Categories
Polhukam

Jelang Natal dan Tahun Baru, PBNU Imbau Masyarakat Miliki Sikap Toleransi

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi yang biasa disapa Gus Fahrur Rozi menilai, kondisi keamanan menjelang natal dan tahun baru aman dari tindak radikalisme.

Ketua PBNU itu meyakini bahwa sikap toleransi antar umat beragama sangat penting dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. PBNU akan secara aktif dalam mengkampanyekan sikap toleransi antar umat beragama untuk menciptakan Indonesia yang lebih aman.

“Kita semua menjalankan agama masing-masing dengan baik, tetapi jangan terlalu berlebihan sehingga bisa mengganggu kepercayaan orang lain. Dalam perayaan Natal ini justru umat Muslim harus menghargai dan mendukung umat Nasrani yang merayakan Natal,” kata Ketua PBNU Fahrur Rozi.

Fahrur Rozi menjelaskan, menjelang natal dan tahun baru, PBNU akan ikut terlibat dalam menjaga keamanan dan ketertiban sebagai bentuk tidak pencegahan adanya tindak intoleransi yang didasrkan atas dasara radikalisme.

Ia menjelaskan, Radikalisme lahir dari adanya pemahaman yang salah dari agama, pemahaman yang tidak lengkap dan disampaikan secara sepotong-sepotong.

Untuk itu, ketua PBNU itu menekankan peran guru dalam menciptakan moderasi beragama yang ada di Indonesia. hal ini sangat penting karena mereka menjadi rujukan pola pikir bagi para muridnya. Dan jika guru tidak moderat mengajarkan radikal ia akan melahirkan murid-murid radikal.

“Materi penting tapi guru yang menyampaikan lebih penting. Jadi bisa diterima atau tidak tergantung yang membawakan,” kata Ahmad Fahrur Rozi.

Lebih lanjut, Ahmad Farur Rozi menjelaskan, Moderasi beragama harus dimulai dengan sikap adil. Setiap umat beragama harus memberikan ruang untuk setiap perbedaan pendapat dan tafsir bagi umat seagama maupun berbeda agama.

“Adil adalah kata kuncinya. Islam mengajarkan tidak boleh ada kebencian yang kemudian menjadikan tidak adil, kita tidak boleh merasa benar sendiri dan tidak boleh memaksakan, harus saling menghormati dan saling menghargai,” imbuh ketua PBNU.

Selain itu, Presiden Jokowi berupaya keras dalam merawat kerukunan antarumat beragama agar keutuhan bangsa tetap terjaga, termasuk melalui program moderasi beragama.

Oleh karena itu, komitmen kuat yang dimiliki Presiden Joko Widodo dalam merawat kerukunan antar umat beragama harus diikuti oleh semua pihak, khususnya generasi muda penerus bangsa.

“Sikap-sikap tidak toleran apalagi yang disertai dengan kekerasan fisik maupun verbal harus hilang dari Indonesia,” ujar Presiden Joko Widodo.

“Sikap keras yang menimbulkan perpecahan di masyarakat tak boleh ada di negeri kita yang kita cintai ini,” lanjut Presiden.(**)

Categories
Megapolitan Ragam TNI

Sambut Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Grup 3 Kopassus Berbagi Kasih di Panti Asuhan

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka memperingati Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Batalyon 31 Grup 3 Kopassus Berbagi Kasih Natal memberikan bantuan berupa Sembako dan bingkisan ke Panti Asuhan Pondok Taruna, jalan Tugu No. 45 RT. 12/07 Kel. Cipayung, Kec. Cipayung, Jakarta Timur, Jum’at (24/12/2021) lalu.

Kegiatan yang di inisiasi Dangrup 3 Kopassus Kolonel Inf Elvino Yudha Kurniawan, ini mengusung tema “Personel TNI Siap Mewujudkan Cinta Kasih Kristus dalam Persaudaraan.”

Dalam pembagian sembako, secara simbolis Komandan Batalyon 31 Grup 3 Kopassus Mayor Inf Fictor J. Situmorang, M.I.P. menyerahkan bantuan kasih berupa sembako seperti beras, minyak goreng, gula, mie instan, telur, teh kotak serta 120 paket bingkisan untuk seluruh anak-anak Panti Asuhan dan para pengasuh di Panti Asuhan Pondok Taruna.

Sebagai ungkapan rasa syukur dan bertepatan dengan malam Natal pula, anak-anak Panti Asuhan mempersembahkan 2 lagu Natal melalui konser mini biola dengan judul “Kami Puji dengan Riang” dan “The First Noel” menambah kehangatan acara malam itu.

Di waktu yang sama, pengasuh Panti Asuhan Pondok Taruna Ibu Ana
menerangkan bahwa Panti Asuhan Pondok Taruna berdiri karena donatur-donatur tidak tetap yang tergugah hatinya untuk menyisihkan rejeki dan membangunkan tempat untuk anak-anak yatim-piatu maupun terlantar.

” Rumah Yatim Piatu Pondok Taruna saat ini mempunyai anak asuh berjumlah 90 orang, yang terdiri dari berbagai macam suku dan ras dari usia balita sampai kuliah,” ucap Ibu Ana.

Diakhir sambutannya tak lupa Ibu Ana juga menyampaikan ucapan banyak terimakasih kepada Kopassus yang telah peduli terhadap panti asuhan Pondok Taruna khususnya menjelang Hari Natal dan Tahun Baru, sehingga anak-anak juga dapat merasakan sukacita Natal dan pada umumnya dapat membantu kelangsungan hidup panti asuhan tersebut.(pen/red)