Categories
Polhukam

Ormas Pejuang Bravo Lima Siap Kawal Kerukunan Umat dan Menjaga Kebhinekaan

Koran Jurnal, Jakarta – Gerakan Bravo Lima secara resmi bermetamorfosis menjadi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Pejuang Bravo Lima (PBL). Perubahan menjadi ormas ini akan memperkuat gerakan ormas PBL dalam menjaga kerukunan serta kebhinekaan dan melawan sikap intoleran demi tercipta perdamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami dari ormas Pejuang Bravo Lima, tentu satu komando dibawah Ketua Umum DPP Ormas Bravo Lima bapak Fachrul Razi, bahwa ancaman perpecahan dan disintegrasi harus dilawan,” ujar Ketua DPD Pejuang Bravo Lima (PBL) Sumatera Utara, Dharman Yang saat menghadiri acara peresmian ormas Pejuang Bravo Lima dengan mengangkat tema “Untukmu, Kerukunan dan Kedamaian Indonesiaku”, di Jakarta, Sabtu (01/02/2020).

Sebagaimana arahan Ketua Umum DPP Pejuang Bravo Lima Fachrul Razi, permasalahan terbesar bangsa Indonesia saat ini adalah ancaman disintegrasi dan perpecahan, baik yang terkait dengan isu SARA, intoleransi, maupun isu ekonomi.

Dharman menjelaskan, di wilayah Sumut sendiri tergolong rawan gesekan, apalagi di Sumut ada banyak ragam suku. Bukan hanya batak, ada juga minang, melayu, jawa dan lainnya. Maka itulah, DPD Ormas Pergerakan Bravo Lima akan berperan aktif melawan intoleransi.

“Kami akan bentuk pengurus cabang di tiap kabupaten, kota, bahkan kecamatan hingga kelurahan. Kita akan perkuat kepengurusan dan sekretariat di 33 kabupaten/kota se-Sumut,” ungkapnya.

Dalam kesempatan sama, Bendahara DPD Pejuang Bravo Lima (PBL) Sumatera Utara, Mikhael Siregar menjelaskan, saat ini wabah intoleransi dan pecah belah sudah marak terjadi. Kerap muncul gesekan-gesekan di masyarakat, terutama dengan mengangkat politik identitas.

“Hal ini sering terjadi di Sumut, khususnya di pantai utara,” jelasnya.

Mikhael juga mengatakan, masyarakat perlu diingatkan tentang bagaimana memakai media sosial dengan baik. Jangan mudah termakan isu hoax yang sifatnya menghasut dan mengadu-domba sesama anak bangsa.

“Pejuang Bravo Lima akan aktif di media sosial, untuk memberi pencerahan pada warga net, mana berita hoax dan mana yang berita benar. Kita harap masyarakat akan mendapatkan informasi yang jelas dan sesuai, sehingga tidak mudah diadu-domba,” lanjutnya.

Rencananya, DPD Pejuang Bravo Lima Sumatera Utara akan beraudiensi dengan Gubernur Sumatera Utara sebagai pimpinan daerah, sehingga ketika semua DPC kabupaten/kota sudah terbentuk, maka akan mudah berkoordinasi.

“Bahkan kami juga akan membentuk kepengurusan sampai.di kelurahan-kelurahan. Kita harap nanti Pejuang Bravo Lima akan menjadi mata bagi pemerintahan untuk menyukseskan program,” jelasnya.(red)

Categories
Polhukam

Pemuda Bravo 5: Radikalisme Ada 2 Tipe, Positif dan Negatif

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Umum Pemuda Bravo-5 Ali Fanser Marasabessy menilai istilah radikalisme memang tak selalu diartikan sebagai sesuatu yang buruk. Semua tergantung pada tujuan dan manfaatnya.

Menurut Ali Fanser, Radikalisme sebagai sebuah gerakan idiologi itu ada dua, yakni radikalisme positif dan radikalisme negatif.

“Kita harus pintar-pintar membedakan antara radikalisme positif dan ada radikalisme negatif. Itu harus dipahami dulu,” ujar Ali Fanser saat menjadi pembicara dalam diskusi Forum Jurnalis Merah Putih episode III di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Jum’at (08/11/2019).

Ia menjelaskan, Radikalisme bisa dikatakan positif jika gerakannya bertujuan untuk kebaikan, keadilan, dan memberi manfaat untuk orang banyak.

“Kalau radikal dalam kebaikan, dalam memberi manfaat pada orang itu tidak berbahaya, malah kita anjurkan,” jelasnya.

Namun, Ali Fanser mengingatkan bahwa yang berbahaya adalah radikalisme negatif. Yakni radikalisme yang membawa kerusakan, permusuhan, dan tidak memberi manfaat bagi orang lain.

“Kalau membuat rusuh, memecahbelah bangsa, mencelakakan orang lain dengan alasan idiologi tertentu, itu radikalisme negatif. Tidak boleh,” tegasnya.

Ali Fanser yang juga dikenal sebagai koordinator Aliansi Pemuda Maluku dan Maluku Utara menambahkan, Indonesia sebagai negara demokratis telah memberi kebebasan individu secara luas dalam menentukan pilihan.

Karena itu, lanjut Ali Fanser, setiap insan dan individu masyarakat harus pintar-pintar menentukan pilihan dan keputusan.

“Misalnya air dalam gelas ada racunnya. Semua orang bebas milih mau dibuang air itu atau mau diminum. Silahkan. Tapi kalau diminum ya tanggung sendiri akibatnya, bisa mati keracunan. Yang tidak boleh adalah memaksa orang lain ikut minum racun,” jelasnya.

Ditanya soal Kementerian Agama, dimana Ketua Umum Bravo 5 Fachrul Razi adalah Menteri Agama, Ali Fanser selaku ketua pemuda Bravo 5 menegaskan, pihaknya akan membeck-up penuh kebijakan menteri agama Fachrul Razi, termasuk dalam kampanye anti radikalisme.

“Kami dukung penuh, kebijakan-kebijakan pak Fachrul Razi sebagai Menteri Agama. Sebab semua kebijaka beliau pasti disandarkan pada kepentingan basa dan negara. Itu pasti,” tegas Ali Fanser.(shl/red)

Categories
Polhukam

Bravo-5 Siap Kawal Keutuhan NKRI,  Merajut Persatuan dan Pembangunan Demi Indonesia Maju

Koran Jurnal, Jakarta – Organisasi relawan Bravo-5 menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III tahun 2019, sekaligus Deklarasi terbentuknya Ormas Bravo-5 sebagai bagian dari upaya mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Rakernas III Bravo-5 digelar 23-24 Agustus 2019 di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara, bertema “Merajut Persatuan dan Mendukung Pembangunan Demi Indonesia Maju”.

“Intinya gini, Bravo-5 ini ingin merajut persatuan dan mendukung penuh pembangunan untuk Indonesia maju, menangkal segala radilakisme dan pemecah keuntungan NKRI,” ujar Ketua Dewan Penasehat Pemuda Bravo-5, Benny Ridwan disela acara Rakernas III Bravo-5, Sabtu (24/08/2019) malam.

Benny menegaskan, Bravo-5 tidak akan mentolelir segala bentuk gerakan-gerakan yang dapat mengakibatkan kericuhan dan keretakan NKRI.

Kata Benny, Bravo-5 berharap masyarakat dapat menerima dan mau berjuang bersama dalam menjaga keutuhan NKRI. Memegang teguh prinsip Pancasila sebagai dasar negara.

“Bravo-5 akan tetap terus berjuang untuk menanamkan pemahaman dan pengamalan sila-sila dari Pancasila,” ujar Benny.

Ia juga meminta agar para pemuda harus menyadari betul bahwa keutuhan bangsa harus diperjuangkan, diatas kepentingan kelompok dan golongan saja.

“Di masa depan, generasi muda ini akan terus menerapkan arti dan makna dari Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia, dan menjadikan indonesia lebih jaya,” tandasnya.(red)