Categories
Bencana Daerah TNI

Dengan Sepeda Motor, Jasdam III/Slw Distribusikan Logistik Ke Daerah Tidak Terjangkau

Koran Jurnal, Bandung, – Berbagai cara dilakukan oleh beberapa instansi ataupun lembaga serta perorangan dalam membantu korban pasca gempa Cianjur hingga saat ini terus berlanjut sebagai bentuk empati dan rasa kemanusiaan. Hingga saat ini warga masyarakat yang terdampak gempa baik yang berada di tempat pengungsian terpusat yang disiapkan oleh pemerintah daerah maupun secara mandiri masih memerlukan uluran tangan pihak lain terutama kebutuhan logistik.

Jasmani Daerah Militer (Jasdam) III/Slw dibawah pimpinan Kajasdam Kolonel Kav Suep, S.I.P., tidak mau ketinggalan dalam aksi sosial terhadap warga yang terdampak gempa tersebut. Bersama belasan personelnya dengan mengendarai sepeda motor turut mendistribusikan logistik ke daerah pengungsian yang tidak terjangkau.

Demikian disampaikan Kapendam III/Slw Letkol Inf Adhe Hansen kepada awak media di sela aktivitasnya melaksanakan olahraga di Stadion Siliwangi Jl. Lombok No. 10 Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (04/12/2022).

Lanjut dikatakannya, Kajasdam bersama belasan personelnya dengan menggunakan sepeda motor, masing-masing mengangkut puluhan kilo gram beras dan sembako lainnya. Berangkat dari Kantor Jasdam III/Slw langsung menuju tempat pengungsian yang berada di Desa Pasir Ipis, Kecamatan Cugenang, Kab. Cianjur, diserahkan secara simbolis kepada Ketua RW 1 atas nama Haji Ali.

Kolonel Kav Suep, S.I.P., mengatakan bahwa bantuan pendistribusian logistik bagi warga yang berada di lokasi pengungsian terdampak gempa Cianjur, dilakukannya sebagai bentuk kepedulian dan rasa senasib sepenanggungan atas musibah yang dialami. Selain itu juga sebagai implementasi perintah Pangdam III/Slw bahwa prajurit Siliwangi harus hadir di tengah – tengah kesulitan rakyat dan menjadikan solusi.

“Kita sebagai sesama manusia tentunya berkewajiban untuk memberikan pertolongan apabila ada yang mengalami musibah, seperti halnya yang dialami warga masyarakat Cianjur. Kami dari Jasdam III/Slw turut mendistribusikan logistik sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang mendapat musibah,” ujar Kajasdam.

Dikatakannya juga, setibanya di lokasi pengungsian kedatangan rombongan Jasdam III/Slw disambut gembira warga pengungsi, hal ini nampak dari raut wajah yang sumringah.

Kajasdam berharap dengan bantuan yang diberikannya dapat membantu meringankan beban yang dialami warga yang terdampak gempa, semoga kehidupan mereka dapat segera normal kembali.(pen)

Categories
Nasional

Presiden Kirimkan Bantuan Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Banjir Bandang Luwu Utara

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengirimkan sejumlah bantuan sembako kepada masyarakat terdampak banjir bandang yang menerjang Kabupaten Luwu Utara. Bantuan sembako diserahkan langsung oleh tim dari Sekretariat Presiden bersama Paspampres di posko penanganan darurat bencana alam, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Rabu (22/07/2020).

Sebanyak 3.000 paket sembako bantuan Presiden secara simbolis diserahkan kepada Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani. Turut hadir pula Ketua DPRD Luwu Utara Basir dan Komandan Korem 142/Taroada Tarogau Brigjen TNI Firman Dahlan.

Secara keseluruhan, bantuan sembako yang dikirimkan berjumlah 10.000 paket. Tiap paket bantuan sembako terdiri atas beras sebanyak 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula 1 kilogram, dan teh celup 1 kotak.

Selain paket sembako, diserahkan juga 900 paket bantuan yang terdiri atas selimut, sarung, susu balita, handuk dewasa, dan popok balita.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan jajarannya untuk turun menangani dampak banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Curah hujan tinggi pada Senin, 13 Juli 2020, lalu menyebabkan banjir bandang dari hulu sungai ke Kecamatan Masamba yang mengakibatkan kerusakan rumah-rumah dan fasilitas publik serta tertutupnya akses jalan ke wilayah tersebut.

“Dari Jakarta saya telah memerintahkan Menteri PUPR untuk segera turun ke Luwu Utara bekerja sama dengan pemerintah Sulawesi Selatan, TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD setempat melakukan upaya penanganan darurat dan segera memulihkan kondisi Masamba,” ujar Presiden melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat, 17 Juli 2020.

Kepala Negara juga menyampaikan dukacita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam bencana tersebut serta mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dari-Nya.

“Saya menyampaikan dukacita yang dalam atas jatuhnya korban jiwa dalam bencana ini dan kepada keluarga-keluarga yang ditinggalkan, kiranya diberi-Nya kesabaran dan kekuatan,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Korem 142/Taroada Tarogau Brigjen TNI Firman Dahlan mengatakan, yang menjadi tantangan bagi aparat di lapangan adalah penyaluran bantuan pada saat situasi pandemi Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia, termasuk wilayahnya.

“Memang dalam kondisi Covid-19 yang kita hadapi sekarang ini, kita harapkan tidak terjadi pandemi baru ataupun klaster baru yang terjadi. Yang paling rawan adalah tempat pengungsi. Sehingga langkah yang kita lakukan adalah mengatur pengungsi sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara per Senin, 21 Juli 2020, banjir bandang telah menelan korban jiwa 38 orang. Selain itu, 9 orang dinyatakan masih dalam proses pencarian, dan 106 orang luka-luka. Bencana ini juga telah mengakibatkan 14.483 orang dari 3.627 KK mengungsi.(DBPers/red)

Categories
Ekonomi

PDI-Perjuangan Lepas Bantuan Tahap II Korban Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melepas bantuan tahap kedua PDI Perjuangan untuk korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng), bertempat di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (08/10/2018).

Megawati menyampaikan bahwa bantuan ini dari teman-teman yang berempati dan bersimpati.

Dari pantauan pewarta di lokasi, bantuan berupa bahan makanan, peralatan medis, pakaian, dan lain-lain, dibawa dengan menggunakan 10 truk dan akan disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDI Perjuangan.

Megawati mengucapkan terima kasih kepada relawan yang sudah bekerja tanpa pamrih.

“Sebab kalau bicara kemanusiaan, memang kita itu harus ikhlas,” tutur Megawati.

Sebelum melepas bantuan, Megawati melihat berbagai foto-foto kegiatan yang telah dilakukan oleh tim Baguna di lokasi korban bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjelaskan, bantuan dengan volume 60 ton itu akan dibawa ke Sulteng melalui jalur darat dan udara.

Hasto mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan yang kedua. Bantuan pertama dibawa langsung oleh relawan Baguna yang tiba di Palu pada 30 Oktober 2018.

“Sekarang kita melihat penanganan bencana sudah jauh lebih baik. Distribusi bantuan sudah dapat disampaikan dengan jauh lebih baik lagi,” ujar Hasto.

Kepala Baguna PDI-Perjuangan Sadarestuwati mengatakan, kekuatan personil Baguna yang bekerja di Sulteng berjumlah 102 orang, ditambah 7 orang tenaga medis.

Selain melakukan proses evakuasi jenazah korban dengan Basarnas, Baguna juga membuka dapur umum untuk menyediakan makanan untuk pengungsi.

Sebagai informasi, relawan Baguna PDI-Perjuangan sudah berada di Palu sejak tanggal 30 September. Pada saat itu, 102 relawan Baguna diangkut oleh Pesawat Hercules dan langsung bergerak melakukan tanggap darurat hingga evakuasi.

Relawan Baguna hingga saat ini terus bekerja dan melayani korban-korban setiap hari.

“Begitu luar biasanya bencana ini, kami masih membutuhkan personil di sana. Tapi satu yang pasti, Baguna akan selalu, senantiasa menangis dan bisa tertawa bersama rakyat,” kata Sadarestuwati.

Tampak hadir dalam pelepasan bantuan, Ketua DPP Bidang Organisasi Djarot Saiful Hidayat, Ketua DPP Bidang Sosial dan Kebencanaan Ribka Tjiptaning, dan Wasekjen Eriko Sotarduga serta segenap kader PDI Perjuangan.(ton)

Categories
Ekonomi Nasional TNI

TNI Kirim Bantuan Logistik Untuk Suku Mausu Ane di Maluku Tengah  

Koranjurnal.co.id, Australia – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodam XVI/Pattimura mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa logistik (makanan dan obat-obatan) serta tim medis untuk membantu masyarakat Suku Mause Ane di Pegunungan Maneo, Kec. Seram Utara Timur, Kobi, Kab. Maluku Tengah, Provinsi Maluku, yang tengah mengalami musibah kekurangan bahan makanan akibat gagal panen karena tanaman pertaniannya dirusak oleh babi hutan.
 
Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah disela-sela kunjungan kerja mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada acara Sidang ke-6 Australia-Indonesia High Level Committee (Ausindo HLC), di Darwin-Australia, Kamis (26/7/2018).
 
Kapuspen TNI menjelaskan bahwa kronologis kejadian tersebut berawal dari laporan Pendeta Hein Tualena, S.Th Negeri Maneo Rendah kepada Danramil 1502-5/Wahai pada tanggal 23 Juli 2018 terkait meninggalnya 3 (tiga) orang masyarakat Suku Mause Ane di Pegunungan Maneo, Kec. Seram Utara Timur, Kobi, Maluku Tengah, dikarenakan kesulitan dan kekurangan bahan pangan.
 
“Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto telah memerintahkan untuk mendalami dan mengecek kebenaran informasi tersebut dan bertindak cepat dengan mengirimkan personel Kodim 1502/Masohi untuk membantu dan menyambangi daerah dimana domisili Suku Mausu Ane dan memberikan bantuan logistik berupa makanan dan obat-obatan,” ungkapnya.
 
Selanjutnya Kapuspen TNI menyampaikan bahwa Dandim 1502/Masohi Letkol Inf Harisandi Krishandoko telah memerintahkan Danramil untuk memberangkatkan 5 (lima) orang personel menuju lokasi dipimpin Kasdim 1502/Masohi Mayor Inf Adi Eka Jaya dengan membawa bantuan bahan makanan berupa 44 karungberas dan 40 kardus mie instan, dengan jarak tempuh 8 jam perjalanan darat dari Kota Masohi. 
 
“Pada tanggal 24 Juli 2018, Kasdim 1502/Masohi bersama 5 (lima) personel  membawa bantuan logistik ke lokasi desa terdekat (Dusun Siahari) dan mengajak 20 warga Suku Mausu Ane turun untuk  menerima bantuan dari anggota TNI,” tambahnya.
 
Sementara itu, pada tanggal 25 Juli 2018, Kodam XVI/Pattimura telah  mengirimkan bantuan sembako 50 paket dengan isi setiap paket terdiri dari, beras 5 kg,minyak goreng 2 liter,  gula 2 kg, kecap sedang 2 botol, mie instan 4 bungkus,  biskuit roma 1 bungkus dan ransum T2RP 1 paket.   
“Kesdam XVI/Pattimura juga telah   mengirimkan Tim Dokter beserta obat-obatan dan 6 orang personelnya  dipimpin Kakesdam XVI/Pattimura Kolonel Ckm dr. Gaguk dengan membawa 2 unit Ambulance untuk memeriksa kesehatan  warga Suku Mausu Ane,” ujarnya.
 
“Pada hari ini, Kamis 26 Juli 2018 telah berhasil diturunkan suku Mausu Ane oleh Babinsa sebanyak 54 orang untuk menerima bantuan sembako dari Pangdam XVI/Pattimura,” kata Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah.
 
Ditambahkan oleh Kapuspen TNI bahwa saat ini Kodam XVI/Pattimura juga telah menyiapkan tim medis dari RST dr. Latumeten dan bantuan sembako dari Bekangdam XVI/Pattimura serta dukungan transportasi Heli Bell 412 EP, BKO Kodam XVI/Pattimura untuk mempercepat dorongan bantuan logistik kepada masyarakat Suku Mausu Ane.
“Menurut rencana, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto akan meninjau lokasi tersebut,” tutupnya.(red/Pusp)