Categories
Militer TNI

Luar Biasa! KRI Frans Kaisiepo-368 Dianugerahi Letter of Commendation dalam Transfer of Authority ke KRI Diponegoro-365

Koran Jurnal, Lebanon – Tinta emas kembali ditorehkan duta bangsa Indonesia dalam misi perdamaian dunia, KRI Frans Kaisiepo-368 menerima penganugerahan Letter of Commendation dalam Transfer of Authority (TOA) ke KRI Diponegoro-365 yang dipimpin oleh MTF Commander, Rear Admiral Dirk Gurtner (Jerman) saat kedua kapal perang kebanggaan Indonesia tersebut sandar di Dermaga Beirut, Lebanon, Selasa (09/01/2024) kemarin.

Penghargaan tertinggi PBB yang ditandatangani Head of Mission/ Force Commander, Major General Aroldo Lazaro Saenz (Spanyol) tersebut diberikan atas kontribusi luar biasa dalam mengemban mandat, kesigapan merespon panggilan kemanusiaan, keteladanan, dan pengabdian melebihi panggilan tugas.

MTF Commander dalam amanatnya menyampaikan apresiasi tinggi dan rasa bangga atas pengabdian KRI Frans Kaisiepo-368 yang telah mengemban mandat dengan luar biasa melebihi panggilan tugas. Hal tersebut akan selalu dikenang dan menjadi teladan bagi seluruh unsur MTF.

Lebih lanjut MTF Commander juga mengucapkan selamat bergabung kepada KRI Diponegoro-365 dan meyakini akan mampu menjalankan misi dengan komitmen, dedikasi, spirit dan mindset yang sama dengan pendahulunya. Atas nama PBB, MTF Commander secara khusus menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas komitmen kuat untuk terus berkontribusi dalam misi perdamaian dunia.

Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari dalam sambutannya saat resepsi menggarisbawahi berbagai prestasi Satgas termasuk keberhasilan sebagai duta budaya dan pariwisata untuk semakin mempromosikan Indonesia di kancah global.

Sebelumnya telah dilaksanakan secara simbolis serah terima tugas dan tanggung jawab penjaga perdamaian dari Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh kepada Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-O/UNIFIL Letkol Laut (P) Wirastyo Haprabu, dihadapan MTF Commander dan para undangan.

Bertindak sebagai komandan upacara adalah Wadansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL Letkol Laut (P) Abdiyan Syaiful Hidayat. Upacara TOA menandai bahwa Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O/UNIFIL KRI Diponegoro-365 resmi menjadi pasukan perdamaian di Lebanon berdasarkan UNSCR 1701. Upacara dilanjutkan dengan resepsi yang menampilkan kekayaan budaya nusantara di geladak Heli KRI Frans Kaisiepo-368.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit Jalasena yang tengah bertugas dalam misi perdamaian dunia untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan serta menjaga nama baik TNI AL, Bangsa, dan Negara agar tetap harum di kancah internasional.

Turut dihadiri dalam TOA antara lain Komandan PMPP TNI Laksda TNI Retiono Kunto H., S.E., M.A.P., CRMP, M.Tr.Opsla, Commander in Chief of LAF Navy Admiral Haissam Danaouwi, Komandan Kontingen Garuda UNIFIL Kolonel Inf Syafruddin, Chief of Staff MTF Kolonel Laut (P) Abdul Haris, DCO Sector east Kolonel Inf Harri Poernomo. Komandan FHQSU Kolonel Arm Ezra Nathanael dan Para Dansatgas di UNIFIL.(disp)

Categories
Militer TNI

TNI AL Pimpin Latihan Terintegrasi Satgas PBB Libanon

Koran Jurnal, Jakarta – KRI Frans Kaisiepo-368 yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) – United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), sukses memimpin latihan terintegrasi antara Satgas MTF UNIFIL bersama dengan Libanese Armed Forces (LAF), pekan ini di perairan Libanon. Latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional dan interoperabilitas dari Pusat Komando dan Kendali, serta unsur udara LAF dalam rangka mendukung keberhasilan operasi keamanan maritim.

“Ini capaian penting dalam sejarah MTF, keberhasilan tersebut terselenggara melalui perencanaan yang komprehensif dan dikoordinir secara professional oleh Deputy MTF Commander, Kolonel Laut (P) Ludfy sebagai representatif Indonesia dalam Staf MTF,” ungkap Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh selaku Komandan KRI Frans Kaisiepo-368.

Lebih lanjut menurutnya, latihan ini memiliki kompleksitas yang tinggi sehingga membutuhkan standar profesionalitas dan interoperabilitas yang baik, unsur Heli Panther HS-1306 TNI AL melaksanakan penerbangan pada malam dan siang hari dalam rangka Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (ISR), serta menjamin keamanan Area of Maritime Operation (AMO) di Perairan Libanon. Sebelumnya secara parsial telah dilaksanakan perencanaan matang, drill intensif terhadap personel LAF dan uji fungsi seluruh instrumen yang diperlukan.

“Hal ini merupakan wujud komitmen kita dalam melaksanakan mandat PBB terutama untuk melatih LAF sehingga dapat mengamankan wilayahnya secara mandiri,” terang Letkol John David.

Latihan terintegrasi yang melibatkan LAF Navy dan Air Force merupakan kali pertama dilaksanakan sejak MTF mengemban misi perdamaian dari tahun 2006. Kepercayaan terhadap KRI Frans Kaisiepo-368 untuk memimpin latihan tersebut karena dinilai sebagai satu-satunya unsur MTF yang memiliki kemampuan lengkap dan handal dalam melaksanakan operasi heli baik malam maupun siang hari.

MTF Commander RADM Michael Busse memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan latihan yang menurutnya latihan operasi keamanan aspek maritim yang professional ini sangat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan percaya diri, kesiapsiagaan operasional dan profesionalisme LAF.

Ditempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh prajurit TNI AL yang tengah bertugas sebagai pasukan perdamaian untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan.

“Jaga nama baik TNI AL dan Indonesia, serta pelihara hubungan dengan negara-negara yang juga tergabung dalam UNIFIL, sehingga nama baik bangsa maupun TNI AL tetap harum di dunia internasional,” ungkap KSAL.

Categories
TNI

Satgas MTF TNI AL Berperan Sebagai Peacekeeper, Duta Budaya dan Duta Pariwisata Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Sebanyak 85 mahasiswa, dosen beserta civitas akademika dari Saint Joseph University Lebanon berkunjung untuk melihat langsung keberadaan prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) KRI Frans Kaisiepo-368 yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia (LBBP RI) untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari sebagai wujud kontribusi dalam pembinaan masyarakat, sekaligus menempatkan KRI sebagai duta diplomasi, budaya dan pariwisata, Jum’at (03/03/2023) kemarin.

“Apresiasi tinggi untuk KRI yang bukan hanya peacekeeper namun juga telah memperkenalkan budaya dan pariwisata Indonesia di kancah internasional, saya bangga dengan pasukan Garuda,” tegas Dubes LBBP RI untuk Lebanon.

Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama erat dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut dalam rangka memperkenalkan kapal perang Indonesia sekaligus ragam kebudayaan, pariwisata, dan kuliner Nusantara.

Acara diawali dengan welcome speech dari Dansatgas MTF Konga XXVIII-N/UNIFIL Letkol Laut (P) Jhon David Nala Sakti Sondakh dan tertua rombongan Saint Joseph University, Professor Christian Taoutel selaku Head of Departement of History dan International relations di Saint Joseph University. Rombongan selanjutnya melaksanakan ship tour, serta menerima presentasi edukasi kiprah KRI dalam misi PBB yang dirangkai dengan promosi budaya dan pariwisata Indonesia.

Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusias dari mahasiswa, ditambah dengan semarak kuis berhadiah. Pada puncak acara, rombongan berkesempatan menyaksikan pertunjukan seni kebudayaan dan menikmati kekayaan kuliner nusantara yang dipersembahkan oleh prajurit KRI Frans Kaisiepo-368.

Diawali dengan lantunan lagu penuh harmoni dari tim band yang diikuti penampilan Tari Galung dari Kalimantan, Tari Tabi Manta dari Papua, serta kolaborasi Tari Saman dari Aceh dan Rampak Gendang dari Jawa Barat. Acara semakin meriah saat hadirin diundang untuk bersama menari Gemu Famire dari NTT. Menutup kunjungan, rombongan melaksanakan sesi foto bersama dan pertukaran cinderamata.

Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh menambahkan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk melaksanakan tugas diplomasi Angkatan Laut dan meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional.

Senada dengan itu, Professor Christian Taoutel menyampaikan apresiasi dan kesan yang mendalam atas acara tersebut, serta mengharapkan bahwa kerja sama yang terjalin dapat terus ditingkatkan. “Kehadiran KRI memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjaga perdamaian dan membangun kapasitas domestik untuk kemajuan Lebanon,” tegas Cristian Tautel.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali berpesan kepada seluruh prajurit TNI AL yang tengah bertugas sebagai pasukan perdamaian untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan.

“Jaga nama baik TNI AL dan Indonesia, serta pelihara hubungan dengan negara-negara yang juga tergabung dalam UNIFIL, sehingga nama baik bangsa maupun TNI AL tetap harum di dunia internasional,” ungkap KSAL.

 

Categories
Militer TNI

KRI Frans Kaisiepo-368 Dijuluki ‘The Power Host of MTF’

Koran Jurnal, Jakarta – Terkesan dengan kemampuan, performa unsur beserta prajurit, serta keberhasilan dalam menyukseskan setiap agenda satuan tugas Maritime Task Force (MTF) Unifil, MTF Commander RADM Michael Busse dari Angkatan Laut Jerman memberikan kepercayaan penuh kepada KRI Frans Kaisiepo-368 untuk menggelar pertemuan strategis dengan Komite Kelima, Sabtu 04/02/2023) lalu, di Port of Beirut, Lebanon.

Sebanyak 24 personel Komite Kelima yang berasal dari berbagai negara anggota PBB mengunjungi KRI Frans Kaisiepo-368, termasuk Chief of Staff (COS) MTF, Kolonel Laut (P) Ludfy beserta staf.

Komite Kelima (Administrative and Budgetary Committee), merupakan salah satu komite yang ada di bawah Majelis Umum PBB, dimana bertanggung jawab atas urusan administrasi dan anggaran yang memiliki tugas diantaranya mempertimbangkan dan memberikan persetujuan hal-hal mendesak terkait pendanaan misi pemeliharaan perdamaian oleh PBB. Untuk menunjang tugas tersebut, Komite Kelima melaksanakan peninjauan 12 operasi perdamaian PBB di seluruh dunia termasuk Maritime Task Force (MTF) United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Saat tiba di KRI Frans Kaisiepo-368, rombongan Komite Kelima disambut dengan penampilan kolaborasi budaya Nusantara yaitu kesenian Rampak Gendang, Tari Saman, dan band sebagai bentuk ucapan selamat datang, dilanjutkan dengan ship’s tour serta tatap muka dengan jajaran MTF UNIFIL.

“Pertemuan ini menjadi media penting untuk menyampaikan urgensi keberadaan MTF, berbagai capaian yang telah berhasil diraih, serta program-program prioritas untuk mengakselerasi keberhasilan tugas yang dimandatkan PBB,” ungkap MTF Commander RADM Michael Busse.

MTF Commander juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh prajurit TNI AL KRI Frans Kaisiepo-368 atas keberhasilan dalam menyelenggarakan kegiatan bersama Komite Kelima yang menjadi prestasi dan kebanggaan tersendiri bagi MTF.

“Keterlibatan KRI Frans Kaisiepo-368 dalam MTF merupakan implementasi dari amanat konstitusi untuk turut memelihara ketertiban dunia. Misi tersebut juga merupakan wujud diplomasi militer yang memiliki tujuan confidence building measure, preventive diplomacy, defence capacity, dan security enhancement. Hal ini yang menjadi semangat bagi Satgas untuk menyambut kepercayaan yang diberikan MTF Commander dengan performa optimal,” terang Dansatgas yang juga Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh.

Kepercayaan yang diberikan kepada KRI Frans Kaisiepo-368 tentu saja karena hasil kerja keras dari seluruh personel yang dilandasi pengabdian yang tulus dan ikhlas sebagai jalan menuju kejayaan Angkatan Laut “Jalesveva Jayamahe” sesuai penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.(disp)

Demikian berita Dinas Penerangan Angkatan Laut.

Categories
TNI

Penuhi Standar Persyaratan PBB, KRI Frans Kaisiepo-368 Terima Apresiasi COE

Koran Jurnal, Jakarta – KRI Frans Kaisiepo-368 yang tergabung dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL menerima apresiasi dari tim Contingen Owned Equipment (COE) Inspection atas terpenuhinya seluruh aspek yang dipersyaratkan PBB sehingga memberikan keyakinan kepada tim terhadap keberhasilan tugas Satgas sesuai mandat PBB.

Apresiasi ini diberikan setelah melalui pemeriksaan oleh tim COE baik kapal, heli maupun personel KRI yang dilaksanakan di Dermaga Beirut, Lebanon, baru baru ini.

Kedatangan tim COE Inspection yang terdiri dari Chief COE Unit Mrs. Mona Manolescu, Maritime Operation Staff Officer (MAROPS) PLANSSO Lt. Cdr Cem Gaglayan, Medical Officer Mayor (Kes) Derry Bhakti, dan Hygiene Officer Kapten Dega Widiartha diterima Dansatgas Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh dengan welcome speech  dan dilanjutkan dengan brifeing sebelum melaksanakan inspeksi di masing-masing bagian yang dibutuhkan dalam pemeriksaan.

COE Inspection meliputi Self Sustainment, Operational Requirement, Medical Requirement, serta kualifikasi dan kompetensi pengawak dari Satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL, Tim COE melaksanakan peninjauan menyeluruh ke setiap bagian, mulai dari anjungan, Pusat Informasi Tempur (PIT), dapur, ruang kesehatan, ruang laundry, ruang mesin, bengkel mesin dan elektronika, ruang rekreasi dan akomodasi prajurit. Pemeriksaan juga mencakup kualifikasi, pendidikan, latihan, latar belakang penugasan, dan penguasaan bahasa dari prajurit Satgas.

Tim COE Inspection juga berkesempatan melaksanakan makan siang bersama dengan para perwira Satgas di Loungeroom. Chief COE Unit Mrs. Mona Manolescu saat menyampaikan hasil pemeriksaan mengatakan bahwa KRI Frans Kaisiepo-368, Heli Panther HS-1306 dan personel pengawaknya telah memenuhi standarisasi penugasan PBB. Ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap kebersihan dan kemampuan kapal yang menurutnya seperti kapal baru yang baru keluar dari pabrikan.

Dalam program prioritasnya Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memprioritaskan pemenuhan Alutsista guna mencapai kekuatan yang miliki kesiagaan dan kesiapan tinggi, yang diawaki oleh personel yang profesional dan tangguh.(disp)

Categories
TNI

Aksi Heroik KRI Frans Kaisiepo-368, Satgas MTF TNI Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Laut Mediterania

Koran Jurnal, Jakarta – KRI Frans Kaisiepo (FKO)-368 yang tergabung dalam satgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL saat melaksanakan on task perdananya langsung mendapat kepercayaan dari MTF Commander sebagai On Scene Coordinator dan Tactical Controller pada operasi SAR terhadap kapal pengungsi yang tenggelam pada 40 NM lepas pantai Tripoli (31/01). Info musibah ini didapat dari distress signal dan laporan dari LAF Navy.

Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 selaku Dansatgas MTF TNI Konga XXVIII-N/UNIFIL Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh beserta prajurit yang tengah berada di Area of Maritime Operation bergegas menuju lokasi tenggelamnya kapal. Saat pertama kali diidentifikasi, sepertiga badan kapal yacht yang dimuati 200 pengungsi Syria tersebut sudah dalam posisi tenggelam.

Dengan sigap, KRI Frans Kaisiepo-368 melaksanakan peran MOB (Man Over Board) dan menurunkan kedua sekoci untuk mengevakuasi korban. KRI Frans Kaisiepo-368 juga mengendalikan Kapal Perang Yunani, HS Spetsai-F 453, dua patrol boat dan satu RHIB LAF Navy, serta satu small boat ICRC. Berkat kesiapsiagaan dan pengendalian operasi yang baik, seluruh korban berhasil dievakusi sekalipun dua diantaranya dalam kondisi meninggal dunia. KRI Frans Kaisiepo-368 berhasil mengevakuasi korban selamat sebanyak 96 orang yang terdiri dari 18 pria, 21 wanita, dan 57 anak-anak termasuk didalamnya bayi yang masih berusia 29 hari. Korban meninggal 2 orang terdiri dari 1 wanita berusia 60 tahun dan 1 anak perempuan berusia 5 tahun. Seluruh korban selanjutnya dievakuasi menuju Tripoli, Lebanon untuk penanganan lanjutan oleh UNHCR.

“Peristiwa ini merupakan misi kemanusiaan yang harus menjadi prioritas dan ditangani secara tuntas, terlebih lagi kita sedang mengemban mandat PBB sebagai peacekeeper. Kita harus laksanakan tugas ini dengan optimal untuk meminimalisir korban meninggal. Beri rasa aman dan nyaman serta sikap humanis selama mereka on board untuk menghilangkan trauma,” ujar Dansatgas.

MTF Commander, Rear Admiral Michael Busse dari Jerman memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan operasi tersebut.

“Regarding first day on task especially for KRI Frans Kaisiepo a very tough proof. Solve the distress of the refugee boat. Many souls have been rescued and arrive safely to medical treatment in Tripoli. It showed the fruits of our partnership and readiness. I hope all of you will have promising start in the new year 2023. Great job, Well done,” tegas MTF Commander.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengapresiasi respons cepat yang dilaksanakan unsur TNI AL KRI FKO beserta seluruh personelnya dalam memberikan pertolongan dan penyelamatan kepada para pengungsi. Hal ini sejalan dengan penekanan Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali bahwa setiap unsur TNI AL harus meningkatkan kesiapan operasional dalam menjawab setiap tugas tugas yang dipertanggungjawabkannya dan memahami tugas masing-masing bidang dengan tetap fokus kepada arah kebijakan KSAL. Penugasan sebagai Satgas MTF bukan hanya berperan sebagai peacekeeper saja namun juga ada misi kemanusiaan lainnya seperti SAR dan operasi kemanusiaan lainnya yang dilaksanakan berdasarkan perintah pejabat berwewenang.(disp)