Categories
Pendidikan TNI

KSAU Pimpin Sidang Pantukhir Catar Akademi Angkatan Udara Tahun 2023

Koran Jurnal, Solo – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E, M.P.P., CSFA pimpin Sidang Penilaian Panitia Penentu Akhir (Pantukhir) Seleksi Tingkat Pusat Penerimaan Taruna/Taruni Akademi Angkatan Udara (AAU) TA.2023 di Balai Prawiratama Setukpa, Lanud Adi Soemarmo, Solo, Kamis (20/7/2023).

Sidang Pantukhir tingkat pusat diikuti oleh 289 Calon Taruna/Taruni AAU, terdiri dari 268 calon Taruna dan 21 calon Taruni yang berasal dari daerah di seluruh wilayah Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Kasau memberikan ucapan selamat kepada para calon Taruna yang telah sampai pada tahap sidang Pantukhir.

“Selamat untuk yang nanti terpilih, bagi yang belum, jangan putus asa karena kalian masih ada kesempatan untuk mengulangi tahun depan,” ungkap KSAU.

Secara terperinci, Kasau dan seluruh panitia sidang melakukan pemeriksaan terhadap seluruh calon, baik pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan seluruh hasil akhir seleksi tingkat pusat yang telah dijalani para peserta.

Hadir dalam kegiatan ini Irjenau Marsda TNI Eko Dono Indarto, SIP, M.Tr (Han), Aspers Panglima TNI Marsda TNI Samsul Rizal, S.I.P., M.Tr (Han), Aspers Kasau Marsda TNI Fadjar Sumarijadji., M.Sc, Gubernur AAU Marsda TNI Wayan Superman, Kadispamsanau Marsma TNI Riva Yanto, ST., M.Sc., Kadiswatpersau Marsma TNI Muh. Arief Damopoli, Kadispsiau Marsma TNI Dra. Sri Hastuti., M.Si.

Sidang Pantukhir Catar AAU 2023 ini penting untuk mendapatkan pemuda-pemudi terbaik yang kelak akan menjalankan organisasi TNI AU masa depan, dengan tugas penting untuk menjaga kedaulatan, keamanan nasional dan kepentingan nasional di udara.(disp)

Categories
TNI

TNI Gelar Sidang Pantukhir Penerimaan Perwira Khusus Tenaga Kesehatan

Koran Jurnal, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia menggelar Sidang Pantukhir (Panitia Penentuan Akhir) seleksi tingkat pusat penerimaan Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI (khusus tenaga kesehatan) TA. 2021, bertempat di Aula NKRI Rindam Jaya, Jakarta Timur, Selasa (27/04/2021).

Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi saat membuka Sidang Pantukhir mengatakan bahwa pada hari ini akan memilih dan memutuskan calon siswa Pa PK TNI (khusus tenaga kesehatan) yang akan mengikuti pendidikan pertama sebagai seorang calon Perwira TNI. ”Dan pada saatnya nanti, mereka inilah yang kita harapkan dapat menjadi pemimpin masa depan yang profesional sesuai dengan disiplin ilmu dan bidang tugasnya masing-masing,” ujarnya.

Ditegaskan Aspers Panglima TNI, dalam setiap penerimaan prajurit TNI harus menerapkan prinsip LOSA yaitu : Logis, seluruh rangkaian kegiatan penerimaan prajurit TNI dan hasilnya bisa diterima oleh akal dan yang sesuai dengan logika atau benar menurut penalaran; Obyektif, kegiatan penerimaan perwira prajurit sukarela TNI dilaksanakan dengan berdasarkan pada hasil yang valid dan benar serta menjamin tidak adanya kepentingan pribadi maupun kelompok/golongan dari pihak manapun, sehingga kepentingan organisasi TNI lebih diutamakan. Sistematis, kegiatan penyediaan prajurit sukarela TNI harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang disusun berdasarkan kebutuhan dan peraturan yang berlaku; Akuntabel, kegiatan penyediaan prajurit sukarela TNI harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, logis, akademis dan administratif.

Untuk meningkatkan kualitas calon Pa PK TNI perlu melakukan langkah-langkah terobosan, seperti : Pertama, melaksanakan proses pengumpulan dan pengolahan data menggunakan program atau aplikasi berbasis IT atau Paperless. Kedua, melaksanakan kerja sama dengan Ditjen Dikti Kemendagri dan Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk integrasi sistem data Dikti dan Dukcapil untuk menunjang akurasi data kependudukan dan pendidikan pada penerimaan prajurit TNI secara online.

Ketiga, pelaksanaan seleksi dibagi dua tahap yaitu tahap I (Kesehatan, Psikologi dan Administrasi), tahap II (Mental Ideologi, Kesemaptaan Jasmani dan Akademik). Keempat, membuat ST Panglima TNI tentang larangan membuat dan menggunakan sponsorship kepada seluruh prajurit TNI tanpa terkecuali dalam penerimaan prajurit TNI. Kelima, merumuskan sistem penilaian pada seleksi daerah dan pusat penerimaan Pa PK TNI yang berfokus pada menjaring calon yang memiliki kemampuan akademik yang baik tanpa mengabaikan aspek pemeriksaan/ pengujian lainnya.

Selain itu, Aspers Panglima TNI juga menyampaikan harus berpedoman kepada asas-asas sebagai berikut : Pemerataan, memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh warga negara Indonesia ; Kualitas, mengutamakan hasil penerimaan yang berkualitas ; Kemandirian, dilaksanakan secara mandiri oleh panitia pelaksana seleksi yang telah ditunjuk tanpa ada campur tanggan dari pihak manapun ; Kejujuran, dilaksanakan secara jujur sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dan tidak ada unsur KKN baik yang dilakukan dalam panitia pelaksana seleksi maupun peserta seleksi.

Adapun alokasi jumlah calon siswa Pa PK TNI (khusus tenaga kesehatan) TA. 2021 sebanyak 122 dari tiga matra. Untuk TNI Angkatan Darat 62 orang (Pria 43, Wanita 19), TNI Angkatan Laut 40 orang (Pria 34, Wanita 6), TNI Angkatan Udara 20 orang (Pria 18, Wanita 2).(Pusp/red)