Categories
IPTEK TNI

Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” TNI AL Laksanakan Verifikasi Kondisi Titik Dasar Pulau Terluar di Pulau Yiew, Halmahera

Koran Jurnal, Jakarta – Konstelasi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia (Archipelagic State), yang merupakan gugus kepulauan yang berada diantara Benua Asia dan Australia serta Samudera Pasifik dan Samudera Hindia dan terdiri dari 17.504 pulau besar maupun kecil. Dimana dalam menetapkan garis delimitasi maritime sebagai negara kepulauan, ditetapkan melalui penarikan garis batas dari titik dasar pada pulau-pulau terluar sebagai titik-titik dasar (Base point) penetapan batas wilayah NKRI dengan negara tetangga.

Sehingga dengan demikian, keberadaan pulau terluar memiliki arti yang sangat penting dan strategis dari perspektif kewilayah NKRI. Dimana dari 111 pulau kecil terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, salah satunya adalah Pulau Yiew yang termasuk dalam cakupan area ekspedisi Jala Citra I ‘Aurora” TNI AL.

Pulau Yiew sebagai salah satu pulau terluar di Kepulauan Indonesia, merupakan salah satu pulau yang menjadi referensi titik dasar dalam penetapan batas maritim dengan negara Palau. Adapun Pulau Yiew atau yang juga sering disebut dengan Pulau Jiew secara geografis terletak pada koordinat 0° 43′ 34″ Lintang Utara, 129° 8′ 29″ Bujur Timur, dengan luas daratan sekitar 0,7 km persegi. Pada pulau ini terdapat titik dasar (Base Point) TD-063.

Salah satu kegiatan pada penelitian Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” TNI AL yang saat ini sedang berlangsung, adalah melaksanakan pengukuran (verifikasi) kondisi serta penggambaran titik dasar tersebut sesuai kondisi terkini, yang meliputi kegiatan survei hidro-oseanografi,mulai dari pengukuran batimetri, geodetik, pasang surut, pengukuran garis pantai, dan pemetaan citra satelit batimetri sebagai upaya verifikasi posisi titik dasar di Pulau Yiew, sebagai salah satu titik dasar yang utama dalam penetapan batas maritim antara negara Indonesia dan Palau.

Diharapkan, hasil pengolahan data yang diperoleh dari hasil survei hidro–oseanografi di pulau tersebut melalui ekspedisi Jala Citra I “Aurora”, dapat digunakan dalam mendukung kebutuhan acuan dalam aspek teknis bagi delegasi Pemerintah Indonesia pada perundingan batas maritim RI dengan negara tetangga Palau.

Nama Pulau Yiew pertama kali disebut sebagai nama “Iaw” yang berarti pulau burung karena di pulau ini terdapat burung emas yang disebut “Iaw” oleh masyarakat setempat.

Secara Administratif, Pulau Yiew menjadi bagian dari Propinsi Maluku Utara, dan wilayah desa Gemia meskipun secara fisik pulau ini tidak memiliki penghuni. Adapun komposisi daratan pulau Sebagian besar adalah hutan (sebesar 76% dari luasan total pulau) dan batuan karang.

Secara umum kondisi iklim di perairan Pulau Yiew lebih di dominasi oleh iklim laut tropis, dan iklim musiman, yaitu; iklim Halmahera tengah dan Barat. Musim Utara terjadi pada bulan oktober sampai Maret, yang diselingi angin barat dan pancaroba pada bulan April.

Dari aspek keselamatan navigasi dan pelayaran, pulau ini cukup penting karena pada pulau ini didirikan sarana bantu navigasi dan pelayaran berupa bangunan menara suar jenis bangunan Latis, warna Putih, kondisi nyala, Posisi 0°43’35.22” Lintang Utara, 129°8’17.18” Bujur Timur, sehingga kehadiran peneliti ekspedisi Jala Citra I ‘Aurora” di pulau tersebut juga dapat sekaligus melakukan verifikasi status serta koordinat posisi suar tersebut untuk dicantumkan pada pembaruan data Sarana Bantu dan Navigasi Pelayaran pada Peta Laut Indonesia serta Buku Daftar Suar yang diterbitkan oleh Pushidrosal.

Kedatangan peneliti ekspedisi di Pulau Yiew yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan, 17 Agustus juga mempertebal semangat serta motivasi para peneliti dalam melaksanakan penelitian yang hasilnya dapat menjadi bagian dari kontribusi terhadap tegak dan utuhnya wilayah NKRI serta terwujudnya cita cita Indonesia sebagai poros maritim dunia.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

KSAL Lepas Keberangkatan Ekspedisi Jala Citra I 2021 ‘Aurora’ TNI AL ke Perairan Halmahera

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., didampingi Komandan Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P., para Panglima Kotama TNI AL wilayah Jakarta, pejabat utama Mabes TNI AL, serta pejabat Kementerian dan Lembaga, melepas keberangkatan Ekspedisi Jala Citra I 2021 “Aurora” TNI AL, bertempat di Dermaga Pondok Dayung, Komando Armada (Koarmada) I, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (03/08/2021).

Ekspedisi tersebut dengan menggunakan Kapal Perang RI (KRI) Spica-934 dan akan melakukan tugas penelitian ke perairan Halmahera Maluku.

KSAL mengatakan, Ekspedisi Jala Citra I ‘Aurora’ 2021 ini dilaksanakan dalam rangka memperingati 100 tahun Hari Hidrografi Dunia. Ia juga menyebut kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang digelar Pushidrosal (Pusat Hidro-oseanografi TNI AL) dengan menggandeng para peneliti dari Kementerian, Lembaga dan Universitas bidang hidrografi, geodesi, geologi oseanografi, meteorologi, serta kelautan dan perikanan.

“Ekspedisi Jala Citra I ‘Aurora’ 2021 ini merupakan kolaborasi antar peneliti dan Pushidrosal, peneliti Kementerian/Lembaga terkait dan peneliti dari beberapa universitas nasional,” ujar KSAL.

Lanjut KSAL, para peneliti akan bekerja dan melaksanakan survei serta penelitian guna mengungkap lebih dalam misteri yang ada di laut Halmahera dan sekitarnya, sehingga dapat turut mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Para peneliti akan bekerja melakukan penelitian dengan menggunakan alat survey dan pemetaan yang ada di KRI Spica 934,” tuturnya.

“Dan akan melaksanakan survey dan ekspedisi Aurora 2021 di perairan Halmahera selama 2 bulan, mulai hari ini (03/08) sampai tanggal 03 Oktober 2021. Dengan waktu tersebut diharapkan mendapatkan hasil optimal,” jelas KSAL.

Dia menambahkan, ekspedisi ini merupakan yang pertama dilakukan bersama-sama oleh anak bangsa setelah sekian lama tidak dilakukan.

“Kita memiliki wahana kapal survei hidro-oseanografi sehingga putra-putri Indonesia, para peneliti Indonesia dapat mengungkap ataupun melihat sumber daya maritim kita yang selama ini belum terungkap dengan optimal,” ujar KSAL.

Untuk diketahui, Ekspedisi Jala Citra I 2021 “Aurora” TNI AL dilaksanakan dengan tiga etape. Etape pertama tanggal 13-23 Agustus 2021 dengan membawa 9 peneliti, Etape kedua dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus – 7 September dengan membawa 9 peneliti, sementara etape ketiga dilaksanakan pada tanggal 12-22 September 2021 tanpa peneliti. Ekspedisi ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober ini dilaksanakan menggunakan KRI Spica-934 sebagai wahana penelitian yang merupakan kapal survei TNI AL di bawah komando dari Pushidrosal sebagai wahana penelitian utama. Ekspedisi ini bertujuan untuk meneliti sumber daya alam perairan Halmahera dan Papua, serta diharapkan dapat mengungkap lebih dalam misteri yang ada di laut Halmahera dan perairan Papua.

Melalui Ekspedisi ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan kembali ekspedisi kelautan pada lingkup Nasional lainnya yang dilaksanakan untuk meneliti sumber daya kelautan oleh putra-putri Bangsa Indonesia, seperti Ekspedisi Siboga, Snellius I Serta Snellius II. Sehingga diharapkan, dapat menambah khasanah pengetahuan serta melengkapi inventarisasi potensi sumber daya kelautan serta karakteristik lingkungan laut perairan nasional.

Penelitian ini juga bertujuan untuk melaksanakan pengumpulan data, hidrografi di perairan Halmahera dan sekitarnya, untuk kepentingan pemetaan, keselamatan navigasi dan pelayaran terkait di lokasi yang merupakan pendekat ke pelabuhan-pelabuhan khusus di Halmahera, dimana wilayah perairan pada area tersebut juga memiliki kondisi geologi yang kompleks serta keanekaragaman hayati, sehingga ekspedisi ini juga akan dapat memberikan manfaat yang besar bagi bangsa Indonesia, dan ini diharapkan juga dapat meneliti fenomena aliran pergeseran arus dari Samudra Pasifik ke Laut Banda menuju Samudra Hindia, serta koneksitasnya dengan sistem cuaca dan kandungan mineral bawaan pada kolom air laut.(disp/red)