Categories
Megapolitan

Kombes Jerrold Jadi Danup Penurunan Bendera Merah Putih HUT ke 81 RI di Istana

Koran Jurnal, Jakarta – Upacara penurunan Bendera Merah Putih Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana akan segera diselenggarakan. Kali ini, upacara dipimpin Komandan Upacara Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy dari Polri.

Kombes Pol Jerrold merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2003. Pria kelahiran Tomohon Manado, 22 Februari 1979, ini menjabat sebagai Kapolresta Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dalam perjalanan karirnya, ia memulai dari satuan Korbrimob Polri sejak 2004-2009. Kemudian, ia sempat menjabat di beberapa posisi pada Satbrimob Polda Metro Jaya sejak 2010-2017.

Ia kemudian menjalani pendidikan Sespimmen dan kembali ke Korbrimob Polri pada 2018. Kemudian, ia menjadi Kapolsek Kelapa Gading Polda Metro Jaya pada 2019-2020.

Selanjutnya, pada 2020-2021, beliau sempat menjabat sebagai Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya. Ia kemudian dipromosikan ke posisi Kapolres Kubu Raya Polda Kalimantan Barat pada 2021-2022.

Kemudian, ia menjabat sebagai Kapolres Karanganyar Polda Jawa Tengah pada 2022-2024. Lalu, ia dipromosikan kembali sebagai Kabagbinkar Biro SDM Polda Jawa Tengah pada 2024-2025. Hingga akhirnya menjabat sebagai Kapolres Balikpapan sampai saat ini.

Sejumlah prestasi pun telah diraihnya, mulai dari tanda kehormatan dari Presiden, yakni Satyalencana Pengabdian 8 Tahun pada 2015 dan Satyalencana Pengabdian 16 Tahun pada 2021.

Ada juga piagam penghargaan dari Bupati pada 2021dan piagam penghargaan Kapolri pada 2004.

Sebelumnya, ia mengatakan bahwa tugas ini sekaligus menjadi bentuk kehormatan bagi masyarakat Kalimantan Timur. Dengan restu dan dukungan Kapolda Kalimantan Timur, serta penunjukan Wakapolresta sebagai pelaksana tugas harian, Kombes Jerrold memastikan stabilitas keamanan dan pelayanan masyarakat di Kota Balikpapan tetap berjalan optimal.

“Kini tanggung jawab ini bukan lagi sekadar membawa nama Balikpapan, melainkan kehormatan Provinsi Kalimantan Timur di kancah nasional,” ucapnya.(***)

Categories
Polhukam

Mayjen Edwin: Ribuan Personel Paspampres Siap Amankan Rangkaian Dirgahayu Ke 81 Republik Indonesia 

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayjen TNI Dr. Edwin Adrian Sumantha memimpin Apel Gelar Kesiapan Pasukan Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) VVIP untuk memastikan kesiapan sejumlah 1.147 personel berikut alat utama sistem persenjataan Paspampres yang bertugas mengamankan rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Lapangan Hitam Mako Paspampres, Senin (10/8/2026)

Apel tersebut menjadi tahapan penting untuk menjamin kesiapan seluruh personel, materiil, serta sistem dan perangkat operasional pengamanan VVIP secara optimal dalam rangkaian agenda kenegaraan peringatan HUT RI.

Ribuan personel Paspampres yang diterjunkan ke dalam beberapa Satgaspam yang terdiri dari: Apel Kehormatan dan Renungan Suci (AKRS) sebanyak 151 personel yang bertugas pada 14 Agustus, Sidang DPR/MPR pada 15 Agustus sebanyak 277 personel, dan pada 17 Agustus dalam Upacara Penaikan dan Penurunan Sang Merah Putih sebanyak 294 personel, Acara Pesta Rakyat 205 personel, Tim Paskibraka 70 personel, serta Tim Pasukan Upacara 150 personel.

Kesiapan Satgaspam VVIP tersebut juga didukung oleh berbagai Alutsista termutakhir, materiil dan kendaraan operasional modern yang dimiliki oleh Paspampers, diantaranya meliputi: senapan Caracal dan senapan Dasan, ⁠SS1 V3 Croom, MP 7, berbagai macam pistol (G2 Combat, HK, Glock 17, Glock 19, Glock 43X, dan Sig Sauer), dan senjata Sniper SPR 3 Pindad serta Sniper AW. Selain itu, turut disiapkan satu kendaraan anti-drone Koopsudnas dan satu kendaraan Maung Arteleri Pertahanan Udara.

Kendaraan taktis yang turut disiagakan diantaranya yaitu: kendaraan CBRNE (Chemical, Biological, Radiological, Nuclear, and Explosive), kendaraan jammer, kendaraan kawal G500, kendaraan security G500, kendaraan P2 Komando, kendaraan Maung, serta motor kawal Goldwing.

Gelar Alutsista canggih tersebut sejalan dengan perkembangan karakteristik ancaman terkini yang tidak lagi hanya berupa tindakan fisik secara langsung, tetapi juga telah menggunakan teknologi drone, serangan siber, dan penyebaran informasi yang dapat memicu gangguan keamanan, hingga aksi individu maupun kelompok yang bergerak cepat dan sulit diprediksi. Menurut Mayjen Edwin, pengamanan VVIP harus dilakukan secara preventif dan proaktif dengan mengantisipasi setiap potensi ancaman sejak dini.

“Bagi Paspampres, keberhasilan bukan hanya ketika kita berhasil melumpuhkan ancaman, tetapi ketika ancaman itu sama sekali tidak pernah memiliki kesempatan untuk muncul. Itulah hakikat tugas pengamanan VVIP yang sesungguhnya,” tegasnya.

“Keberhasilan kita sering kali tidak terlihat oleh masyarakat, namun justru di situlah profesionalisme Paspampres diuji. Kita bekerja dalam senyap, penuh kewaspadaan, dengan ketelitian, kecepatan, disiplin, dan koordinasi yang solid,” sambungnya.

Mayjen Edwin juga menekankan bahwa seluruh personel harus memahami bahwa pengamanan rangkaian HUT ke-81 RI merupakan tugas sekaligus amanah mulia untuk menjaga martabat institusi, menjamin keselamatan VVIP sekaligus mengawal kehormatan bangsa dan negara.

“Jadikan setiap langkah pengabdian sebagai kehormatan kita untuk menjaga keselamatan VVIP, menjaga, dan mengawal kehormatan dan martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Lebih lanjut Mayjen Edwin meminta seluruh personel menjaga keimanan dan ketakwaan, mempersiapkan kemampuan fisik, mental, serta teknis, meningkatkan kewaspadaan, dan melaksanakan tugas secara profesional, disiplin, tegas, santun, serta humanis.(penpas)