Categories
TNI

“Special Mission Combat Boat” Karya Anak Bangsa Perkuat TNI Angkatan Laut 

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali diperkuat oleh Alutsista karya anak bangsa, kali ini 1 unit Special Mission Combat Boat yaitu Patkamla Yapero III – 11 – 17 karya industri anak bangsa yaitu P.T. Tesco Indomaritim secara resmi masuk ke jajaran TNI AL dalam acara Delivery Ceremony yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, bertempat di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Rabu (25/10/2023).

Penggunaan nama Yapero sendiri diambil dari nama pulau yang berada di Kampung Otakwa, distrik Mimika Timur Jauh, Papua. Kegiatan diresmikan secara simbolis dengan pemotongan pita, pemecahan kendi dan penekanan tombol sirine sebagai tanda diberikannya nama Patkamla Yapero III – 11 – 17 kepada kapal tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatangan berita acara yang disaksikan langsung oleh Wakasal dan diakhiri dengan uji coba Patkamla Yapero III – 11 – 17 dengan melakukan beberapa manuver di sekitar perairan Pantai Mutiara.

Wakasal dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa ini adalah inovasi karya anak bangsa, yang merupakan produksi dalam negeri, dibuat dengan mempertimbangkan konstelasi geografi Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau dan selat-selat kecil yang menuntut kehadiran kapal-kapal TNI AL. “Nantinya kapal ini akan digunakan di sungai-sungai maupun di selat-selat di wilayah Koarmada III. Kedepan kita rencanakan 11 Patkamla seperti ini akan kita produksi untuk ditempatkan di wilayah jajaran Koarmada III”, ujar Wakasal.

Wakasal menambahkan bahwa, kapal ini memang didesain untuk menghadapi berbagai kerawanan dan penyelundupan yang melalui selat-selat kecil dan pulau-pulau kecil sehingga harapannya dengan adanya kapal ini akan mampu untuk bergerak lebih dinamis dalam melaksanakan kegiatan patroli dan operasi.

Kapal ini juga dikembangkan agar mampu digunakan untuk melaksanakan Gerakan Kapal Ke Pantai (GKK) dalam mendukung operasi amphibi. “Saya yakin kita mampu untuk membangun alutsista yang sesuai untuk kebutuhan yang kita inginkan yang tentunya harus sesuai dengan perkembangan zaman saat ini”, ungkap Wakasal.

Special Mission Combat Boat ini akan di distribusikan ke Koarmada III dibawah jajaran Lantamal XI Merauke. Kapal ini memiliki panjang 18,30 meter dengan lebar 4,2 meter, kendaraan tersebut memiliki kecepatan maksimal 35 knot, kecepatan jelajah 30 knot, serta kecepatan ekonomis 15 knot. Memiliki kapasitas fuel tank 3.600 Liter, dengan kapasitas fress water tank 300 liter. Dilengkapi akomodasi untuk 7 crew dan ditambah dengan akomodasi untuk 14 pasukan.

Boat ini memiliki sistem navigasi Radar Furuno type 1835, Magnetic Compas Voyager, dan Echo Sounder Furuno type FCV-688. Selain itu boat ini juga dilengkapi dengan persenjataan satu senjata kaliber 12,7 mm, serta dua senjata kaliber 7,62 mm. Special Mission Combat Boat memiliki fungsi asasi untuk melaksanakan pengejaran, penangkapan dan penyelidikan seperti operasi keamanan laut, peperangan khusus anti teror aspek laut dan kegiatan infiltrasi melalui laut serta di design untuk mampu melaksanakan Search and Rescue (SAR).

Special Mission Combat Boat ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 45%. Kapal ini dapat bermanuver berbelok dengan tiba-tiba dan bermanuver zig-zag, karena memang dirancang untuk melaksanakan patroli dan pengejaran kapal-kapal pelaku tindak illegal. Pengadaan kapal Special Mission Combat Boat karya anak bangsa tersebut, merupakan salah satu implementasi dari komitmen TNI AL dalam mendukung Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Hal ini akan mendorong pertumbuhan industri pertahanan dalam negeri serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Selain itu, P3DN juga akan membantu meningkatkan devisa negara karena mengurangi impor barang dan jasa.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali juga menyampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL untuk terus meningkatkan produksi dan penggunaan produk dalam negeri. Tujuannya guna mendukung program pemerintah dalam menjadikan Indonesia yang mandiri serta mewujudkan TNI Angkatan Laut yang profesional, modern, dan tangguh.(disp)

Categories
Ragam TNI

Meriahnya Atraksi TNI AL pada HUT Ke-59 Sulawesi Utara

Koran Jurnal, Manado -TNI Angkatan Laut mempersembahkan sejumlah aksi demonstrasi pada Hari Ulang Tahun ke-59 Sulawesi Utara yang digelar di Pohon Kasih, Kawasan Megamas, Kota Manado, Sabtu (23/9/2023). Atraksi tersebut disambut meriah oleh seluruh warga Ibu Kota Sulawesi Utara yang hadir di tempat acara berlangsung.

Terlihat masyarakat yang hadir sangat terpukau dengan kemahiran para penerbang TNI AL dari Skuadron 200 Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal). Para penerbang ini mempertontonkan aksi pesawat Bonanza G-36 yang bermanuver agresif di atas kota Manado, sontak saja aksi tersebut disambut dengan gemuruh tepuk tangan penonton.

Selain Demonstrasi Udara, puluhan penerjun Prajurit TNI AL dari Komando Pasukan Katak dan Batalyon Intai Amfibi Marinir melayang-layang di udara menunjukkan kebolehannya terjun free fall dengan membawa bendera TN AL dan Bendera Merah Putih.

Tidak ketinggalan Prajurit Marinir TNI AL menunjukkan keterampilan kolone senapan yang merupakan olah gerak kombinasi kekompakan, dan keindahan antara baris berbaris serta memainkan senjata dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) VIII Manado.

Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono yang hadir mewakili Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangganya dapat menunjukkan sebagian kekuatan TNI AL dihadapan Masyarakat Kota Manado pada HUT Sulawesi Utara.

“TNI AL mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun pada Provinsi Sulawesi Utara yang ke-59 tahun, semoga sinergitas yang terjalin antara TNI AL, TNI serta Pemerintah Provinsi yang telah terjalin dengan baik, akan terus semakin meningkat,” tandas Wakasal.

Sehari sebelumnya di tempat yang sama, Wakasal juga berkesempatan untuk membuka kegiatan Kasal Cup Water Sport yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-78 TNI AL dan menyambut Ulang Tahun ke-59 Provinsi Sulawesi Utara.

Bagi Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono Sulawesi Utara khususnya Kota Manado sudah tidak asing lagi, pasalnya orang ke dua di jajaran TNI AL ini merupakan Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado periode 2017 sampai dengan 2018. Hadir dalam kesempatan ini Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Bapak Olly Dondokambey, dan sejumlah pejabat tinggi TNI – POLRI, serta Pemerintah.(disp)

Categories
TNI

Terus Realisasikan P3DN, TNI AL Kembali Dilengkapi Dua Kapal Tunda Buatan Anak Bangsa

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut kembali melaksanakan pembangunan dua Kapal Harbour Tug dimana pembangunannya memanfaatkan Industri Dalam Negeri yaitu PT. Noahtu Shipyard yang merupakan implementasi dari program pemerintah dalam Peningkatan Penggunaaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Delivery kedua Kapal Harbour Tug secara simbolis dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono di Jakarta, Senin (21/8/2023).

Kapal yang diberi nama TD Umsini dan TD Irau, merupakan Kapal Tunda TNI AL yang dirancang untuk memberikan pelayanan pemanduan dan penundaan dalam membantu pergerakan manuver Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) keluar masuk pelabuhan.

Diungkapkan oleh Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono dalam kesempatan tersebut bahwa, dengan tersedianya harbour tug yang mumpuni, akan mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas waktu serta keamanan bernavigasi bagi KRI yang akan lepas sandar di pelabuhan pangkalan TNI AL.

“Disamping itu, pembangunan harbour tug TD Umsini dan TD Irau oleh PT. Noahtu Shipyard merupakan salah satu bukti nyata dari kemandirian industri pertahanan dalam negeri”, tandas Wakasal.

Pembangunannya dilatarbelakangi dengan bertambahnya unsur KRI di Koarmada III, dimana saat ini sudah diperkuat kapal jenis Angkut Tank, Bantu Rumah Sakit dan Patroli, sehingga dibutuhkan adanya kapal tunda. Adapun dua unit kapal Harbour Tug ini nantinya akan ditempatkan di Koarmada III.

Kedua Kapal tersebut memiliki panjang 30 meter, dengan lebar 12 meter, serta tinggi 5,10 meter. Memiliki kecepatan hingga 12 knot dengan endurance hingga 5 hari, serta dilengkapi dengan akomodasi untuk 10 orang personel. Selain sebagai kapal tunda, keduanya juga berfungsi sebagai kapal Search and Resque (SAR) karena dilengkapi dengan Fire Fighting untuk membantu pemadaman serta evakuasi korban di laut.

Sejumlah kemampuan juga dimiliki oleh kapal tersebut diantaranya, Bollard Pull 35 ton, sudut pandang Rumah Kemudi hingga 360˚, pemindahan kapal dan escorting services dengan menggunakan winch yang ada di haluan dan buritan, dilengkapi dengan Sistem Propulsi Azimuth Stern Drive sehingga kapal dapat bermanuver 360˚ diam di tempat.

Kapal ini juga dilengkapi External Fire Fighting System dengan Independent Engine Drive kapasitas 650 m3/jam dengan jangkauan 90 meter untuk penanggulangan kebakaran di laut atau pelabuhan, dan kapal ini memiliki Sistem Oil Dispersant kapasitas tanki 3 m3/jam untuk penanggulangan pencemaran air laut oleh tumpahan minyak di laut.

TNI AL terus berkomitmen untuk melaksanakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), serta mengurangi produk impor. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali baru-baru ini. Langkah ini diambil guna mendukung pemerintah dalam meningkatkan perekonomian, sekaligus sebagai wujud kemandirian bangsa dalam pemenuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dan meningkatkan peran Indonesia dalam rantai suplai global.(disp)

Categories
Uncategorized

Kerjasama TNI AL dan Yayasan Ibnu Sina Peduli, Sukses Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Koran Jurnal, Jakarta – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono mewakili Kepada Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, menerima apresiasi atas kerjasama antara Yayasan Ibnu Sina Peduli dan TNI AL, bertempat di Lobby Gedung R.E Martadinata, Mabesal Cilangkap. Jakarta Timur, Jum’at (16/12/2022).

Dalam kunjungannya tersebut, Yayasan Ibnu Sina Peduli memberikan tanda kasih atas kepercayaan TNI Angkatan Laut dalam berkolaborasi di dua kegiatan besar yaitu bakti sosial di Pulau Tidung dan juga menyalurkan bantuan gempa bumi di Cianjur Jawa Barat beberapa waktu lalu dengan melibatkan personel maupun Alutsista TNI AL.

Adapun bantuan yang disalurkan dari Yayasan Ibnu Sina Peduli yakni, ribuan perlengkapan ibadah, sembako, pakaian layak pakai, keperluan bayi dan wanita, mainan anak, perlengkapan masak, tenda dapur umum, dan beberapa alat transportasi seperti truk, mobil, serta akomodasi yang diperlukan selama pelaksanaan kegiatan pengiriman bantuan ke lokasi gempa Cianjur.

Selain itu, kegiatan bakti sosial kepada masyarakat Pulau Tidung yang bekerjasama dengan Rumah Sakit TNI Angkatan Laut (Rumkital) dr. Mintohardjo berhasil melakukan pengobatan kepada 168 orang, serta khitanan massal sebanyak 10 orang anak.

Wakasal mengapresiasi atas kerjasama yang terjalin serta berharap Yayasan Ibnu Sina Peduli dan TNI Angkatan Laut dapat terus bekerjasama untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan baksos dikemudian hari untuk membantu masyarakat luas yang membutuhkan.

Ketua Umum Yayasan Ibnu Sina Peduli Mellina Alaydroes menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin kepada TNI Angkatan Laut atas kekompakan dalam melaksanakan bakti sosial. Sekaligus menyampaikan laporan kegiatan yang telah berlangsung sebagai komitmen untuk menjalankan semua program bakti sosial dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.

Yayasan Ibnu Sina sendiri merupakan yayasan yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan dimana dalam aktivitas sosialnya berkomitmen untuk menyalurkan bantuan sosial kepada mayarakat yang membutuhkan terutama anak-anak.(disp)

Categories
TNI

Bangun Ketahanan Masyarakat Pesisir, TNI AL Bangun 68 Kampung Bahari Nusantara

Koran Jurnal, Jakarta – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Ahmadi Heri Purwono mewakili Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono meresmikan Kampung Bahari Nusantara (KBN) Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kendari di Desa Ranooha Raya, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Rabu (14/12/2022).

Didampingi oleh Komandan Lanal (Danlanal) Kendari Letkol Laut (P) Abdul Kadir Mulku Zahari dan Forkopimda Propinsi Sultra, Wakasal meresmikan KBN ditandai dengan penekanan tombol dan penandatanganan prasasti KBN Lanal Kendari. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian bantuan 200 paket sembako, bantuan dana untuk pembangunan masjid, bantuan pembangunan sumur bor, bantuan mobil perpustakaan keliling, bantuan laptop dan televisi serta peninjauan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

KSAL dalam amanat yang dibacakan Wakasal mengatakan bahwa melalui program Kampung Bahari Nusantara, TNI Angkatan Laut (TNI AL) bertekad untuk ambil bagian dengan tindakan nyata dalam membina masyarakat pesisir dan kepulauan.

“Melalui program ini, TNI AL membangun kemanunggalan dengan rakyat dalam upaya-upaya memecahkan berbagai permasalahan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir dan kepulauan, khususnya dalam bidang ekonomi, pariwisata, kesehatan, edukasi maupun pertahanan” jelas Wakasal.

Kasal merasa optimis bahwa pembangunan Desa Ranooha sebagai Kampung Bahari Nusantara dapat mendorong perkembangan wilayah setempat menjadi kawasan yang maju, sejahtera, indah, sehat dan dapat berkontribusi terhadap terwujudnya ketahanan nasional yang kuat.

Menurut Kasal KBN bertujuan untuk mensukseskan program ketahanan pangan pemerintah dan mengimplementasikan kegiatan pembinaan kepada masyarakat yang berkaitan dengan potensi maritim dengan harapan dapat membantu pemerintah daerah dalam upaya menyejahterakan masyarakat terutama masyarakat pesisir, yang pada akhirnya akan membangun ketahanan masyarakat secara nasional.

Saat ini total terdapat 68 Kampung Bahari Nusantara yang dibangun tersebar di seluruh Indonesia salah satunya KBN Lanal Kendari. Kehadiran Kampung Bahari Nusantara sesuai dengan program unggulan Kasal dalam rangka membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan kemanunggalan TNI/TNI AL bersama rakyat untuk kepentingan negara.(disp)

Categories
TNI

Wakasal Resmikan Gedung Baru Mako Lanal Kendari 

Koran Jurnal, Kendari – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono meresmikan Markas Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari, Selasa (13/12/2022). Mako Lanal Kendari yang baru ini untuk mendukung kinerja TNI AL yang bertugas di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Saya mewakili Kepala Staf Angkatan Laut, hari ini meresmikan Gedung Markas Komando Lanal Kendari Oputa Yi Koo. Ini merupakan sinergi antara TNI AL dengan pemerintah daerah,” kata Wakasal.

Saat meresmikan gedung baru Mako Lanal Kendari, Wakasal didampingi Gubernur Sultra Ali Mazi. Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari yang baru berada di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Kendari Caddi, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Gedung Mako tersebut dinamakan Oputa Yi Koo yang merupakan salah satu nama Pahlawan Nasional dari Pulau Buton.

Kedatangan Wakasal disambut dengan Jajar kehormatan dan Valreep dilanjutkan dengan tradisi ritual kearifan lokal serta Tarian adat khas Sultra.

Dalam sambutannya, Wakasal menyampaikan bahwa TNI Angkatan Laut mempunyai tugas yang berhubungan dengan maritim. Pertama menjaga kedaulatan wilayah NKRI dan kedua  menjaga keamanan laut.

“Bagi Angkatan Laut tidak akan pernah satu sendok air laut pun lepas dari NKRI, itu moto kami,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara maritim yang sangat luas sehingga dibutuhkan alat untuk melaksanakan pengamanan dengan baik berupa kapal, pesawat terbang, dan pangkalan.

Peresmian Gedung Mako Lanal Kendari dengan luas bangunan 1.288 meter persegi dan fasilitas pangkalan yaitu Dermaga Lanal Kendari dengan Panjang 150 M² ditandai dengan penekanan Tombol Sirine, pembukaan selubung dilanjutkan dengan Penanda Tanganan Prasasti Mako Lanal Kendari, Dermaga Lanal Kendari serta Peresmian Posal Konawe Utara, Posal Torobulu, Posal Kolaka dan Posal Wangi-wangi.

Selain itu dilaksanakan Pengguntingan Pita sebagai tanda peresmian Mako Lanal Kendari yang dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas yang ada.

Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono menyebutkan TNI Angkatan Laut terdiri atas empat hal. Pertama, kapal atau KRI, kedua pesawat udara, ketiga tank marinir, dan keempat pangkalan yang di sebut Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Wakasal menerangkan fungsi pangkalan sangat strategis. yakni untuk bekal ulang satuan-satuan operasi yang melaksanakan kegiatan operasi di wilayahnya. Di samping itu, TNI AL mempunyai tugas melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan.

Peresmian Mako Lanal Kendari ini juga merupakan Salah satu program prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono dalam pembangunan dan peningkatan sarana prasarana TNI AL untuk mendukung pelaksanaan tugas operasi.(disp)

Categories
Industri TNI

Wakasal Tantang PT. CMS Bangun Kapal Hemat Bahan Bakar

Koran Jurnal, Jakarta – Tingginya kebutuhan bahan bakar kapal perang dalam melaksanakan operasi di tengah situasi ekonomi saat ini, membuat Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono menantang Industri Pertahanan Dalam Negeri yaitu PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) untuk dapat menciptakan inovasi dalam membangun kapal perang yang hemat bahan bakar.

Wakasal mengungkapkan sampai dengan saat ini TNI AL hanya mampu menggerakkan 50 kapal, dihitung dari bahan bakar yang disiapkan, dan rata-rata kapal perang dalam melaksanakan operasi membutuhkan sekitar 15-20 ton, sehingga diperkirakan anggaran yang diperlukan cukup besar.

Hal tersebut diungkapkan Wakasal saat pelaksanaan First Steel Cutting dan Keel Laying pembangunan 2 (dua) Kapal Patroli Cepat 60 Meter Multiyears TA. 2022, 2023, dan 2024 di PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten, Jumat (09/12).

Pembangunan kedua kapal ini dipercayakan kepada PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) Banten yang akan diselesaikan selama 26 bulan dimana nantinya kedua kapal ini direncanakan akan memperkuat Koarmada III Sorong.

Keberadaan PT. CMS sebagai salah satu industri pertahanan bidang maritim untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam membangun industri pertahanan dalam negeri.

“Saya kira itu sebuah tantangan demikian juga pesan saya pada teman-teman galangan bahwa, mari sebanyak mungkin kita menggunakan kandungan dalam negeri dalam pembangunan kapal ini mungkin peralatan lainnya seperti peralatan komunikasi, maupun peralatan-peralatan kapal yang bisa dibuat oleh pabrikan-pabrikan di Indonesia,” kata Laksdya Heri.

Sementara itu, Direktur PT. CMS Kriss Pramono menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada PT. CMS untuk membangun kembali 2 Kapal Patroli Cepat 60 M yang ke 10 dan 11. “Saya juga berharap semoga kedepan PT. CMS diberi kepercayaan untuk membangun kapal Kombatan yang dilengkapi dengan CMS”, harapnya.

Kedua kapal patrol cepat ini memiliki spesifikasi panjang seluruh (LOA) 61.20 meter, lebar 8,50 meter, tinggi 4,95, kecepatan penuh 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot, kecepatan ekonomis 15 knot, akomodasi untuk 50 ABK dan 5 cadangan. Kapal patroli cepat ini juga dilengkapi dengan persenjataan Meriam 40 mm, serta dilengkapi Firing Control System dan Meriam kaliber ringan 12,7 mm.(disp)

Categories
TNI

Wakasal Laksdya Ahmadi Heri Purwono Sambut Kedatangan KRI SIM-367 Satgas MTF 2022

Koran Jurnal, Jakarta – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono mendampingi Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Eko Margiono mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menyambut kedatangan KRI Sultan Iskandar Muda-367 (KRI SIM-367) yang baru saja menyelesaikan tugasnya menjadi Pasukan Perdamaian Dunia dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-M United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tahun 2022, di Lapangan Moeljono Silam, Markas Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (01/09/2022).

Penyambutan kedatangan Satgas yang telah tiba kembali di Tanah Air juga didampingi oleh, Pangkogabwilhan I Laksdya TNI Muhammad Ali, Pangkoarmada RI Laksdya TNI Abdul Rasyid K., para Pejabat Utama Mabes TNI, Pejabat Utama Mabesal, Pejabat Utama Mabes TNI serta Pejabat Kotama TNI AL wilayah Jakarta.

Para Pimpinan mengapresiasi seluruh personel Satgas MTF, karena selama bertugas di Lebanon mendapat beberapa piagam penghargaan atas keberhasilan yang telah dicapai. Keberhasilan yang telah diperoleh tentunya tidak lepas dari kerja sama, soliditas, profesionalisme, semangat, kerja keras, dedikasi dan loyalitas yang tinggi dari seluruh personel Satgas.

Beberapa piagam penghargaan yang berhasil diperoleh diantaranya adalah; UN Medal, Medali Santi Dharma, Medali Veteran Perdamaian Republik Indonesia, Valour of Medal LAF Navy, Brevet Garuda, Brevet UNIFIL, Pin Maritime Task Force, Letter of Appreciation dari UNIFIL Head of Mission and Force Commander, Letter of Appreciation dari Maritime Task Force Commander, Duta  Kebudayaan dari KBRI Beirut dan KBRI Ankara serta Certiticate SCHUTZENSCHNUR (German Shooting Cord),” ujarnya.

Selain itu, kiprah personel TNI AL di mata internasional yang tidak kalah penting yakni mencetak sejarah baru dengan memberi andil besar dalam pembentukan Command Center MTF-NOC (Maritime Task Force-Naval Operation Center) di MTF Head Quarter UNIFIL Naqoura dalam pembentukan Command Center MTF-NOC (Maritime Task Force-Naval Operation Center).

Keterlibatan TNI AL dalam MTF Konga XXVIII-M UNIFIL merupakan salah satu program dalam rangka meningkatkan profesionalisme, mempererat hubungan kerja sama, dan secara eksternal memiliki tujuan untuk meningkatkan peran diplomasi TNI AL sesuai dengan prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.(disp)

Categories
Militer TNI

Buktikan Kesungguhan Modernisasi Alutsista, TNI AL Tambah Lagi Dua Kapal PC 60

Koran Jurnal, Jakarta – Keberhasilan pembangunan dua kapal PC 60 yaitu KRI Dorang-874 dan KRI Bawal-875 kembali menjadi bukti kesungguhan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam melaksanakan modernisasi Alutsista sekaligus mendukung program pemerintah menuju kemandirian industri pertahanan.

Demikian disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono mewakili Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, saat meresmikan dua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) tipe Patroli Cepat (PC) 60 yaitu KRI Dorang-874 dan KRI Bawal-875 masuk ke Jajaran TNI Angkatan Laut sekaligus mengukuhkan Komandan yang mengawaki kedua kapal tersebut di Dermaga Marina Batavia, Jakarta Utara, Rabu (31/08/2022).

Upacara Peresmian dan Pengukuhan Komandan KRI Dorang-874 dan KRI Bawal-875 antara lain diisi dengan pembacaan Keputusan Kasal tentang peresmian KRI dan pernyataan peresmian KRI oleh Inspektur Upacara. Selanjutnya dilaksanakan pembacaan Keputusan Kasal tentang pengukuhan Komandan KRI, pengambilan Sumpah Jabatan, pemasangan tanda pangkat dan tanda jabatan, penandatanganan Pakta Integritas dan laporan resmi pengukuhan Komandan KRI.

Dikukuhkan sebagai Komandan KRI Dorang – 874 adalah Mayor Laut (P) Ardita Yudha Prawira, S.H., M.Tr.Opsla dan sebagai Komandan KRI Bawal – 875 adalah Mayor Laut (P) Ary Mahayasa, S.T. Keduanya merupakan alumni Akademi Angkatan Laut angkatan 50.

Sebelumnya di lokasi yang sama telah dilaksanakan acara serah terima KRI Dorang-874 dan KRI Bawal-875 dengan melakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima, dilanjutkan serah terima dari Direktur PT. Caputra Mitra Sejati (CMS) kepada Kadisadal, dari Kadisadal kepada Aslog Kasal, dan dari Aslog Kasal kepada Pangkoarmada III.

Kasal dalam sambutannya yang dibacakan Wakasal mengatakan bahwa sesuai dengan fungsi asasinya, dua unit Kapal PC 60 ini dapat melaksanakan peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti udara, serta melaksanakan patroli keamanan laut dan tugas operasi tambahan lain seperti operasi SAR.

Lebih lanjut disampaikan, pemberian nama Dorang dan Bawal pada kedua kapal itu didasari filosofi bahwa ikan tersebut hidup di bagian pesisir laut Indonesia, jenis ikan ini hidup secara berkelompok sebagai cara bertahan, serta mampu bergerak cepat dan lincah dengan harapan KRI dan seluruh prajuritnya mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pengawal samudera yang tangkas dan handal.

Kedua kapal buatan dalam negeri tersebut akan memperkuat unsur tempur Koarmada III dengan penempatan KRI Dorang-874 di Lantamal X Ambon dan KRI Bawal-875 di Lantamal XIV Sorong. Kapal tersebut memiliki spesifikasi sebagai berikut: memiliki panjang total 60 m, lebar 8,5 m, displacement 520 ton (Full Load), akomodasi 55 personel, kecepatan maksimal 24 knots, saat dilaksanakan sea trial mencapai kecepatan 26,8 knots dan diperkuat dengan senjata 1 pucuk Meriam 40 MM Boffors dan 2 pucuk Mitraliur 12,7 MM.(disp)

Categories
TNI

Wakasal Laksdya Ahmad Heri Serukan Program KSAL ‘Bangun Kekuatan dan Jaga Marwah TNI AL’

Koran Jurnal, Jakarta – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono didampingi Asrena Koarmada RI Laksma TNI Teguh Prasetyo melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Semarang Jl. RE Martadinata No. 12 Tawangsari Kota Semarang, Jum’at (12/08/2022).

Kunjungan Wakasal disambut Komandan Lanal Semarang, Kolonel Marinir Hariyono Masturi, M.Tr.Hanla.,M.M. beserta seluruh Perwira Staf, Prajurit, PNS serta Jalasenastri Lanal Semarang.

Selama berada di Lanal Semarang, kegiatan Wakasal antara lain meninjau fasilitas kantor Satker Lanal Semarang, menerima paparan komando dan dilanjutkan dengan tatap muka bersama seluruh prajurit, PNS dan ibu-ibu Jalasenastri Lanal Semarang.

Pada acara tatap muka Wakasal menyampaikan program Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono untuk membesarkan dan menjaga marwah TNI AL, akan terus memperkuat Alutsista TNI AL dan akan meningkatkan type Lanal jajaran TNI AL yang nantinya akan dijabat oleh Perwira tinggi bintang satu. Pada bagian lain Wakasal juga berpesan kepada seluruh prajurit dan keluarga besar Lanal Semarang untuk selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghindari pelanggaran dan perbuatan yg dapat merusak citra TNI AL dan harus bangga menjadi bagian dari keluarga besar TNI AL.

Sementara itu Komandan Lanal Semarang mengucapkan terimakasih dan merupakan suatu kebanggaan tersendiri bahwa Lanal Semarang dikunjungi langsung oleh Wakasal. Dalam kesempatan tersebut Komandan juga menyampaikan tentang situasi dan kondisi di wilayah kerja Lanal Semarang.

Setelah dari Mako Lanal Semarang Wakasal mengunjungi SMA Negeri 1 Salatiga untuk memberikan pengarahan dan motivasi siswa siswi kelas 12 SMA Negeri 1 Salatiga.(disp)