Categories
TNI

KSAD Resmi Menutup Pelaksanaan TMMD ke-105 di Lombok Timur

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa secara resmi menutup TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 tahun 2019 secara terpusat di lapangan Keruak, Kecamatan Keruak, Lombok Timur.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya yang juga selaku Pati Koordinator Penerangan TMMD, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu (07/08/2019).

‘’Upacara penutupan oleh KSAD, yang juga merupakan Penanggung Jawab Operasional TMMD, menandai berakhirnya program TMMD ke-105 yang mengambil tema “Bersama TMMD Membangun untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat,’’ ujarnya.

Pada upacara yang berlangsung tertib tersebut, lanjut Kadispenad, hadir pula Ketua Umum Persit KCK Ny. Hetty Andika Perkasa, Pangdam IX/Udayana, Gubernur NTB, Bupati Lotim, yang turut didampingi para istri.

‘’Selain itu, hadir sebagai peserta upacara yang juga merupakan pelaksana di lapangan antara lain para tokoh agama dan adat, Dinas Perhubungan, BKD, Satpol PP, Korem, Kodim serta unsur dari Kepolisian di wilayah NTB,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, yang juga bertindak selaku inspektur upacara, mengawali amanatnya dengan mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin, baik undangan maupun peserta upacara yang hadir di lapangan Keruak.

‘’Kedatangan saya, hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lotim, yang begitu peduli kepada masyarakatnya. Dengan dukungan anggaran sebesar Rp. 1,5 milyar, kesemua itu diperuntukkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,’’ tutur KSAD.

‘’Yang dilakukan adalah berbagai pembangunan diantaranya, merehabilitasi 100 rumah yang tidak layak huni, tiga Mushola, pembuatan dua Poskamling, yang seluruhnya dibiayai oleh Bupati. Hal itu, menunjukkan kepedulian Bupati kepada masyarakatnya. Terima kasih Bapak Bupati,’’ tambah KSAD.

Dalam kesempatan yang sama, KSAD turut pula memberikan apresiasi kepada para pelaksana di lapangan, sehingga sasaran TMMD yang ingin dicapai dapat selesai tepat pada waktunya.

‘’Selanjutnya, saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Angkatan Darat, Satgas TMMD, yang dibantu juga oleh Polri, Angkatan Udara, Angkatan Laut, serta dari masyarakat, sehingga dalam 30 hari ini kita bisa menyelesaikan berbagai pembangunan yang menjadi sasaran TMMD,’’ ucapnya.

‘’Semoga semuanya bermanfaat dan semoga masyarakat di Kecamatan Keruak, di Lotim ini, bisa semakin fokus menuju masa depan yang lebih baik,’’ pungkasnya.

Usai menutup secara resmi TMMD ke-105, KSAD didampingi Gubernur NTB, Pangdam IX/Udayana, serta Bupati Lotim, menyerahkan kunci rumah secara simbolis, sembako, perlengkapan Mushola, dan Poskamling kepada perwakilan masyarakat.

Sebelum meninggalkan tempat acara, KSAD beserta rombongan meninjau kegiatan bakti sosial diantaranya pasar murah, pembagian sembako, serta pengobatan gratis. (Disp/red)

Categories
Infrastruktur Militer TNI

TMMD ke-105 Sasar 50 Titik Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Darat kembali melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ke-105 Tahun 2019. Program TMMD kali ini bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan akan mulai dilaksanakan pada 10 Juli 2019 mendatang dengan menyasar 50 titik daerah kabupaten/kota se-Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa saat Rapat Koordinasi Teknis TMMD ke-105 Tahun 2019 mengatakan program yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan pemerintah daerah itu akan dilaksanakan selama 30 hari.

“Setiap titik atau satgas kami memiliki 150 personel. Biaya didukung oleh TNI, sehingga tidak mengganggu anggaran daerah untuk infrastruktur maupun fasilitas sosial,” kata KSAD, di Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis (20/06/2019)

KSAD berharap kegiatan TMMD itu nantinya bisa menjadi stimulan untuk menggerakkan perekonomian di sejumlah daerah di Indonesia.

Dalam kegiatan TMMD nanti, lanjut KSAD, sejumlah pembangunan fisik dilakukan berdasarkan kebutuhan dari masing-masing daerah.

“Konkretnya biasanya banyak pembangunan fisik. Saluran irigasi, jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, sekolah. Jadi itulah bentuk-bentuk konkretnya. Sambil berjalan juga ada hal-hal yang berkaitan dengan non fisik yang dilakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, KSAD menambahkan, kegiatan TMMD juga mampu mengantisipasi paham-paham radikalisme yang dapat mempengaruhi masyarakat. Lantaran dalam TMMD juga dilakukan penyuluhan-penyuluhan tentang wawasan kebangsaan.

Dalam kesempatan sama, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meyakini kerja sama dengan TNI AD melalui TMMD mampu mempercepat penanganan masalah-masalah sosial terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Indonesia.

“Kami sangat mendukung TMMD karena kami percaya bisa memberikan manfaat membawa percepatan program-program di Kementerian Sosial,” kata Mensos.

Menurut Agus, terkait TMMD yang dilaksanakan di 50 titik diharapkan bisa menjadi sasaran utama di daerah 3T yang aksesnya sangat sulit dan sering menjadi kendala bagi Kemensos untuk menjangkau daerah-daerah tersebut.

“Kami percaya TNI mempunyai kapasitas terutama terkait fasilitas, infrastruktur maupun mobilitas untuk mencapai wilayah 3T,” katanya.

Dengan kemampuan TNI terutama TNI AD tersebut maka sinergi program-program di Kemensos bisa ditingkatkan.

“Kita sama-sama memerangi kemiskinan, memeratakan pembangunan dan menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di masyarakat,” kata Agus menambahkan.

TMMD merupakan program terpadu antara TNI dengan Kementerian/ Lembaga, Pemerintah Daerah serta komponen masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan.(ant/red)