Categories
Megapolitan TNI

Kecelakaan Dua Super Tucano di Malang: Empat Perwira Andalan TNI AU Gugur Saat Melaksanakan Tugas

Koran Jurnal, Jakarta – Accident (kecelakaan) Pesawat EMB 314 Super Tucano TT-3103 dan TT-3111 meninggalkan duka tak hanya bagi keluarga besar TNI Angkatan Udara, namun juga bagi Masyarakat Indonesia, Empat Prajurit terbaik TNI Angkatan Udara gugur dalam misi penerbangan ini, Kamis (16/11/2023).

Pesawat Super Tucano TT-3111 yang diawaki oleh Letkol Pnb Sandhra Gunawan dan Kolonel Adm Widiono serta Super Tucano TT-3103 yang diawaki oleh Mayor Pnb Yuda Anggara Seta dan Kolonel Pnb Subhan dinyatakan lost contact dan mengalami accident di daerah Watugede, Keduwung, Pasuruan.

Keempat awak pesawat dipastikan gugur dalam misi penerbangan ini dan saat ini sudah sampai ke Lanud Abdulrahman Saleh berkat dilaksanakan evakuasi dari lokasi kejadian oleh tim rescue TNI AU, Basarda, aparat teritorial dibantu warga Masyarakat.

Pesawat EMB 314 Super Tucano ini sebelumnya melaksanakan misi profisiensi formation flight dan tinggal landas dari Lanud Abd pada pukul 10.51, kemudian lost contact pada pukul 11.18, terdengar bunyi ELT (Emergency Locator Transmitter) dari kedua pesawat dari waktu berbeda, hingga akhirnya dilaporkan oleh warga dan aparat teritorial telah mengalami accident yaitu jatuh di daerah keduwung, Pasuruan.

Keempat jenasah disemayamkan di hanggar Skadron Udara 21 sebelum besok dilepas dengan penghormatan militer dari Lanud Abdulrahman Saleh.(disp)

Categories
Megapolitan

Usut Tuntas Kecelakaan KFC Express Cantika Lestari 77, Pengamat Maritim: Jangan Hanya Nakhoda yang Disalahkan

Koran Jurnal, Jakarta – Tragedi kembali terjadi pada moda angkutan laut. Kapal Ferry Cepat Express Cantika Lestari 77 (KFC Express Cantika Lestari 77) rute Kupang-Kalabahi mengalami kebakaran pada Senin (24/10) lalu.

KFC Express Cantika Lestari 77 berangkat dari Pelabuhan Tenau Kupang pada pukul 13.30 Wita. Kapal yang memuat ratusan penumpang, dengan 10 anak buah kapal (ABK) dan muatan 1 ton, terbakar pada posisi 9•27’43.5”S 123•46’20.90E, atau di dekat Perairan Amfoang, Kabupaten Kupang. Dari peristiwa itu, sebanyak 320 penumpang berhasil diselamatkan, 18 korban meninggal dunia dan sekitar 20 penumpang belum ditemukan.

Peristiwa terbakar KFC Express Cantika Lestari 77 mendapat perhatian dari banyak kalangan masyarakat dan salah satunya dari Pengamat Maritim – Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Centre (IKAL SC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa.

“Saya prihatin dengan peristiwa terbakarnya KFC Express Cantika Lestari 77 hari Senin lalu. Namun saya tidak ingin berkesimpulan terkait penyebab terbakarnya kapal Ferry tersebut terlebih dahulu. Karena itu ranah dari pihak KNKT dan kepolisian. Bahkan kepolisian saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kapal yang tenggelam di laut dan Kru kapal. Karena investigasi terjadinya kecelakaan atau kebakaran tersebut dilakukan untuk perbaikan sistem bukan semata untuk menghukum,” kata Capt. Hakeng kepada media Senin (31/10/2022) di Jakarta.

Namun demikian ada hal yang menarik Capt. Hakeng untuk menjadi perhatian, yakni mengenai manifes dari jumlah penumpang kapal Ferry Express Cantika Lestari 77. Berdasarkan info dari Kepala Cabang PT Pelayaran Darma Indah Kupang Syeren Patrisia, kepada sejumlah wartawan, Rabu (26/10/2022) dikatakan jumlah penumpang sebanyak 226 penumpang setelah manifes diisi keesokan harinya saat kapal dinyatakan terbakar. Kapasitas KFC Express Cantika Lestari 77 berjumlah 416 orang penumpang.

“Lalu, mengapa ketika tim penolong melakukan penyelamatan berhasil mengevakuasi sekitat 326 penumpang dan menemukan sekitar 18 jenazah dan bahkan masih ada korban yang belum ditemukan kisaran dua puluhan penumpang?” katanya.

Dari jumlah korban yang dievakuasi dan belum ditemukan itu, Capt. Hakeng menilai ada suatu keganjilan dalam hal manifes penumpang.

“Saya melihat ada keganjilan dari pola penjualan tiket yang katanya sudah dilayani secara online. Jadi, siapa yang patut bertanggung jawab dengan adanya perbedaan manifes tersebut? Saya berharap pihak berwajib melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait bagaimana sistem penjualan tiket dilaksanakan di perusahaan tersebut,” katanya.

“Tidak adanya crew manifest dengan jumlah yang presisi, kerap kali pula menghambat proses penyelamatan dan penyelidikan sebab kecelakaan kapal. Karena itu hal ini perlu mendapat perhatian serius pula,” sambungnya.

Perlu diketahui bahwa tiket bukanlah sekadar kertas semata untuk dapat masuk dan menjadi penumpang diatas kapal. Tetapi tiket bagi penumpang kapal laut bisa digunakan sebagai bukti untuk mendapatkan ganti rugi atau kalim asuransi.

“Berdasarkan UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, bahwa penumpang atau konsumen memiliki hak untuk didengar dan hak untuk mendapatkan ganti rugi,” jelas Capt. Hakeng.

Lanjut Capt. Hakeng yang juga pendiri dan Pengurus Pusat Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI) menyebutkan penumpang berhak atas ganti kerugian yang wajib diberikan oleh pengangkut karena kelalaian pengangkut selama penyelenggaraan pengangkutan.

“Terkait soal kewajiban dan tanggung jawab pengangkut juga sudah diatur pada Bagian Kesembilan UU No.17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, yang perjanjian pengangkutannya dibuktikan dengan adanya tiket,” tegas Capt. Hakeng.

Oleh sebab itu terkait pembelian tiket penumpang yang tidak sama dengan manifes penumpang kapal laut, Capt. Hakeng meminta pihak kepolisian untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.

“Jangan hanya kru kapal dalam hal ini Nakhoda yang dipersalahkan. Tapi usut pula apakah ada keterlibatan dari oknum petugas di pelabuhan dan juga di perusahaan kapal, yang mungkin bermain dengan penjualan tiket tanpa prosedur yang berlaku. Pihak pengelola kapal jangan hanya memikirkan profit tanpa mengindahkan keselamatan kapal serta penumpangnya, sehingga menabrak aturan pelayaran yang berlaku,” tutup Capt. Hakeng. (*)

Categories
TNI

Gerak Cepat TNI AL Evakuasi Laka Laut di Kepulauan Riau

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan unsur patroli KRI Lemadang-632 unsur BKO Guspurla I (Ops Garda Indosin 22) untuk melaksanakan SAR, evakuasi sekaligus pengamanan terhadap Kapal KLM Bintang Surya yang mengalami kecelakaan dalam pelayaran dari Singapura dengan tujuan Tanjung Balai Karimun di Perairan Barat Pulau Nipah, Kepulauan Riau, Minggu (12/06/2022).

Kecelakaan laut yang terjadi pada posisi 01 06 32 U – 103 36 24 T ini berawal dari adanya broadsast meminta pertolongan kepada KRI LDG-632 di channel 16 dan KRI Lemadang langsung bergerak menuju ke posisi kapal dengan 18 ABK ini. 30 menit kemudian pada pukul 07.30 WIB, KRI LDG-632 tiba di posisi kapal yang mengalami laka laut dimana saat tim TNI AL datang kondisi sudah hangus terbakar dan Anak Buah Kapal (ABK) kapal KLM Bintang Surya sedang di evakuasi oleh TB. Maya Harbour yang kemudian dirapatkan ke KRI LDG-632.

Selanjutnya KRI LDG-632 dibantu dengan unsur kapal Bakamla melaksanakan pertolongan terhadap ABK kapal tersebut dan terdapat 1 korban atas nama Abdul Jamal (Nahkoda) yang sudah dalam kondisi kritis serta berapa penumpang mengalami luka ringan. Setelah dilaksanakan pertolongan, nahkoda tersebut sudah tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.

Saat ini seluruh ABK kapal KLM Bintang Surya dibawa oleh KRI LDG-632 menuju ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun untuk dilaksanakan penanganan medis terhadap korban kapal serta investigasi lebih lanjut terkait penyebab terbakarnya kapal KLM Bintang Surya tersebut.

Aksi gerakan cepat yang dilakukan TNI AL sesuai dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono agar sesegera mungkin memberikan bantuan terhadap kesulitan rakyat dengan mengoptimalkan segala kemampuan yang dimiliki sehingga keberadaan Prajurit TNI AL dimanapun dapat bermanfaat bagi masyarakat sekelilingnya.(disp)

Categories
TNI

2 Pilot TNI AU Berhasil Selamatkan Diri dari Kecelakaan Pesawat KT-1B Wong Bee

Koran Jurnal, Yogyakarta – Dua pilot TNI AU, masing-masing Mayor Pnb Sekti Ambarwati (Instruktur) dan Letda Adm Krisna Nugraha (Siswa Penerbang) yang sedang melaksanakan latihan rutin menggunakan pesawat latih KT-1B Wong Bee Nomor Registrasi LL-0111 mengalami kecelakaan di ujung barat runway Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Senin (7/12/2020).

Meskipun pesawat mengalami total lost (rusak berat), kedua pilot Wingdik Terbang Lanud Adisutjipto Yogyakarta itu, dinyatakan selamat.

Kecelakaan terjadi pukul 12.50 WIB, pada saat melakukan pendaratan di ujung barat landasan pacu/runway 09 Lanud Adisutjipto. Pilot dan siswa berhasil keluar dari pesawat dengan selamat, demikian juga tidak terjadi kerusakan dan kerugian material & personel di darat, karena pesawat jatuh di area tanah kosong di dalam Lanud Adisutjipto.

Saat ini kedua pilot sedang menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter Rumah Sakit Pusat TNI AU (Ruspau) Hardjolukito, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.

Penyebab kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh tim investigasi TNI AU.(disp/red)

Categories
Militer TNI

Kadispenau: Kecelakaan terjadi saat pesawat (Hawk 209) akan mendarat kembali dari latihan rutin, Pilot Selamat

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenau) Marsma TNI Fajar Adriyanto menyampaikan, telah terjadi kecelakaan Pesawat Tempur TNI AU jenis Hawk 209 Tail No TT 0209, dengan pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru, Riau, pada Senin 15 Juni 2020.

“Lokasi kejadian di 5 km dari runway 36 Lanud Rsn Pekanbaru. Pilot berhasil melontarkan diri dari pesawat menggunakan ejection seat dan selamat. Saat ini berada di RSAU dr. Soekirman Lanud Rsn Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Kadispenau, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (15/06/2020).

Lanjut Kadispenau, kecelakaan terjadi saat pesawat akan mendarat kembali dari latihan rutin terjadwal, tepatnya pukul 08.13 WIB Senin 15 Juni 2020.

“Pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail, sempat eject dan selamat,” ujar Kadispenau.

Pesawat (setelah jatuh), tambah Kadispenau, dalam kondisi rusak berat (total lost), dan menimpa dua rumah warga yang dalam kondisi kosong. Lokasinya di Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar Pekanbaru, Riau.

“Tidak ada korban jiwa,” tukasnya.

“Untuk penyebab kecelakaan dan jumlah korban masih dalam proses Investigasi, demikian informasi sementara,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pesawat Hawk merupakan sebuah pesawat jet latih (trainer) interim untuk pesawat tempur jet generasi 4 (F-16, F-15, dll) menggunakan radar modern APG-66 (khusus varian Mk 200) dan rudal AIM-9 Sidewinder.

British Aerospace (BAE) Systems Hawk adalah sebuah perusahaan dari Britania Raya. Hawk Mk 109/209 merupakan kode untuk Hawker-Siddeley Hawk yang diekspor ke Indonesia yang mulai melengkapi TNI-AU sejak tahun 1997 (pada tahun 1980-an, TNI-AU juga pernah membeli sejumlah Hawk Mk 53). Hawk Mk 209 merupakan varian single seater dari keluarga Hawk. Pesawat jet yang diproduksi Inggris sejak tahun 1974 ini dikhususkan untuk mengemban misi air superiority dan ground attack, seperti dilansir situs TNI AU.(red)