Categories
Megapolitan

Sejumlah Wartawan Mitra Polda Metro Jaya Protes dan Kecewa soal Pertemuan Perdana dengan Kapolda Baru, Dugaan Ini Mencuat 

Koran Jurnal, Jakarta – Langkah awal Komjen Pol. Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru resmi memimpin wilayah hukum Ibu Kota langsung menuai sorotan tajam.

Agenda pertemuan perdana dengan awak media pada Sabtu, 10 Oktober 2026, yang dikemas sebagai diskusi terbuka untuk mendengarkan masukan tanpa membatasi asal instansi media, justru dinilai kontradiktif dalam pelaksanaannya.

Sejumlah jurnalis yang sehari-hari rutin meliput di lingkungan Polda Metro Jaya dan berada di grup peliputan resmi dilaporkan tidak disertakan dalam acara tersebut. Kekecewaan pun mencuat.

“Sejumlah wartawan yang rutin beraktivitas liputan di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan sekitarnya mengaku kecewa karena tidak disertakan dalam pertemuan tersebut,” ujar Arif Yunianto, salah satu wartawan Mitra PMJ, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Arif, pola pemanggilan yang terkesan tebang pilih itu memicu perbincangan negatif di kalangan pelaku pers. Padahal, kata dia, momentum pergantian Kapolda seharusnya menjadi ruang untuk membangun kemitraan yang lebih terbuka.

Ia menilai, jika sejak awal komunikasi dibangun secara eksklusif, maka akan berdampak pada pola pemberitaan dan hubungan kelembagaan ke depan.

“Polda Metro Jaya seharusnya merangkul semua, bukan hanya media tertentu. Kami yang setiap hari di lapangan justru tidak tahu ada pertemuan itu. Ini kan aneh, diskusinya dibilang terbuka tapi undangannya tertutup,” tegas Arif, yang juga sebagai Pemimpin Redaksi Media Online JournalReportase.

Arif menambahkan, pers di Polda Metro Jaya bukan sekadar peliput, melainkan mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada publik.

“Jangan sampai ada kesan pilih-pilih media. Semua wartawan yang bertugas di Polda punya hak yang sama untuk didengar,” katanya.

Ia berharap Kapolda Metro Jaya yang baru dapat segera mengevaluasi pola komunikasi humasnya agar lebih inklusif, transparan, dan tidak menimbulkan sekat baru antara kepolisian dan wartawan.

“Saya berharap kedepannya tidak ada lagi pilih-pilih media dalam pertemuan tersebut. Evaluasi total cara mengundang media,” pungkasnya.(**)

Categories
Megapolitan

Resmi Jabat Menko Polkam, Dudung Abdurachman Langsung Fokus Persoalan Nasional termasuk Karhutla

KoranJurnal, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menegaskan akan langsung fokus menjalankan tugas setelah melaksanakan serah terima jabatan dari Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago. Sejumlah isu strategis menjadi perhatian utama, di antaranya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional, serta penanganan situasi keamanan di Papua.

“Sebagai pejabat baru Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, tentunya banyak tugas yang akan lebih menantang ke depan. Saya sudah mendapat arahan dari Presiden agar situasi ke depan semakin kondusif, baik situasi politik maupun keamanan,” ujar Menko Polkam Dudung usai melaksanakan serah terima jabatan di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Dalam waktu dekat, penanganan karhutla menjadi salah satu agenda yang akan segera ditindaklanjuti. Menko Polkam Dudung akan menggelar rapat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan upaya penanggulangan berjalan secara optimal.

“Pak Djamari, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, tadi menyampaikan kepada saya bahwa yang menjadi prioritas dalam waktu dekat adalah karhutla. Karena itu, dalam waktu dekat saya akan melaksanakan rakor dengan kementerian terkait dan sesegera mungkin meninjau ke lokasi,” katanya.

Selain karhutla, Menko Polkam juga memberikan perhatian terhadap dinamika politik nasional. Menurutnya, setiap perkembangan politik perlu disikapi dengan tetap mengedepankan supremasi hukum serta menjaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan bangsa. Keputusan lembaga negara, termasuk Mahkamah Konstitusi (MK), harus dihormati sebagai bagian dari proses hukum yang berlaku. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah membangun persepsi berdasarkan informasi-informasi yang tidak berdasar, khususnya di media sosial, yang dapat memperkeruh situasi.

“Kita tetap jaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan sehingga situasi politik tidak kemudian semakin runyam. Kita yakini bahwa siapa pun yang melaksanakan tugas, baik di MK maupun di mana pun yang terkait, supremasi hukum harus ditegakkan. Presiden pun menyampaikan bahwa situasi politik ini harus betul-betul bisa terkendali dan nanti akan dikoordinasikan dengan semua kementerian terkait, baik Kepolisian, Kejaksaan, termasuk nanti kepada para ketua partai politik saya akan sowan atau berkunjung, bahwa situasi ini harus betul-betul bisa dikendalikan,” kata Menko Polkam Dudung.

Sementara itu, terkait situasi keamanan di Papua, pemerintah akan mengedepankan pendekatan yang lebih persuasif dengan menempatkan upaya merebut hati rakyat, pendekatan kultural, dan pembinaan teritorial sebagai bagian penting dalam penanganan situasi di wilayah tersebut.

Menko Polkam Dudung mengatakan pendekatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden dan Panglima TNI agar operasi teritorial lebih dikedepankan. Menurutnya, tindakan dengan kekerasan hanya dilakukan secara terbatas terhadap sasaran-sasaran tertentu, sementara pendekatan kepada masyarakat menjadi prioritas.

“Pendekatan kepada hati, merebut hati rakyat, kemudian operasi teritorial juga lebih dikedepankan. Tidak melaksanakan operasi-operasi dengan kekerasan, itu hanya sasaran-sasaran tertentu saja. Tetapi pendekatan-pendekatan kultural, pendekatan merebut hati rakyat, pembinaan teritorial ini yang menjadi prioritas,” ujarnya.

Menko Polkam menegaskan seluruh agenda tersebut akan dijalankan melalui koordinasi dan sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas politik dan keamanan nasional sekaligus memastikan berbagai persoalan strategis yang menjadi perhatian pemerintah dapat ditangani secara terukur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago selaku Menko Polkam periode 2025–2026 menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Menko Polkam Dudung Abdurachman. Djamari juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pejabat dan pegawai Kemenko Polkam yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama menjabat sebagai Menko Polkam.

“Selamat melaksanakan tugas. Saya hanya bisa menyampaikan doa, semoga tugas Menko Polkam yang cukup besar, luas, dan berat bisa Pak Dudung selesaikan, dan saya yakin Bapak bisa,” kata Djamari Chaniago.

Acara serah terima jabatan dan lepas sambut Menko Polkam tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI Mochammad Hasan, serta para pejabat dan pegawai di lingkungan Kemenko Polkam.(***)

Categories
Megapolitan

Jenderal Suyudi Ario Seto Resmi Jabat Kapolri dan Komjen Wisnu Hadiningrat sebagai Wakapolri

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dan Wakil Kapolri resmi berganti, kini Jenderal Suyudi Ario Seto menjabat sebagai Kapolri menggantikan pejabat sebelumnya Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri dijabat oleh Komisaris Jenderal (Komjen) Wisnu Hadiningrat, yang sebelumnya Komjen Dedi Prasetyo.

Melansir laman resmi presidenri.go.id, Presiden RI Prabowo Subianto melantik serta menaikkan pangkat Suyudi Ario Seto satu tingkat lebih tinggi dari Komisaris Jenderal (Komjen) menjadi Jenderal Polisi. Pelantikan tersebut digelar di Komplek Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Pelantikan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dilakukan dengan berlandaskan pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan 97/POLRI Tahun 2026 Tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Keppres ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Oktober 2026.

Suyudi Ario Seto lahir di Jakarta, 14 Juli 1973. Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994. Sebelum dilantik sebagai Kapolri, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional sejak 25 Agustus 2025.

Secara bersamaan, Presiden RI Prabowo Subianto juga melantik Komjen Pol Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri).

Wahyu Hadiningrat lahir di Bandung, 4 Juni 1970. Wahyu merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1992. Sebelumnya, Wahyu menjabat sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena Kapolri).

Momen pelantikan ini ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipandu langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Prosesi tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, menegaskan komitmen para pejabat yang baru dilantik untuk mengemban amanah dengan tanggung jawab dan integritas.

“Bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Tribrata dengan sebaik-baiknya,” ujar Presiden Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan seraya diikuti oleh kedua pejabat yang dilantik.

Acara pelantikan para pejabat dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh pejabat yang dilantik dan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat yang didahului oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming untuk selanjutnya diikuti para undangan yang hadir.

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut para pimpinan lembaga negara dan sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih.(red)

Categories
Megapolitan

Korem Wijayakarta Distribusikan Air Bersih untuk Warga Bekasi yang Alami Kekeringan

Koran Jurnal, Jakarta – Untuk mengatasi dampak fenomena El Nino yang menyebabkan kemarau panjang dan krisis air bersih di Kabupaten Bekasi Jawa Barat, Korem 051/Wijayakarta mengerahkan 11 unit water tank yang memuat 55 ribu liter air bersih, bagi Desa Wibawamulya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, tercatat sebanyak 329 titik mengalami kekeringan. Lokasi tersebut tersebar di 50 desa yang berada di 14 kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Dari 329 titik kekeringan, Kecamatan Cibarusah menjadi wilayah dengan jumlah titik terdampak terbanyak, yakni 89 titik. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah di Cibarusah adalah Desa Wibawamulya.

Anggota Babinsa Koramil 09 Cibarusah Kodim 0509 Kabupaten Bekasi, Serka Jajat Sudrajat, mengatakan distribusi air bersih dilakukan menyusul terjadinya kekeringan hingga krisis air bersih di wilayahnya.

“Sesuai petunjuk dan arahan Bapak Danramil 051 Wijayakarta, water tank TNI AD akan menyambangi 50 desa di Kabupaten Bekasi, untuk menyalurkan air bersih gratis bagi warga, kata Anggota Babinsa Koramil 09 Cibarusah Kodim 0509 Kabupaten Bekasi, Serka Jajat Sudrajat, kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

Untuk hari ini, lanjut Sudrajat, penyaluran air bersih dilakukan di empat titik yang menjangkau kurang lebih 3200 warga, di Desa Wibawamulya.
Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

“Air bersih ini kami salurkan ke empat titik dengan jumlah penerima manfaat sekitar 200 KK di tiap titiknya,” jelas Serka Sudrajat.

Bantuan air bersih yang di inisiasi Korem 051 Wijayakarta, disambut antusias oleh masyarakat yang terdampak krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini.

Salah satunya Sami, warga Desa Wibawamulya yang mengungkapkan bahwa dirinya dan masyarakat desa sudah mengalami krisis air bersih.

“Sudah satu bulan lebih enggak punya air. Biasanya ambil air dari sumur, tapi kering. Terus kita ambil air ke kobak (mata air), tapi kering juga,” ujar Sami.

Kekeringan di wilayahnya tersebut membuat Sami dan warga lainnya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terpaksa membeli air dari pedagang keliling.

Namun, dengan adanya bantuan air bersih dari Korem 051 Wijayakarta, Sami mengaku sangat senang karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli air.

“Alhamdulilah, sekarang kita gak usah beli air lagi. Sekarang sudah ada bantuan air bersih dari Bapak ABRI (TNI). Terimakasih Pak” pungkasnya.

Dengan adanya bantuan tersebut diharapkan krisis air bersih yang melanda Desa Wibawamulya dapat teratasi sehingga aktivitas sosial ekonomi masyarakat berjalan normal kembali.(***)

Categories
Megapolitan

Tiga KRI Jajaran Pushidrosal Dukung Operasi SAR di Laut Jawa dan Perairan Anak Krakatau

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengerahkan tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) jajaran Pushidrosal, yakni KRI Dewa Kembar-932, KRI Spica-934, dan KRI Canopus-936, untuk mendukung pelaksanaan operasi Search and Rescue (SAR) TNI Angkatan Laut dalam pencarian dan pertolongan di wilayah perairan Indonesia.

Menurut Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., Ketiga KRI tersebut melaksanakan tugas dukungan berupa deteksi bawah air dan deteksi arus bawah permukaan untuk mendukung penyelam, serta menyediakan informasi hidro-oseanografi yang diperlukan dalam mendukung efektivitas pencarian dimana dalam pelaksanaan tugas berada di bawah kendali On Scene Commander (OSC) Danguskamlabar di lapangan.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan Pushidrosal dalam memperkuat operasi SAR, baik dalam penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa maupun operasi pencarian terhadap rombongan yang hilang kontak di sekitar perairan Anak Krakatau, Selat Sunda.

Dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8, KRI Canopus-936 dengan Komandan KRI Kolonel Laut (P) Indragiri Yani Wardhono, S.T., M.Sc., M.Tr.Opsla., dan KRI Spica-934 dengan Komandan KRI Letkol Laut (P) Alin Abimanyu, S.T., M.Ling., dikerahkan setelah kapal tersebut mengalami kecelakaan dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Sebelumnya, kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk dan mengalami kondisi miring sebelum kehilangan komunikasi. TNI Angkatan Laut kemudian memperkuat operasi SAR gabungan dengan mengerahkan sejumlah unsur KRI.

Sementara itu, KRI Dewa Kembar-932 dengan Komandan KRI Letkol Laut (P) Aris Priyadi, S.T., M.Tr.Opsla., turut dilibatkan dalam operasi SAR gabungan untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau. Dalam pelaksanaannya, operasi memperhatikan faktor keselamatan personel, kondisi cuaca, serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Keterlibatan KRI jajaran Pushidrosal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan hidro-oseanografi tidak hanya berperan dalam penyediaan data dan informasi kelautan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung operasi kemanusiaan, khususnya pencarian dan pertolongan di laut.

Melalui kemampuan survei dan dukungan data hidro-oseanografi, Pushidrosal terus memperkuat sinergi dengan unsur TNI Angkatan Laut dan instansi terkait guna membantu menciptakan operasi SAR yang terukur, aman, dan efektif.

Kesiapsiagaan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional dalam mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran serta memberikan kontribusi nyata terhadap tugas kemanusiaan di wilayah perairan Indonesia.(disp)

Categories
Megapolitan

Pelni Gelar Latihan, Perkuat Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat 

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) memberikan pembekalan keselamatan dalam kegiatan Workshop Safety Training yang diselenggarakan PT PELNI di atas KM Bukit Raya pada pelayaran rute Jakarta–Kijang tanggal 16-18 September 2026.

Mengusung tema “Kesiapan Awak Kapal dalam Menghadapi Situasi Darurat”, kegiatan vini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi awak kapal dan membangun budaya keselamatan dalam pelayanan angkutan laut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Komisaris Independen PT PELNI Sosialisman Hidayat Hasibuan, Direktur SDM dan Umum PT PELNI Heri Purnomo, serta Kepala DPA QHSSE Capt. Aldrin Dalimunte. Kehadiran jajaran komisaris dan manajemen perusahaan menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan perusahaan dalam pembinaan awak dan peningkatan kesiapan menghadapi keadaan darurat.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman awak kapal terhadap tugas dan tanggung jawab dalam keadaan darurat, sekaligus memperkuat koordinasi antara nakhoda, perwira, dan seluruh awak kapal. Kesiapan tersebut menjadi faktor penting agar tindakan penyelamatan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan tetap mengutamakan keselamatan penumpang.

Direktur Perkapalan dan Kepalautan, Samsuddin, menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan suatu sistem yang tidak terpisahkan. Kapal yang laik membutuhkan awak yang kompeten, peralatan yang andal, prosedur yang jelas dan dukungan manajemen.

“Karena itu, setiap pihak harus memahami tanggung jawabnya dan menjaga kordinasi. Melalui Safety Training ini kita menguji kemampuan seluruh unsur untuk bekerja bersama,” ujar Samsuddin.

Ia menjelaskan, keberadaan peralatan dan prosedur keselamatan harus diikuti kemampuan awak kapal untuk menggunakannya secara benar. Setiap awak perlu memahami lokasi penugasan, jalur komunikasi, serta tindakan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai daftar tugas keadaan darurat atau muster list.

Kesiapan Awak dan Perlindungan Penumpang

Dalam konteks kapal penumpang, kesiapan menghadapi keadaan darurat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menangani sumber bahaya, tetapi juga kemampuan memberikan instruksi yang jelas dan mengarahkan penumpang menuju lokasi aman.

Perhatian perlu diberikan kepada penumpang yang memerlukan bantuan, termasuk anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan penumpang dengan keterbatasan mobilitas.

“Dalam keadaan darurat, setiap awak harus mengetahui apa yang harus dilakukan, kepada siapa melapor, dan bagaimana membantu penumpang. Karena itu, latihan harus menjadi sarana untuk menguji kesiapan nyata, menemukan kekurangan, dan memastikan perbaikannya ditindaklanjuti,” tambah Samsuddin.

Bangun Budaya Keselamatan Berkelanjutan

Penguatan kesiapan awak kapal memerlukan keterlibatan berkelanjutan dari manajemen perusahaan dan jajaran kapal. Pelatihan perlu diikuti evaluasi terhadap pemahaman prosedur, koordinasi personel, kesiapan peralatan, serta kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan latihan.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Perhubungan mendorong penguatan kerja sama antara regulator dan operator dalam membangun budaya keselamatan pelayaran.

“Awak kapal Pelni diharapkan semakin siap menghadapi situasi darurat serta memberikan perlindungan dan pelayanan yang aman bagi seluruh penumpang,” pungkasnya.(***)

Categories
Megapolitan

Hadiri Pelantikan GEMURA, Menpora Erick Thohir: Pemuda Harus Jadi Bagian Penting Masa Depan Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan arah dan masa depan Indonesia. Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton sejarah, tetapi harus menjadi bagian penting dalam membangun bangsa.

Hal itu disampaikan Erick Thohir dalam sambutannya pada acara Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Muda Untuk Rakyat (GEMURA) yang digelar di Hotel Grand Sahid Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Erick mengapresiasi pelaksanaan pelantikan dan Rakernas GEMURA sebagai bagian dari konsolidasi organisasi kepemudaan. Ia berharap organisasi kepemudaan dapat menjadi wadah yang mampu menyatukan berbagai elemen pemuda untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Dalam sambutannya, Erick juga menyinggung semangat persatuan yang telah ditunjukkan para pemuda melalui Sumpah Pemuda 1928.

Menurut dia, generasi muda saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan fondasi yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.

“Senior kalian yang membuat platform negara ini. Pada 1928, mereka menyatukan kita. Kita harus meneruskannya,” ujar Erick.

Ia menilai semangat persatuan Indonesia menjadi sesuatu yang sangat penting di tengah kondisi dunia yang masih menghadapi berbagai konflik dan perpecahan.

Erick mengatakan, Indonesia justru dapat menunjukkan kepada dunia bahwa keberagaman tidak harus menjadi sumber perpecahan. Karena itu, persatuan dan kebersamaan harus terus dijaga, khususnya oleh generasi muda.

Ia kemudian mengajak pemuda untuk melihat persoalan bangsa tidak hanya dari apa yang tampak di permukaan.

Menurut Erick, berbagai persoalan kepemudaan yang muncul saat ini ibarat gunung es. Apa yang terlihat di permukaan hanyalah sebagian kecil dari persoalan yang sebenarnya jauh lebih besar.

“Kalau kita lihat gunung kecil, jangan hanya melihat yang di atas. Di bawahnya ada gejolak yang lebih besar. Apa yang kita lihat hari ini hanya permukaan saja, tetapi problemnya tidak pernah diberikan solusi,” katanya.

Karena itu, Erick menekankan perlunya kebijakan dan program kepemudaan yang benar-benar sesuai dengan kondisi Indonesia. Ia mengingatkan agar berbagai kajian dan pengalaman dari negara lain tidak diterapkan begitu saja tanpa mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan kondisi masyarakat Indonesia.

“Benchmark dari negara lain tidak selalu sesuai dengan konteks kita. Harus diperbaiki dan disesuaikan dengan Indonesia,” ujarnya.

Erick juga menyampaikan bahwa dirinya memiliki perhatian besar terhadap masa depan generasi muda. Ia mengatakan, persoalan pemuda bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan kepentingan bersama karena generasi muda saat ini akan menentukan masa depan bangsa.

“Saya peduli dengan pemuda. Anak-anak saya juga berada pada usia kalian, 22 sampai 26 tahun. Artinya, masa depan anak-anak saya dan semuanya ada di tangan generasi muda,” kata Erick.

Ia berharap GEMURA dapat menjadi salah satu organisasi kepemudaan yang ikut membangun optimisme dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Erick juga mengapresiasi semangat konsolidasi organisasi yang ditunjukkan GEMURA melalui pelantikan pengurus dan Rakernas. Ia berharap momentum tersebut tidak berhenti pada seremoni organisasi, tetapi dilanjutkan dengan program kerja yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jangan membangun pesimisme. Kita harus membangun bangsa ini dengan baik,” tegasnya.

Pelantikan dan Rakernas GEMURA tersebut dihadiri jajaran pengurus dan kader organisasi serta sejumlah tokoh dan undangan. Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus penyusunan agenda kerja organisasi dalam memperkuat peran pemuda dalam kehidupan sosial dan pembangunan nasional.(**)

Categories
Megapolitan

Sinergi Kemenhub, PELNI dan Pelindo Buka Posko Bantuan Peduli Bencana Gempa NTT

Koran Jurnal, Jakarta – Dibawah dukungan Kementerian Perhubungan RI, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo membuka Posko Bersama Bantuan Kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlokasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Posko tersebut menjadi bagian dari kolaborasi untuk memudahkan instansi dan lembaga dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan melalui kapal PELNI.

Kehadiran Posko Bersama ini merupakan bentuk dukungan pemerintah melalui Kementerian Perhubungan atas penugasan kepada PELNI untuk distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana. Posko tersebut menjadi titik penerimaan dan penghimpunan bantuan pengiriman serta barang bantuan yang diangkut dengan menggunakan kapal penumpang PELNI mendapatkan potongan harga 100 persen untuk tarif muatan.

Plh. Kepala KSOP Kelas Utama Tanjung Priok Kurniawan mengatakan bahwa Pemerintah Pusat bersama PELNI dan Pelindo siap memastikan pelaksanaan pengiriman bantuan kemanusiaan ke NTT berjalan lancar.

“Pemerintah memberikan dukungan penuh agar program bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di NTT dapat berjalan dengan baik. Pemberian potongan harga 100 persen untuk tarif muatan barang di kapal penumpang PELNI merupakan bentuk dukungan dalam situasi khusus seperti bencana,” ujar Kurniawan.

Excecutive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Yandri Trisaputra mengatakan, Posko Bersama dibentuk agar berbagai pihak yang ingin membantu dapat menyalurkan bantuan melalui jalur yang terkoordinasi.

“Pelindo bersama KSOP dan PELNI menyiapkan Posko Bersama Bantuan Kemanusiaan di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai bentuk kolaborasi untuk mendukung percepatan penanganan bencana di NTT. Kami mengajak instansi, lembaga, maupun komunitas yang ingin menyalurkan bantuan untuk memanfaatkan posko ini. Pelindo akan mendukung kelancaran proses penerimaan hingga pengiriman bantuan melalui fasilitas dan layanan kepelabuhanan, sehingga bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Yandri.

Kepala Cabang PELNI Jakarta Muhammad Ardiansyah turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, atas dukungan terhadap program pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut.

“Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah dan Kementerian Perhubungan RI yang telah memberikan penugasan melalui pembebasan tarif muatan barang ini untuk meringankan penderitan para korban bencana di NTT. Kami juga mengapresiasi instansi dan lembaga yang telah mempercayakan pengiriman bantuannya melalui kapal PELNI,” ujar Ardiansyah.

Ardiansyah mengajak instansi dan lembaga lainnya yang ingin memanfaatkan fasilitas pengiriman bantuan gratis untuk dapat menyalurkan barang bantuannya melalui Posko Bersama yang bisa ditemukan di Terminal Nusantara Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Adapun kapal berikutnya yang menuju Maumere dari Pelabuhan Tanjung Priok adalah KM Tidar pada 29 Agustus 2026, dengan perkiraan tiba di Maumere pada 2 September 2026. Instansi dan lembaga yang ingin mengirimkan bantuan dapat menyerahkan barang bantuan ke pelabuhan sesuai dengan jadwal tersebut.

Melalui kolaborasi bersama Kementerian Perhubungan, KSOP, Pelindo, serta berbagai instansi dan lembaga, PELNI berkomitmen mendukung kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT melalui konektivitas laut yang dimiliki PELNI.

Sebagai informasi,
PELNI adalah Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini mengoperasikan 84 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 18 kapal rede, 9 kapal tol laut serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam mendukung operasionalnya, PELNI memiliki 43 kantor cabang yang melayani 357 pelabuhan singgah melalui 1.111 ruas pelayaran, serta didukung oleh 306 terminal point yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.(***)

Categories
Megapolitan

Hari Juang Polri Tahun 2026, Perjalanan Pengabdian Lintas Generasi untuk Bangsa dan Negara

Koran Jurnal, Jakarta – Sejumlah para mantan Kapolri, Wakapolri hingga pejabat utama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berkumpul memperingati Hari Juang Polri tahun 2026 di Lapangan Bhayangkara Jakarta, Jum’at (21/8/2026). Momen special tersebut untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian Kepolisian dari masa ke masa.

Tampak hadir, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Jenderal Polisi (Purn) Drs. Roesmanhadi, S.H., M.M., M.H.; Jenderal Polisi (Purn) Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M.; Komjen Pol (Purn) Drs. Adang Daradjatun; Komjen Pol (Purn) Drs. R. Makbul Padmanagara; dan Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, S.H..

Acara juga turut dihadiri, unsur PP Polri dan PKBB serta purnawirawan perwira tinggi Polri yang pernah mengemban amanah dalam berbagai periode kepemimpinan hadir bersama generasi Polri yang saat ini menjalankan tugas.

Kehadiran para senior tersebut membuat Lapangan Bhayangkara seolah menjadi ruang yang mempertemukan perjalanan panjang Polri dalam satu momentum. Para pemimpin dari berbagai masa berdiri bersama jajaran pimpinan dan personel Polri saat ini.

Momen itu bukan sekadar pertemuan para purnawirawan dengan generasi aktif. Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa perjalanan Polri dibangun melalui pengabdian banyak generasi.

Para mantan pimpinan Polri pernah menghadapi tantangan sesuai zamannya. Kini, generasi Polri saat ini menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari dinamika keamanan, perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga tuntutan masyarakat terhadap pelayanan Kepolisian yang semakin baik.

Namun, nilai dasar pengabdian tetap sama: menjaga keamanan, melindungi masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada bangsa dan negara.

Purnatugas Bukan Akhir dari Pengabdian

Kehadiran para senior juga memperlihatkan bahwa purnatugas bukan akhir dari hubungan dengan institusi.

Pengalaman, keteladanan, dan kepedulian terhadap Polri tetap menjadi bagian dari perjalanan keluarga besar Bhayangkara. Para senior yang pernah memimpin institusi kini hadir sebagai saksi perjalanan Polri sekaligus bagian dari sejarah yang terus dikenang.

Suasana tersebut terasa semakin kuat ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan khidmat. Para senior dan personel aktif berada dalam satu lapangan, membawa pengalaman dari masa yang berbeda tetapi dipertemukan oleh institusi dan semangat pengabdian yang sama.

Hari Juang Polri menjadi momentum untuk melihat bahwa sebuah institusi tidak dibangun dalam satu masa. Ada perjalanan panjang, ada pengabdian banyak generasi, dan ada nilai-nilai yang terus dijaga.

Hari Juang Polri yang diperingati setiap 21 Agustus merupakan momentum untuk mengenang perjuangan Polisi Istimewa dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan ini merujuk pada peristiwa Proklamasi Polisi di Surabaya pada 21 Agustus 1945, ketika Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa menyatakan kesetiaan kepada Republik Indonesia dan mengambil sikap untuk berdiri bersama rakyat mempertahankan kemerdekaan. Semangat keberanian, kesetiaan, dan pengabdian yang ditunjukkan para pendahulu tersebut menjadi nilai yang terus diwariskan dan diwujudkan Polri sesuai tantangan pada setiap zaman.

Upacara Hari Juang Polri tahun 2026 digelar di Surabaya dan Jakarta  

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin Upacara Hari Juang Polri di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur.

Surabaya memiliki makna historis karena menjadi tempat Proklamasi Polisi pada 21 Agustus 1945. Jika Surabaya mengajak seluruh insan Bhayangkara menengok kembali akar sejarah perjuangan Polisi, maka Jakarta menghadirkan wajah perjalanan panjang institusi melalui pertemuan para pemimpin dan senior Polri lintas generasi.

Pada hari yang sama, upacara Hari Juang Polri tahun 2026 di Lapangan Bhayangkara Jakarta dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.

Dua lokasi tersebut memiliki pesan yang saling melengkapi: sejarah menjadi sumber nilai, sementara pengabdian hari ini menjadi wujud nyata untuk meneruskan nilai tersebut.

Seluruh Polda Kobarkan Semangat Hari Juang

Semangat Hari Juang Polri Tahun 2026 juga dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polda di Indonesia.

Upacara dan berbagai kegiatan digelar di wilayah masing-masing sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu sekaligus momentum memperkuat komitmen memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Dari pusat hingga daerah, seluruh keluarga besar Polri kembali mengingat bahwa tantangan Kepolisian akan terus berubah. Namun, keberanian, integritas, loyalitas, profesionalisme dan semangat melayani masyarakat harus tetap menjadi bagian dari karakter setiap insan Bhayangkara.

Peringatan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri akhirnya menghadirkan pesan yang sederhana namun kuat.

Para pemimpin boleh datang dari masa yang berbeda. Tantangan boleh berubah. Tetapi semuanya dipertemukan oleh satu sejarah dan satu pengabdian: Polri untuk bangsa dan negara.(***)

Categories
Megapolitan

Kombes Jerrold Jadi Danup Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke 81 RI di Istana

Koran Jurnal, Jakarta – Upacara penurunan Bendera Merah Putih Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana akan segera diselenggarakan. Kali ini, upacara dipimpin Komandan Upacara Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy dari Polri.

Kombes Pol Jerrold merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2003. Pria kelahiran Tomohon Manado, 22 Februari 1979, ini menjabat sebagai Kapolresta Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dalam perjalanan karirnya, ia memulai dari satuan Korbrimob Polri sejak 2004-2009. Kemudian, ia sempat menjabat di beberapa posisi pada Satbrimob Polda Metro Jaya sejak 2010-2017.

Ia kemudian menjalani pendidikan Sespimmen dan kembali ke Korbrimob Polri pada 2018. Kemudian, ia menjadi Kapolsek Kelapa Gading Polda Metro Jaya pada 2019-2020.

Selanjutnya, pada 2020-2021, beliau sempat menjabat sebagai Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya. Ia kemudian dipromosikan ke posisi Kapolres Kubu Raya Polda Kalimantan Barat pada 2021-2022.

Kemudian, ia menjabat sebagai Kapolres Karanganyar Polda Jawa Tengah pada 2022-2024. Lalu, ia dipromosikan kembali sebagai Kabagbinkar Biro SDM Polda Jawa Tengah pada 2024-2025. Hingga akhirnya menjabat sebagai Kapolres Balikpapan sampai saat ini.

Sejumlah prestasi pun telah diraihnya, mulai dari tanda kehormatan dari Presiden, yakni Satyalencana Pengabdian 8 Tahun pada 2015 dan Satyalencana Pengabdian 16 Tahun pada 2021.

Ada juga piagam penghargaan dari Bupati pada 2021dan piagam penghargaan Kapolri pada 2004.

Sebelumnya, ia mengatakan bahwa tugas ini sekaligus menjadi bentuk kehormatan bagi masyarakat Kalimantan Timur. Dengan restu dan dukungan Kapolda Kalimantan Timur, serta penunjukan Wakapolresta sebagai pelaksana tugas harian, Kombes Jerrold memastikan stabilitas keamanan dan pelayanan masyarakat di Kota Balikpapan tetap berjalan optimal.

“Kini tanggung jawab ini bukan lagi sekadar membawa nama Balikpapan, melainkan kehormatan Provinsi Kalimantan Timur di kancah nasional,” ucapnya.(***)