Categories
Bencana Nasional

Kementerian Sosial Dukung Pemulihan Psikososial Para Pengungsi Bencana Gempa Sulbar

Koran Jurnal, Jakarta – Gempabumi berkekuatan M6,2 di Provinsi Sulawesi Barat tidak hanya menyebabkan kerugian materil dan jatuhnya korban jiwa, namun juga menimbulkan kekhawatiran serta trauma bagi masyarakat terdampak. Guna memulihkan kondisi psikologis dan sosial pascagempa, Kementerian Sosial turut mendukung pemulihan psikososial bagi para pengungsi.

Hal ini disampaikan oleh Pekerja Sosial Ahli Muda Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia Dika Yudhistira Rizqy bahwa Kemensos memastikan kebutuhan para pengungsi atau penyintas dapat terpenuhi, salah satunya kebutuhan pemulihan psikososial.

“Kemensos memastikan kebutuhan penyintas dapat terpenuhi, terlebih kebutuhan pemulihan psikososial,” ujar Dika dalam Konferensi Pers Penanganan Bencana Pasca Gempa M6,2 Sulawesi Barat, Rabu (20/01/2021).

Dika menjelaskan bahwa Kemensos telah mengerahkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi para penyintas untuk membantu pemulihan trauma yang dirasakan oleh masyarakat terdampak gempabumi.

“Tim LDP Kemensos yang berasal dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan SDM Program Keluarga Harapan. Adapun relawan yang ikut turun sebanyak 30 orang yang tersebar di Kabupaten Majene dan Mamuju untuk kegiatan pelayanan sosial,” jelas Dika.

“Sampai hari ini, sebanyak 201 Tagana yang terlibat dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah telah bergabung untuk mendukung pemenuhan kebutuhan sosial sekaligus pemulihan psikologis bagi para pengungsi,” lanjutnya.

Kemensos turut melakukan pendistribusian logistik untuk kebutuhan dasar para pengungsi seperti makanan siap saji, makanan anak, tenda gulung, matras, selimut, peralatan dapur keluarga, tenda serba guna maupun tenda COVID-19, _kids wear_, _food wear_, velbed, kasur, sandang, perlengkapan siaga bencana untuk evakuasi, dan masker medis untuk pencegahan penularan COVID-19.

Selain itu, Kemensos juga memberikan pelayanan dapur umum lapangan dengan menggunakan 10 mobil dapur umum yang tersebar pada beberapa titik, antara lain :
– Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat oleh Tagana Sulawesi Selatan dan Sulawesi Timur sebanyak 4.600 per hari
– Stadion Marakara oleh Tagana Sulawesi Tengah sebanyak 6.000 per hari
– Desa Takandean Kecamatan Kapalang oleh Tagana Sidrab Sulawesi Selatan sebanyak 2.000 per hari
– Lapangan Tembak Mamuju oleh Tagana Pare-Pare sebanyak 2500 per hari
– Desa Bukit tinggi Kabupaten Majene oleh Tagana Tinram Kota Palu sebanyak 1.000 per hari
– Desa Partidi Mamuju Tagana Takar sebanyak 1.500 per hari
– Desa Salupangi oleh Tagana Mamuju Tengah dan Utara sebanyak 2.000 per hari

Kemensos turut melakukan pemeriksaan kelayakan tempat pengungsian agar para pengungsi yang terdampak dapat tinggal dengan layak. Berkerja sama dengan Dinas Sosial setempat dan Tagana, Kemensos kembali mendirikan dua tempat pengungsian di lingkar 2 Kabupaten Mamuju dan STN Desa Mekata Kabupaten Majene bagi para pengungsi yang menempati tenda kurang layak sehingga mendapatkan tempat yang lebih nyaman dan aman.(pus/red)

Categories
Bencana Ragam

Kemensos Dirikan 6 Dapur Umum di Sulawesi Barat

Koran Jurnal, Mamuju – Kementerian Sosial (Kemensos)  membangun enam posko dapur umum (dumlap) bagi korban gempa. Enam dapur umum tersebut dua berasal dari Provinsi Sulawesi Barat, sedangkan satu dari Provinsi Sulawesi Selatan dan tiga dari Provinsi Sulawesi Tengah.

Fasilitas itu untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para penyintas gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju.

“Seluruh masakan kita sebarkan ke lokasi pengungsi atau bagi yang lokasi pengungsianya dekat bisa langsung mengambil,” jelas Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, M Safii Nasution, di Sulbar, Minggu pagi (17/01/2021).

“Satu mobil dapur umum lapangan dapat memasak 2000 masak makanan. Sehari kita salurkan 2 kali. Jadi total nya mencapai 24.000,” ungkap Safii.

Menurut dia, rencananya posko dapur umum difokuskan di satu titik, yakni Kantor Gubernur. Hal ini demi distribusi dan komunikasi berada dalam satu komando. Selanjutnya makanan akan didistribusikan ke 97 posko pengungsian yang terdaftar di Dinas Sosial, Sulbar.

“Untuk memudahkan pengontrolan Gubernur minta semua dapur umum dalam satu titik yaitu di kantornya,” tambah Safii.

Safii menyebut situasi di Sulawesi Barat  belum sepenuhnya kondusif. Namun, pemerintah berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan dasar seluruh korban.

Kumpulkan Pengungsi di Stadion

Tersebarnya titik pengungsian di Kabupaten Mamuju dan Majene menyulitkan distribusi makanan dan bantuan lainnya. Untuk itu, bagi pengungsi yang berada di Kabupaten Mamuju, Kemensos bersama Pemprov Sulbar mengambil kebijakan mengumpulkan mereka dalam satu lokasi yaitu di stadion Manakarra, Mamuju.

Untuk menghindari penyebaran covid 19, Safii mengaku telah mengirimkan tenda pengungsi covid 19 yaitu tenda yang menggunakan pembatas dan adanya ventilasi disetiap ruangnya.

“Kita siapkan 10 tenda untuk sementara dan bisa nambah tergantung jumlah pengungsi,” tegasnya.

Selain itu, Kemensos juga menyediakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi pengungsi.

“Kita juga pastikan semua kebutuhan listrik terpenuhi. Masyarakat bisa ngecarge HPnya agar mereka bisa berkomunikasi dengan keluarganya,” lanjut Safii.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Sulawesi Tengah Mumu Suherlan mengaku membawa tiga mobil dapur umum lapangan (Dunlap) yaitu dari mobil dunlap propinsi, Kabupaten Donggala dan Sigi untuk membantu penyediaan makanan korban gempa di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

“Kita berangkat hari Jumat pagi jam enam setelah mendapat arahan dari Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaeuddin, dengan menempuh perjalanan 12 jam dari kota Palu,” jelas Mumu.

Selain mengerahkan Dulap, dikatakan Mumu dinsos Sulteng juga mengerahkan pilar sosial seperti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Tagana guna memasak makanan siap saji bagi pengungsi dan relawan yang membantu evakuasi korban gempa.

“Kita bawa 9 TKSK dan 40 Tagana dari Sulteng. Semua kita kerahkan untuk bantu penyediaan makanan di tiga titik Dunlap^, tambah Mumu.

Sementara Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan korban jiwa akibat gempa Magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat bertambah menjadi 56 orang.

Selain itu, terdapat 637 korban luka di Kabupaten Mejene dengan perincian 12 orang luka berat, 200 orang luka sedang, dan 425 orang luka ringan. Di Kabupaten Memuju, 189 orang mengalami luka berat dan menjalani rawat inap.(hum/red)

Categories
Nasional Ragam

Kemensos Kirim Bantuan Rp 1,7 Miliar untuk Korban Gempa Bumi Sulawesi Barat

Koran Jurnal, Mamuju – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sebesar 1.7 milyar rupiah bagi korban gempa di Sulawesi Barat. Bantuan dikirim dengan pesawat herkules milik TNI AU melalui Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Jum’at (15/01/2021).

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam M Safii Nasution mengawal langsung bantuan dengan ikut naik pesawat herkules, setelah sebelumnya Mensos Tri Rismaharini bersama Kepala BNPB juga bertolak ke Sulawesi Barat.

Safii menjelaskan bahwa bantuan tersebut terdiri dari bantuan logistik tanggap darurat pusat senilai Rp 979.819.710, bantuan logistik gudang regional timur senilai Rp621.911.700 dan santunan ahli waris bagi delapan korban yang telah teridentifikasi sebesar 120 juta rupiah untuk masing – masing ahli waris senilai 15 juta rupiah, selanjutnya seluruh ahli waris korban bencana meninggal dunia akan diberikan santunan dengan nilai yang sama.

“Bantuan ini diwujudkan makanan siap saji, makanan anak, tenda gulung, matras, peralatan keluarga, tenda serbaguna dan keperluan lainnya,” jelas Safii Nasution di Sulbar, sore ini.

Rincian bantuan yang diserahkan Kemensos antara lain makanan siap saji 2500 paket, makanan anak 1200 paket, tenda gulung 500 lembar, matras 1000 lembar, selimut 700 lembar, peralatan dapur 200 paket, tenda serbaguna 10 unit, Kids ware 500 paket, Ford ware 500 paket, velbed 40 unit, kasur 370 buah, sandang 30 paket, perlengkapan Tagana 20 paket.

Kemensos juga mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Sulawesi Selatan sebanyak 50 personil dan Sulawesi Tengah sebanyak 19 personil untuk membantu Tagana setempat untuk membuka dapur umum dan memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP).

“Sejak bencana terjadi, kami melalui Tagana telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial di wilayah terdampak gempa tentang aktivitas penanganan dan mengamati situasi terkini,” ucap Syafii.

BPBD Kabupaten Majene mengabarkan 8 (delapan) warganya meninggal dunia dan lebih dari enam ratus menderita luka-luka. BPBD setempat terus melakukan upaya penanganan darurat dan memutakhirkan data dampak pascagempa M6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.

Data Pusat Pengendali Operasi BNPB per 15 Januari 2021, pukul 11.10 WIB, mencatat sekitar 637 warga mengalami luka-luka dan 15.000 lainnya mengungsi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. BPBD setempat terus melakukan pendataan dan kaji cepat di lapangan. Sedangkan kerusakan bangunan di Kabupaten ini mencakup 62 unit rumah rusak, 1 unit puskesmas rusak berat, 1 kantor danramil Maluda rusak berat, jaringan listrik padam, komunikasi selular tidak stabil dan longsor 3 titik sepanjang jalan poros Majene – Mamuju.

Sedangkan pada Kabupaten Mamuju, BPBD setempat menginformasikan kerusakan berat (RB) antara lain Hotel Maleo, kantor Gubernur Sulawesi Barat dan sebuah mini market. Jaringan listrik dan komunikasi selular juga terganggu di wilayah Mamuju. Kerusakan rumah warga serta korban jiwa masih dalam pendataan.(hum/red)

Categories
Daerah Ragam

Warga Papua Barat Terima Bansos Kemensos

Koran Jurnal, Sorong – Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI terus menyalurkan bantuan sosial (bansos) di seluruh wilayah Indonesia. Kali ini, paket sembako bagi warga terdampak pandemi Covid-19 sampai di tanah Papua.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sosial RI Grace Batubara, hadir di Kota Sorong, Papua Barat untuk menyerahkan bansos bagi warga terdampak Covid-19. Bansos berupa 6.000 paket sembako senilai Rp.1.200.000.000,- disalurkan melalui 3 Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di Papua Barat. Yaitu Yayasan Cahaya Kasih Ester Kab.Sorong Selatan, Yayasan Perempuan Papua Kota Sorong, dan Yayasan Sinagi Handayani Kab.Sorong. Masing-masing LKS menerima 2.000 paket sembako.

Bertempat di Kantor Distrik Malaimsimsa Kota Sorong, bansos diserahkan secara simbolis oleh Grace Batubara kepada perwakilan Yayasan Perempuan Papua. Yayasan ini akan menyalurkan bansos tersebut bagi warga di 10 Distrik Kota Sorong, Papua Barat. Bansos juga akan disalurkan kepada warga di Kabupaten Sorong dan Kabupaten Sorong Selatan.

Dalam sambutannya, Grace Batubara mengatakan bahwa bantuan sosial yang diberikan merupakan wujud kepedulian pemerintah, khususnya bagi masyarakat terdampak pandemi covid-19.

“Bantuan sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah. Melalui Kementerian Sosial, negara hadir dan membantu meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19. Saya berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi bapak dan ibu,” ucap Grace, Sabtu (05/12/2020).

Grace menambahkan bahwa pandemi Covid-19 ini belum berakhir. Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, Grace berpesan agar masyarakat taat protokol kesehatan Covid-19. Yaitu harus mematuhi 3 M : memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Dalam upaya mengatasi dampak pandemi covid-19, Pemerintah tidak dapat melakukan sendiri. Keterlibatan pihak-pihak lain juga sangat diperlukan untuk mendukung program pemerintah. Untuk itu, perlu diperkuat dan ditanamkan rasa kesetiakawanan sosial di masyarakat. Sehingga, kepedulian terhadap sesama serta rasa saling membantu masyarakat terdampak pandemi covid-19, dapat terus tertanam di setiap individu.

Terlebih bangsa Indonesia sebagai bangsa timur sangat kental akan rasa gotong royong dan saling membantu. Grace yakin bahwa pandemi ini akan segera berakhir apabila kita bersama-sama melawan Covid-19.

“Mari kita bersama-sama melawan Covid-19. Selain tadi dengan cara 3M, kita juga harus tanamkan rasa kesetiakawanan sosial. Dengan peduli dan saling membantu masyarakat terdampak Covid-19. Saya yakin pandemi ini akan segera berakhir jika kita bersama-sama melawan Covid-19,” imbuh Grace.

Usai menyerahkan secara simbolis, Grace Batubara mengunjungi dan memberikan bantuan secara langsung ke rumah warga penerima bansos. Salah satu warga Distrik Malaimsimsa, Yohana Emlayean (45), mengucap syukur atas bantuan yang diterima.

“Semenjak adanya pandemi,kami kesulitan. Kami sangat terbantu atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, serta kepedulian dan bantuan dari warga setempat. Saya bersyukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada kami,” ungkap Yohana.

Turut hadir dalam acara tersebut Tim Teknis Menteri bidang Pemberdayaan Sosial, Direktur Pemberdayaan Sosial Perorangan, Keluarga, dan Kelembagaan Masyarakat (PSPKKM), Walikota Sorong, dan Kepala Dinas Sosial Kota Sorong.(rls/red)

Categories
Bisnis Ekonomi

Kemensos Apresiasi Rider Sumbang 75 Ribu Masker Anti Bakteria

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Sosial Juliari Batubara memberikan apresiasi kepada perusahaan Rider Group atas kepedulian dan perhatiannya menyumbangkan masker wajah sebanyak 75 ribu bagi masyarakat agar tehindari dari paparan virus corona.

Hal itu disampaikannya pada saat konferensi pers dan penyerahan bantuan secara simbolis antara CEO Rider Group Hanan Supangkat Kepada Mensos Juliari Batubara di Gedung Kementerian Sosial, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat pada Kamis (30/07/2020) pukul 13.15 WIB.

“Kami juga tahu bahwa saat ini tidak mudah bagi dunia usaha untuk bertahan. Rider Group tidak hanya memperhatikan diri sendiri ditengah suasana yang sulit, tapi juga memperhatikan masyarakat. Ini satu kegiatan yang sangat mulia,” ujar Juliari.

Juliari mengatakan, bantuan yang diterima Kementerian Sosial terus berdatangan dari pihak swasta. Kali ini Rider, masker tersebut akan dibagikan kepada semua petugas dilapangan dan masyarakat yang nantinya akan disisipkan melalui paket-paket bantuan sosial Kemensos.

“(dibagikan) Di Jakarta, untuk petugas lapangan Kemensos sekitar 10 ribu nanti sisanya kita titipkan ke keluarga-keluarga yang menerima bantuan sembako, nanti kita juga bisa berikan sekalian. Satu kotak kita kasih empat, tiga, ya kalo masker saya kira semua pakai,” ungkapnya.

Diketahui, Rider merupakan merek dagang dari PT Mulia Knitting Factory yang sudah berdiri di Indonesia sejak tahun 1955 dan didirikan oleh Pan Cin Kong. Perusahaan itu saat ini dilanjutkan oleh generasi keempat mereka.

Pada kesempatan yang sama, CEO Rider Group Hanan Supangkat mengatakan pihaknya sangat paham dan peduli atas dampak yang dihasilkan dari Pandemi Covid-19, karenanya Rider menyesuaikan diri memproduksi masker yang dibutuhkan masyarakat luas.

“Rider dikenal dengan produk pakaian dalam khususnya pria. Sejak Maret kami menyesuaikan produksi, membuat masker, dimana saat itu sangat dibutuhkan masyarakat dan harganya tinggi,” terang Hanan.

Bantuan masker itu sendiri, kata Hanan tidak berhenti sampai di Kemensos, tetapi akan terus dilakukan Rider Group sebagai bagian dari tanggungjawab moral dan sosial perusahaan kepada masyarakat luas.(red)

Categories
Megapolitan Ragam

Pemuda Pancasila Siap Salurkan Bansos dari Pemerintah kepada Masyarakat Terdampak Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan Ormas Pemuda Pancasila dalam memberikan ribuan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Disaksikan Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Japto Soelistyo Soerjosoemarno, Menteri Sosial (Mensos) RI, Juliari Peter Batubara, secara simbolis menyerahkan paket sembako tersebut kepada anggota Pemuda Pancasila, di kantor MPN Pemuda Pancasila, Jakarta Selatan, Rabu (29/07/2020).

Mensos menilai keberadaan Ormas di masa pandemi Covid-19 saat ini sangat penting. Karena Ormas bisa membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19, termasuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Karena kita sadar bahwa pemerintah tidak bisa kerja sendirian. Tentunya harus merangkul teman-teman ormas, khususnya ormas-ormas yang besar, mapan, anggotanya di mana-mana,” ujar Mensos.

Sementara, Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila, Japto Soelistyo Soerjosoemarno, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kepercayaan kepada Pemuda Pancasila untuk menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Jadi sebetulnya kami sebagai ormas, banyak anggota kami kalau dihitung jutaan se Indonesia, yang butuh juga banyak. Tapi sebagai satu organisasi sosial kemasyarakatan, kita mengutamakan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan,” kata Japto.

Ia berharap pihaknya bisa segera menyampaikan bantuan sosial ini kepada masyarakat yang memang patut menerima. “Kita berikan sesuai dengan daftar yang ada di daerah. Seperti sekarang bantuan dari Kemensos pun kita daftar, sebagian anggota PP, sebagian masyarakat yang terdaftar di kita,” ucap Japto.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen MPN Pemuda Pancasila, Arif Rahman, menjelaskan bahwa bantuan sosial ini akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 melalui cabang-cabang Ormas Pemuda Pancasila.

“Jadi kami dapatkan data 2.856 ini berdasarkan permintaan kami ke MPC-MPC yang ada di Jakarta. Ini memang harus berdasarkan data yang fix, berdasarkan kriteria yang memang harus kita berikan, misalkan karyawan-karyawan yang di PHK atau mereka yang tidak mampu,” ungkap Arif.

Ia berpesan agar dalam penyaluran bantuan sosial itu jangan sampai ada kegaduhan, jangan sampai ada keramaian. “Supaya kita semua kedepannya bisa menjalankan kembali program yang mulia ini, yang diserahkan kepada kita ini,” tuturnya.

“Isi paket sembako adalah beras 10 kilogram, sarden 10 kilogram dengan berat 155 gram, minyak goreng 2 liter, mie instan 10 bungkus, 1 botol saos,” pungkas pria yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Nasional Task Force Kemanusiaan Covid-19 Pemuda Pancasila.(pen/red)

Categories
Hukum Kriminalitas

Kemensos dan BNN Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan Jajaki Fasilitas Rehabilitasi Sosial

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat menghadiri acara Pemusnahan Barang Bukti Narkotika di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Cawang, Jakarta, Jum’at kemarin (03/07/2020).

Sebelum melakukan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika, Mensos mengunjungi beberapa ruangan di kantor BNN, mulai dari Media Center yang berisi trending isu penyalahgunaan narkoba hingga pusat pengaduan melalui sosial media, ruang siaran dan ruang pusat penelitian, data dan informasi.

“Terima kasih kepada keluarga besar BNN, kami sudah diundang untuk melihat fasilitas di BNN dan acara pemusnahan barang bukti narkotika,” ungkap Mensos.

Kementerian Sosial sangat berkaitan dengan BNN, salah satunya yaitu dalam hal rehabilitasi sosial. “Kemensos punya 5 Balai Rehabilitasi Sosial Napza, dimana kami ingin balai kami sebagai perpanjangan tangan dari BNN,” lanjut Mensos.

Mensos juga mengarahkan kepada Dirjen Rehsos agar kedepan fasilitas balai Rehsos Napza milik Kemensos bisa sesuai dengan standar di BNN. Balai Napza milik Kemensos tersebut yaitu Balai Napza “Bambu Apus” Jakarta, Balai Napza “Galih Pakuan” Bogor, Balai Napza “Satria” Baturraden, Balai Napza “Insyaf” Medan dan Loka Napza “Pangurangi” Takalar.

Selain Balai Rehabilitasi Sosial Napza, Kemensos juga memiliki 178 mitra Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang tersebar di seluruh Indonesia yang berfungsi memenuhi hak pecandu narkotika dalam mendapatkan pengobatan/perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Kedepan, Mensos menginginkan ada pembaharuan Nota Kesepahaman (MoU) dengan BNN dimana perlu ada penambahan poin pemberdayaan bagi mantan pecandu narkoba.

“Kita perlu pemberdayaan bagi saudara-saudara kita yang sudah kembali ke masyarakat. Kita pastikan mereka bisa memulai kehidupan baru yang lebih baik dan tidak terjerumus ke dunia narkoba lagi,” jelas Mensos.

Mensos ikut melakukan pemusnahan barang bukti narkotika golongan 1 yang terdiri dari 86.623 gram sabu, 80.430 gram ekstasi, 211 gram tembakau gorila dan 1.538 gram dimetiltriptamina. Pemusnahan barang bukti narkotika ini sudah keempat kali dilakukan di tahun 2020.

Kepala BNN Heru Winarko mengatakan bahwa barang bukti narkotika ini didapat dari delapan kasus berbeda, yaitu dari Kantor Gedung Pos Pasar Baru, Regulated Agen Tiki Tangerang, Apartemen Gading Nias, Jalan Industri Raya Cikarang, toko beras daerah Industri Raya Cikarang dan di parkiran Hotel Amaroossa.

Setelah melakukan pemusnahan barang bukti narkotika, Mensos dan Dirjen Rehsos diajak untuk mengunjungi Balai Besar Rehabilitasi BNN di wilayah Lido, Sukabumi.

Balai Besar BNN memberikan layanan rehabilitasi mulai dari detoksifikasi yaitu penanganan dengan terapi simptomatik, entry unit/stabilitasi pasca putus zat, primary program yaitu rehabilitasi sosial dengan metode Theurapeutic Community (TC), re-entry berupa terapi vokasional dan sosialisasi dan pasca rehabilitasi berupa praktek kerja lapangan.

Kemensos akan belajar banyak dari BNN dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.

“Saya sudah arahkan Bapak Harry Hikmat untuk mengajak para Kepala Balai Rehsos Napza study banding dan belajar di instalasi milik Balai Besar Rehabilitasi BNN,” kata Mensos.

BNN juga sudah memiliki lembaga sertifikasi profesi untuk konselor. Harapannya sumberdaya manusia di Ditjen Rehsos bisa mendapat sertifikasi juga dari BNN agar dalam bekerja mereka lebih baik pengetahuannya.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh Deputi Pemberantasan BNN, Pelaksana Tugas Direktur Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza Kemensos, Kepala Biro Humas serta Kepala Bagian Organisasi, Hukum dan Humas.(rls/red)

Categories
Megapolitan Ragam

Asprindo Gandeng FWJ Salurkan Paket Bansos Kementerian Sosial 

Koran Jurnal, Jakarta – Gebrakan Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) kembali menggema. Kali ini, Asprindo mendapat kepercayaan Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos RI sebagai wadah yang dianggap mampu mendistribusikan bantuan sosial sebanyak 1.700 paket.

Paket bantuan sosial Kementerian Sosial RI telah di lakukan pendistribusiannya melalui sistematis per zona, yakni bagi para anggota Asprindo se Jabodetabek, maupun warga yang terdampak wabah virus corona (covid-19) serta para insan pers.

Ketua Umum Asprindo, Jose Rijal mengatakan sejauh ini Kemensos RI telah memberikan kepercayaannya kepada Asprindo. Sebagai interpretasi, Asprindo menggandeng Forum Wartawan Jakarta (FWJ) sebagai satu bagian pendistribusian kepada 160 wartawan.

“Target yang kami bidik para anggota Asprindo, warga yang terdampak corona dan teman-teman profesi wartawan. Kami meyakini FWJ satu-satunya Forum Wartawan yang mampu membangun kepercayaan, setidaknya sejak masuknya PSBB yang dilakukan pemerintah, FWJ telah berhasil mendistribusikan banyak paket bantuan sosial, dan Asprindo sendiri melihat FWJ memiliki solidaritas yang kuat,” ucap Jose saat menyerahkan secara simbolis paket sembako kepada FWJ di Gedung Joeang 45 Jakarta, Selasa (09/06/2020) sore.

Jose menilai, selain kontrol sosial, FWJ mampu menjalankan fungsinya membangun kemandirian dan berperan aktif dalam menyikapi permasalahan dampak covid-19. “Hal seperti inilah yang harus di dukung. Kami yakin Forum Wartawan Jakarta dibawah kepemimpinan Mustofa Hadi Karya (Opan), akan menjadi sebuah Forum yang berdiri tegak sebagai pemegang amanah. “Ulasnya.

Hal yang sama juga diutarakan Sekretariat Jenderal yang mewakili Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos RI, Lucky Prakoso di gedung Joeang 45, Jakarta. Ia percaya bahwa Asprindo menggandeng FWJ akan menjadi kepanjangan tangan Kementerian Sosial RI guna mendistribusikan bantuan sosial.

“Saya atas nama Kementerian Sosial RI yang mewakili Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos mengucapkan trimakasih dan apresiasi tinggi untuk Asprindo dan FWJ, kedepannya hubungan ini kita berharap akan selalu terjaga dengan baik. “Kata Lucky.

Ia menambahkan, kepercayaan Kemensos RI terhadap Asprindo dan Forum Wartawan Jakarta (FWJ) dalam pendistribusian paket bantuan sosial dinilai berhasil dengan baik.

Apresiasi yang sama juga dikatakan dewan penasehat Forum Wartawan Jakarta, Lemens Kodongan ketika menerima bantuan sosial untuk 160 wartawan yang hadir di gedung Joeang 45 Jakarta. “Terjaganya komunikasi yang baik, akan menjaga humanitas kami dengan semua pihak, terkhusus dengan Asprindo dan Kemensos RI. Kita berharap kedepannya bukan hanya pendistribusian paket sembako, akan tetapi ada banyak hal yang mungkin bisa dikerjakan Forum Wartawan Jakarta guna mensosialisasikan berbagai program-program Kemensos. “Ungkapnya.

Penyerahan paket bantuan sosial tersebut dibuka oleh seorang Public Relation Rica Natasha yang dihadiri oleh Ketua Asprindo DKI Jakarta beserta jajarannya, tim Kemensos RI, Ketua umum Forum Wartawan Jakarta beserta para pengurus hariannya, serta ratusan wartawan yang tergabung di FWJ.(rls/red)

Categories
Polhukam

Komisi VIII DPR RI Dukung Kolaborasi BNPB dan Kemensos dalam Penanganan Bencana

Koran Jurnal, Jakarta – Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia mendukung kolaborasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Sosial RI dan meminta agar selalu bersinergi dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tinggal di wilayah daerah rawan bencana melalui peningkatan kapasitas dan edukasi yang baik. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan dalam rapat kerja yang membahas mengenai Penanganan dan Penanggulangan Bencana di Indonesia di Senayan, Selasa (14/01/2020).

“Rasa aman dan nyaman tentunya bagi masyarakat di wilayah rawan bencana perlu diutamakan,” kata Ace.

Menurut Ace, apa yang dilakukan BNPB dalam menjalankan marwah nya sebagai komando, koordinator dan pelaksana baik pada prabencana, tanggap darurat hingga pascabencana sudah sangat baik. Ace mengambil contoh saat BNPB segera turun merespon atas bencana yang melanda DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten di awal tahun 2020. Atas kehadiran BNPB bersama Kementerian dan Lembaga lain di tengah-tengah bencana tersebut, Komisi VIII DPR RI memberi apresiasi positif.

Selain itu, Komisi VIII yang diketuai oleh Yandri Susanto itu juga meminta agar BNPB selalu memperhatikan daerah lain dan segera mengambil langkah percepatan tanggap darurat dan pemulihan bagi wilayah terdampak bencana agar ke depannya masyarakat lebih merasakan langsung pemerintah hadir di tengah-tengah mereka saat dilanda kesulitan.

Adapun tujuan dari Komisi VIII DPR RI menggabungkan BNPB dan Kemensos dalam satu forum tak lain adalah agar sinergi dalam melayani bangsa dan negara semakin baik lagi. Selain itu, melalui forum tersebut apa yang selama ini menjadi permasalahan dan kerap muncul ke permukaan, terutama dalam kaitan penanggulangan bencana dapat segera diatasi.

“Kami sengaja mengajak BNPB dan Kemensos duduk bersama agar kita semakin solid dan bersinergi,” kata Yandri.

Dalam rapat tersebut didapatkan beberapa poin penting yang disepakati sebagai bagian dari kinerja dan kolaborasi ke depan seperti pengambilan langkah antisipatif menghadapi curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem yang diprakirakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

Kemudian Komisi VIII juga meminta agar distribusi logistik bagi warga terdampak bencana agar lebih dapat dipercepat sehingga tidak ada yang ditelantarkan. Dalam hal ini, peran penting pemerintah daerah juga diharapkan dapat lebih maksimal demi keselamatan warga terdampak bencana.

Lebih lanjut BNPB juga diminta agar penyaluran Dana Siap Pakai (DSP) yang diperuntukkan dalam penanganan darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana 2020 dapat dipercepat sesuai dengan instruksi presiden dan peraturan lainnya. Sementara itu Kemensos diharapkan dapat mengoptimalkan anggaran Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) tahun 2020.

Anggaran BNPB dan Kemensos Perlu Ditingkatkan

Mengingat semakin banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto meminta anggaran dapat dinaikkan agar program yang dijalankan menjadi maksimal. Yandri menilai alokasi anggaran program perlindungan sosial korban bencana alam Kementerian Sosial tahun 2020 sebesar Rp 272 milliar masih kurang.

“Ketersediaan anggaran untuk program perlindungan sosial korban bencana alam Kemensos tahun 2020 hanya sebesar Rp 272 milliar. Kalau yang saya lihat dari paparan dan lainnya terkait semakin banyaknya bencana di Indonesia ini, wajar saja jika mereka meminta kenaikan anggaran,” papar Yandri.

Yandri mengatakan, kenaikan alokasi anggaran penting dilakukan karena menyangkut terhadap hal-hal penting seperti kesiapsiagaan tanggap darurat dan rehabilitasi serta rekonstruksi pasca bencana yang merugikan banyak masyarakat.

“APBN program tersebut masih minim untuk tahap kesiapsiagaan tanggap darurat dan rehabilitasi pasca bencana alam yang belakangan ini sering terjadi di Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut legislator dapil Banten II itu memaparkan alokasi anggaran BNPB tahun 2020 sebesar Rp 700 milliar masih kurang, walaupun terdapat dana siap pakai dan alokasi untuk program penanggulangan bencana sebesar Rp 478 milliar.

“Untuk program penanggulangan bencanannya sebesar Rp 478 milliar, makanya nanti kita lihat dulu kelanjutannya gimana,” imbuh Yandri.(hum/red)

Categories
Infrastruktur Militer TNI

TMMD ke-105 Sasar 50 Titik Daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Darat kembali melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang ke-105 Tahun 2019. Program TMMD kali ini bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan akan mulai dilaksanakan pada 10 Juli 2019 mendatang dengan menyasar 50 titik daerah kabupaten/kota se-Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa saat Rapat Koordinasi Teknis TMMD ke-105 Tahun 2019 mengatakan program yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan pemerintah daerah itu akan dilaksanakan selama 30 hari.

“Setiap titik atau satgas kami memiliki 150 personel. Biaya didukung oleh TNI, sehingga tidak mengganggu anggaran daerah untuk infrastruktur maupun fasilitas sosial,” kata KSAD, di Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis (20/06/2019)

KSAD berharap kegiatan TMMD itu nantinya bisa menjadi stimulan untuk menggerakkan perekonomian di sejumlah daerah di Indonesia.

Dalam kegiatan TMMD nanti, lanjut KSAD, sejumlah pembangunan fisik dilakukan berdasarkan kebutuhan dari masing-masing daerah.

“Konkretnya biasanya banyak pembangunan fisik. Saluran irigasi, jalan, rehabilitasi rumah tidak layak huni, sekolah. Jadi itulah bentuk-bentuk konkretnya. Sambil berjalan juga ada hal-hal yang berkaitan dengan non fisik yang dilakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, KSAD menambahkan, kegiatan TMMD juga mampu mengantisipasi paham-paham radikalisme yang dapat mempengaruhi masyarakat. Lantaran dalam TMMD juga dilakukan penyuluhan-penyuluhan tentang wawasan kebangsaan.

Dalam kesempatan sama, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meyakini kerja sama dengan TNI AD melalui TMMD mampu mempercepat penanganan masalah-masalah sosial terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Indonesia.

“Kami sangat mendukung TMMD karena kami percaya bisa memberikan manfaat membawa percepatan program-program di Kementerian Sosial,” kata Mensos.

Menurut Agus, terkait TMMD yang dilaksanakan di 50 titik diharapkan bisa menjadi sasaran utama di daerah 3T yang aksesnya sangat sulit dan sering menjadi kendala bagi Kemensos untuk menjangkau daerah-daerah tersebut.

“Kami percaya TNI mempunyai kapasitas terutama terkait fasilitas, infrastruktur maupun mobilitas untuk mencapai wilayah 3T,” katanya.

Dengan kemampuan TNI terutama TNI AD tersebut maka sinergi program-program di Kemensos bisa ditingkatkan.

“Kita sama-sama memerangi kemiskinan, memeratakan pembangunan dan menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di masyarakat,” kata Agus menambahkan.

TMMD merupakan program terpadu antara TNI dengan Kementerian/ Lembaga, Pemerintah Daerah serta komponen masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan.(ant/red)