Categories
Polhukam

Direspons Baik, Ketua SBSI 92 Jabar Nilai Kebijakan Tapera Bermanfaat Buat Buruh

Koran Jurnal, Bandung – Dukungan datang dari beragam kalangan termasuk buruh pada kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang saat ini terus dimatangkan unsur terkait dalam persiapan pelaksanaannya.

Hal tersebut ditegaskan Ketua DPD Serikat Buruh Sejahtera Independent (SBSI) 92 Provinsi Jawa Barat, Ajat Sudrajat.

“Kami rasa tidak mungkin ada niat buruk pada pembuat kebijakan tersebut,” kata Ajat, Senin (17/6/2024).

Pihaknya memandang jika kebijakan nasional itu dasarnya jelas berpihak penuh pada rakyat.

“Fokusnya ya buat memudahkan masyarakat saja dalam peroleh tempat tinggal sendiri,” ujar Ajat.

Tapera, menurut dia, akan sangat membantu sekali warga masyarakat untuk bisa peroleh tempat tinggal sendiri.

“Harapan agar bisa menempati rumah sendiri dengan biaya atau cicilan terjangkau dapat tercapai,” bebernya.

Maka dari itu, ia mengimbau terlebih buat kalangan buruh untuk menyikapi wacana pemberlakuan kebijakan ini dengan pikiran jernih.

“Bukankah itu yang selama ini didambakan para buruh, mari kita kawal supaya seluruh tahapan dan prosesnya berjalan lancar,” tandasnya.(*)

Categories
Polhukam

Imbauan Ketua SBSI 92 Jabar: Wacana Aksi Terkait Hak Angket Pemilu Tetapi Patuhi Aturan!

Koran Jurnal, Bandung – Kalangan buruh memandang meski kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum diatur oleh Undang-Undang namun jangan juga malah sesuka hati.

Demikian pendapat yang disampaikan oleh Ketua DPD Serikat Buruh Sejahtera Independent (SBSI) 92 Provinsi Jawa Barat, Ajat Sudrajat.

Pihaknya menyampaikan itu merespons adanya wacana aksi turun ke jalan atau unjuk rasa oleh segelintir pihak menyangkut hak angket Pemilu 2024.

“Semuanya harus dengan mengutamakan ketentuan dalam bertindak apalagi berucap,” kata Ajat, Selasa 19 Maret 2024.

Maka dari itu, pihaknya berpesan kepada siapa pun yang masih berniat menyuarakan hak angket tersebut agar tetap mengindahkan ketentuan yang ada.

“Sekalipun ada yang ingin menyampaikan pendapatnya di muka umum kiranya harus patuhi aturan main berlaku,” ujar Ajat.

Pentingnya komitmen itu dipegang diyakini demi terjaganya kondusivitas.

“Jangan nanti malah timbulkan gesekan di tengah masyarakat,” pungkasnya.(*)

Categories
Polhukam

SBSI 92: Pilihan Politik Boleh Berbeda Namun Harus Tetap Damai!

Koran Jurnal, Jakarta – Momen menjelang tahun politik di mana pelaksanaan pemilu 2024 tinggal menghitung bulan berbarengan dengan mencuatnya isu ketenagakerjaan disikapi bijak oleh kalangan buruh.

Karenanya, Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI)1992, Sunarti, mengajak para buruh agar menyuarakan pandangan mengenai UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Mari kita bergandengan tangan,” ujar Sunarti, Minggu 17 September 2023.

Organisasinya yang tergabung dalam Aliansi Aksi Sejuta Buruh (AASB) diketahui mengawal isu menyangkut ketentuan hukum itu sejak awal.

“Saya meminta kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya kaum buruh, mari sama-sama kita berjuang, karena perjuangan ini tidak bisa kita titipkan kepada orang lain. Harus dari diri kita sendiri, bagaimana kaum buruh bisa sejahtera kalau bukan dari kita sendiri,” jelasnya.

Kepada rekan buruh dimana saja berada, dia mengimbau tetap taati aturan yang ada khususnya ketika menyampaikan pendapat.

Terlebih, dalam kondisi akan digelarnya pesta demokrasi lima tahunan pada Februari 2024 mendatang, dukungan terhadap para pihak terkait dalam menghadirkan situasi aman dan kondusif tentunya patut ditingkatkan.

“Seluruh elemen termasuk buruh agar tidak terprovokasi dan terpancing oleh oknum-oknum tertentu yang mencari keuntungan pribadi atau kelompoknya. Dan bersama-sama membantu kepolisian menjaga situasi yang aman dan kondusif menjelang Pemilu 2024, pilihan boleh beda tetapi kondusivitas harus tetap terjaga. Kedamaian wajib dijunjung tinggi. Hidup buruh….Hidup SBSI 92…Hidup AASB!,” ucapnya.(*)

Categories
Polhukam

Sejalan dengan Polri, SBSI 1992 Sepakat Hadirkan Situasi Kondusif

Koran Jurnal, Jakarta – Meski kerap tak setuju dengan kebijakan pemerintah, kelompok buruh dalam menyampaikan tuntutan atau pendapat di muka umum tetap mengutamakan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992, Sunarti mengatakan pentingnya mematuhi aturan main yang ada sebab Indonesia adalah negara hukum.

“Kami selalu menjunjung tinggi ketentuan yang berlaku karena kami patuh hukum terlebih saat unjuk rasa,” kata Sunarti dalam keterangannya, Selasa (4/10/2022).

Ditegaskannya, pihaknya juga tak ingin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat terganggu dengan adanya aksi unjuk rasa apalagi sampai berujung anarkis.

“Sebisa mungkin kami benar-benar jaga ketertiban dan dalam pelaksanaan aksi unjuk rasa dengan tidak memobilisasi massa,” pungkasnya.

Dia juga mengimbau pada kelompok buruh lainnya agar tak memperkeruh suasana ketika unjuk rasa.

“Jangan pancing kawan-kawan lainnya dengan penyampaian narasi yang provokatif,” tandasnya.(**)