Categories
Megapolitan Polhukam

Kaum Disabilitas Pospera Deklarasikan Dukung Jokowi 2 Periode Membangun Indonesia

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sedikitnya ratusan penyandang disabilitas berkumpul di Bumi Pospera, Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, Minggu (19/08/2018).

Mereka datang dari berbagai kota di seluruh Indonesia untuk menyatakan sikap mendukung dan siap memenangkan capres dan cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Ma’ruf Amin menjadi Presiden RI dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 pada Pilpres 2019 mendatang.

“Kami dari disabilitas Indonesia hari ini menyampaikan dari hati yang tulus sesungguhnya. Kami ingin bapak presiden terpilih kembali dan terus berjuang untuk rakyat untuk kesejahteraan keadilan Rakyat. Walaupun kami tidak sempurna kami dari disabilitas Indonesia akan bekerja keras dan sungguh sungguh memenangkan bapak Jokowi 2 Periode,” kata Clint Aurilon Pattiasina, Ketua DPP Pospera Tuna Rungu saat membacakan deklarasi di lokasi.

Selain itu, Clint juga menyampaikan duka yang mendalam terhadap saudara sebangsa masyarakat Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), yang tertimpa musibah bencana gempa bumi beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, mereka membuat aksi peduli dengan mengumpulkan dana dan membuka kotak sumbangan.

Sementara Ketua Umum Pospera, Mustar Bonaventura mengatakan, dukungan para penyandang disabilitas kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Ma’ruf Amin murni datang dari ketulusan sikap mereka (disabilitas). Mereka menilai Jokowi harus melanjutkan membangun Indonesia.

“Sebetulnya alasan yang paling sederhana buat teman-teman disabilitas Indonesia kenapa dukung Pak Jokowi untuk dua periode adalah pertama pak Jokowi itu sangat berpihak pada disabilitas Indonesia. Dia (Jokowi) seorang bapak yang memperhatikan kelompok yang mungkin jarang diperhatikan oleh negara, jarang diberikan kesempatan ruang-ruang untuk kelompok disabilitas tapi lewat pak Jokowi mereka sangat antusias, sangat gembira,” ujarnya.

“Jokowi juga berencana akan membangun sebuah unit kerja pabrik yang khusus pabrik itu pekerjanya 99 persen kelompok disabilitas, mulai dari manager sampai OB (office boy) itu nanti dikelola secara mandiri oleh teman-teman dari disabilitas Indonesia. Ini yang sangat membuat mereka bergembira dan sangat senang untuk memperjuangkan pak Jokowi dua periode,” imbuhnya menambahkan.(ton)

Categories
Megapolitan Polhukam

Paramasuka Dorong Pendamping Jokowi di Pilpres 2019 dari Warga Indonesia Bagian Timur

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Paramasuka (Papua, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan) menyatakan dukungannya kepada Joko Widodo (Jokowi) untuk mencalonkan kembali presiden RI periode 2019-2024 pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Tak hanya menyatakan sikap mendukung Jokowi untuk kembali menjadi Presiden RI, Paramasuka juga mengusulkan dan berharap pendamping atau cawapres Jokowi berasal dari  Indonesia bagian Timur (Paramasuka).

Paramasuka mengadakan diskusi publik bertajuk “Saatnya Paramasuka Bersuara”, bertempat di Gedung Juang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (25/06/2018).

Dari pantauan jurnalis dilokasi acara, diskusi tersebut menghadirkan empat narasumber sekaligus perwakilan tokoh dari Paramasuka, yakni diantaranya, Nurcahya Tandang (Sulawesi Selatan), Willem Frans Ansanay (Papua), Novy Viky Akihary (Maluku), dan Toto Suryawan Soekarno Putra (Sulawesi Utara) serta Livaber Owatta Simanjuntak sebagai moderator.

Hadir juga sejumlah perwakilan aktivis mahasiswa dan pemuda serta tokoh dari Paramasuka.

Menurut Willem Frans, alasan mendukung Jokowi dan mengusulkan pendamping atau cawapres dari warga Indonesia bagian Timur, adalah selain cukup banyaknya suara di Indonesia bagian Timur. Juga diyakini bahwa kontribusi sumber daya manusia dan sumber daya alam dari wilayah Papua, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan (Paramasuka) sangat besar sejak perjuangan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, sudah saatnya tokoh-tokoh dari Paramasuka mengambil peran untuk tampil dalam kepemimpinan nasional baik sebagai capres maupun cawapres.

“Kami melihat perlu ada kesetaraan, kami dukung pak Jokowi maju lagi sebagai Capres 2019 sedangkan wakilnya tokoh dari Paramasuka,” tegas Frans.

Menurut Frans, ada sejumlah tokoh dari Paramasuka yang layak dipertimbangkan sebagai cawapres di antaranya Nono Sampono, Syahrul Yasin Limpo, Sinyo Harry Sarundajang, Lukas Enembe, dan tokoh lainnya.

Dalam kesempatan itu, Nurcahya Tandang mengapresiasi kepemimpinan Jokowi dan Jusuf Kalla dalam memimpin bangsa ini.

Namun, Nurcahya secara khusus berharap kepada Jusuf Kalla untuk mempersiapkan generasi untuk menggantikannya dalam pentas kepemimpinan nasional.

“Kami menghormati pak Jusuf Kalla, tapi sebaiknya dalam Pilpres nanti memberikan kesempatan kepada tokoh lainnya dari Paramasuka,” kata Nurcahya, seperti dikutip jppn.com.(tonmp)

Categories
Megapolitan Polhukam

Peringati HUT ke-58, Soksi Nyatakan Dukung Jokowi 2 Periode

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) memperingati hari jadinya (HUT) yang ke-58 di kediaman Wakil Ketua Umum Soksi Ahmadi Noor Supit, Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (20/05/2018).

Peringatan HUT Soksi ke-58 yang bertepatan pada bulan ramadhan 1439 Hidriyah ini dirangkai dalam beberapa kegiatan antara lain, pengajian, marawis, tausyiah ramadhan, Soksi Peduli PEKKA (Perempuan Kepala Keluarga), buka puasa bersama dan pemotongan nasi tumpeng.

Dari pantauan jurnalis, tampak hadir dalam acara HUT Soksi ke-58, Ketua Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo, Plt. Ketum Soksi Bobby Suhardiman, pengurus AMPI, para pengurus dan kader Soksi, serta para tamu undangan.

Plt.Ketum Soksi Bobby Suhardiman menyatakan, mengapresiasi kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo yang telah membangun bangsa dan negara Indonesia, khususnya pembangunan di beberapa daerah.

“Kami mendukung sepenuhnya dan memberikan dukungan kepada bapak Joko Widodo sebagai calon presiden pada pemilu  2019 periode 2019-2024. Kami juga berharap bapak Jokowi bisa melanjutkan pembangunan itu dengan baik dan bisa membawa Indonesia lebih baik,” ujar Wakil Ketua Umum Soksi Ahmadi Noor Supit mempertegas pernyataan yang telah disampaikan Plt.Ketum Soksi, dalam konferensi pers tersebut.

Pemerintahan Jokowi, lanjut Ahmadi, telah berupaya mensejahterakan rakyat dan membangun Indonesia lebih baik dari sebelumnya.

Lebih lanjut, terkait teror bom dan aksi terorisme, Soksi mendukung sikap tegas pemerintahan Jokowi dalam melakukan tindakan hukum terhadap pelaku teror bom, serta mendorong upaya-upaya perlindungan masyarakat dan pencegahan perkembangan radikalisme dan terorisme dalam jangka pendek, menengah maupun panjang, melalui pendidikan yang komprehensif, riset terpadu agar tergali akar permasalahan dan pemecahannya serta upaya-upaya persuasif, adaptif dan mitigasi menuju Indonesia yang damai. makmur dan sejahtera.

Dalam kesempatan itu pula, secara khusus pada momentum bulan Ramadhan ini dan dalam rangka menggelorakan kepedulian terhadap sesama, SOKSI lngin menegaskan lagi bahwa perempuan, termasuk Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), adalah pilar bangsa penentu masa depan peradaban Indonesia dan bahkan dunia.

PEKKA berharap mendapat perhatian dari Pemerintah dan masyarakat agar tidak terus menerus terhinakan dan mengalami proses peminggiran. Perhatian tersebut bisa ditampilkan dalam bentuk program-program Sumberdayaan, yang bukan saja ditujukan ke PEKKA dan kaum Perempuan, tapi juga masyarakat pada umumnya agar mampu menghargai kiprah perempuan secara sungguh-sungguh, untuk Indonesia yang Iebih maju dan bermartabat.(ton)

Categories
Megapolitan Polhukam

Dukung Jokowi 2 Periode, ‘Renas 212’ Minta Porsi Cawapres dari Tokoh Islam

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Dukungan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali menjadi presiden periode 2019-2024 terus digemakan. Kali ini dukungan datang dari Relawan Nasional (Renas) 212. Nama 212 diambil dari perjalanan kesuksesan Jokowi dalam memimpin negara, dan juga kedekatan Jokowi dengan dunia Islam.

“Nama 212 ini tidak ingin berbenturan dengan alumni 212. Karena topiknya berbeda. Jadi ini adalah aspirasi dari teman-teman secara demokrasi,” kata Muhammad Nasir dalam pernyataan pers dan sekaligus
Soft Lounching Relawan Nasional 212 Jokowi Presiden Republik Indonesia (Renas 212 JPRI) yang digelar di Kedai Kopi Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat (10/05/2018).

Renas 212 telah di berdiri pada 28 Februari 2018 dan selama rentang waktu 3 bulan ini telah berdiri di beberapa provinsi antara lain DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumsel, Aceh, Sumut, NTB, NTT, Sulsel, Sultra, Maluku, Maluku Utara, Papua, Kalteng, Kaltim, Kalsel.

Pembentukan relawan ini ditargetkan beranggotakan 5 juta relawan inti yang tersebar di 34 propinsi. Segmen Renas 212 sebagian besar dari kalangan anak-anak muda milenial.

Renas 212 JPRI dibentuk untuk mengimbangi Jokowi soal isu-isu kedekatan Jokowi dengan umat Islam, ulama dan umaroh. Renas hadir untuk menunjukan pada rakyat bahwa ummat Islam masih dan tetap ingin di pimpin
Presiden Jokowi.

Sebagai pemimpin negara dengan jumlah ummat Islam terbesar di dunia tentu komitmen ke-lslaman pak Jokowi tak perlu lagi di ragukan.

Ambil saja contoh komitmen pak Jokowi dalam menyelesaikan dan memfasilitasi perdamaian di Afganistan. Di tengah ancaman hujan peluru paska teror bom di kota Kabul, pak Jokowi tetap datang sesuai jadwal tanpa rompi anti peluru,

Selain itu komitmen dan pro aktif Jokowi dalam menyelesaikan konflik Rakhine Myanmar mendapatkan apresiasi dari PBB dengan ditunjuknya Indonesia menjadi negosiator PBB di Myanmar.

Di dalam negeri, Pak Jokowi juga memberi perhatian yang besar bagi keber!angsungan pesantren dan sekolah diniyah. Serta kedekatan Jokowi dengan kalangan ulama baik di Jawa maupun luar Jawa sehingga isu di hembuskan oleh kaum “radikalis” bahwa Jokowi anti ummat Islam adalah isu politik murahan untuk kepentingan politiknya sendiri.

Renas 212 akan berhadapan langsung dengan kaum radikalis ini yang menggunakan isu Islam sebagai komoditas politik dan radakalisasi masa berbasis isu sara. Kami akan merangkul musola dan masjid se-Indonesia sebagai corong menyampaikan Islam rahmatan lil alamin.

Kemudian dari pada itu Renas 212 JPRI berpandangan bahwa bangsa ini sejak merdeka di bentuk atas kesepakatan agung para “Founding Father” yang terdiri dari kelompok Nasionalis dan Religius (Islam) yang sepakat bahwa Pancasila dan NKRI adalah pemersatu di tengah keanekaragaman suku bangsa Indonesia.

“Untuk itu dalam momen Pilpres 2019 ini perlu ada konsensus bersama antara dua kelompok besar ini agar permusyawaratan perwakilan sesuai demokrasi Pancasila sila ke 4 tetap terjaga,” kata Nasir.

Maka dari itu Renas 212 dengan sungguh-sungguh berikhtiar agar tokoh-tokoh religius (Islam) di beri proporsi yang sesuai untuk mendampingi Presiden Jokowi dalam kontestasi ini. Renas 212 mengusulkan beberapa nama tokoh-tokoh ummat Islam agar menjadi pertimbangan koalisi pemerintahan Presiden Jokowi antara lain, Prof. Mahmud MD, Prof. Din Syamsudin, Prof. Jimly Asshiddiqie, Prof. Yusril (Keluarga Masyumi), Muhaimin Iskandar, Zulkifli Hasan, Budi Gunawan, Anis Matta, Habib Rizieq Syihab, Ahmad Heryawan, dan TGB Muhammad Zainul Majdi.(ton)