Categories
TNI

Kapal Perang India Berkunjung ke Jakarta, Ini yang Dibicarakan

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka menjaga hubungan bilateral yang telah terjalin sejak lama antar TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Angkatan Laut India, Asisten Operasi (Asops) Kasa, Laksamana Muda TNI Denih Hendrata mewakili Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali hadir di First Training Squadron Indian Navy pada kegiatan diplomatik Dinner Reception AL India di Geladak Kapal Perang Angkatan Laut India INS TIR (A86) dan di atas Kapal Coast Guard India ICGS Sarathi (14) yang tengah sandar di Dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (12/10/2023).

Kepala Staf TNI Angkatan Laut dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Laksamana Muda TNI Denih Hendrata menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste Mr. Shri Sandeep Chakravorty, Vice Admiral Hampiholi, dan Atase Pertahanan India untuk Indonesia Captain Shiv Kumar, sehingga terlaksananya kunjungan ini serta dapat memberikan kesempatan untuk saling belajar dan berbagi pengetahuan yang akan semakin meningkatkan kerja sama dibidang kemaritiman oleh Angkatan Laut kedua negara.

“Acara ini telah membawa serta harapan dan ekspektasi baru untuk meningkatkan kerja sama di masa mendatang. Saat kita bertukar pengalaman, cerita, dan budaya, semoga kita semakin dekat satu sama lain dan memperkuat ikatan yang selama ini telah terjalin dengan baik”, ungkap Kasal.

Kehadiran Angkatan Laut India di Jakarta dalam misi First Training Squadron Indian Navy, merupakan program yang bertujuan untuk memperkenalkan para perwira India yang menjadi peserta pelatihan untuk beroperasi di perairan internasional dan berinteraksi dengan angkatan laut berbagai negara, sekaligus untuk memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama luar negerinya.(disp)

Categories
TNI

Dua Kapal Perang TNI AL Disambut Hangat di Cebu Filipina

Koran Jurnal, Cebu – TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan dua kapal perang yaitu KRI Sampari-628 (KRI SPR-628) dan KRI HIU-634 yang tergabung dalam Satuan Tugas (satgas) Latihan Bersama (Latma) Maritime Training Activity (MTA) Philindo Tahun 2023. Setelah berlayar selama tiga hari sejak bertolak dari dermaga Mamburungan-Tarakan, Satgas Latma MTA Philindo 2023 akhirnya tiba di Cebu, Filipina, Minggu (24/9/2023).

Kedatangan dua kapal perang TNI AL tersebut disambut hangat dan dikawal oleh unsur Philippines Navy yaitu BRP Tinangag (PG903) & Sea Riders dari Naval Special Operations Unit (NAVSOU).

Kolonel Laut (P) Didik Kusyanto selaku Dansatgas beserta Komandan KRI SPR-628 Letkol Laut (P) Bekti Setiarso dan Komandan KRI HIU-634 Mayor Laut (P) Agung Susetio disambut baik oleh Angkatan Laut Filipina yaitu Navy Captain Raul A Regis (PN) Deputy CDR NFC dan CDR NTF50, serta Athan Manila Kolonel Laut (T) Bambang Wijanarko di Dermaga Captain Veloso Pier, Naval Base Rafael Ramos, Cebu, Filipina.

Dalam kesempatan tersebut Dansatgas mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas ucapan selamat datang dan sambutan baik dari pihak Philippines Navy maupun Athan Manila.

Seperti diketahui, pelaksanaan Latma MTA Philindo-23 ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas prajurit TNI AL dan Philippine Navy, dalam bidang kerjasama, kesepahaman dan hubungan militer antara kedua negara dalam bidang latihan Naval Warfare dan Maritime Interdiction Operations (MIO).

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit TNI AL untuk terus memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan dan menjaga nama baik TNI AL dan Bangsa Indonesia, dalam hal ini keterlibatan TNI AL dalam ajang internasional yaitu Latihan Bersama Maritime Training Activity Philindo Tahun 2023.(disp)

Categories
TNI

Kapal Perang Canggih Buru Ranjau Milik TNI AL Segera Masuk Tanah Air

Koran Jurnal, Jakarta – Dua unit Kapal Perang Republik Indonesia yang dibangun di Galangan Kapal Jerman yaitu KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 saat ini berada di tengah pelayaran menuju tanah air, Sabtu (24/06). Keduanya berlayar dari Jerman dengan menggunakan transporter ship pada Jum’at 23 Juni kemarin.

Kedua KRI tersebut dibangun di Galangan Abeking & Resmussen, Lamwerder, Bremen, Jerman. Kapal buru ranjau berjenis Mine Counter Meassure Vessel (MCMV) yang dinamakan dengan nama-nama pulau di Provinsi Papua ini mampu bekerja baik di laut dangkal maupun laut dalam. KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 memiliki dimensi panjang 61,4 meter dan lebar 11,1 meter. Keduanya memiliki beberapa kecanggihan karena dilengkapi dengan teknologi peperangan ranjau modern.

Kedua KRI ini menggunakan bahan baja non-magnetik dan memiliki degaussing system, yakni sistem untuk mengurangi kemagnetan kapal, serta dilengkapi penggerak motor elektrik untuk mengurangi tingkat kebisingan.

Kapal Perang ini dilengkapi peralatan sonar terbaru yang mampu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak di bawah air, memiliki perangkap ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk identifikasi dan netralisasi ranjau, AUV (Autonomous Underwater Vehicle) untuk membantu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air. Selain itu, keduanya juga dilengkapi dengan USV (Unmanned Surface Vessel), yakni kapal tanpa awak untuk pemburuan dan penyapuan ranjau.

Disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Jerman bahwa, tujuan dari pengadaan kedua KRI tersebut tak lepas karena masih banyaknya ranjau laut peninggalan perang dunia kedua.

”Keduanya bertugas untuk menjaga perairan Indonesia agar tetap aman, bebas dari gangguan serta ancaman senjata bawah air terutama ranjau. Selain itu kapal canggih ini juga akan dioperasikan untuk membersihkan perairan Indonesia yang masih memiliki potensi bahaya ranjau,” tegas Laksamana TNI Muhammad Ali.(disp)

Categories
TNI

TNI AL Kirimkan Tiga Kapal Perang Karya Anak Bangsa di IMDEX 2023

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengirimkan 3 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dalam ajang International Maritime Defence Exhibition & Conference (IMDEX) Asia 2023 yang ke – 13 yang akan diselenggarakan pada tanggal 3-5 Mei 2023 di Changi Exhibition Centre (CEC) & Changi Naval Base (CNB), Singapura.

Tiga KRI yang diikutsertakan pada ajang IMDEX Asia 2023 tersebut adalah kapal jenis Bantu Rumah Sakit (BRS) KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992, kapal jenis Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Halasan-630 dan kapal jenis Perusak Kawal Rudal (PKR) KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang tolak dari Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Selasa kemarin (02/05/2023).

IMDEX Asia 2023 merupakan kegiatan pameran kemaritiman dan pertahanan yang melibatkan puluhan negara sekaligus perusahaan multinasional yang bergerak dibidang teknologi pertahanan maupun keamanan untuk menunjukkan dan menawarkan produk terbaru unggulannya.

Keikutsertaan kapal perang dari Indonesia dalam IMDEX Asia 2023 di Singapura merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas diplomasi TNI AL dalam rangka mendukung kebijakan luar negeri dan juga untuk meningkatkan hubungan kerja sama antar negara di Asia Pasifik.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai media untuk mempromosikan dan menunjukkan alutsista produk industri strategis nasional kepada masyarakat dunia serta untuk menambah pengetahuan, wawasan dan informasi mengenai perkembangan teknologi maritim terbaru. IMDEX 2023 juga menjadi ajang diplomasi untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Indonesia.

Prajurit dari tiap-tiap KRI akan berkesempatan menampilkan kesenian tradisional Indonesia di antaranya, para prajurit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 akan menampilkan kesenian Reog Ponorogo, Tari Saman, Tari Sinanggar Tulo, Tari Perang dan pencak silat. Prajurit KRI Halasan-630 akan menampilkan Tari Gaba-gaba dari Maluku. Sedangkan prajurit KRI I Gusti Ngurah Rai akan menampilkan kesenian Tari Dayak dan Tari Kecak.

Keikutsertaan TNI AL pada ajang IMDEX Asia 2023 ini merupakan misi diplomasi TNI AL, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menekankan kepada semua jajaran TNI AL untuk terus meningkatkan peran diplomasi dan mempromosikan produk dalam negeri ke dunia luar dan mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri untuk menumbuhkan kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan peralatan pertahanan dan meningkatkan peran Indonesia dalam rantai suplai global.(disp)

Categories
TNI

TNI AL Akan Memiliki Kapal Penyapu Ranjau Tercanggih

Koran Jurnal, Jakarta – Tim Operational Requirement (Opsreq) TNI Angkatan Laut (TNI AL) dipimpin Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasal Laksma TNI Retiono Kunto selaku ketua tim delegasi monitoring Opsreq melaksanakan peninjauan 2 (dua) Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) terbaru Kapal perang berjenis MCMV MHV 60 di Galangan Abeking Rasmussen, Bremen, Jerman, Senin (03/10/2022) lalu. Kapal perang ini dipesan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) sejak tahun 2020 silam.

Setibanya di Bremen, kedatangan rombongan Ketua tim delegasi monitoring dan tim disambut oleh Dansatgas Yekda MCMV MHV 60 Kolonel Laut (P) Oky I.Z. Dipura beserta para staf. Dalam kesempatan tersebut pula disampaikan paparan terkait kemajuan pembangunan kapal oleh Dansatgas dan dilanjutkan dengan peninjauan Kapal MCMV MHV 60 di Galangan Abeking Rasmussen.

Tujuan kegiatan monitoring Opsreq untuk memberikan gambaran dan laporan tertulis kepada pimpinan TNI AL tentang pembangunan Kapal Perang sesuai dengan Opsreq yang diharapkan persyaratannya menjadi pedoman terhadap operasional Alpalhankam guna terwujudnya kesiapan operasional satuan dalam rangka menjamin keberhasilan pelaksanaan tugas TNI.

Pada tahun 2020, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan memesan 2 (dua) unit kapal perang jenis MCMV MHV 60 di Galangan Abeking Rasmussen Jerman. Proses pembangunan alutsista TNI Angkatan Laut pada medio Oktober 2022. Diharapkan pembangunan dua kapal perang jenis MCMV dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

Kapal perang jenis MCMV merupakan kapal perang jenis Buru atau Penyapu Ranjau yang dibuat di Galangan Abeking Rasmussen. Adapun fungsi asasi Kapal MCMV yang diemban yaitu guna melaksanakan pemburuan ranjau dengan cara deteksi, klasifikasi, identifikasi sasaran bawah permukaan yang menyerupai ranjau dan menghancurkan atau menetralisasi ranjau dengan sarana yang ada. Selain itu, kehebatan lain Kapal MCMV memiliki fungsi tambahan sebagai kapal survei alur dan kontur bawah air dan Search and Rescue (SAR) terbatas.

Dalam berbagai kesempatan KSAL menyampaikan pembangunan dan pengadaan kapal mengandung dua makna penting, pertama merupakan bagian dari perencanaan pembangunan kekuatan sekaligus realisasi dari program prioritas pimpinan TNI AL, yaitu modernisasi Alutsista serta upaya pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI AL.(disp)

Categories
Militer TNI

Buktikan Kesungguhan Modernisasi Alutsista, TNI AL Tambah Lagi Dua Kapal PC 60

Koran Jurnal, Jakarta – Keberhasilan pembangunan dua kapal PC 60 yaitu KRI Dorang-874 dan KRI Bawal-875 kembali menjadi bukti kesungguhan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam melaksanakan modernisasi Alutsista sekaligus mendukung program pemerintah menuju kemandirian industri pertahanan.

Demikian disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono mewakili Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, saat meresmikan dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) tipe Patroli Cepat (PC) 60 yaitu KRI Dorang-874 dan KRI Bawal-875 masuk ke Jajaran TNI Angkatan Laut sekaligus mengukuhkan Komandan yang mengawaki kedua kapal tersebut di Dermaga Marina Batavia, Jakarta Utara, Rabu (31/08/2022).

Upacara Peresmian dan Pengukuhan Komandan KRI Dorang-874 dan KRI Bawal-875 antara lain diisi dengan pembacaan Keputusan Kasal tentang peresmian KRI dan pernyataan peresmian KRI oleh Inspektur Upacara. Selanjutnya dilaksanakan pembacaan Keputusan Kasal tentang pengukuhan Komandan KRI, pengambilan Sumpah Jabatan, pemasangan tanda pangkat dan tanda jabatan, penandatanganan Pakta Integritas dan laporan resmi pengukuhan Komandan KRI.

Dikukuhkan sebagai Komandan KRI Dorang – 874 adalah Mayor Laut (P) Ardita Yudha Prawira, S.H., M.Tr.Opsla dan sebagai Komandan KRI Bawal – 875 adalah Mayor Laut (P) Ary Mahayasa, S.T. Keduanya merupakan alumni Akademi Angkatan Laut angkatan 50.

Sebelumnya di lokasi yang sama telah dilaksanakan acara serah terima KRI Dorang-874 dan KRI Bawal-875 dengan melakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima, dilanjutkan serah terima dari Direktur PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) kepada Kadisadal, dari Kadisadal kepada Aslog Kasal, dan dari Aslog Kasal kepada Pangkoarmada III.

Kasal dalam sambutannya yang dibacakan Wakasal mengatakan bahwa sesuai dengan fungsi asasinya, dua unit Kapal PC 60 ini dapat melaksanakan peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti udara, serta melaksanakan patroli keamanan laut dan tugas operasi tambahan lain seperti operasi SAR.

Lebih lanjut disampaikan, pemberian nama Dorang dan Bawal pada kedua kapal itu didasari filosofi bahwa ikan tersebut hidup di bagian pesisir laut Indonesia, jenis ikan ini hidup secara berkelompok sebagai cara bertahan, serta mampu bergerak cepat dan lincah dengan harapan KRI dan seluruh prajuritnya mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pengawal samudera yang tangkas dan handal.

Kedua kapal buatan dalam negeri tersebut akan memperkuat unsur tempur Koarmada III dengan penempatan KRI Dorang-874 di Lantamal X Ambon dan KRI Bawal-875 di Lantamal XIV Sorong. Kapal tersebut memiliki spesifikasi sebagai berikut: memiliki panjang total 60 m, lebar 8,5 m, displacement 520 ton (Full Load), akomodasi 55 personel, kecepatan maksimal 24 knots, saat dilaksanakan sea trial mencapai kecepatan 26,8 knots dan diperkuat dengan senjata 1 pucuk Meriam 40 MM Boffors dan 2 pucuk Mitraliur 12,7 MM.(disp)

Categories
TNI

KSAL Laksamana Yudo Margono Resmikan Kapal Perang Jenis AT 7 – KRI Teluk Calang- 524

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono meresmikan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Jenis Angkut Tank (AT)-7 KRI Teluk Calang-524 sekaligus mengukuhkan jabatan Komandan KRI Teluk Calang-524 bertempat di Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) 2 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/8/2022).

Prosesi serah terima kapal dilakukan dari Direktur Utama PT. Daya Radar Utama (DRU) John Wijanarko kepada Kepala Dinas Pengadaan TNI Angkatan Laut (Kadisadal) Laksamana Pertama TNI Maman Rohman. Selanjutnya dari Kadisadal menyerahkan kepada Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksamana Muda TNI Puguh Santoso. Kemudian Aslog Kasal menyerahkan kepada Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Agus Hariadi.

Selain delivery dan peresmian, Laksamana TNI Yudo Margono juga  mengukuhkan Letkol Laut (P) Bagus Waluya, M.Tr. Opsla yang merupakan Alumni Akademi Angkatan Laut (AAL) ke 47 sebagai komandan pertama KRI Teluk Calang-524.

Laksamana Yudo dalam sambutannya menyampaikan bahwa, KRI Teluk Calang-524 adalah kapal ketujuh dari kelas Teluk Bintuni. Teluk Calang sendiri diambil dari nama sebuah teluk di Aceh Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam. Sejak hari ini KRI Teluk Calang-524 secara resmi masuk dalam jajaran TNI Angkatan Laut dan selanjutnya akan ditugaskan untuk memperkuat Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) 1 Jakarta.

Menurut KSAL, pembangunan kapal ini mengandung dua makna penting, pertama merupakan bagian dari perencanaan pembangunan kekuatan TNI Angkatan Laut, sekaligus realisasi dari program prioritas pimpinan TNI Angkatan Laut, yaitu modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) serta upaya pemenuhan kebutuhan alutsista TNI AL.

Sedangkan yang kedua, pembangunan kapal di galangan dalam negeri adalah wujud dari komitmen pimpinan TNI Angkatan Laut untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah, yaitu peningkatan penggunaan produksi dalam negeri serta kemandirian industri pertahanan sebagaimana selalu ditekankan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo dalam berbagai kesempatan.

Kasal dalam kesempatan itu juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada PT. DRU, Satgas, dan semua pihak yang berkontribusi langsung maupun tidak langsung dalam pembangunan kapal tersebut.

“Semoga tekad, komitmen dan upaya kita bersama dapat terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri pertahanan dalam negeri, khususnya industri pertahanan matra laut, sehingga kualitas produksi akan semakin baik dan pada akhirnya kemandirian industri pertahanan dapat dicapai sesuai cita-cita kita semua,” harap Laksamana Yudo di akhir amanatnya.

KRI Teluk Calang-524 memiliki panjang 120 meter, lebar 18 meter, draft 3 meter (full load) dengan bobot 4.508 ton. Kapal tersebut memiliki kecepatan maksimum 16 knots, kecepatan jelajah 14,8 knots dan kecepatan ekonomis 13,6 knots. Kapal ini memiliki kemampuan jelajah mencapai 7200 nautical miles, serta dilengkapi persenjataan 2 x Mer 40 mm dan 2 x Mer 12,7 mm. KRI Teluk Calang-524 dapat mengangkut 10 unit tank leopard, 1 unit panser 2 AVBL, 1 unit transporter, dan 2 unit helikopter. Kapal ini  bisa menampung 361 prajurit, 120 personel anak buah kapal (ABK) dan 6 kru Helly.

KRI Teluk Calang-524 merupakan Kapal Angkut Tank yang dipesan oleh TNI Angkatan Laut di Galangan PT. Daya Radar Utama (DRU) Lampung. Dua unit kapal dengan jenis yang sama yakni KRI Teluk Youtefa-522 dan KRI Teluk Palu-523 sebelumnya telah diresmikan dan saat ini telah bertugas di Kolinlamil.

Acara peresmian ini juga dihadiri Anggota Komisi 1 DPR RI Nurul Arifin, Ketum Jalasenastri Ny Vero Yudo Margono, Pangkotama TNI AL Wilayah Jakarta dan para pejabat lainnya.(disp)