Categories
TNI

TNI AU Dukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – TNI AU mendukung sepenuhnya program pemerintah “Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia”, sesuai Inpres Nomor 2 Tahun 2022, tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan produk usaha mikro, usaha kecil, dan koperasi.

Hal tersebut, disampaikan Kepala Dinas Pengadaan Angkatan Udara (Kadisadaau) Marsma TNI Agus Sudarmanto, S.E., M. Sc, pada acara Sosialisasi Penilaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lingkungan TNI AU, di Gedung Serba Guna Suharnoko Harbani Mabesau, Senin (26/09/2022).

Kadisadaau mengatakan, setiap pelaku pengadaan barang jasa di lingkungan TNI AU, wajib memahami dan melaksanakan penerapan TKDN pada proses pengadaannya.

Untuk memahami penerapan TKDN tersebut, perlu dilaksanakan dengan cara pembentukan tim Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) di seluruh satker, serta memitigasi resiko pada seluruh proses pengadaan.

Kadisadaau berharap, semua pembina item dan para penyedia barang/jasa TNI AU, dapat mengikuti dan memahami ketentuan serta proses perolehan nilai TKDN, dimana nilai tersebut digunakan pada fase penawaran disetiap proses pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan.

Sementara Kepala Pusat P3DN, Nila Kumalasari juga berharap, seluruh stakeholder dapat mendorong pelaksanaan P3DN secara optimal dan memaksimalkan seluruh potensi sektor industri yang ada.

“Semoga sosialisasi program P3DN, dapat memberikan manfaat sebesar besarnya,” ujar Kepala Pusat P3DN.

Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, Baron A. Wicaksono dari PT Surveyor Indonesia dan R. Zainuri, S. Kom., Analis Kebijakan, Penerapan P3DN Kementrian Perindustrian RI.

Sejumlah satker yang mengikuti sosialisasi diantaranya Srenaau, Slogau, Spamsanau, Disbangopsau, Dissurpotrudau, Diskomlekau, Disopslatau, Disaeroau,Dismatau, Diswatpersau,Disdikau, Disinfohlahtaau, dan Dispenau.

Turut mengikuti kegiatan ini Wakapuslaiklambangjaau, Wakapuspotdirga, Paban IV/ Renprogar Srenaau, Paban V/ Dalprogar Srenaau, Paban I/Ren Slogau, Paban II/ Bekal Slogau, Paban III/ Aero Slogau, Paban IV/ Komlek Slogau, Paban V/ Faskonau Slogau, Para Sesdis dijajaran Mabesau. Sementara para Kasubdis jajaran Mabesau terkait, mengikuti secara online.(disp)

Categories
Kesehatan Nasional

Baju APD Buatan Indonesia Lolos ISO 16604 Class 3

Koran Jurnal, Jakarta – Kebutuhan baju alat pelindung diri (APD) yang dibutuhkan para tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19 masih tinggi. Berita gembira diterima Gugus Tugas Nasional setelah baju APD buatan Indonesia lolos ISO 16604 Class 3.

Baju APD dengan standar tinggi atau ISO 16604 Class 3 merupakan spesifikasi yang wajib dikenakan para tenaga medis sehingga keamanan dan keselamatan terjamin. Baju APD yang lolos ISO 16604 Class 3 diusulkan PT Sritex. Otomatis baju APD ini memenuhi standar internasional yang ditetapkan Badan PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO).

Hasil pengujian dilakukan oleh Intertek Headquarter yang berbasis di Cortland, New York, Amerika Serikat.

Ketua Gugus Tugas Nasional Doni Monardo telah mendapatkan informasi lolosnya baju APD buatan Sritex yang digunakan untuk penanganan COVID-19.

“Saya ikut senang mendengar kabar dari Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Arifi Saiman bahwa 27 Mei 2020 waktu New York, hasil uji lab APD Coverall dan sampel bahan baju PT. Sritex untuk sertifikasi ISO 16604 Class 3 di Intertek HQ, Cortland, New York, dinyatakan Pass atau lolos uji lab,” ujar Doni wajah, Jum’at  (29/05/2020).

Baju APD bersertifikasi ISO 16604 Class 3 memiliki ketahanan terhadap masuknya bakteri atau virus dengan ukuran yang sangat kecil. ISO 16604 Kategori kelas 3 berkualitas lebih tinggi dibandingkan tingkat kelas 2 atau ISO 16604 Class 2.

Gugus Tugas Nasional juga melaporkan bahwa beberapa perusahaan Indonesia lain sedang mengajukan permohonan untuk uji lab produk mereka. Konjen RI berharap produk-produk lain bisa lolos dan mendapatkan sertifikat ISO yang sama.

Sementara itu, Presiden Dirut PT Sritex Iwan Lukminto menjelaskan bahwa pihaknya bekerja khusus untuk mendapatkan formula bahan baku yang bisa memenuhi Standar WHO.

“Paling tidak satu bulan kami bekerja keras dan saya memimpin langsung pengembangan produk APD agar bisa mendapatkan ISO 16604 Class 3,” ujar Iwan.

Sritex selama ini sudah mampu menghasilkan produk dengan standar tinggi. Iwan mengatakan bahwa salah satu yang sudah dihasilkan Sritex adalah pakaian nubika atau CBRN (Chemical Biological Radiological Nuclear). Sejak Januari lalu, Sritex membuat APD mulai yang Class 1, Class 2dan terakhir ini Class 3.

Lolosnya baju APD dengan ISO 16604 Class 3 menjawab kebutuhan APD yang tinggi untuk penanganan pasien COVID-19. Ketersediaan baju APD tidak lagi akan menjadi kendala. Menurut Iwan, Sritex mampu untuk memproduksi baju APD kelas 1 sampai 500 ribu buah setiap bulannya.(pus/red)