Categories
Daerah Nasional

Presiden Jokowi Tegaskan Moderasi dan Toleransi Bangsa Adalah Kunci Kehidupan Bernegara ‎

Koranjurnal.co.id, Mataram – Presiden Joko Widodo menghadiri Penutupan Konferensi Internasional dan Multaqa Nasional IV Alumni Al Azhar Indonesia, yang digelar di Aula Utama Gedung Islamic Center, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/10/2017‎).

Kehadiran Presiden bukanlah tanpa alasan, karena Presiden yakin bahwa Al Azhar adalah sebuah institusi ilmiah yang berhasil mencetak generasi dengan pemikiran-pemikiran besar dalam berdakwah.

“Kenapa saya datang ke sini? Saya tahu Al Azhar adalah institusi besar dengan pemikiran-pemikiran besar,” ujar Presiden.

Keyakinan tersebut semakin bertambah saat Kepala Negara bertemu dengan Imam Besar Al Azhar Ahmed Muhammad Ahmed El Tayeb, pada bulan Februari tahun 2016 silam.

“Tahun lalu saat saya bertemu Grand Syeikh Al Azhar di Jakarta, Februari tahun lalu, beliau menyampaikan pentingnya moderasi Islam dan toleransi,” tuturnya.

Apalagi di negara besar seperti Indonesia, yang memiliki anugerah keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya. Moderasi dan toleransi sangat penting diterapkan dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara di Tanah Air.

“Saya mendukung sekali tema muktamar konferensi kali ini yaitu mengenai moderasi Islam dan toleransi Islam,” ungkap Presiden.

Oleh karena itu, Presiden mengajak para alumni Al Azhar untuk bersama-sama dengan pemerintah menyebarkan nilai-nilai moderasi Islam dan toleransi melalui cara yang sesuai dan mudah diterima oleh generasi muda Indonesia.

“Saya kira ke depan metode-metode dengan menggunakan dakwah di media sosial akan sangat efektif terutama untuk generasi milenial, anak muda, yang mau tidak mau kita rangkul dengan dakwah-dakwah yang kita sampaikan,” ucap Presiden.

Meski demikian, Presiden tak lupa meminta alumni Al Azhar untuk tidak lengah dan ikut mengawasi aktivitas media sosial. Mengingat perubahan dunia dan perkembangan teknologi yang cepat tanpa pengawasan akan mempengaruhi karakter anak bangsa di masa mendatang.

“Pertanyaan saya, siapa yang menyaring? Siapa yang membuat screening bahwa yang disampaikan itu benar bukan pendapat pribadi bukan tafsir pribadi? Karena sekarang ini banyak sekali saya lihat ada fenomena yang gampang sekali mengkafirkan orang,” kata Presiden.

Presiden pun berharap niat baik para alumni Al Azhar dapat terwujud dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan negara Indonesia.

“Saya sangat menghargai pertemuan muktamar ini. Semoga hasil konferensi yang ada bermanfaat bagi kita semua dalam rangka moderasi Islam dan membangun toleransi yang baik,” ujar Presiden.

Sebelumnya, dalam kesempatan terpisah, Prof. Quraish Shihab selaku Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Presiden Joko Widodo dalam acara tersebut. Menurutnya, kehadiran Presiden memberikan kebanggaan tersendiri bagi para alumni Al Azhar di Indonesia maupun di seluruh dunia.

“Hari ini di koran terbesar di Mesir disampaikan Bapak Presiden Republik Indonesia akan menghadiri acara ini, sekali lagi terima kasih Bapak Presiden,” ucap Prof. Quraish Shihab dalam sambutannya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Nusa Tenggara Barat M Zainul Majdi.

Pewarta : Anton‎/BP

Categories
Daerah Infrastruktur Jalan Tol Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Tol Medan-Kualanamu dan Medan-Binjai

Koranjurnal.co.id, Medan – Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, meresmikan dua ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi 2-6 sepanjang 41,7 km dan Medan-Binjai seksi 2-3 sepanjang 10,5 km. Peresmian dilakukan di Gerbang Tol Kualanamu,  Sumatera Utara, dengan penekanan sirine dan penandatanganan prasasti.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, dan Dirut PT. Jasa Marga Desi Aryani. Sehari sebelumnya, Presiden Jokowi meresmikan ruas tol Palembang-Indralaya seksi 1 sepanjang 7,8 km. 

“Saya sudah mendapatkan laporan bahwa untuk Kualanamu-Tebing Tinggi, pembebasan lahan sudah selesai, tinggal masalah konstruksinya. Saya tanya Menteri PUPR, selesainya kapan? Dijawab pertengahan tahun 2018  sudah tersambung dari Medan hingga ke Tebing Tinggi,” kata Presiden, Sumut , Jumat (13/10/2017).

Kehadiran ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi diharapkan akan meningkatkan konektivitas untuk memperlancar distribusi dan menurunkan biaya logistik barang dan jasa. Tol ini juga semakin memperkuat struktur kawasan perkotaan metropolitan Medan-Binjai- Deli Serdang-Karo sebagai metropolitan terbesar ketiga terbesar di Indonesia.

Ruas tol ini sekaligus menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional di Sumut, seperti kawasan industri Medan, Bandara Kualanamu, Pelabuhan Kuala Tanjung, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, dan akses menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. Nantinya, semua kawasan akan menghubungkan Tol Medan – Kuala Namu – Tebing Tinggi-Pematang Siantar-Parapat.

Waktu tempuh dari Bandara Kualanamu ke Danau Toba akan lebih singkat dari saat ini,  yaitu dari 4-5 jam menjadi 1,5 hingga 2 jam saja. Hal ini sejalan dengan amanat Nawa Cita, yang bertujuan untuk meningkatkan  konektivitas sebagai komponen penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia.

Berdasarkan laporan Global Competitiveness Index, daya saing Indonesia meningkat dari tahun lalu yang berada di peringkat ke-41 menjadi peringkat ke-36 tahun ini. 

Beroperasinya jalan tol Medan-Binjai juga sudah lama ditunggu masyarakat, karena akan menjadi jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di jalan arteri yang menjadi jalur utama lalu lintas Medan-Aceh. Ruas Medan-Binjai dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi telah selesai diuji coba dan sertifikat laik fungsinya sudah dikeluarkan.

Jalan tol baru tersebut akan dibuka untuk dilalui tanpa tarif dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat, hingga keluarnya surat keputusan Menteri PUPR mengenai tarif kedua tol tersebut. 

Jalan Tol Medan-Binjai sepanjang 16,7 km dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero), dengan nilai investasi Rp 1,6 triliun. Pembangunan tol ini dibagi menjadi tiga seksi, yaitu seksi pertama, Helvetia-Tanjungmulia, yang belum selesai dikerjakan karena masih ada kendala pembebasan lahan. Seksi kedua, dari Sei Semayang menuju Helvetia sepanjang 6,2 km, dan seksi ketiga, Binjai menuju Medan dengan panjang 4,3 km.

Pembangunan ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sendiri dibagi dalam 7 seksi, dengan total panjang 61,70 km. 

Pembangunan dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha Jalan Tol ( BUJT), yakni PT. Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT). Pemerintah memberikan dukungan berupa konstruksi seksi 1B Simpang Tanjung Morawa – Simpang Perbarakan (7,5 km) dan seksi 2 Simpang Perbarakan – Kualanamu (7,05 km), dengan anggaran sebesar Rp 1,4 triliun. 

Untuk seksi yang belum selesai, seksi 1A sepanjang 3,25 km, yang dikerjakan oleh JMKT, dan seksi 1B sepanjang 7,5 km, dikerjakan pemerintah, dan seksi 7 Sei Rampah-Tebing Tinggi sepanjang 8,87 km dalam tahap konstruksi, seperti dilansir laman suara.com.‎

Pewarta : Eva
‎