Categories
TNI

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Motivasi Prajurit Yonif 754 Kostrad 

Koran Jurnal, Timika – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc, melakukan kunjungan kerja ke Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 754/ENK Kostrad di Timika, Papua, Selasa (12/11/2024).

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan di wilayah Papua, dan menjadi momen berharga bagi para prajurit Yonif 754 Kostrad yang dikenal sebagai petarung tangguh di ujung timur Indonesia.

Kedatangan KSAD beserta rombongan disambut penuh semangat oleh seluruh prajurit. Prosesi dimulai dengan laporan Komandan Batalyon Mayor Inf Arief Handoko Usman, dilanjutkan dengan penghormatan jajar serta lorong kehormatan dari para prajurit. Suasana penuh keakraban terasa saat Jenderal TNI Maruli berfoto bersama dan ramah tamah dengan para prajurit di kesatrian Yonif 754/ENK.

Dalam kesempatan ini, Jenderal TNI Maruli memberikan pengarahan kepada prajurit Yonif 754. KSAD menekankan pentingnya disiplin sebagai kunci kemenangan dalam setiap pertempuran.

“Sebagai seorang prajurit, disiplin adalah kunci utama. Siapa yang lebih disiplin, dialah pemenangnya. Kita memiliki peralatan canggih, tetapi hati rakyat adalah hal yang harus kita raih. Jangan bosan disiplin, dekatlah dengan rakyat, dan jangan sakiti mereka yang lemah,” pesan Jenderal Maruli dengan penuh ketegasan.

KSAD juga menyampaikan pesan khusus kepada prajurit Yonif 754/ENK, mengingatkan komitmen mereka kepada bangsa dan negara. “Kita telah berjanji untuk mengabdi. Negara dan bangsa menanti pengabdianmu,” ucapnya.

Kunjungan ini bukan hanya sebagai bentuk perhatian pimpinan terhadap prajurit, tetapi juga sebagai dorongan moril bagi mereka yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di Papua.(pen)

Categories
Militer Nasional Polhukam TNI

KSAD: Tetap Waspada, Kapanpun Dimanapun Teroris Bisa Melakukan Kejahatan!

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengatakan agar warga masyarakat tetap waspada dan meningkatkan keamanan di wilayah masing-masing karena tindakan kejahatan terorisme bisa terjadi dimana saja dan kapan saja.

Hal itu disampaikan KSAD Jenderal TNI Mulyono saat menjawab pertanyaan wartawan terkait situasi keamanan negara beberapa hari ini yang mendapatkan perhatian khusus dari banyak pihak terkait teror bom disejumlah rumah ibadah yang menimbulkan banyak korban.

Ia menambahkan, bahwa kewaspadaan itu perlu karena kejahatan terorisme bisa terjadi dimana mana.

“Terorisme ada dimana-mana. Boleh dikatakan sekarang mereka sedang memegang kendali, memegang inisiatif. Dia (teroris) mau berbuat apa saja bisa, tetapi (posisinya) kan kita tidak tau,” kata KSAD kepada wartawan seusai melaksanakan upacara Penerimaan Kontingen Petembak TNI AD setelah mengikuti lomba tembak Australian Army Skill-At-Arms Meeting (AASAM) 2018, bertempat di Markas Besar TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (14/05/2018).

Dengan adanya kejadian teror bom itu, selain menyampaikan keprihatinan, KSAD mengajak semua pihak dan seluruh komponen bangsa turut berpartisipasi serta ikut mengawasi dan mencegah terjadinya tindakan terorisme.

“Dengan kejadian ini, kita harus mengevaluasi dan harus tetap waspada, kita harus meningkatkan deteksi dini kita, manfaatkan unsur-unsur aparat Intelijen kita, mitra-mitra kita. Tentunya semua masyarakat, karena yang bisa melawan terorisme adalah seluruh komponen bangsa. Yang tau terorisme dimana adalah semua komponen bangsa, bukan hanya kepolisian dan bukan tentara tetapi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu dalam menangani teroris membutuhkan semua komponen bangsa berpartisipasi,” ujar KSAD.

KSAD mengatakan, sebagai alat pertahanan negara dalam menyikapi situasi tersebut, TNI Angkatan Darat tetap berpegang teguh pada tugas pokok Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.

“Situasi ini memang menjadi keprihatinan kita semua. Namun demikian semua operasi, dalam penindakan aturan mainnya ada. Saat ini rekan-rekan kita di Kepolisian sedang melaksanakan (penyelidikan) itu. Kita doakan mudah-mudahan mereka cepat menangani hal itu,” lugas KSAD.

“Sikap TNI, kita akan siap membantu manakala dibutuhkan,” tandasnya menegaskan.(tonmp)

Categories
Nasional Olahraga TNI

KSAD Buka Kejurnas Judo Senior dan Rakernas PJSI Tahun 2017

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono membuka kejuaraan nasional (Kejurnas) Judo Senior di GOR Judo Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Dalam sambutannya, KSAD menyampaikan bahwa Kejurnas Judo Senior 2017 terselenggara berkat dedikasi yang tinggi dari panitia pelaksana dengan tujuan sebagai ajang pemantauan bakat atlet menuju Asean Games 2018 di Jakarta, Sea Games 2019 di Filipina serta sebagai ajang pengumpulan poin menuju PON 2020 di Papua serta sebagai ajang pembinaan yang berkesinambungan.

Kejurnas Judo Senior adalah merupakan program kegiatan Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB-PJSl) tahun 2017. Pelaksanaan Kejurnas dimulai tanggal 16 sampai dengan 18 Desember 2017 dan diikuti oleh 345 orang peserta terdiri dari 200 orang atlet, 29 orang wasit, 40 orang official dan 76 orang panitia.

“Kejurnas Judo Senior 2017 yang digelar selama 3 hari di GOR Judo Kepala Gading Jakarta ini akan mempertandingkan 16 kelas perorangan putra-putri serta kategori sata putra-putri, dimana pertandingan akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan IJF (International Judo Federation) terbaru,” kata KSAD.

Tujuan digelar Kejurnas Judo Senior agar pembinaan dapat terus berkesinambungan dan untuk meningkatkan teknik, fisik dan mental para Pejudo, sekaligus menyiapkan kader Pejudo Indonesia agar siap terjun pada event nasional maupun internasional.

“Bagi peserta kejuaraan ini adalah sebagai ajang tolok ukur pembinaan yang telah dilaksanakan di daerah selama ini. Untuk itu kepada para penjudo yang mengikuti Kejurnas Judo Senior tahun 2017 ini, gunakan dan manfaatkan event ini dengan sebaik-baiknya. Hadirkan diri kalian sebagai atlet-atlet unggulan yang siap mengukir prestasi pada event kejuaraan ini dan masa yang akan datang,” kata KSAD.

Selaku Ketua Umum PJSI, KSAD Jenderal TNI Mulyono menegaskan juga, agar para peserta pejudo dapat bertanding dengan  sportivitas yang tinggi.

“Bertandinglah secara sportif, ksatria dan hindari terjadinya kesalahpahaman yang dapat merusak nama baik dan citra organisasi dimana kalian diwadahi. Patuhi semua ketentuan dan aturan yang sudah disepakati sebelumnya. Biasakan tampil sebagai pejudo yang cerdas serta memiliki sportivitas yang tinggi yaitu penjudo yang berani menerima kemenangan sekaligus juga siap menerima kekalahan,” tegas KSAD.

Bersamaan dengan pelaksanaan Kejurnas Judo Senior 2017, juga digelar rapat kerja nasional (Rakernas) PJSl tahun 2017 yang akan berlangsung pada tanggal 16 dan 17 Desember 2017 di Hotel Sunlike Sunter.

Rakernas akan dihadiri 19 Pengprov PJSl dari 33 Pengprov PJSI yang ada di lndonesia, dengan jumlah 66 orang peserta terdiri dari 38 orang Pengprov, 10 orang pengurus PB PJSl dan 18 orang Panitia.

“Berkenan dengan Kejurnas Judo Senior dan Rakernas PJSI, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pihak-pihak yang mendukung kegiatan ini serta kepada panitia pelaksana yang telah mempersiapkan kegiatan ini. Semoga kegiatan kejurnas dan rakernas PJSI 2017 dapat berjalan dengan lancar dan mampu melahirkan pejudo-pejudo yang handal,” jelas Jenderal TNI Mulyono.

Usai memberikan sambutan, KSAD menyalami para peserta Kejuaraan Judo Senior 2017 yang diikuti dari 18 provinsi di Indonesia.

Pewarta : Anton 

Categories
Daerah Nasional TNI

Hari Juang Kartika ke-72, KSAD: Indonesia Macan Asia Bahkan Dunia, Bukanlah Mimpi

Koranjurnal.co.id, Pekanbaru – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono meyakini bahwa cita-cita menjadikan Indonesia sebagai “Macan” Asia bahkan Dunia, bukan sekedar mimpi melainkan bisa diwujudkan jadi nyata.

Hal ini disampaikan KSAD dalam amanatnya kala menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada upacara peringatan hari jadi TNI AD atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hari Juang Kartika (HJK) ke-72 Tahun 2017, yang secara terpusat digelar di Stadion Kaharudin Nasution Rumbai, Pekanbaru, Provinsi Riau (15/12).

Dalam amanatnya, KSAD menghimbau agar momentum HJK kali ini digunakan oleh seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menggali kembali nilai-nilai luhur budaya bangsa yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia dalam menjaga kemerdekaannya. “Nilai-nilai luhur yang secara pribadi saya menyebutnya sebagai Imunitas Bangsa, yaitu suatu kekebalan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni menghargai perbedaan, semangat untuk bersatu, pantang menyerah dan rela berkorban, patriotisme dan percaya diri, kebersamaan dan gotong royong,” ungkap KSAD.

Jenderal TNI Mulyono juga mengungkapkan bahwa secara internal, TNI AD terus berupaya meningkatkan kemampuan prajuritnya sehingga menjadi prajurit yang unggul dan profesional. Diantaranya melalui proses rekrutmen, pendidikan dan pelatihan serta penugasan yang baik. Saat ini, komitmen tersebut telah mengantarkan TNI pada peringkat ke-14 dunia dan peringkat pertama di Asia Tenggara dalam daftar kekuatan tempur dunia yang dikeluarkan oleh Global Fire Power (GFP) 2017. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan negara yang dilakukan oleh pemerintah telah mendorong TNI sebagai kekuatan yang diperhitungkan dunia.

“Hal ini sejalan dengan visi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk mewujudkan TNI yang profesional dan modern serta memiliki kemampuan proyeksi regional serta komitmen global. Dengan didukung komitmen yang kuat antara TNI, pemerintah, rakyat dan komponen Bangsa lainnya, maka cita-cita menjadikan Indonesia sebagai “Macan” Asia bahkan Dunia, yang disegani kawan dan ditakuti lawan, bukanlah mimpi belaka,” tegas KSAD.

Hari Juang Kartika merupakan peringatan peristiwa bersejarah perjuangan para pendahulu TNI Angkatan Darat bersama rakyat, melawan musuh yang ingin menjajah kembali Indonesia di kota Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945 (72 tahun silam). Momentum itulah yang kemudian diperingati Angkatan Darat setiap tahunnya sebagai cikal bakal dari lahirnya TNI Angkatan Darat.

Upacara HJK 2017 terpusat di Pekanbaru diikuti oleh jajaran TNI AD, Forkopimda Provinsi Riau dan masyarakat umum serta dihadiri Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. Adapun tema yang diangkat tahun ini yaitu “Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Kuat”. Tema tersebut mengandung simbol kemanunggalan TNI dan rakyat Indonesia yang semakin tidak terpisahkan pada peristiwa Palagan Ambarawa.

Dari tema tersebut, diharapkan hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka namun lebih dari itu. TNI AD yang dilahirkan dari rakyat akan senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, dan sebaliknya, rakyat adalah pendukung dan penguat perjuangan TNI AD dalam setiap tugas yang diemban.

Tahun ini, peringatan HJK secara nasional dipusatkan di Korem 031/Wira Bima, Kodam I/Bukit Barisan dengan melibatkan masyarakat umum untuk berpartisipasi mengikuti upacara. Usai upacara, TNI AD juga menggelar rangkaian kegiatan seperti pertunjukan drama kolosal oleh gabungan para pelajar Riau dan prajurit TNI AD yang menceritakan perjuangan Pahlawan Tuanku Tambusai dalam perjuangannya melawan belanda di Rukan Hulu, Riau pada abad ke 19.

Selain itu, beberapa atraksi seperti aksi terjun bebas (Free Fall) 72 prajurit peterjun yang berasal dari Kopassus dan Kostrad serta demonstrasi beladiri Yong Modoo yang diperagakan para prajurit TNI AD dari berbagai satuan, juga turut menyemarakkan acara peringatan HJK 2017. Setelah atraksi, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial seperti donor darah, khitanan massal, operasi katarak, pengobatan massal dan pemberian santunan kepada warakawuri (istri dari prajurit yang telah meninggal dunia), para veteran dan pejuang, kemudian ditutup dengan acara syukuran dan hiburan rakyat.

Selain terpusat, peringatan HJK 2017 juga diselenggarakan secara tersebar dan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Disamping kegiatan upacara, masing-masing satuan TNI AD di wilayah melaksanakan kegiatan syukuran, ziarah, doa bersama, karya bakti dan lomba lari 10 kilometer yang dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan 67.328 orang dari berbagai kalangan.

Kegiatan bakti sosial juga demikian, dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dengan total pembagian Sembako sejumlah 27.152 paket, santunan kepada 2.976 orang Veteran dan Warakawuri, donor darah sejumlah 20.460 orang, khitanan massal sejumlah 2.486 orang, operasi bibir sumbing sejumlah 247 orang, operasi katarak sejumlah 2.668 orang dan pengobatan massal sejumlah 19.262 orang.

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Militer Nasional Polhukam TNI

Panglima TNI Buka Rapat Paripurna TMMD Ke-38 Tahun 2017

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto membuka Rapat Paripurna Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-38 tahun 2017 yang digelar di Balai Sudirman, Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).

Panglima TNI dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksamana Madya TNI Dr. Didit Herdiawan Ashaf, M.P.A., M.B.A. menyampaikan bahwa rapat paripurna TMMD bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan sebelumnya.

TMMD dilaksanakan sejak 1980. Dulu dikenal dengan ABRI Masuk Desa atau AMD.

“Pendampingan desa telah dilaksanakan sejak tahun 1980 dan dilaksanakan di seluruh wilayah untuk percepatan pembangunan nasional di daerah terpencil, terbelakang dan daerah perbatasan serta termasuk di dalamnya yang terkena musibah bencana,” kata Panglima TNI.

“TMMD bukan hanya program TNI semata melainkan merupakan program lintas sektoral antara TNI dan Kementerian yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama sama dengan rakyat,” jelas Panglima TNI.

Penyelenggaraan TMMD dilakukan melalui proses perencanaan yang matang yang mengutamakan aspirasi dari bawah sehingga dapat mewakili kepentingan masyarakat di daerah, dimana sasaran secara komprehensif dan terintegrasi direncanakan.

“Sehingga perencanaannya nanti bisa lebih matang di tahun-tahun mendatang. Dan setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat diketahui sejauh mana keberhasilan yang telah dilaksanakan,” kata Panglima TNI.

“TMMD yang dilaksanakan ini juga merupakan perwujudan dari program nawacita bapak Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari pinggiran,” tambahnya.

“Dengan ini pelaksanaan rapat paripurna TMMD Tahun 2017, secara resmi dibuka,” kata Didik menyampaikan.

Rapat paripurna dengan mengusung tema “Manunggal Bersama Membangun Desa” dihadiri KSAD (Kepala Staf TNI Angkatan Darat) beserta jajaran Pimpinan dan Pejabat Tinggi TNI diantaranya Kodam, Korem, Kodim, dan jajaran pejabat Kementerian serta Kepala Daerah Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.

Setelah dibuka rapat paripurna, KSAD Jenderal TNI Mulyono selaku penanggung jawab operasional TMMD dalam laporannya menyampaikan, terima kasih kepada Kementerian RI atas sinergitas yang tercipta selama pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2017.

“TNI berterima kasih kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas sinergitas yang tercipta selama pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2017, serta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang akan bersinergi dalam pelaksanaan teknik Tahun Anggaran 2018,” ucapnya.

Selain ucapan terima kasih kepada kementerian, KSAD juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota yang telah mendukung pelaksanaan program TMMD 2017, khususnya dengan anggaran terbesar seperti Pemerintah Kabupaten Purwakarta yakni dengan anggaran sebesar 11 Milliar lebih, dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Hulu dengan anggaran sebesar 4 Milliar lebih, serta Pemerintah Kota Medan pada TMMD ke-99 dengan anggaran sebesar 2 Milliar lebih.

Lebih lanjut, KSAD mengatakan, mulai tahun 2017, pelaksanaan TMMD yang selama ini dilakukan dua kali dalam setahun akan dilakukan tiga kali dalam setahun. “Dengan demikian memberikan kesempatan yang luas bagi kita untuk senantiasa memanunggal dengan rakyat, serta pemerintah daerah pun dapat dengan leluasa menentukan sasaran. Apalagi TMMD yang selama ini juga dilakukan selama 21 hari akan ditambah menjadi 30 hari sehingga penyelesaian sasaran dapat lebih leluasa lagi dalam menyelesaikannya,”  ungkapnya.

KSAD Jenderal TNI Mulyono juga menyampaikan laporan hasil dan capaian yang dilakukan selama TMMD berlangsung.

“Beberapa pekerjaan secara fisik dalam TMMD adalah rehab jalan sepanjang 455.137 meter. Saluran air, parit 62.684 meter. Rehab dan pembangunan rumah 706 unit. Gorong-gorong sebanyak 147. 239. Pembuatan 165 jembatan, dan penanaman kembali 12.167 pohon,” jelasnya.

Pewarta : Anton 

Categories
Daerah Militer TNI

KSAD Lantik 676 Perwira Muda Angkatan Darat Gelombang II 2017

Koranjurnal.co.id‎, Bandung – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono melantik 676 perwira muda yang telah selesai menjalani pendidikan pembentukan perwira (Diktukpa) reguler  Angkatan Darat gelombang II dan pendidikan pembentukan perwira khusus (Diktukpasus) tahun 2017 di Lapangan Wiradhika Secapaad, Bandung, Rabu (15/11/2017).

Sebelum dilaksanakan Prasetya Perwira oleh KSAD pada hari ini, telah dilaksanakan penutupan pendidikan oleh Komandan Secapaad Brigjen TNI Eka Wiharsa pada hari Minggu (12/11/2017).

676  perwira muda yang dilantaik terdiri dari 380 Secapa reguler yang terdiri  orang  363 perwira pria dan 17 orang Kowad serta 296 perwira muda Diktukpasus TNI AD tahun 2017 yang terdiri dari 294 perwira pria dan 2 orang Kowad. 

Pada Pelantikan Prasetya Perwira ini juga diambil sumpah perwira yang diwakili oleh perwira muda dari masing-masing agama. 

Kasad dalam amanatnya menyampaikan, perwira lulusan Diktukpa dan Diktukpasus TNI AD telah digembleng dalam sebuah pendidikan untuk merubah status dari bintara menjadi perwira. 

“Hari ini kalian telah menyelesaikan pendidikan dan mulai menapakkan langkah awal sebagai Perwira TNI AD yang siap menyongsong tugas menjadi pimpinan di satuan sesuai dengan kecabangan masing-masing. Hal ini tentunya membawa konsekuensi semakin besarnya tuntutan tugas dan tanggung jawab yang akan kalian pikul dibandingkan pada masa-masa sebelumnya,” ujar KSAD‎.

KSAD mengatakan, sebagai perwira muda  harus memiliki semangat juang yang tinggi, jiwa pantang menyerah, rela berkorban, mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi maupun golongan. 

“Sebagai perwira, kalian telah terikat dan harus senantiasa mempedomani etika dan norma “Budhi Bakti Wira Utama” yang pemahamannya telah kalian dapatkan selama pendidikan,” tegas Jenderal TNI Mulyono. 

KSAD mengharapkan kepada para perwira muda yang baru dilantik untuk mampu mengembangkan kepemimpinan lapangan, agar senantiasa dekat dengan anak buah, mampu mengidentifikasi dan merasakan permasalahan yang dihadapi oleh anggota, serta menjalin ikatan bathin yang kuat untuk bersama-sama melaksanakan tugas.

KSAD mengingatkan bahwa kekuatan pemimpin terletak pada prajuritnya. Hindari manajemen ketakutan, sehingga kehadiran pemimpin senantiasa diharapkan oleh anak buah untuk menyelesaikan masalah, bukan justru dihindari karena dianggap menambah masalah.

Pada Prasetya Perwira ini juga diberikan  penghargaan lulusan terbaik Trisakti Wiradhika yang merupakan tiga aspek kemampuan yang meliputi kepribadian, intelektual dan kesamaptaan. Penerima penghargaan Trisakti Wiradhika  Diktukpa reguler  gelombang II diberikan kepada Letda Inf. Edy Sucipto, SE dari kesatuan Kopassus dan Letda Cba (K) Dina dari Kodam XIV/Hasanudin. Sedangkan untuk Diktukpasus, penerima Trisakti Wiradhika diraih oleh Letda Inf. Mokhamad Mokhlis dari Kodam V/Brawijaya.

Usai pelantikan Praseyta Perwira Secapaad, ditampilkan demonstrasi  Genderang Seruling  Caka Wiradhika dan  tarian kolosal  serta pemberian tali asih kepada atlet atletik Angkatan Darat yang berhasil mempertahankan juara umum pada kejuaraan atletik Piala Panglima TNI tahun 2017.

KSAD Jenderal TNI Mulyono juga memberikan pembekalan kepada para perwira yang baru dilantik sebagai bekal untuk bertugas di satuan masing-masing setelah menjalani dasar kecabangan.‎

Pewarta : Anton/disp.

Categories
Daerah Militer Nasional TNI

KSAD Pimpin Sertijab Sepuluh Jabatan Pati TNI AD 

Koranjurnal.co.id, Bandung – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono bertindak selaku Inspektur upacara pada acara serah terima jabatan (Sertijab) sepuluh jabatan Pati (Pejabat Tinggi) diantaranya delapan jabatan strategis dan dua jabatan fungsi organisasi di lingkungan TNI Angkatan Darat, yang dilaksanakan di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung, Selasa (14/11/2017).

Kesepuluh jabatan yang diserahterimakan tersebut meliputi Pangdam III/Siliwangi dari Mayjen TNI Herindra kepada Mayjen TNI Donni Monardo, Pangdam IV/Diponegoro dari Mayjen TNI Tatang Sulaiman Kepada Mayjen TNI Wuryanto, Pangdam V/Brw dari Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A., kepada Mayjen TNI Arif Rahman, M.A.



Selain itu juga diserahterimakan jabatan Pangdam XVI/Ptm dari Mayjen TNI Doni Munardo kepada Mayjen TNI Suko Pranoto, Danpuspenerbad dari Mayjen TNI Suko Pranoto kepada Brigjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H.,

Gubernur Akmil dari Mayjen TNI Arif Rahman, M.A., kepada Brigjen TNI Eko Margiyono, M.A.,
Danpusterad dari Mayjen TNI Hadi Prasojo kepada Mayjen TNI Hartomo, Aspam Kasad dari Mayjen TNI Ilyas Alamsyah kepada Brigjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Aster Kasad dari Mayjen TNI Widagdo H. Sukoco kepada Brigjen TNI Supartodi serta Danpusintelad dari Brigjen TNI Herianto Syahputra S.I.P., M.Si., kepada Kolonel Inf Djaka Budhi Utama, S.Sos.
‎
Dalam amanatnya Kasad mengatakan, pergantian pejabat di lingkungan TNI AD merupakan bagian dari sistem pembinaan organisasi guna pembaruan dan penyegaran pemikiran dalam rangka kemajuan organisasi. 

Tour of Duty dan Tour of Area juga merupakan  proses untuk memberikan pengayaan dan pengalaman serta menjaga kesinambungan kepemimpinan di tubuh TNI AD, yang pelaksanaannya menaati prinsip-prinsip pembinaan personel, yang salah satunya adalah the right man on the right place atau menempatkan personel yang tepat pada jabatan yang tepat.

Rotasi jabatan di lingkungan TNI AD juga menunjukkan bahwa Reformasi Birokrasi TNI AD terus berjalan seiring dengan meningkatnya profesionalitas Sumber Daya Manusia, nilai etika dan budaya kerja, kualitas pelayanan publik, kapasitas dan akuntabilitas kinerja di lingkungan jajaran TNI AD. 

Sebagai Negara yang memiliki posisi geografis yang sangat strategis, kekayaan alam yang sangat besar serta kekuatan ekonomi yang tumbuh semakin besar, Indonesia harus membentengi diri dari berbagai bentuk ancaman yang semakin kompleks. Indonesia memerlukan TNI yang kuat dan profesional dalam membangun Bangsa, serta mampu menangkal setiap bentuk ancaman terhadap keselamatan Bangsa dan keutuhan NKRI. 

Terkait dengan hal tersebut, KSAD menekankan kepada para Pangdam yang baru melaksanakan serah terima untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayahnya masing-masing terhadap berbagai gangguan yang dapat mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI.

“Saya minta agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan di Kotama masing-masing dalam mengelola potensi konflik   yang mungkin terjadi, menyelenggarakan operasi pertahanan dan keamanan Negara matra darat serta pembinaan kemampuan, kekuatan dan gelar kekuatan melaksanakan pembinaan teritorial untuk mendukung tugas pokok TNI AD,” ujar KSAD.

KSAD juga menegaskan bahwa amanah TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI harus dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta dilandasi oleh kemauan yang kuat untuk berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas dalam menjalankankan tugas. Komitmen seperti inilah yang telah menjadikan dan menjaga TNI maupun TNI AD sebagai institusi yang paling dipercaya masyarakat saat ini, sebagaimana hasil survey Litbang Kompas  yang diumumkan tanggal 21 Oktober yang lalu, dimana TNI mendapatkan kepercayaan masyarakat hingga 94%, meningkat dari tahun sebelumnya.

Berkaitan dengan akan digelarnya Pemilihan Kepala Daerah serentak pada tahun 2018, KSAD menegaskan kepada seluruh prajurit TNI untuk tidak terlibat dalam politik praktis.

“Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 34 tentang TNI, saya ingin tegaskan agar sikap netralitas dan memegang teguh ketentuan demokrasi harus dijunjung tinggi. Jangan biarkan prajurit kita, baik perorangan maupun satuan terpengaruh atau dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis, karena TNI hanya mengenal politik Negara,” tegas KSAD.

Pewarta : Anton/disp.