Categories
Jalan Tol Megapolitan

7 Ruas Jalan Tol di DKI Jakarta Diberlakukan E-TLE Mulai 1 April 2022

Koran Jurnal, Jakarta – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mulai besok 1 April 2022 resmi memberlakukan tilang elektronik atau E-TLE di sejumlah jalan Tol DKI Jakarta. Sanksi tilang tersebut diterapkan bagi kendaraan yang melebihi batas kecepatan atau ‘over speed’ dan batas muatan atau ‘over dimension over loading’ (ODOL) di jalan tol.

“Ada lima ruas jalan tol untuk penerapan pelanggaran pembatasan kecepatan dan dua ruas tol pelanggar batas muatan di Jakarta,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Mapolda Metro Jaya, Selasa lalu (29/3/2022).

Berikut 5 ruas jalan tol yang berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang akan diberlakukan penerapan pelanggaran pembatasan kecepatan:
1. Tol Jakarta-Cikampek yang bawah
2. Tol Jakarta-Cikampek yang MBZ
3. Ruas tol Sedyatmo ke arah andara, ruas tol Dalam Kota
4. Ruas Tol Kunciran
5. Ruas Tol Cengkareng

Sedangkan untuk pelanggaran batas muatan diterapkan di 2 ruas tol, yakni ruas Tol JORR dan ruas Tol Jakarta-Tangerang.

Kebijakan penerapan tilang elektronik atau E-TLE di jalan tol tersebut sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 23 Ayat 4. PP tersebut juga diperkuat dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kendaraan Pasal 3 Ayat 4 pada Pasal 23 Ayat 4.

Dalam aturan itu tertulis bahwa batas kecepatan berkendara di jalan tol sebagai berikut:

1. Berkendara di jalan bebas hambatan paling rendah 60 Km/Jam sampai tertinggi 100 Km/Jam,

2. Berkendara di tol dalam kota sendiri kecepatan minimal berkendara 60 Km/Jam, maksimal berkendara yaitu 80 Km/Jam,

3. Kemudian untuk berkendara di tol luar kota yakni minimal 60 Km/Jam dan maksimal 100 Km/Jam,

Seperti diberitakan, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan mengatakan, pihaknya akan berkolaborasi dengan Jasa Marga untuk melakukan penegakkan hukum berbasis IT untuk WIM dan pelanggaran over speed.

“Salah satu solusi yang kita tawarkan bersama Jasa Marga adalah penegakkan hukum berbasis IT dengan sasaran ODOL dan pelanggar kecepatan,” kata Aan dalam keterangan tertulis, seperti dilansir Kompascom, Kamis (24/3).

Categories
Infrastruktur Jalan Tol

Resmikan Tol Pekanbaru-Dumai, Presiden Jokowi Berharap Tingkatkan Konektivitas Pelabuhan dan Industri

Koran Jurnal, Bogor – Jalan tol Pekanbaru-Dumai akan meningkatkan konektivitas antara ibu kota Provinsi Riau dengan Kota Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju serta kawasan industri dan perkebunan lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Peresmian Jalan Tol Pekanbaru-Dumai secara virtual, Jum’at (25/09/2020), dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat.

“Jalan tol ini juga memperpendek jarak tempuh kota Pekanbaru-Dumai dari sebelumnya 200 kilometer (km) jika lewat jalan nasional menjadi hanya 131 km jika ditempuh melalui jalan tol ini,” ungkap Presiden.

Dengan kondisi ini, lanjut Presiden, truk-truk pengangkut sawit, pengangkut minyak, angkutan logistik, dan angkutan penumpang akan lebih efisien dari segi waktu maupun segi biaya.

Menurut Presiden, pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 km menghabiskan biaya Rp12,18 triliun telah rampung dan selesai dibangun sehingga dapat dioperasikan secara penuh, dan sudah bisa dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif, baik untuk masyarakat Riau maupun juga untuk masyarakat yang melintasi Pulau Sumatra.

“Jalan tol ini merupakan bagian dari jalan tol Trans-Sumatra sepanjang 2.878 KM yang membentang dari Lampung hingga Aceh sebagai koridor utama,” tandas Presiden.

Turut hadir dalam acara peresmian, Mensesneg Pratikno dan KSP Moeldoko.(Ist/red)

Categories
Infrastruktur Jalan Tol Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek

Koran Jurnal, Bekasi – Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol layang Jakarta-Cikampek yang mulai dibangun sejak 2017 lalu. Pembangunan infrastruktur tersebut yang direncanakan untuk dapat digunakan pada liburan natal dan tahun baru tersebut dimaksudkan untuk mengurai kemacetan dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

“Banyak keluhan-keluhan yang masuk kepada saya kalau sudah lewat yang namanya Cikampek-Jakarta atau Jakarta-Cikampek macetnya bisa berjam-jam. Kita harapkan dengan selesainya Jakarta-Cikampek II elevated ini persoalan itu sudah tidak kita dengar lagi,” ujar Presiden dalam sambutan peresmian di Kilometer 38, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis, 12 Desember 2019.

Jalan tol layang sepanjang 36,4 kilometer tersebut merupakan jalan tol bertingkat yang dibangun di atas jalan tol Jakarta-Cikampek. Tol layang ini dibangun untuk memisahkan kepadatan kendaraan di jalur perjalanan Jakarta-Bekasi-Cikarang dengan jalur perjalanan jarak jauh seperti tujuan Cirebon, Bandung, Semarang, dan Surabaya sehingga diharapkan dapat mengurangi kemacetan.

Presiden dalam kesempatan tersebut mengapresiasi penyelesaian pembangunan jalan tol layang tersebut. Sebab, pembangunan yang dilakukan di sekitar jalan aktif serta berdekatan dengan proyek pembangunan lintas rel terpadu (LRT) dan kereta cepat tentu menjadi tantangan tersendiri.

“Saya memberikan apresiasi atas selesainya pembangunan jalan tol ini. Saya tahu, prosesnya sangat rumit. Jalan yang ada harus tetap dibuka dan berjalan, di dekatnya ada pembangunan LRT, di dekatnya lagi ada pembangunan kereta cepat sehingga bukan sesuatu yang gampang untuk diselesaikan karena berada di tengah lalu lintas yang sangat padat,” kata Presiden.

“Bayangkan ada 200 ribu kendaraan yang lalu-lalang per hari, mondar-mandir sangat padat, dan pembangunannya ada di atasnya. Tapi alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar sehingga kita harapkan ini bisa mengurai kemacetan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, dalam waktu dekat jalan tol yang membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat tersebut dapat dilalui kendaraan khususnya saat libur perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 secara gratis hingga tahun baru.

“Akan digratiskan sampai nanti tahun baru. Kita harapkan dengan dibukanya silang ini, kemacetan yang setiap hari sudah empat tahun ini kita rasakan, sejak 2016, nanti betul-betul bisa terkurangi dengan baik. Kalau dari hitung-hitungan, bisa mengurangi kemacetan 30 persen,” ucapnya.

Hadir dalam peresmian tersebut di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.(DBPers/red)

Categories
Infrastruktur Jalan Tol

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Trans Sumatera, Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung

Koran Jurnal, Lampung – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera pada Ruas Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, di Gerbang Tol Simpang Pematang KM 240, Desa Mulya Agung, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, Jum’at (15/11/2019).

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, tol dari ruas Pematang Panggang sampai Kayu Agung ini sepanjang totalnya 189 km.

“Ini adalah jalan tol terpanjang yang pernah  saya resmikan, dan  dan diharapkan nanti akan disambung lagi dari Kayu Agung ke Palembang dan Palembang ke Kedung di Banyu Asin,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, pembangunan jalan tol ini menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Yang kedua, sambung Presiden, menciptakan perbaikan jaringan logistik yang lebih baik. Yang ketiga, menurut Presiden, memberikan fasilitas kepada produksi.

“Artinya di sini kalau ada karet, ada sawit, ada ikan. Ini akan mempercepat memberikan fasilitasi pada produksi produksi sentra-sentra produksi yang ada,” terang Presiden.

Yang keempat, yang paling penting yang kadang-kadang rakyat tidak merasakan, menurut Presiden, yaitu penciptaan lapangan kerja.

“Tol sepanjang ini enggak mungkin semuanya dikerjakan oleh mesin. Kerjanya, supervisinya, masih dibutuhkan,” ujarnya.

Hingga Tahun 2024 Trans Sumatera Selesai 2.700 km

Presiden Jokowi juga menjelaskan, yang berkaitan dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kata Presiden, jadi jalan tol bukan hanya di Jawa saja, dan diharapkan nanti dari Lampung menuju ke atas sampai di Aceh.

“Kita perkirakan insyaallah di 2024 sepanjang 2700 km akan bisa kita selesaikan,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden juga menjelaskan, bahwa pembangunan jalan tol ini sekaligus untuk membangun peradaban. Dari yang kita sebelumnya lewat jalan-jalan kecil di kampung, lebih baik lagi meningkat jalan-jalan kabupaten, meningkat lagi di jalan-jalan provinsi, meningkat lagi di jalan-jalan nasional dan sekarang adalah jalan tol yang seluruh rakyat nanti bisa menikmati.

“Sehingga mobilitas orang, mobilitas barang, mobilitas jasa semuanya akan lebih cepat lagi,” tutur Presiden Jokowi.

Turut mendampingi Presiden dalam acara peresmian jalan tol ini antara lain, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi.(DBPers/red)

Categories
Infrastruktur Jalan Tol

Tol Paspro, Pangkas Waktu Tempuh dari 2,5 Jam Menjadi 30 Menit

Koran Jurnal, Surabaya – Jalan Tol Trans Jawa yang beroperasi akan segera bertambah dengan selesainya Tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) sepanjang 31,3 Km dan saat ini tengah dilakukan uji laik fungsi sebelum bisa dibuka untuk publik. Sebelumnya tol Paspro telah dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan ruas tol tidak harus diresmikan sebelum dioperasikan, termasuk untuk ruas tol Paspro.

“Tidak harus menunggu diresmikan. Pengoperasian tol bisa dilakukan sehingga bisa segera digunakan masyarakat. Terlebih tol tersebut dulu juga sudah dibuka, sekarang bisa segera beroperasi. Seperti Tol di Medan juga ada Seksi I sudah diresmikan, maka seksi II nya sudah tinggal langsung pakai dan tidak perlu seremonial lagi,” tutur Menteri Basuki di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jum’at malam (08/02/2019).

Dengan beroperasinya tol ini akan memangkas waktu signifikan perjalanan dari Pasuruan ke Probolinggo dan sebaliknya dari sebelumnya 2,5 jam menjadi 30 menit. Dengan konektivitas yang lebih baik maka akan membuka peluang bangkitnya potensi di daerah yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

Selanjutnya, Menteri Basuki menuturkan, Pemerintah fokus mengerjakan jalan tol Probolinggo hingga Banyuwangi. “Kalau pembebasan lahannya bisa selesai maka mudah – mudahan 2020 akhir bisa selesai sampai Banyuwangi,” ucap Basuki.

Direktur Utama PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol, Dwi Pratikno yang ditemui saat meninjau Tol Paspro menambahkan, pembangunan tol ini relatif cukup lancar. “Tol Paspro ini dimulai dari seksi I Grati Pasuruan – Tongas, Seksi II Tongas – Probolinggo Barat dan Seksi III Probolinggo Barat – Probolinggo Timur, dengan panjang keseluruhan adalah 31,3 Km,” kata Dwi saat meninjau Tol Paspro.

Dwi menyampaikan, total investasi Tol Paspro ini senilai Rp 4,6 triliun untuk tiga seksi dengan hak konsesi selama 50 tahun. Adapun rest area di Tol Paspro ini ada empat buah rest area tipe B yakni masing-masing dua di jalur kiri dan kanan.

“Lahan yang disiapkan hampir empat hektar untuk masing – masing rest area. Rest area tipe B ini tidak ada SPBU nya. Jarak antar rest area adalah 7,5 kilometer,” ucapnya.

Pemerintah telah membangun jalan tol sepanjang 782 Km dalam kurun waktu empat tahun (2015-2018). Diantaranya adalah jalan tol trans Jawa yang pada tahun 2018 telah tersambung dari Merak hingga Grati, Pasuruan. Tahun 2019, panjang jalan tol yang akan selesai ditargetkan sepanjang 895 Km diantaranya termasuk beberapa ruas tol Trans Sumatera.(red/Hum)

Categories
Infrastruktur Jalan Tol Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Empat Ruas Tol Trans Jawa

Koran Jurnal, Jombang – Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo meresmikan empat ruas tol Trans Jawa seksi Jawa Timur. Acara peresmian dipusatkan di Km 671 di batas antara ruas Ngawi – Wilangan dan ruas Kertosono – Mojokerto sebelum Simpang Susun Bandar, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, Kamis (20/12/2018),

Adapun keempat jalan tol yang diresmikan Presiden adalah jalan tol Ngawi-Kertosono segmen Wilangan-Kertosono sepanjang 37,9 kilometer, jalan tol Jombang-Mojokerto seksi Bandar-Kertosono sepanjang 0,9 kilometer, jalan tol Gempol-Pasuruan seksi Pasuruan-Grati sepanjang 13,65 kilometer, dan jalan tol Surabaya-Gempol seksi Relokasi Gempol-Porong sepanjang 6,3 kilometer.

Dalam sambutannya Kepala Negara menjelaskan dengan dibukanya jalan tol di Jawa Timur dan Jawa Tengah nantinya, maka Jakarta-Surabaya sudah tersambung dan bisa dilalui kendaraan.

Presiden berharap dengan selesainya pembangunan tol ini dan tersambungnya Jakarta-Surabaya sepanjang 760 kilometer, bisa memberikan beragam manfaat bagi masyarakat. Selain mempermudah konektivitas, juga sebagai jalur alternatif bagi masyarakat.

Kita ingin infrastruktur ini memiliki manfaat, lebih memudahkan, lebih murah, lebih cepat, dan masyarakat memiliki alternatif. Silakan mau pakai jalan tol, silakan mau pakai jalan yang lama antar provinsi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, rampungnya jalan tol ini juga diharapkan memiliki efek terhadap perekonomian, terutama untuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Menurut Presiden, integrasi antara jalan tol dengan kawasan-kawasan tersebut sangat penting.

“Ini memang arahnya ke sana dan kalau ada investasi artinya akan membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Sehingga integrasi antara jalan tol ini dengan kawasan ekonomi khusus, dengan kawasan industri sangat penting sekali, menjadi sangat efisien sekali, produk-produk akan sangat efisien,” tuturnya kepada jurnalis selepas acara peresmian.

Dengan menggunakan Bus Damri, Presiden dan Ibu Iriana menguji coba jalan tol sepanjang kurang lebih 370 kilometer dari Surabaya menuju Jembatan Kalikuto di Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

Seusai memberikan sambutan, Presiden kemudian menandatangani empat prasasti untuk setiap jalan tol yang diresmikan. Selanjutnya secara simbolis Presiden dan Ibu Iriana bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Bupati Jombang Mundjidah Wahab, dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna menekan sirine bersama-sama.(red/DBPers)

Categories
Infrastruktur Jalan Tol

Presiden Jokowi Resmikan Tol Bocimi Seksi 1 Ciawi-Cigombong

Koran Jurnal, Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 1, dari Ciawi hingga Cigombong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (01/12/2018).

Presiden Jokowi yang tampil kasual dengan jaket bomber hitam dipadu celana bahan hitam melakukan tapping kartu elektronik dan menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya ruas tol dengan panjang 15,3 kilometer.

Turut mendampingi Presiden, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan segmen Ciawi-Cigombong, jalan tol Ciawi-Sukabumi,” ucap Presiden Jokowi saat peresmian tol tersebut, di Gerbang Tol Cigombong-1.

Di tempat sama, Presiden mengungkapkan kegembiraannya atas diresmikan dan dioperasikannya Ruas Tol Ciawi-Cigombong. Sebab, akan memangkas waktu jarak tempuh dari sekitar 1-2 jam menjadi sekitar 20 menit.

“Saya bahagia sekali bisa meresmikan tol Ciawi-Cigombong ini,” ungkapnya.(red)

Categories
Ekonomi Infrastruktur Jalan Tol

Jokowi Resmikan Tol Becakayu

Koranjurnal.co.id, Bekasi – Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) akhirnya dibuka untuk umum menyusul rampungnya pengerjaan seksi 1B dan 1C sepanjang 8,26 km. Seksi ini bakal mulai dibuka untuk umum setelah diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini, di ‎Bekasi, Jawa Barat, Jumat (03/11/2017).
‎
Jokowi mengaku senang ruas ini akhirnya bisa dibuka setelah 21 tahun yang lalu mulai dikerjakan sejak dikeluarkannya Surat Perintah Kerja (SPK). Dia berharap ruas ini bisa memecah kemacetan di jalur Bekasi-Jakarta yang selama ini padat oleh volume lalu lintas yang tinggi.

“Paling tidak ruas yang dibuka ini bisa mengurai kemacetan jalur. Dan Kita tahu bahwa jalan tol Becakayu ini berhenti 21 tahun karena SPK sudah diberikan tahun 1996. Sejak 2015 awal sudah dikerjakan, sekarang selesai. Nanti akan diteruskan ke tambun sama ke Bekasi Barat, sehingga akses dari Jakarta menuju Bekasi akan semakin lancar,” katanya di lokasi tol layang Becakayu.



Jokowi menegaskan proyek ini bakal terus dikawal pengerjaannya dan tak bakal mangkrak sehingga bisa selesai sesuai target. Ruas ini secara keseluruhan ditarget rampung pada 2019 mendatang.

“Percayalah, kita ikuti terus ini. Dulu pada enggak percaya, dua yang lalu bahwa ini rampung. Kan rampung kan sudah,” ucapnya seperti dilansir biro pers presiden.

Adapun jalan tol yang menghubungkan Bekasi, Cawang dan Kampung Melayu ini dibangun dan dioperasikan oleh PT Kresna Kusum Dyandra Marga (KKDM), perusahaan konsorsium yang terdiri dari mayoritas saham PT Waskita Toll Road dan Jasa Marga.

Tol ini akan dibuka mulai besok dan akan digratiskan hingga surat keputusan Menteri PUPR mengenai tarif tol keluar. Kehadiran tol Becakayu akan menambah kapasitas dan pilihan para pengguna jalan, serta membuat jarak tempuh perjalanan menjadi jauh lebih cepat.

Apabila selama ini waktu tempuh dari Kota Bekasi yang menuju Jakarta sekitar dua jam perjalanan, dengan dioperasikannya Tol Becakayu diperkirakan akan mempersingkat waktu tempuh sekitar satu setengah jam perjalanan. Dari Bekasi ke Kampung Melayu diperkirakan bisa ditempuh dalam waktu 30 menit. ‎

Pewarta : Eva

Categories
Daerah Infrastruktur Jalan Tol Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Tol Medan-Kualanamu dan Medan-Binjai

Koranjurnal.co.id, Medan – Presiden Joko Widodo, didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, meresmikan dua ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi 2-6 sepanjang 41,7 km dan Medan-Binjai seksi 2-3 sepanjang 10,5 km. Peresmian dilakukan di Gerbang Tol Kualanamu,  Sumatera Utara, dengan penekanan sirine dan penandatanganan prasasti.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, dan Dirut PT. Jasa Marga Desi Aryani. Sehari sebelumnya, Presiden Jokowi meresmikan ruas tol Palembang-Indralaya seksi 1 sepanjang 7,8 km. 

“Saya sudah mendapatkan laporan bahwa untuk Kualanamu-Tebing Tinggi, pembebasan lahan sudah selesai, tinggal masalah konstruksinya. Saya tanya Menteri PUPR, selesainya kapan? Dijawab pertengahan tahun 2018  sudah tersambung dari Medan hingga ke Tebing Tinggi,” kata Presiden, Sumut , Jumat (13/10/2017).

Kehadiran ruas tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi diharapkan akan meningkatkan konektivitas untuk memperlancar distribusi dan menurunkan biaya logistik barang dan jasa. Tol ini juga semakin memperkuat struktur kawasan perkotaan metropolitan Medan-Binjai- Deli Serdang-Karo sebagai metropolitan terbesar ketiga terbesar di Indonesia.

Ruas tol ini sekaligus menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi nasional di Sumut, seperti kawasan industri Medan, Bandara Kualanamu, Pelabuhan Kuala Tanjung, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, dan akses menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. Nantinya, semua kawasan akan menghubungkan Tol Medan – Kuala Namu – Tebing Tinggi-Pematang Siantar-Parapat.

Waktu tempuh dari Bandara Kualanamu ke Danau Toba akan lebih singkat dari saat ini,  yaitu dari 4-5 jam menjadi 1,5 hingga 2 jam saja. Hal ini sejalan dengan amanat Nawa Cita, yang bertujuan untuk meningkatkan  konektivitas sebagai komponen penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia.

Berdasarkan laporan Global Competitiveness Index, daya saing Indonesia meningkat dari tahun lalu yang berada di peringkat ke-41 menjadi peringkat ke-36 tahun ini. 

Beroperasinya jalan tol Medan-Binjai juga sudah lama ditunggu masyarakat, karena akan menjadi jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di jalan arteri yang menjadi jalur utama lalu lintas Medan-Aceh. Ruas Medan-Binjai dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi telah selesai diuji coba dan sertifikat laik fungsinya sudah dikeluarkan.

Jalan tol baru tersebut akan dibuka untuk dilalui tanpa tarif dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat, hingga keluarnya surat keputusan Menteri PUPR mengenai tarif kedua tol tersebut. 

Jalan Tol Medan-Binjai sepanjang 16,7 km dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero), dengan nilai investasi Rp 1,6 triliun. Pembangunan tol ini dibagi menjadi tiga seksi, yaitu seksi pertama, Helvetia-Tanjungmulia, yang belum selesai dikerjakan karena masih ada kendala pembebasan lahan. Seksi kedua, dari Sei Semayang menuju Helvetia sepanjang 6,2 km, dan seksi ketiga, Binjai menuju Medan dengan panjang 4,3 km.

Pembangunan ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sendiri dibagi dalam 7 seksi, dengan total panjang 61,70 km. 

Pembangunan dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha Jalan Tol ( BUJT), yakni PT. Jasamarga Kualanamu Tol (JMKT). Pemerintah memberikan dukungan berupa konstruksi seksi 1B Simpang Tanjung Morawa – Simpang Perbarakan (7,5 km) dan seksi 2 Simpang Perbarakan – Kualanamu (7,05 km), dengan anggaran sebesar Rp 1,4 triliun. 

Untuk seksi yang belum selesai, seksi 1A sepanjang 3,25 km, yang dikerjakan oleh JMKT, dan seksi 1B sepanjang 7,5 km, dikerjakan pemerintah, dan seksi 7 Sei Rampah-Tebing Tinggi sepanjang 8,87 km dalam tahap konstruksi, seperti dilansir laman suara.com.‎

Pewarta : Eva
‎