 Surabaya. Dia meninggalkan seorang istri bernama Vriliandia Iranoza yang saat ini sedang hamil 8 bulan.

Sementara Copilot atas nama Letda Laut (P) Dendy Kresna Bakti Sabila yang menjabat sebagai Wadan Pesud 1 Flight II Ron 600 merupakan alumni PSDP XXX dan beralamat tinggal di Jl. Kawi No 3 Komplek Lanudal Juanda, meninggalkan seorang istri dan seorang anak. Istri dari Letda Dendy yang bernama Imas Meilani, juga seorang perwira TNI AL berpangkat Letnan Dua.

Sebagai penghargaan atas jasanya yang meninggal dunia saat menjalankan tugas, TNI AL telah menaikkan pangkat kedua pilot tersebut satu tingkat lebih tinggi. Dan atas kejadian tersebut, Kasal mengatakan akan menonaktifkan sementara pesawat latih tipe Bonanza G-36 yang lainnya sambil menunggu hasil investigasi.(disp)