Categories
Pendidikan

SIT Selandia Baru Luncurkan “Beasiswa 20 untuk 2020” di Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Southern Institute of Technology (SIT) menawarkan beasiswa bagi warga masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di Selandia Baru (New Zealand). Tawaran itu berupa skema “Beasiswa 20 untuk 2020”, yakni beasiswa 20 persen untuk potongan biaya kuliah bagi siswa Indonesia yang mendaftar dan diterima di SIT pada tahun ajaran 2020.

Southern Institute of Technology (SIT) merupakan lembaga teknologi milik pemerintah Selandia Baru yang menawarkan program pendidikan lanjutan setelah SMA mulai dari tingkat sertifikasi hingga gelar magister.

SIT’s Chief Executive, Ms Penny Simmonds menjelaskan, beasiswa ditawarkan untuk semua program yang berdurasi setidaknya satu tahun. Beasiswa berlaku untuk semua kualifikasi.

“Jadi jika Anda ingin berkuliah di jenjang S1 (bachelor’s degree) di SIT, maka beasiswa akan berlaku selama 3 tahun masa studi, yang akan sangat meringankan bagi Anda dan keluarga,” kata Penny dalam acara peluncuran beasiswa tersebut, di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Jum’at (26/07/2019).

Selain beasiswa, ada banyak manfaat dan peluang lainnya yang dapat diperoleh dengan belajar di SIT dan di wilayah Southland Selandia Baru.

“Beberapa di antaranya adalah biaya hidup terendah serta kami menyediakan beasiswa akomodasi untuk mahasiswa pascasarjana dan magister,” ujar Penny.

The Southern Institute of Technology terletak di jantung dari wilayah Selatan yang inovatif, tepatnya di Invercargill.

“Kampus utama kami terletak di Invercargill, dengan kampus-kampus lain di Queenstown, Christchurch, dan Auckland. Program SIT diakreditasi dan disetujui oleh Otoritas Kualifikasi Selandia Baru (NZQA),” ujar Penny.

Ia juga mengungkapkan, program pendidikan tersebut merupakan komitmen SIT untuk memenuhi Strategi Pengembangan Regional Southland, yaitu membawa pekerja-pekerja yang terampil ke wilayah Southland. Dan cara yang terbaik untuk mencapai hal tersebut ialah dengan menyediakan pendidikan berkualitas yang terintegrasi dengan industri dan berfokus pada pengembangan keterampilan lulusan untuk siap bekerja.

Bahkan, pada tahun 2018, SIT memiliki 14.000 siswa dan 1.800 siswa di antaranya merupakan siswa internasional. SIT, lanjut Penny, cukup besar untuk menawarkan variasi namun juga cukup kecil untuk mampu mempertahankan suasana yang bersahabat.

“Kunci keunggulan kami yang sesungguhnya adalah keramahan Selatan kami dan kegiatan luar ruang yang unik, penuh petualangan serta kesempatan rekreasi melalui tantangan olahraga yang ekstrem,” tuturnya.

Penny menambahkan, SIT memiliki sejarah membanggakan dengan menyediakan pembelajaran terapan dan pendidikan kejuruan. Selama lebih dari 45 tahun, SIT telah memberikan para siswa pendidikan berkualitas di berbagai bidang studi, antara lain bisnis, teknologi informasi, ilmu kesehatan terapan, manajemen terapan, teknologi rekayasa, seni kreatif, produksi musik dan audio, olahraga, keperawatan, dan banyak lagi.

“Dengan lebih dari 200 program di lebih dari 30 bidang studi, kami dapat menawarkan kesempatan untuk melanjutkan studi Anda pada tingkat yang sesuai dengan kemampuan Anda,” pungkasnya.

Hadir dan turut mendampingi Ms Penny Simmonds dalam acara peluncuran beasiswa, SIT International Director, Ms Chami Abeysinghe bersama dengan In-Country Manager Mr Marcellino Leo Kusuma.(ton/red)

Categories
Nasional Pendidikan

Selandia Baru Apresiasi Indonesia Cetak Generasi Muda Pertanian Lewat Pendidikan dan Teknologi

Koran Jurnal, Roma – Menteri Pertanian Selandia Baru, Damien O’Connor mengapresiasi strategi dan program pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, khususnya dalam mencetak generasi muda pertanian yang adaptif terhadap teknologi.

Kekaguman terhadap Indonesia dalam mencetak generasi muda pertanian, mendorong Selandia Baru untuk mengeksplorasi peluang kerjasama dalam hal pertukaran tenaga ahli dan penyuluh pertanian serta penerimaan calon pengajar bidang pertanian asal Indonesia di Selandia Baru.

“Seperti negara lainnya, Selandia Baru memiliki tantangan besar dalam menarik minat generasi muda untuk bekerja di pertanian, dan kami akui Indonesia berhasil menerapkan strategi yang tepat untuk menjawab tantangan tersebut,” puji Damien dalam Pertemuan Billateral yang diadakan di sela-sela sidang tertinggi Badan PBB untuk Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organisation/FAO) ke-41 di Kantor Pusat FAO di Roma, Italia, (24/06/2019).

Apresiasi tersebut dilontarkan Damien, setelah mendengarkan paparan Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Momon Rusmono terkait strategi kebijakan dan program Pemerintah Indonesia dalam mendorong minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian, dan salah satu upaya yang ditempuh adalah memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi dibidang SDM.

“Kami mentransformasi 10 Sekolah Tinggi Pendidikan Pertanian (STPP) menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) di seluruh Indonesia, upaya ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang adaptif terhadap teknologi informasi dan siap bekerja di berbagai sektor pembangunan,” beber Momon.

Tidak hanya memberi perhatian pada pendidikan dan pelatihan, selama empat tahun terakhir, Momon mengatakan pihaknya juga tengah fokus menarik generasi milenial agar ikut menjadi bagian dari pembangunan pertanian Indonesia, dengan menerapkan pertanian berbasis teknologi modern melalui mekanisasi dan digitalisasi.

“Selain mempersiapkan generasi muda agar mampu berkompetisi dalam menyambut revolusi industri 4.0, program beasiswa ataupun magang di luar negeri juga diberikan kepada petani muda, akademisi, maupun pegawai Kementerian untuk penguatan keterampilan dan menambah pengalaman” ungkap Momon.

Momon mnambahkan berbagai upaya yang diterapkan pemerintah Indonesia selama ini, telah berhasil meningkatkan jumlah generasi muda yang mendaftar ke Polbangtan hingga 1.238 %. Data Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, menyebutkan tahun 2013 pendaftar Polbangtan hanya 980 orang, dan di Tahun 2018 meningkat tajam menjadi 13.111 orang.

Selama rentang waktu yang sama, tambah Momon, data Kementerian Ristekdikti menunjukan peningkatan generasi muda terhadap dunia pertanian juga linier dengan peningkatan jumlah mahasiswa pertanian yang mencapai hingga 64,16%.

Dalam Pertemuan Billateral yang diinisasi oleh Selandia Baru tersebut, Momon juga membahas terkait rencana kerja sama untuk meningkatkan ekspor dan impor komoditas pertanian antar dua negara melalui sistem sertifikat elektronik, serta persiapan Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang akan menjadi Ketua sekaligus tuan rumah pertemuan Global Research Alliance (GRA) ke-9 pada Oktober mendatang.

“Selama tanggal 6-10 Oktober, Indonesia akan menjadi ketua sekaligus tuan rumah dari perhelatan GRA Council Meeting ke – 9, acara ini bersamaan dengan pertemuan ke-5 Global Science Conference on Climate Smart Agriculture di Bali. Diperkirakan perwakilan dari 56 negara akan hadir dan membahas perkembangan kegiatan selama setahun terakhir dan rencana kerja ke depan,” tutup Momon.(hum/red)