Categories
Nasional Pendidikan Ragam

Presiden Jokowi Lantik Budi Waseso sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) Gerakan Pramuka melantik Komjen Pol (Purn) Budi Waseso sebagai Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka untuk masa bakti tahun 2018-2023. Pelantikan berlangsung di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Selain melantik Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, Presiden juga sekaligus melantik anggota dan pengurus Kwarnas untuk periode 2018-2023, yakni H. Suriyadi dengan anggotanya Pontianus Rushandono, H. AS. Budianto, H.A. Madjid Husen, dan Haris Yasin Limpo selaku sekretaris.

Pelantikan tersebut disaksikan serta dihadiri 11 wakil ketua atau ketua komisi Kwarnas diantaranya, Ketua Komisi Perencanaan dan Pengembangan Jana T. Anggadiredja, Ketua Komisi Pembinaan Anggota Muda Supriyadi, Ketua Komisi Pembinaan Anggota Dewasa Suyatno, Ketua Komisi Organisasi dan Hukum Chairul Huda, dan Ketua Komisi Aset dan Usaha Yulius.

Turut hadir pula Ketua Komisi Kerja Sama Dalam Negeri Dede Yusuf M. Effendi, Ketua Komisi Kerja Sama Luar Negeri Ahmad Rusdi, Ketua Komisi Kehumasan dan Informatika Berthold DH. Sinaulan, Ketua Komisi Pengabdian Masyarakat GKR Mangkubumi, Ketua Komisi Saka, Sako, dan Gusdarma Laksamana Muda TNI (Purn.) Kingkin Suroso, dan Ketua Komisi Bela Negara Brigjen TNI Hasto Pratisto Yuwono.

Budi Waseso sebelumnya terpilih menjadi Ketua Kwarnas masa bakti 2018-2023 melalui Musyawarah Nasional (Munas) X Gerakan Pramuka yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jum’at (28/09).

Dirinya dilantik oleh Presiden berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67/M Tahun 2018 tentang Pengukuhan Susunan Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti Tahun 2018-2023.(red/DBPers)

Categories
International Nasional Ragam

Ikut Jambore ASEAN, Pramuka Promosikan Budaya Indonesia

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kwartir Nasional Gerakan selalu aktif mengikuti kegiatan kepramukaan di tingkat internasional. Seperti di Jamboree ASEAN yang saat ini tengah berlangsung di Energy Park, Apokon, Tagum City, Davao del Norte, Filipina mulai 27 November sampai 2 Desember 2017.

Dalam Jambore antarnegara Asia Tenggara tersebut, Pramuka tampil prima dengan mengikuti semua kegiatan yang ditetapkan oleh panitia, termasuk pentas seni di malam hari. Pramuka dengan bangga mempromosikan budaya dan kesenian Indonesia di depan 29.500 peserta.

“Jambore ASEAN ini menjadi kesempatan bagi Pramuka sebagai duta bangsa untuk aktif mempromosikan tarian dan kebudayaan Indonesia di kacah internasional. Kita ingin Pramuka Indonesia bukan hanya dikenal secara kuantitas, tapi juga kualitas,” ujar Pimpinan Kontingen Indonesia, Achmad Mardiyanto saat dihubungi, Rabu (29/11/2017).

Indonesia memiliki ribuan kesenian dan tarian tradisional yang tersebar di seluruh daerah. Kekayaan itu, kata dia, adalah aset yang tidak dimiliki peserta 10 negara lain peserta Jambore ASEAN. “Kontingen Indonesia alhamdulillah paling banyak menampilkan karya seni tari di Jambore ASEAN, karena memang kalau soal itu kita tidak pernah kekurangan stok,” jelasnya.

Bahkan, beber Mardiyanto, dalam setiap even Jambore baik di level ASEAN maupun dunia, Indonesia selalu menjadi kontingen terbanyak. Dalam Jambore ASEAN ke-6 ini, Kontingen Indonesia berjumlah 155, sementara Malaysia hanya 100 orang.

“Sisanya mengirimkan kurang dari 20 orang. Jadi sebenarnya kita bukan hanya mengandalkan kuantitas, tapi juga kualitas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault mengatakan, keikutsertaan Gerakan Pramuka dalam kegiatan internasional, manfaatnya bukan hanya dirasakan peserta secara pribadi, namun juga oleh negara. Sebab, mereka adalah duta bangsa yang bertugas mengharumkan nama baik Indonesia.

“Anggota Gerakan Pramuka yang mengikuti Jambore ASEAN di Filipina ini selain menjadi duta Pramuka, mereka juga menjadi duta Indonesia. Mereka tidak hanya mewakili dan membawa nama baik Gerakan Pramuka, tapi juga bangsa Indonesia,” ungkap Adhyaksa.

Karena itu, kata Adhyaksa, utusan Pramuka di Jambore ASEAN harus menyampaikan hal-hal positif tentang Gerakan Pramuka dan Indonesia. Mereka harus mengenal Indonesia lebih dalam, mempelajari kembali Indonesia, menyampaikan kekayaan budaya, wisata dan potensi Indonesia kepada dunia internasional, khususnya negara-negara ASEAN.

“Kenikmatan terbesar dalam hidup sebagai putra Indonesia setelah keimanan adalah Tanah Air Indonesia. Karena itu, anggota Pramuka selalu diminta mengamalkan Dasa Darma untuk menjaga dan melindungi Tanah Air Indonesia,” papar Adhyaksa.

Pewarta : Anton/Red/Kwtr

Categories
Nasional Ragam

1.550 Pramuka Putri se-Indonesia Akan Ikuti Perkempinas III 2017 di Kal-Tim

Koranjuranal.co.id, Jakarta – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menggelar Perkemahan Putri Tingkat Nasional (Perkempinas) III pada 19-24 November 2017 di Bumi Perkemahan Pantai Manggar Balikpapan, Kalimantan Timur. Wakil Ketua Kwarnas Bidang Pembinaan Anggota Dewasa Susi Yuliati mengatakan, kegiatan ini akan diikuti 1.550 Pramuka Penegak dan Pandega (usia 17-24 tahun) putri. 
 
“Kegiatan ini tujuannya mendidik dan mengarahkan Pramuka putri agar bisa menjadi anggota masyarakat yang berguna, sanggup dan mampu menyelenggarakan pembangunan bangsa dan negara,” ujar Susi Yuliati.
 
Susi meneruskan, Perkempinas tak lain untuk mengembangkan diri Pramuka Putri. Mereka, lanjutnya, diharapkan menjadi sosok Pramuka putri yang anggun, kreatif, terampil, berwawasan luas, mandiri, tangguh, berpikir cemerlang, peduli dan penuh kasih sayang.
 
Kegiatan-kegiatan dalam Perkempinas 2017 memberikan porsi yang cukup besar pada kegiatan-kegiatan yang dapat menunjukkan potensi wawasan, keterampilan keputrian dan permasalahan nasionalisme terhadap kaum perempuan. Secara umum, kegiatannya dibagi dalam delapan kelompok, yakni (1) Kegiatan Umum dan Persaudaraan, (2) Kegiatan Khusus, (3) Global Development Village & Science, (4) Tur Edukasi, (5) Keterampilan Putri, (6) Kegiatan Bakti, (7) Seni dan Budaya, dan (8) Festival Perkempinas 2017.


 
Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menjelaskan, semua kegiatan di Gerakan Pramuka dilakukan dengan persiapan panjang. Panitianya pun seluruhnya dari anggota Gerakan Pramuka sendiri, tanpa event organizer (EO). Semua aspek dipikirkan, seperti cuaca, air bersih, tempat ibadah, dan lain-lain. Demikian pula kegiatan Perkempinas ini.
 
“Kekuatan dan kelebihan dari kegiatan luar ruangan adalah apa yang mereka lihat, rasakan, lakukan selama di alam bebas menjadi ilmu bagi mereka. Selain itu, interaksi dan partisipasi mereka juga meningkat, lebih dari itu mereka punya solidaritas dan kepekaan sosial,” ungkap Adhyaksa.
 
“Perkempinas digelar karena Kwarnas ingin memberikan kesempatan dan kedudukan yang sama kepada Pramuka putri untuk mendapat pelatihan dan pendidikan yang menarik melalui media perkemahan di alam terbuka, sebagai bekal kehidupannya kelak,” tutupnya.
 
Perkempinas 2017 rencananya akan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, yang juga Ketua Harian Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Nasional pada 19 November 2017. Selain itu, pembukaan Perkempinas juga akan dihadiri para tokoh dan pejabat pemerintah daerah seperti Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, serta para tamu undangan dari Tim PKK, Pimpinan Kwarda Kaltim dan Kwarcab Balikpapan.‎

Pewarta : Anton