Categories
Polhukam

Menteri Rosan Diterima PM Pakistan: Danantara Indonesia Bisa Jadi Rujukan

Koran Jurnal, Islamabad – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara Indonesia), Rosan P. Roeslani, baru saja mengakhiri kunjungannya ke Pakistan (10/2). Kunjungan singkatnya ke Islamabad kali ini untuk memenuhi undangan dari Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan (DPM/Menlu), Senator Mohammad Ishaq Dar.

Berbagai kegiatan telah diagendakan oleh pihak Pakistan. Diawali dengan pertemuan tingkat menteri dan diakhiri dengan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri Pakistan, Muhammad Shehbaz Sharif. Selama rangkaian pertemuan berlangsung, Menteri Rosan P. Roeslani didampingi oleh Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, BKPM, Nurul Ichwan, Senior Director BPI Danantara Harold Tjiptadjaja, dan Duta Besar RI untuk Pakistan, Chandra W. Sukotjo.

Baik Menteri Rosan P. Roeslani maupun DPM/Menlu M. Ishaq Dar menekankan pentingnya investasi bilateral sebagai pilar utama dalam kerja sama ekonomi Indonesia-Pakistan. Kepada Menteri Rosan, para menteri terkait Pakistan juga memberikan penjelasan mengenai berbagai potensi investasi, sektor-sektor potensial, dan bankable projects di seluruh Pakistan.

Diantara potensi dimaksud adalah bidang-bidang infrastruktur, pertanian, informasi dan teknologi, pertambangan dan mineral, infrastruktur digital, kesehatan, konektivitas, dan energi. Menteri Rosan menanggapi bahwa Indonesia sangat yakin bahwa potensi yang belum dieksplorasi secara signifikan ada di antara kedua negara bersahabat ini.

“Dana Investasi Danantara didirikan pada Februari 2025 melalui konsolidasi perusahaan milik negara, yang menyatukan 1.044 perusahaan dengan total aset mendekati USD 1 triliun,” terangnya di depan pertemuan tingkat menteri yang dipimpin oleh DPM/Menlu Pakistan. Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Investasi Qaiser Ahmed Sheikh, Menteri Pelayanan Kesehatan Nasional Syed Mustafa Kamal, Asisten Khusus Perdana Menteri Tariq Bajwa, dan Kepala Badan Khusus untuk Fasilitasi Investasi (SIFC) Pakistan Letjen Sarfraz Ahmed.

Selanjutnya, Menteri Rosan P. Roeslani diterima oleh PM Muhammad Shehbaz Sharif di Kediaman Resmi Perdana Menteri Pakistan. Disamping DPM/Menlu M. Ishaq Dar, hadir pula deretan menteri Pakistan lainnya, seperti Menteri Perdagangan Jam Kamal Khan, Menteri Keuangan dan Pendapatan Muhammad Aurangzeb, Menteri Negara Keuangan dan Perkeretaapian Bilal Azhar Kyani, serta Asisten Khusus Perdana Menteri Tariq Fatemi dan Haroon Akhtar, serta para pejabat senior pemerintah lainnya.

“Kami berkeinginan untuk mengambil manfaat dari pengalaman Indonesia terkait model Sovereign Wealth Fund (SWF). April nanti, saya akan berkunjung ke Indonesia,” ungkap PM Shehbaz Sharif yang berencana menghadiri KTT D-8 di tanah air pada April tahun ini.

Perdana Menteri menegaskan bahwa Pakistan ingin sekali meningkatkan hubungan ekonominya dengan Indonesia. Menurutnya, kedua negara memiliki hubungan persahabatan yang semakin kuat dari waktu ke waktu. PM Shehbaz Sharif juga menyampaikan kesannya bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan Desember 2025 lalu sangat bermanfaat dan produktif dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Sementara itu, Menteri Rosan P. Roeslani menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk memajukan hubungan bilateral lebih lanjut antara kedua negara.(***)

Categories
Ekonomi Nasional

Presiden RI Prabowo Subianto Resmikan Badan Pengelola Investasi ‘Danantara’

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara atau disebut Danantara, di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/2/2025). Turut hadir serta mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam peluncuran itu, Presiden RI ketujuh Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Peresmian ditandai dengan menekan tombol secara bersama-sama.

Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa Danantara sebagai dana kekayaan Negara atau sovereign wealth fund Indonesia dan akan mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS, dengan proyeksi dana awal mencapai 20 miliar dolar AS.

Harapannya, Danantara dapat menjadi angin segar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Prabowo mengungkapkan, makna filosofi di balik nama Danantara, yang berarti kekuatan masa depan nusantara.

“Daya Anagata Nusantara, artinya daya energi kekuatan Anagata masa depan Nusantara Tanah Air Kita,” kata Presiden Prabowo.

Lanjut Presiden Prabowo menambahkan, Danantara memiliki makna sebagai kekuatan ekonomi dana investasi yang merupakan energi kekuatan masa depan Indonesia.

“Kekayaan negara dikelola, dihemat untuk anak dan cucu Kita,” imbuh Presiden Prabowo.

Danantara, Sovereign Wealth Fund milik pemerintah Indonesia ini berdomisili kantor di Jalan RP Soeroso, Cikini, Jakarta Pusat.

Sebagai informasi, struktur lembaga pengelola investasi strategis nasional ini bertanggungjawab langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Adapun struktur Badan Pengelola Investasi ‘Danantara’, diantaranya Dewan Pengawas, Komite Pengawas, Dewan Penasihat, dan Direksi Danantara yang dikepalai oleh Rosan Roeslani.(**)