Categories
Polhukam

Bamsoet: Teroris Di Papua Lakukan Kejahatan Transnasional Terorganisasi

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam persyaratan sebuah kejahatan transnasional ada empat kategori.  Dipersiapkan dan direncanakan di negara lain untuk dilakukan di negara lain, dilakukan di sebuah negara namun dampaknya dirasakan oleh negara lain, serta ada kerjasama antara pelaku di sebuah negara dengan pelaku kejahatan yang sama di negara lainnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo di Jakarta, Minggu (2/5/2021), lebih lanjut Bamsoet menegaskan, dari sudut pandang penegakan hukum berdasarkan United Nation Convention Against Transnational Organized Crime (UNCATOC), kasus yang terjadi di Papua, merupakan kasus yang serius.

Merujuk pada UNCATOC, kejahatan yang dilakukan teroris di Papua dapat digolongkan kepada Kejahatan Transnasional Terorganisasi (TOC).

Bamsoet menuturkan, beberapa bukti kejahatan teroris di Papua masuk kedalam TOC diantaranya adanya temuan dua kasus pasokan senjata api ke Papua dari Makassar dan Maluku oleh kegiatan kelompok bersenjata (KKB), adanya penyelundupan senjata api dari WNA asal Philipina melalui Sangihe Talaud dan Nabire ke Papua, serta adanya temuan kasus penyelundupan amunisi oleh seorang WNA asal Polandia ke Papua.

“Semua persyaratan untuk dianggap sebagai bagian dari kasus kejahatan transnasional terorganisasi bisa dibuktikan. Dengan demikian, upaya penyelesaian masalah di Papua dengan Penggunaan TNI untuk memback up penegakan hukum dan ketertiban dalam menghadapi gangguan keamanan dalam negeri dari serangan pemberontak dan teroris melalui pendekatan keamanan menjadi sah dan dilindungi undang-undang,” tegas Bamsoet.

Ketua MPR (Bamsoet) juga mengapresiasi langkah cepat dan strategis TNI dan Polri dalam menumpas habis para pemberontak serta teroris yang sangat meresahkan warga Papua dengan berbagai tindakan kekerasan, pemerkosaan ataupun pembunuhan.

“Hal itu penting dilakukan agar bisa dilakukan pemulihan kesejahteraan umum dan pendidikan bagi anak-anak lokal Papua. Anggota TNI-Polri kiranya dapat ditugaskan sebagai guru dan pembangunan kembali fasilitas umum yang rusak,” imbuh Bamsoet.

“Merebut hati dan pikiran masyarakat lokal Papua adalah cara terbaik. Ibarat keringkan sumber air kolam untuk bisa tangkap ikan,” pungkas Bamsoet.(rls/red)

Categories
Polhukam Politik

Bamsoet Resmi Menjabat Ketua MPR RI Periode 2019-2024

Koran Jurnal, Jakarta – Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Bambang Soesatyo, yang akrab dengan sapaan Bamsoet resmi menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia periode 2019-2024.

Bamsoet terpilih secara aklamasi dalam Sidang Paripurna di Ruang Rapat Paripurna MPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (03/10/2019) malam.

Sebelum penetapan Bamsoet sebagai Ketua MPR, paripurna telah menetapkan 10 pimpinan MPR 2019-2024. Mereka terdiri atas 9 fraksi DPR dan kelompok DPD. Yakni Wakil Ketua MPR adalah Ahmad Basarah, Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Syarief Hasan, Hidayat Nur Wahid, Zulkifli Hasan, Arsul Sani, dan Fadel Muhammad.

“Apakah dapat disetujui?” tanya Abdul Wahab selaku pimpinan rapat sementara MPR, kepada hadirin rapat paripurna tersebut. “Setuju,” jawab hadirin. Dan pimpinan rapat pun mengetuk palu sebagai tanda pengesahan.

Kemudian, kesepuluh pimpinan MPR diambil sumpah/janji jabatan. Pengambil sumpah dipimpin Ketua MA Hatta Ali. Berikut bunyi petikan sumpah/janji yang dibacakan:

Bahwa saya akan memegang teguh Pancasila dan menegakkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta peraturan perundang-undangan

Bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan bekerja dengan sungguh-sungguh, demi tegaknya kehidupan demokrasi serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi, seseorang, dan golongan

Bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(red)

Categories
Polhukam

Diskusi Publik Sedulur Jokowi, Bamsoet: Pilih Capres yang Terbukti Kinerjanya

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua DPR Bambang Soesatyo berharap pemilihan presiden (Pilpres) dapat melahirkan pasangan presiden dan wakil presiden yang terbaik. Pasangan terpilih harus mampu mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, sejahtera serta membawa bangsa Indonesia disegani dalam kancah pergaulan internasional.

“Karenanya, track record pasangan Capres harus benar-benar dicermati oleh masyarakat. Pemilu dan Pilpres akan sangat menentukan nasib dan masa depan bangsa. Saran saya pilihlah Capres yang telah terbukti menunjukan kinerja serta prestasinya kepada bangsa dan negara,” ujar Bamsoet dalam acara diskusi ‘Memilih Presiden Yang Ideal 2019’ yang diselenggarakan oleh relawan Sedulur Jokowi, di Jakarta, Jum’at (19/10/2018).

Diskusi yang dipandu oleh Effendy Gazali ini, selain Bamsoet, panitia Sedulur Jokowi juga menghadirkan pembicara antara lain Asisten Deputi Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Kepresidenan Burhanuddin Saputu, pengamat politik Fadjroel Rachman serta Ketum Sedulur Jokowi Paiman Raharjo.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini mengajak semua pihak untuk mengawal Pilpres supaya lebih bermutu. Persaingan politik Pilpres harus dilandaskan pada nilai-nilai demokrasi, mematuhi semua aturan kampanye serta semakin memperkuat soliditas bangsa.

“Pilpres harus mampu memberikan pendidikan politik yang mencerahkan serta memberikan kebebasan kepada masyarakat dalam menentukan pilihannya. Pilpres harus berlangsung tanpa ada tekanan, rasa takut dan bebas dari praktik money politic,” tegas Bamsoet.(ton)