Categories
Nasional Olahraga TNI

KSAD Buka Kejurnas Judo Senior dan Rakernas PJSI Tahun 2017

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono membuka kejuaraan nasional (Kejurnas) Judo Senior di GOR Judo Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Dalam sambutannya, KSAD menyampaikan bahwa Kejurnas Judo Senior 2017 terselenggara berkat dedikasi yang tinggi dari panitia pelaksana dengan tujuan sebagai ajang pemantauan bakat atlet menuju Asean Games 2018 di Jakarta, Sea Games 2019 di Filipina serta sebagai ajang pengumpulan poin menuju PON 2020 di Papua serta sebagai ajang pembinaan yang berkesinambungan.

Kejurnas Judo Senior adalah merupakan program kegiatan Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB-PJSl) tahun 2017. Pelaksanaan Kejurnas dimulai tanggal 16 sampai dengan 18 Desember 2017 dan diikuti oleh 345 orang peserta terdiri dari 200 orang atlet, 29 orang wasit, 40 orang official dan 76 orang panitia.

“Kejurnas Judo Senior 2017 yang digelar selama 3 hari di GOR Judo Kepala Gading Jakarta ini akan mempertandingkan 16 kelas perorangan putra-putri serta kategori sata putra-putri, dimana pertandingan akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan IJF (International Judo Federation) terbaru,” kata KSAD.

Tujuan digelar Kejurnas Judo Senior agar pembinaan dapat terus berkesinambungan dan untuk meningkatkan teknik, fisik dan mental para Pejudo, sekaligus menyiapkan kader Pejudo Indonesia agar siap terjun pada event nasional maupun internasional.

“Bagi peserta kejuaraan ini adalah sebagai ajang tolok ukur pembinaan yang telah dilaksanakan di daerah selama ini. Untuk itu kepada para penjudo yang mengikuti Kejurnas Judo Senior tahun 2017 ini, gunakan dan manfaatkan event ini dengan sebaik-baiknya. Hadirkan diri kalian sebagai atlet-atlet unggulan yang siap mengukir prestasi pada event kejuaraan ini dan masa yang akan datang,” kata KSAD.

Selaku Ketua Umum PJSI, KSAD Jenderal TNI Mulyono menegaskan juga, agar para peserta pejudo dapat bertanding dengan  sportivitas yang tinggi.

“Bertandinglah secara sportif, ksatria dan hindari terjadinya kesalahpahaman yang dapat merusak nama baik dan citra organisasi dimana kalian diwadahi. Patuhi semua ketentuan dan aturan yang sudah disepakati sebelumnya. Biasakan tampil sebagai pejudo yang cerdas serta memiliki sportivitas yang tinggi yaitu penjudo yang berani menerima kemenangan sekaligus juga siap menerima kekalahan,” tegas KSAD.

Bersamaan dengan pelaksanaan Kejurnas Judo Senior 2017, juga digelar rapat kerja nasional (Rakernas) PJSl tahun 2017 yang akan berlangsung pada tanggal 16 dan 17 Desember 2017 di Hotel Sunlike Sunter.

Rakernas akan dihadiri 19 Pengprov PJSl dari 33 Pengprov PJSI yang ada di lndonesia, dengan jumlah 66 orang peserta terdiri dari 38 orang Pengprov, 10 orang pengurus PB PJSl dan 18 orang Panitia.

“Berkenan dengan Kejurnas Judo Senior dan Rakernas PJSI, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pihak-pihak yang mendukung kegiatan ini serta kepada panitia pelaksana yang telah mempersiapkan kegiatan ini. Semoga kegiatan kejurnas dan rakernas PJSI 2017 dapat berjalan dengan lancar dan mampu melahirkan pejudo-pejudo yang handal,” jelas Jenderal TNI Mulyono.

Usai memberikan sambutan, KSAD menyalami para peserta Kejuaraan Judo Senior 2017 yang diikuti dari 18 provinsi di Indonesia.

Pewarta : Anton 

Categories
Daerah Nasional TNI

Hari Juang Kartika ke-72, KSAD: Indonesia Macan Asia Bahkan Dunia, Bukanlah Mimpi

Koranjurnal.co.id, Pekanbaru – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono meyakini bahwa cita-cita menjadikan Indonesia sebagai “Macan” Asia bahkan Dunia, bukan sekedar mimpi melainkan bisa diwujudkan jadi nyata.

Hal ini disampaikan KSAD dalam amanatnya kala menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada upacara peringatan hari jadi TNI AD atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hari Juang Kartika (HJK) ke-72 Tahun 2017, yang secara terpusat digelar di Stadion Kaharudin Nasution Rumbai, Pekanbaru, Provinsi Riau (15/12).

Dalam amanatnya, KSAD menghimbau agar momentum HJK kali ini digunakan oleh seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menggali kembali nilai-nilai luhur budaya bangsa yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia dalam menjaga kemerdekaannya. “Nilai-nilai luhur yang secara pribadi saya menyebutnya sebagai Imunitas Bangsa, yaitu suatu kekebalan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni menghargai perbedaan, semangat untuk bersatu, pantang menyerah dan rela berkorban, patriotisme dan percaya diri, kebersamaan dan gotong royong,” ungkap KSAD.

Jenderal TNI Mulyono juga mengungkapkan bahwa secara internal, TNI AD terus berupaya meningkatkan kemampuan prajuritnya sehingga menjadi prajurit yang unggul dan profesional. Diantaranya melalui proses rekrutmen, pendidikan dan pelatihan serta penugasan yang baik. Saat ini, komitmen tersebut telah mengantarkan TNI pada peringkat ke-14 dunia dan peringkat pertama di Asia Tenggara dalam daftar kekuatan tempur dunia yang dikeluarkan oleh Global Fire Power (GFP) 2017. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan negara yang dilakukan oleh pemerintah telah mendorong TNI sebagai kekuatan yang diperhitungkan dunia.

“Hal ini sejalan dengan visi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk mewujudkan TNI yang profesional dan modern serta memiliki kemampuan proyeksi regional serta komitmen global. Dengan didukung komitmen yang kuat antara TNI, pemerintah, rakyat dan komponen Bangsa lainnya, maka cita-cita menjadikan Indonesia sebagai “Macan” Asia bahkan Dunia, yang disegani kawan dan ditakuti lawan, bukanlah mimpi belaka,” tegas KSAD.

Hari Juang Kartika merupakan peringatan peristiwa bersejarah perjuangan para pendahulu TNI Angkatan Darat bersama rakyat, melawan musuh yang ingin menjajah kembali Indonesia di kota Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945 (72 tahun silam). Momentum itulah yang kemudian diperingati Angkatan Darat setiap tahunnya sebagai cikal bakal dari lahirnya TNI Angkatan Darat.

Upacara HJK 2017 terpusat di Pekanbaru diikuti oleh jajaran TNI AD, Forkopimda Provinsi Riau dan masyarakat umum serta dihadiri Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. Adapun tema yang diangkat tahun ini yaitu “Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Kuat”. Tema tersebut mengandung simbol kemanunggalan TNI dan rakyat Indonesia yang semakin tidak terpisahkan pada peristiwa Palagan Ambarawa.

Dari tema tersebut, diharapkan hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka namun lebih dari itu. TNI AD yang dilahirkan dari rakyat akan senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, dan sebaliknya, rakyat adalah pendukung dan penguat perjuangan TNI AD dalam setiap tugas yang diemban.

Tahun ini, peringatan HJK secara nasional dipusatkan di Korem 031/Wira Bima, Kodam I/Bukit Barisan dengan melibatkan masyarakat umum untuk berpartisipasi mengikuti upacara. Usai upacara, TNI AD juga menggelar rangkaian kegiatan seperti pertunjukan drama kolosal oleh gabungan para pelajar Riau dan prajurit TNI AD yang menceritakan perjuangan Pahlawan Tuanku Tambusai dalam perjuangannya melawan belanda di Rukan Hulu, Riau pada abad ke 19.

Selain itu, beberapa atraksi seperti aksi terjun bebas (Free Fall) 72 prajurit peterjun yang berasal dari Kopassus dan Kostrad serta demonstrasi beladiri Yong Modoo yang diperagakan para prajurit TNI AD dari berbagai satuan, juga turut menyemarakkan acara peringatan HJK 2017. Setelah atraksi, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial seperti donor darah, khitanan massal, operasi katarak, pengobatan massal dan pemberian santunan kepada warakawuri (istri dari prajurit yang telah meninggal dunia), para veteran dan pejuang, kemudian ditutup dengan acara syukuran dan hiburan rakyat.

Selain terpusat, peringatan HJK 2017 juga diselenggarakan secara tersebar dan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Disamping kegiatan upacara, masing-masing satuan TNI AD di wilayah melaksanakan kegiatan syukuran, ziarah, doa bersama, karya bakti dan lomba lari 10 kilometer yang dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan 67.328 orang dari berbagai kalangan.

Kegiatan bakti sosial juga demikian, dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dengan total pembagian Sembako sejumlah 27.152 paket, santunan kepada 2.976 orang Veteran dan Warakawuri, donor darah sejumlah 20.460 orang, khitanan massal sejumlah 2.486 orang, operasi bibir sumbing sejumlah 247 orang, operasi katarak sejumlah 2.668 orang dan pengobatan massal sejumlah 19.262 orang.

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Militer Nasional Polhukam TNI

Panglima TNI Buka Rapat Paripurna TMMD Ke-38 Tahun 2017

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto membuka Rapat Paripurna Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-38 tahun 2017 yang digelar di Balai Sudirman, Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).

Panglima TNI dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksamana Madya TNI Dr. Didit Herdiawan Ashaf, M.P.A., M.B.A. menyampaikan bahwa rapat paripurna TMMD bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan sebelumnya.

TMMD dilaksanakan sejak 1980. Dulu dikenal dengan ABRI Masuk Desa atau AMD.

“Pendampingan desa telah dilaksanakan sejak tahun 1980 dan dilaksanakan di seluruh wilayah untuk percepatan pembangunan nasional di daerah terpencil, terbelakang dan daerah perbatasan serta termasuk di dalamnya yang terkena musibah bencana,” kata Panglima TNI.

“TMMD bukan hanya program TNI semata melainkan merupakan program lintas sektoral antara TNI dan Kementerian yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama sama dengan rakyat,” jelas Panglima TNI.

Penyelenggaraan TMMD dilakukan melalui proses perencanaan yang matang yang mengutamakan aspirasi dari bawah sehingga dapat mewakili kepentingan masyarakat di daerah, dimana sasaran secara komprehensif dan terintegrasi direncanakan.

“Sehingga perencanaannya nanti bisa lebih matang di tahun-tahun mendatang. Dan setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat diketahui sejauh mana keberhasilan yang telah dilaksanakan,” kata Panglima TNI.

“TMMD yang dilaksanakan ini juga merupakan perwujudan dari program nawacita bapak Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari pinggiran,” tambahnya.

“Dengan ini pelaksanaan rapat paripurna TMMD Tahun 2017, secara resmi dibuka,” kata Didik menyampaikan.

Rapat paripurna dengan mengusung tema “Manunggal Bersama Membangun Desa” dihadiri KSAD (Kepala Staf TNI Angkatan Darat) beserta jajaran Pimpinan dan Pejabat Tinggi TNI diantaranya Kodam, Korem, Kodim, dan jajaran pejabat Kementerian serta Kepala Daerah Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.

Setelah dibuka rapat paripurna, KSAD Jenderal TNI Mulyono selaku penanggung jawab operasional TMMD dalam laporannya menyampaikan, terima kasih kepada Kementerian RI atas sinergitas yang tercipta selama pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2017.

“TNI berterima kasih kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas sinergitas yang tercipta selama pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2017, serta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang akan bersinergi dalam pelaksanaan teknik Tahun Anggaran 2018,” ucapnya.

Selain ucapan terima kasih kepada kementerian, KSAD juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota yang telah mendukung pelaksanaan program TMMD 2017, khususnya dengan anggaran terbesar seperti Pemerintah Kabupaten Purwakarta yakni dengan anggaran sebesar 11 Milliar lebih, dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Hulu dengan anggaran sebesar 4 Milliar lebih, serta Pemerintah Kota Medan pada TMMD ke-99 dengan anggaran sebesar 2 Milliar lebih.

Lebih lanjut, KSAD mengatakan, mulai tahun 2017, pelaksanaan TMMD yang selama ini dilakukan dua kali dalam setahun akan dilakukan tiga kali dalam setahun. “Dengan demikian memberikan kesempatan yang luas bagi kita untuk senantiasa memanunggal dengan rakyat, serta pemerintah daerah pun dapat dengan leluasa menentukan sasaran. Apalagi TMMD yang selama ini juga dilakukan selama 21 hari akan ditambah menjadi 30 hari sehingga penyelesaian sasaran dapat lebih leluasa lagi dalam menyelesaikannya,”  ungkapnya.

KSAD Jenderal TNI Mulyono juga menyampaikan laporan hasil dan capaian yang dilakukan selama TMMD berlangsung.

“Beberapa pekerjaan secara fisik dalam TMMD adalah rehab jalan sepanjang 455.137 meter. Saluran air, parit 62.684 meter. Rehab dan pembangunan rumah 706 unit. Gorong-gorong sebanyak 147. 239. Pembuatan 165 jembatan, dan penanaman kembali 12.167 pohon,” jelasnya.

Pewarta : Anton 

Categories
Militer Nasional TNI

KSAD Buka Apel Danrem Dandim Terpusat TA 2017‎

Koranjurnal.co.id, Bandung – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono membuka Apel Danrem Dandim Terpusat TNI AD Tahun 2017, bertempat Aula Soedirman Secapa AD, Hegarmanah Bandung, Senin (27/11/2017).



Apel Danrem Dandim tahun ini mengusung tema  “Melalui Apel Danrem Dandim Terpusat TA 2017, Kita Mantapkan Profesionalitas Aparat Komando Kewilayahan Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD”.

Kegiatan ini digelar tanggal 27-30 November 2017 yang diikuti oleh 403 peserta terdiri dari Komandan Korem (Danrem), Komandan Kodim (Dandim) dan para pejabat setingkat Perwira bantuan/Direktur/Sekretaris (pembina kecabangan dan pembina fungsi) yang terkait dengan fungsi pembinaan teritorial (Binter).

KSAD Jenderal TNI Mulyono. Foto : Ist/disp.



Dalam amanatnya, KSAD Jenderal TNI Mulyono sangat mengapresiasi atas kinerja terbaik yang telah ditunjukkan oleh para prajurit di komando kewilayahan karena telah memberikan kontribusi yang besar terhadap kembalinya citra TNI dimata masyarakat Indonesia.

Hal ini dibuktikan oleh tingkat kepercayaan tertinggi yang diberikan oleh masyarakat Indonesia kepada TNI sesuai hasil survey oleh lembaga Survey yang kredible. 

KSAD Jenderal TNI Mulyono menyampaikan bahwa Komando Kewilayahan yang bertugas menyiapkan dan membina ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk pertahanan negara memiliki peran yang semakin dominan. Satuan Komando Kewilayahan harus memiliki kemampuan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman yang terjadi serta melakukan cegah dini melalui penguasaan dan implementasi lima kemampuan teritorial dengan menggunakan metode Binter secara benar.

“Saya tekankan kepada para Danrem dan Dandim beserta seluruh aparat komando kewilayahan agar senantiasa menjaga kepercayaan rakyat Indonesia dengan terus berbuat yang terbaik secara terhormat serta menghindari berbagai bentuk perilaku negatif baik di intern satuan maupun di tengah masyarakat,” tegas KSAD.

Terkait penyelenggaraan pesta demokrasi (Pilkada) serentak yang akan dilakukan sebentar lagi, Jenderal TNI Mulyono menyampaikan bahwa TNI AD sangat berkepentingan untuk membantu mengawal dan menjaga jalannya Pilkada serentak. TNI  berkewajiban memberi jaminan ketertiban, keamanan dan keselamatan masyarakat dalam memperoleh dan menyalurkan hak-hak politiknya tanpa mengabaikan dan mengorbankan prinsip netralitas TNI.

“Dalam kerangka netralitas TNI, para Danrem dan Dandim agar benar-benar memahami cara berpikir, bersikap dan bertindak serta memposisikan diri dan institusi secara tepat dan berada diantara semua kepentingan,” pintanya.

Kepada peserta Apel tersebut, KSAD juga menjelaskan bahwa saat ini bangsa Indonesia berada dalam situasi dimana karakter kebangsaan  yang bercirikan Pancasila sedang mengalami tantangan yang besar. Seperti hasil penelitian lembaga survey tentang potensi radikalisme, orientasi sosial, ekonomi dan politik.

Hasil survey ini secara umum cukup menggembirakan karena 90,5 persen generasi milenial atau generasi X yang selama ini dianggap pemahaman ideologinya mengkhawatirkan, ternyata masih memiliki keyakinan yang kuat terhadap Pancasila. Namun demikian, data 29,6 persen  pegawai negeri, BUMN dan swasta yang lebih memilih ideologi negara berdasar agama tentu saja tidak bisa dipandang remeh.

Oleh karenanya menurut KSAD bahwa forum ini perlu membahas pengenalan dan penguatan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang kekinian, termasuk pengembangan Binter milenial, sehingga pembinaan teritorial bisa diterima dengan baik oleh generasi muda atau yang sering kita sebut sebagai generasi milenial.
‎
“Aparat Komando Kewilayahan harus mampu menjadi pemicu atau trigger untuk mengingatkan dan meyakinkan kepada seluruh komponen bangsa tentang pentingnya menjaga imunitas bangsa agar kita mampu menjaga tetap tegak kokohnya NKRI,” tegas KSAD.



Usai acara pembukaan, KSAD juga berkesempatan untuk menyerahkan piala dan penghargaan kepada para pemenang lomba Binter tingkat Kodim XX TA 2016-2017 dan lomba karya tulis teritorial tingkat Perwira menengah dan Perwira pertama.

Kepada awak media, KSAD menyampaikan bahwa tujuan dari pelaksanaan Apel ini yaitu untuk mengevaluasi  yang telah dilakukan oleh para Danrem Dandim serta untuk menyamakan visi dan persepsinya. Selain itu kegiatan ini juga sebagai sarana untuk menyampaikan beberapa kebijakan-kebijakan Angkatan Darat terkait tugas-tugas yang akan datang. Harapannya, para Danrem Dandim tahu dan mampu mengimplementasikan visi dan misi yang sama. 

KSAD juga menenkankan bahwa kegiatan Apel Danrem Dandim ini sebagai momentum untuk menyampaikan program-program kedepan khususnya terkait tugas pokok TNI AD dan hal-hal yang menjadi hambatan kedepan. ‎

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Daerah Militer TNI

KSAD Lantik 676 Perwira Muda Angkatan Darat Gelombang II 2017

Koranjurnal.co.id‎, Bandung – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono melantik 676 perwira muda yang telah selesai menjalani pendidikan pembentukan perwira (Diktukpa) reguler  Angkatan Darat gelombang II dan pendidikan pembentukan perwira khusus (Diktukpasus) tahun 2017 di Lapangan Wiradhika Secapaad, Bandung, Rabu (15/11/2017).

Sebelum dilaksanakan Prasetya Perwira oleh KSAD pada hari ini, telah dilaksanakan penutupan pendidikan oleh Komandan Secapaad Brigjen TNI Eka Wiharsa pada hari Minggu (12/11/2017).

676  perwira muda yang dilantaik terdiri dari 380 Secapa reguler yang terdiri  orang  363 perwira pria dan 17 orang Kowad serta 296 perwira muda Diktukpasus TNI AD tahun 2017 yang terdiri dari 294 perwira pria dan 2 orang Kowad. 

Pada Pelantikan Prasetya Perwira ini juga diambil sumpah perwira yang diwakili oleh perwira muda dari masing-masing agama. 

Kasad dalam amanatnya menyampaikan, perwira lulusan Diktukpa dan Diktukpasus TNI AD telah digembleng dalam sebuah pendidikan untuk merubah status dari bintara menjadi perwira. 

“Hari ini kalian telah menyelesaikan pendidikan dan mulai menapakkan langkah awal sebagai Perwira TNI AD yang siap menyongsong tugas menjadi pimpinan di satuan sesuai dengan kecabangan masing-masing. Hal ini tentunya membawa konsekuensi semakin besarnya tuntutan tugas dan tanggung jawab yang akan kalian pikul dibandingkan pada masa-masa sebelumnya,” ujar KSAD‎.

KSAD mengatakan, sebagai perwira muda  harus memiliki semangat juang yang tinggi, jiwa pantang menyerah, rela berkorban, mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi maupun golongan. 

“Sebagai perwira, kalian telah terikat dan harus senantiasa mempedomani etika dan norma “Budhi Bakti Wira Utama” yang pemahamannya telah kalian dapatkan selama pendidikan,” tegas Jenderal TNI Mulyono. 

KSAD mengharapkan kepada para perwira muda yang baru dilantik untuk mampu mengembangkan kepemimpinan lapangan, agar senantiasa dekat dengan anak buah, mampu mengidentifikasi dan merasakan permasalahan yang dihadapi oleh anggota, serta menjalin ikatan bathin yang kuat untuk bersama-sama melaksanakan tugas.

KSAD mengingatkan bahwa kekuatan pemimpin terletak pada prajuritnya. Hindari manajemen ketakutan, sehingga kehadiran pemimpin senantiasa diharapkan oleh anak buah untuk menyelesaikan masalah, bukan justru dihindari karena dianggap menambah masalah.

Pada Prasetya Perwira ini juga diberikan  penghargaan lulusan terbaik Trisakti Wiradhika yang merupakan tiga aspek kemampuan yang meliputi kepribadian, intelektual dan kesamaptaan. Penerima penghargaan Trisakti Wiradhika  Diktukpa reguler  gelombang II diberikan kepada Letda Inf. Edy Sucipto, SE dari kesatuan Kopassus dan Letda Cba (K) Dina dari Kodam XIV/Hasanudin. Sedangkan untuk Diktukpasus, penerima Trisakti Wiradhika diraih oleh Letda Inf. Mokhamad Mokhlis dari Kodam V/Brawijaya.

Usai pelantikan Praseyta Perwira Secapaad, ditampilkan demonstrasi  Genderang Seruling  Caka Wiradhika dan  tarian kolosal  serta pemberian tali asih kepada atlet atletik Angkatan Darat yang berhasil mempertahankan juara umum pada kejuaraan atletik Piala Panglima TNI tahun 2017.

KSAD Jenderal TNI Mulyono juga memberikan pembekalan kepada para perwira yang baru dilantik sebagai bekal untuk bertugas di satuan masing-masing setelah menjalani dasar kecabangan.‎

Pewarta : Anton/disp.

Categories
Daerah Militer Nasional TNI

KSAD Pimpin Sertijab Sepuluh Jabatan Pati TNI AD 

Koranjurnal.co.id, Bandung – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono bertindak selaku Inspektur upacara pada acara serah terima jabatan (Sertijab) sepuluh jabatan Pati (Pejabat Tinggi) diantaranya delapan jabatan strategis dan dua jabatan fungsi organisasi di lingkungan TNI Angkatan Darat, yang dilaksanakan di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung, Selasa (14/11/2017).

Kesepuluh jabatan yang diserahterimakan tersebut meliputi Pangdam III/Siliwangi dari Mayjen TNI Herindra kepada Mayjen TNI Donni Monardo, Pangdam IV/Diponegoro dari Mayjen TNI Tatang Sulaiman Kepada Mayjen TNI Wuryanto, Pangdam V/Brw dari Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A., kepada Mayjen TNI Arif Rahman, M.A.



Selain itu juga diserahterimakan jabatan Pangdam XVI/Ptm dari Mayjen TNI Doni Munardo kepada Mayjen TNI Suko Pranoto, Danpuspenerbad dari Mayjen TNI Suko Pranoto kepada Brigjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H.,

Gubernur Akmil dari Mayjen TNI Arif Rahman, M.A., kepada Brigjen TNI Eko Margiyono, M.A.,
Danpusterad dari Mayjen TNI Hadi Prasojo kepada Mayjen TNI Hartomo, Aspam Kasad dari Mayjen TNI Ilyas Alamsyah kepada Brigjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Aster Kasad dari Mayjen TNI Widagdo H. Sukoco kepada Brigjen TNI Supartodi serta Danpusintelad dari Brigjen TNI Herianto Syahputra S.I.P., M.Si., kepada Kolonel Inf Djaka Budhi Utama, S.Sos.
‎
Dalam amanatnya Kasad mengatakan, pergantian pejabat di lingkungan TNI AD merupakan bagian dari sistem pembinaan organisasi guna pembaruan dan penyegaran pemikiran dalam rangka kemajuan organisasi. 

Tour of Duty dan Tour of Area juga merupakan  proses untuk memberikan pengayaan dan pengalaman serta menjaga kesinambungan kepemimpinan di tubuh TNI AD, yang pelaksanaannya menaati prinsip-prinsip pembinaan personel, yang salah satunya adalah the right man on the right place atau menempatkan personel yang tepat pada jabatan yang tepat.

Rotasi jabatan di lingkungan TNI AD juga menunjukkan bahwa Reformasi Birokrasi TNI AD terus berjalan seiring dengan meningkatnya profesionalitas Sumber Daya Manusia, nilai etika dan budaya kerja, kualitas pelayanan publik, kapasitas dan akuntabilitas kinerja di lingkungan jajaran TNI AD. 

Sebagai Negara yang memiliki posisi geografis yang sangat strategis, kekayaan alam yang sangat besar serta kekuatan ekonomi yang tumbuh semakin besar, Indonesia harus membentengi diri dari berbagai bentuk ancaman yang semakin kompleks. Indonesia memerlukan TNI yang kuat dan profesional dalam membangun Bangsa, serta mampu menangkal setiap bentuk ancaman terhadap keselamatan Bangsa dan keutuhan NKRI. 

Terkait dengan hal tersebut, KSAD menekankan kepada para Pangdam yang baru melaksanakan serah terima untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayahnya masing-masing terhadap berbagai gangguan yang dapat mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI.

“Saya minta agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan di Kotama masing-masing dalam mengelola potensi konflik   yang mungkin terjadi, menyelenggarakan operasi pertahanan dan keamanan Negara matra darat serta pembinaan kemampuan, kekuatan dan gelar kekuatan melaksanakan pembinaan teritorial untuk mendukung tugas pokok TNI AD,” ujar KSAD.

KSAD juga menegaskan bahwa amanah TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI harus dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta dilandasi oleh kemauan yang kuat untuk berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas dalam menjalankankan tugas. Komitmen seperti inilah yang telah menjadikan dan menjaga TNI maupun TNI AD sebagai institusi yang paling dipercaya masyarakat saat ini, sebagaimana hasil survey Litbang Kompas  yang diumumkan tanggal 21 Oktober yang lalu, dimana TNI mendapatkan kepercayaan masyarakat hingga 94%, meningkat dari tahun sebelumnya.

Berkaitan dengan akan digelarnya Pemilihan Kepala Daerah serentak pada tahun 2018, KSAD menegaskan kepada seluruh prajurit TNI untuk tidak terlibat dalam politik praktis.

“Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 34 tentang TNI, saya ingin tegaskan agar sikap netralitas dan memegang teguh ketentuan demokrasi harus dijunjung tinggi. Jangan biarkan prajurit kita, baik perorangan maupun satuan terpengaruh atau dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis, karena TNI hanya mengenal politik Negara,” tegas KSAD.

Pewarta : Anton/disp.

Categories
Militer Olahraga TNI

Kasad Tinjau Pelatnas Judo di Ciloto

Koranjurnal.co.id, Ciloto – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono meninjau pemusatan latihan nasional  (Pelatnas) Judo di Dojo Ciloto, Jawa Barat, Senin (13/11/2017), yang dipersiapkan untuk bertanding di Arena Asian Games XVIII 2018 di Jakarta dan Palembang.

Kasad Jenderal TNI Mulyono yang juga merupakan Ketua Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) dalam arahannya menyampaikan, event besar yang dihadapai atlet Judo Indonesia adalah Sea Games XXIX 2017 lalu yang digelar di Malaysia serta Asian Games XVIII tahun 2018.

Dari pengalaman pada Sea Games XXIX di Malaysia yang lalu, walaupun atlet Judo Indonesia meraih perolehan medali terbanyak, namun prestasi yang lebih tinggi tetap menjadi target yang harus dicapai

Kasad berharap agar direncanakan dan dipersiapkan metode latihan yang lebih baik untuk mencapai prestasi yang lebih baik dari hasil yang telah dicapai selama ini.

“Ini merupakan pertama kalinya saya datang kesini, agar saya tahu bahwa kita punya padepokan, sebagai Ketua Umum Jodo, kita harus tahu bahwa atlet-atlet kita berlatih di Padepokan ini. Bila mereka berlatih disini tentunya harus ada motivasi mereka berlatih. Tugas saya sebagai Ketua  Umum adalah memikirkan apa saja yang menjadi kebutuhan mereka untuk berlatih, adalah berlatih,” ujar Kasad. 

Sebelum menyampaikan pengarahannya kepada para atlet, pelatih dan pembina, Kasad berkesempatan berkeliling Padepokan untuk melihat berbagai sarana latihan berupa wisma atlet, maupun sarana lainnya yang memerlukan dukungan dan perbaikan.



Usai memberikan pengarahan nya, Kasad memberikan tali asih sebagai bentuk penghargaan kepada para atlet dan pelatih yang menorehkan prestasi pada ajang Sea Games 2017 di Malaysia.‎

Pewarta : Anton/disp.