Categories
Bencana

KRI Dewa Kembar-932 Dilibatkan Dalam Operasi SAR Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau

Koran Jurnal, Jakarta – KRI Dewa Kembar-932 turut dilibatkan dalam operasi Search and Rescue (SAR) gabungan untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis, nakhoda, awak kapal, dan pemandu tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melaksanakan peliputan aktivitas vulkanik. Komunikasi dengan rombongan sempat berlangsung sebelum akhirnya terputus.

Menindaklanjuti laporan hilang kontak tersebut, Basarnas bersama unsur SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian dengan memperluas area pencarian di perairan Selat Sunda. TNI Angkatan Laut turut mengerahkan sejumlah unsur KRI untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan.

Dalam operasi tersebut, KRI Dewa Kembar-932 turut melaksanakan pencarian sesuai sektor yang ditentukan dengan mengoptimalkan kemampuan unsur kapal dan personel. Keterlibatan unsur TNI AL menjadi bagian dari upaya bersama dalam menemukan seluruh personel yang masih dalam pencarian.

Operasi SAR dilaksanakan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan personel, kondisi cuaca, serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan pencarian.

Keterlibatan KRI Dewa Kembar-932 merupakan wujud kesiapsiagaan Pushidrosal dalam mendukung tugas kemanusiaan dan operasi SAR, sekaligus bentuk kontribusi Lembaga Hidrografi Nasional dalam mendukung keselamatan dan keamanan di laut.

Pushidrosal terus mendukung pelaksanaan operasi SAR bersama seluruh unsur terkait guna mengoptimalkan upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih dinyatakan hilang.(disp)

Categories
Bencana

BNPB Sebut Total Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir Longsor di Aceh, Sumut dan Sumbar Capai 1.016 Jiwa

Koran Jurnal, Jakarta – Operasi pencarian korban masih dilakukan petugas gabungan hingga hari ini, Minggu (14/12). BNPB merilis total korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor (bansor) di tiga provinsi, Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, mencapai 1.016 jiwa.

Pos Pendamping Nasional atau Pospenas yang dipimpin oleh BNPB mencatat korban meninggal tertinggi terjadi di Provinsi Aceh dengan jumlah 424 jiwa, Sedangkan Sumatra Utara mencapai 349 jiwa dan Sumatra Barat 243 jiwa. Dalam seminggu terakhir (8-13/12) korban meninggal dunia bertambah 66 jiwa, dengan rincian Provinsi Aceh 33 jiwa, Sumatra Utara 19 jiwa dan Sumatra Barat 14 jiwa.

Sedangkan total jumlah korban hilang mencapai 212 jiwa dengan rincian di wilayah Aceh 32 jiwa, Sumatra Utara 90 jiwa dan Sumatra Barat 90 jiwa.

Terkait pencatatan korban hilang, ini tidak mesti dari data yang ditemukan di lapangan tetapi juga data penambahan identifikasi dari korban yang sebelumnya tidak ditemukan, kemudian dikonfirmasi. Misalnya korban tersebut bukan dari warga kabupaten A, pindah ke kabupaten B. Kondisi seperti ini masih ditemui di lapangan sehingga data yang dicatat sesuai identifikasi _by name by address_ di kabupaten dan kota.

Pemerintah kabupaten dengan basis kecamatan sudah melakukan identifikasi _by name by address_. Meskipun setiap hari masih terdapat penambahan jumlah korban meninggal dunia, di beberapa kabupaten-kota hasil verifikasi dari identifikasi korban _by name by address_ ini mempengaruhi jumlah korban meninggal. Hal tersebut dipengaruhi beberapa situasi, seperti adanya banjir dan longsor di area pemakaman. Jenazah yang meninggal di area itu kemudian ditemukan oleh petugas SAR dan dihitung sebagai korban bencana.

Operasi pencarian di bawah Basarnas memfokuskan beberapa sektor di setiap wilayah. Provinsi Aceh, pencarian masih berlangsung di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Bireuen.

Di wilayah Sumatra Utara, pencarian terbagi ke dalam 5 sektor yang ada di 3 wilayah kabupaten/kota. Operasi pencarian di Tapanuli Selatan dipersempit di wilayah Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru. Di Tapanuli Selatan, pencarian difokuskan pada dua sektor, yaitu di Kecamatan Sukabangun dan Aloban Bair, dan Kota Sibolga di Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota.

Operasi pencarian di Provinsi Sumatra Barat tertuju pada 5 sektor yaitu di Kecamatan Malalak dan Palembayan, Kabupaten Agam. Masing-masing satu sektor di aliran Sungai Batang Anai, yang berada di wilayah Kota Padang, Padang Pariaman dan Tanah Datar

Sementara itu, populasi warga yang mengungsi mencapai total 624.670 jiwa. Pospenas mencatat terjadi penurunan jumlah pengungsi dari hari sebelumnya (13/12).

Misalnya di wilayah Aceh utara, jumlah pengungsian mengalami penurunan signifikan dari hari ke hari. Namun demikian, mereka yang pindah ke pengungsian mandiri, seperti ke rumah keluarga atau kerabat ini masih tercatat sebagai pengungsi. Mereka tetap didukung dengan bantuan makanan karena masih dikategorikan sebagai pengungsi mandiri.

Merespons bencana tiga provinsi di Sumatra, Pemerintah Pusat melalui Kementerian dan lembaga terus bekerja sama untuk membantu dalam penanganan darurat dan pemulihan masyarakat terdampak.

Tak hanya itu, dukungan sumber daya berbagai pihak yang terwadahi dalam klaster nasional membantu dan mempercepat pemulihan pascabencana.(hum)

Categories
Bencana

Kementan Akan Kirim Bantuan Tahap III untuk Korban Bencana Sumatera Gunakan KRI Makassar 590

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat melalui program Kementan Peduli. Hingga saat ini, proses pengiriman bantuan Tahap II telah berjalan, sementara Tahap III akan dikirim menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Makassar 590.

Pada pengiriman Tahap II, bantuan Kementan Peduli telah diberangkatkan menggunakan KRI Surabaya-936 dari Pelabuhan Tanjung Priok. Seluruh bantuan dikirim untuk mempercepat penanganan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di wilayah tujuan.

Seiring dengan itu, penyaluran Tahap III juga tengah disiapkan melalui KRI Makassar-590. Hingga laporan terakhir, telah dilakukan pemuatan sebanyak 22 unit kendaraan. Adapun sisa bantuan yang masih dalam proses pemuatan terdiri dari 19 unit kendaraan, beserta 153 paket bantuan yang masih berada di gudang. Proses pemuatan direncanakan rampung secepatnya, sebelum KRI Makassar siap diberangkatkan menuju lokasi bencana.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penyaluran Tahap III merupakan kelanjutan dari upaya percepatan yang telah dilakukan sejak Tahap I dan II, baik melalui jalur udara maupun laut. Seluruh proses distribusi dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan armada dan kondisi teknis pelabuhan.

“Bantuan ini adalah amanah. Prinsip kami jelas, distribusi harus cepat, tepat sasaran, dan dikawal sampai benar-benar diterima masyarakat terdampak. Tahap III ini adalah lanjutan dari percepatan yang terus kami lakukan,” tegas Amran.

Seluruh bantuan mencakup kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat yang telah disesuaikan dengan hasil koordinasi bersama BNPB dan pemerintah daerah setempat.

Amran juga menegaskan bahwa pengawalan dilakukan secara ketat sejak proses pemuatan di dermaga hingga bantuan diterima di daerah tujuan. Setiap pengiriman disertai mekanisme serah terima resmi kepada pihak berwenang sebelum disalurkan ke titik-titik terdampak.

“Semua bantuan kami kawal, dari dermaga hingga diterima di daerah dan disalurkan ke masyarakat. Ini tanggung jawab moral kami, karena bantuan ini berasal dari pegawai Kementerian Pertanian dan mitra strategis yang menitipkan amanahnya,” ujar Amran.

Untuk memastikan kelancaran distribusi, Kementan terus memperkuat koordinasi lintas instansi, termasuk dengan TNI Angkatan Laut, BNPB, serta pemerintah daerah. Kolaborasi ini menjadi kunci agar bantuan dapat tiba tepat waktu dan benar-benar meringankan beban masyarakat terdampak.

“Kita bekerja bersama. Negara hadir melalui kolaborasi semua pihak. Yang terpenting, masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan dan bebannya bisa berkurang,” pungkasnya.(hum)

Categories
Bencana TNI

Yonko 469 Kopasgat TNI AU Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Sumatera Utara

 

Koran Jurnal, Sumatera Utara – Batalyon Komando (Yonko) 469 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU bergerak cepat melakukan evakuasi warga yang terdampak bencana banjir di beberapa wilayah di Sumatera Utara, Rabu (27/11/2024). Lokasi yang menjadi fokus utama adalah kawasan Malibo, Jl. DC. Barito Lingkungan No. 1, Sukadamai, Medan Polonia serta Perumahan Patumbak Permai, Deli Serdang.

Komandan Yonko 469 Kopasgat Mayor Pas Jhon H. Siregar mengerahkan dua tim SAR Kopasgat untuk membantu warga yang terjebak di rumah akibat bencana banjir.

“Kita harus peduli terhadap kondisi masyarakat sekitar, sehingga keberadaan kita di tengah masyarakat dapat dirasakan dalam konsep positif,” ujar Komandan Yonko 469 Kopasgat.

Dalam kegiatan ini, tim SAR Yonko 469 Kopasgat berhasil mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah maupun di atap rumah akibat banjir. Evakuasi dilakukan dengan menggunakan peralatan SAR yang memadai dan berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Kegiatan tanggap darurat ini menunjukkan komitmen Yonko 469 Kopasgat dalam memberikan bantuan cepat kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam situasi darurat bencana. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak dan memberikan rasa aman di tengah musibah.(disp)

Categories
Bencana TNI

TNI AU Gerak Cepat Dukung Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Yogyakarta

Koran Jurnal, Yogyakarta – TNI AU bergerak cepat membantu penanggulangan bencana gempa bumi berkekuatan 6,4 SR yang mengguncang wilayah Selatan Yogyakarta pada hari Jumat, 30 Juni 2023 lalu. Gempa yang mengakibatkan kerusakan di beberapa tempat di Gunung Kidul dan Bantul tersebut, berpusat di barat daya Bantul.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA, memerintahkan satuan jajaran TNI AU yang berada di wilayah provinsi Yogyakarta, segera melaksanakan koordinasi dan langsung terjun ke lokasi bencana untuk membantu warga yang terdampak bencana.

Sebanyak 89 Personel gabungan dari Lanud Adisutjipto, Akademi Angkatan Udara, dan Denhanud 474 Kopasgat melaksanakan Apel gabungan kesiapan, di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta. Apel yang dipimpin Komandan Lanud Adisutjipto, Marsekal Pertama TNI Dedy Susanto, S.E., Minggu (2/7/2023).

Danlanud Adi Sutjipto mengatakan, kegiatan ini merupakan perintah langsung dari Kepala Staf Angkatan Udara untuk segera melaksanakan bantuan penanggulangan bencana gempa bumi yang terjadi pada Jum’at malam di wilayah Selatan Yogyakarta.

Dua bus Kecil, empat Truk, empat mobil Kecil, satu Ambulans dan 1 mobil kawal, diberangkatkan membawa bantuan kemanusiaan, beserta personel yang akan membantu di lokasi bencana di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul yang merupakan wilayah terdampak gempa cukup parah.

Sasaran yang menjadi objek dalam penanggulangan bencana gempa antara lain rumah ibadah, sarana pendidikan dan rumah warga yang terdampak gempa. Selain melaksanakan perbaikan sarana prasarana, TNI AU juga akan mendirikan “Posko Siaga Bencana Gempa” di Detasemen Gading.

TNI AU bersama dengan BPBD juga melaksanakan pemetaan terhadap wilayah yang terdampak gempa sekaligus menentukan waktu yang diperlukan untuk penanggulangan tanggap bencana gempa bumi di wilayah Yogyakarta.

Hadir saat Apel Pemberangkatan Wakil Gubernur AAU Marsma TNI Hendro Arief H., S.Sos., M.Han., Para Pejabat Lanud Adisucipto, serta seluruh personel yang terlibat dalam penanggulangan bencana gempa.
Jajaran TNI AU selalu siap menjalankan tugas membantu pemerintah dan masyarakat, tidak saja dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan udara namun juga menghadapi musibah bencana alam seperti gempa ini.(disp)

Categories
Bencana International

Presiden Erdogan Anugerahi Personel Indonesia Medali dan Penghargaan Pasca Gempa Turki M7,8

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan memberikan medali dan sertifikat penghargaan kepada seluruh personel dari dalam negeri dan masyarakat internasional. Mereka berjasa untuk upaya pencarian, pertolongan dan pelayanan darurat kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Penganugerahan medali dan sertifikat penghargaan diberikan secara langsung oleh Presiden Erdogan kepada perwakilan organisasi dari dalam dan luar negeri, di Ankara, Turkiye, pada Selasa (25/4/2023) kemarin. Pemerintah Indonesia melalui perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Turkiye menerima penghargaan tersebut pada acara yang bertajuk Presidential Medal and Order of Distinguished Humanitarian Service.

“Atas nama Pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan menerima medali penghargaan dari Pemerintah Turkiye,” ujar Brigjen TNI Lukmansyah, perwakilan BNPB yang hadir pada acara tersebut.

Dalam siaran pers BNPB, Lukmansyah juga berpesan, masyarakat Turkiye tidak boleh larut dalam kesedihan akibat bencana. Menurutnya, masyarakat di sana tetap optimis untuk bangkit dan pulih pascabencana.

“Kita harus berdiri dalam solidaritas penuh dengan rakyat, Pemerintah Turkiye, Pemerintah Indonesia dan semua negara anggota di seluruh dunia,” tambah Lukmansyah.

Sementara itu, Presiden Erdogan menyebutkan lebih dari 35.000 tim pencarian dan pertolongan bertugas di Turkiye pascagempa M7,8 yang terjadi pada 6 Februari 2023 lalu. Erdogan mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam respons darurat. Beberapa dari mereka mengirimkan bantuan yang dimiliki, sebagian lainnya hadir di tengah masyarakat dan memberikan dukungannya.

Presiden Erdogan menyerahkan medali yang bertuliskan ‘Outstanding Sacrifice Medal’ atau ‘Medali Pengorbanan Luar Biasa’ pada satu sisi, sedangkan sisi lain tertulis narasi dari Surat al-Maidah ‘Barangsiapa menyelamatkan satu nyawa, maka seakan-akan dia telah menyelamatkan semua orang’.

“Kami akan menganugerahi 55.000 warga Turkiye dan masyarakat dari berbagai negara yang telah mengorbankan diri untuk membantu selama pascagempa,” kata Erdogan.

Penganugerahan medali dan penghargaan ini merupakan ingatan spiritual. Erdogan menyebutnya sebagai ungkapan rasa terima kasih yang tulus atas nama negara dan bangsa kita. Namun pengakuan dan kehormatan terbesar adalah tempat luar biasa yang telah para personel peroleh di hati 85 juta orang, terutama para korban gempa bumi di Turkiye.

Categories
Bencana TNI

Gerak Cepat Danlanud Raden Sadjad Kirim Prajurit Bantu Bencana Tanah Longsor di Pulau Serasan

Koran Jurnal, Natuna – Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA) Kolonel Pnb Jajang Setiawan, S.M., M.Han., PSC(J)., bergerak cepat untuk mengirim personel Lanud RSA untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Selasa (7/3/2023).

“Saya perintahkan setiap satuan di jajaran Koopsud I harus bergerak cepat tatkala terjadi bencana atau saat masyarakat setempat membutuhkan bantuan,” ujar Pangkoopsud I kepada semua jajaran yang ada di wilayah Koopsud I.

Pelepasan personel Lanud RSA dan Denhanud 477 Kopasgat yang akan dikirim ke lokasi terdampak bencana dihadiri oleh Sekda Kabupaten Natuna Boy Wijanarko Varianto, S.E., Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Natuna Wan Aris Munandar, Kepala BMKG Ranai, Para Kadis Lanud RSA dan Pejabat Lanud RSA lainnya.

Personel TNI AU yang diterjunkan sebanyak 30 orang yang terdiri dari personel Lanud RSA dan Denhanud 477 Kopasgat.

Adapun personel yang diperbantukan diantaranya dari Lanud RSA 1 orang dokter, 1 apoteker , 3 tenaga medis, 15 personel standby Lanud RSA dan 10 orang dari prajurit Denhanud 477 Kopasgat.

Perlengkapan yang dibawa meliputi 1 tenda serbaguna, 27 buah Velbed, obat-obatan 1 set, 1 Fraktur dan 1 stretcher/tandu. Prajurit TNI AU yang berangkat ke Pulau Serasan menggunakan KRI dari satuan TNI AL setempat.

Selain mengirim pasukan di daerah terdampak bencana, Lanud Raden Sadjad juga membuka Posko Satgas Udara sebagai jembatan penghubung lalu lintas udara dan jembatan penghubung lalu lintas laut ke tempat terdampak bencana Pulau Serasan, Kab. Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.(pen)

Categories
Bencana TNI

Tim Siaga Bencana Koopsud I Patroli Seputar Wilayah Koopsud I yang Rawan Banjir

Koran Jurnal, Jakarta – Satuan tim siaga bencana banjir Koopsud I melakukan pengecekan perlengkapan siaga banjir dan dilanjutkan patroli ke daerah-daerah seputar wilayah Koopsud I yang rawan banjir. (Senin, 27-02-2023).

Satuan tim siaga bencana banjir tersebut dipimpin oleh Dansatgas Letkol Pom Aswinto, Wadansatgas Mayor Sus Eko Wahyudiono dan didampingi oleh Dandenma Koopsud I Letkol Kal Alexander Maspanator, Pabandyabakkomsos Spotdirga Koopsud I Letkol Sus Firdaus Bustam, Pabandyapotwilnat Spotdirga Koopsud I Letkol Sus M. Toriq, beserta anggota satgas banjir Koopsud I lainnya.

Lokasi patroli berada di wilayah Kelurahan Kampung Makassar, Kecamatan Makassar, Kotamadya Jakarta Timur. Dengan kondisi ketinggian air mencapai 30 cm.

Perlengkapan-perlengkapan yang disiapkan untuk mendukung tim siaga banjir, 1 perahu karet besar, 7 perahu karet kecil, 17 pelampung, 5 dayung perahu, truk 1 unit dan mobil double cabin 1 unit.

“Tim siaga bencana banjir Koopsud I harus selalu siaga kapanpun jika terjadi bencana banjir di seputaran wilayah Koopsud I dan sekitarnya, mengingat kondisi cuaca saat ini yang tinggi intensitas hujannya,” pesan Pangkoopsud I kepada tim siaga banjir Koopsud I.(disp)

Categories
Bencana TNI

TNI AL Kerahkan Personel Evakuasi Korban Banjir di Sulawesi Selatan

Koran Jurnal, Jakarta – Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VI Makassar mengerahkan Tim Satgas Siaga Bencana untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir di beberapa wilayah akibat guyuran hujan deras di Sulawesi Selatan, Selasa (14/2/2023).

Prajurit TNI AL dilengkapi peralatan diterjunkan di beberapa kawasan terdampak banjir seperti Perumahan Puri Pattene Permai Kecamatan Pattene Kabupaten Maros, Dusun Parangmalenggu, Desa Panakukang, Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa, termasuk beberapa komplek TNI AL yang juga terdampak banjir yaitu kompleks TNI AL Lembo, Dewakembar, Dewakang (Tabaringan) dan Dewaruci (Tamalaba).

Tim Satgas Siaga Bencana Lantamal VI dibawah koordinator Asops Danlantamal VI Kolonel Laut (P) Ahmad Muharram terjun langsung melakukan penyisiran dengan menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

TNI AL juga mendukung kendaraan truk dan ambulance untuk membantu pergeseran tenaga medis, obat-obatan dan logistik ke tempat penampungan sementara sekaligus mendukung pemeriksaan dan pelayanan kesehatan korban banjir.

Menurut Asops Danlantamal VI menyampaikan, “Tim Satgas Siaga Bencana Lantamal VI telah berhasil membantu warga untuk mengevakuasi puluhan warga dan material yang terdampak banjir di perumahan Puri Pattene Permai yang nantinya akan dibawa ke Posko Siaga Banjir sementara yang terletak di Masjid Hadijah yang terletak di dalam komplek perumahan tersebut. Satgas juga memberikan bantuan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga masyarakat yang sakit bisa cepat ditangani oleh tim Medis dari Lantamal VI Makassar.” Pangkalan Utama TNI AL Makassar juga menerima aduan layanan masyarakat, apabila ada warga yang terkena bencana banjir agar dapat menghubungi pihak Tim Satgas Siaga Bencana Lantamal VI Makassar yang beralamat di Jl. Yos Sudarso No. 308 Kota Makassar.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali memerintahkan agar dimanapun TNI AL berada harus mempunyai nilai yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Aksi tanggap darurat yang dilakukan prajurit TNI AL ini sebagai wujud kepedulian TNI AL terhadap kesulitan yang dialami masyarakat akibat terjadinya bencana alam.

Kasal menjelaskan bahwa ancaman bencana akan terus terjadi dan bisa dipastikan terjadi, sehingga kesiapan TNI AL akan terus ditingkatkan untuk menghadapi kontinjensi tersebut.

Dalam upaya bantuan kepada masyarakat saat terjadinya bencana alam, TNI AL akan terus melaksanakan amanat undang-undang dengan menggelar Operasi Militer Selain Perang (OMSP) serta bekerjasama dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat serta kementerian dan lembaga terkait dalam penanggulangan bencana alam yang bisa saja terjadi kapanpun.(disp)

Categories
Bencana TNI

TNI AL Bersinergi dengan Masyarakat Atasi Bencana Longsor di Manado

Koran Jurnal, Jakarta – Tampak sejumlah prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) dari Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado, TNI serta Polri bersama dengan masyarakat tengah membersihkan material serta mengevakuasi korban yang tertimbun longsor di Kelurahan Kairagi Weru, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Jumat (27/01/2023), dimana lokasi tersebut berdekatan dengan Markas Komando Lantamal VIII Manado.

Akibat peristiwa ini, tiga rumah tertimbun longsor serta empat warga menjadi korban jiwa, dan saat ini seluruhnya sudah berhasil dievakuasi. Dari keempat korban salah satu diantaranya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lantamal VIII Manado atas nama Jemy Moniaga berusia 53 tahun.

Saat berita ini diturunkan jenazah Jemy Moniaga sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. Wahyu Slamet di Bitung Sulawesi Utara dengan menggunakan ambulans TNI Angkatan Laut.

Bencana longsor yang terjadi di Manado dipicu intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur Manado sejak Jumat pagi tadi. Akibatnya sejumlah wilayah tidak hanya terdampak longsor, namun juga terendam banjir. TNI, Polri beserta masyarakat terus berjibaku membersihkan lokasi dari puing-puing dibantu dengan alat berat.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI AL harus memiliki kesiagaan dan kesiapan tinggi dalam merespon segala kedaruratan yang terjadi pada misi perang maupun misi kemanusiaan yang terjadi di masyarakat. Untuk pemulihan fasilitas pangkalan yang terdampak bencana, KSAL, Laksamana TNI Muhammad Ali memprioritaskan pembangunan serta peningkatan fasilitas pangkalan dan ketersediaan hunian bagi prajurit TNI AL.(disp)