Categories
Ekonomi

Pemerintah Komitmen Jaga Stabilitas Harga Gabah demi Kesejahteraan Petani

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah terus menggodok Rancangan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Kebijakan Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Inpres ini bertujuan memberi kepastian kebijakan dalam pengelolaan hasil panen, menjaga stabilitas harga, dan memastikan pengelolaan cadangan beras pemerintah (CBP) yang efisien.

Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menjaga kestabilan harga gabah, agar menguntungkan petani, terutama saat musim panen, demi mendukung kesejahteraan dan ketahanan pangan nasional.

Untuk memperkuat kebijakan tersebut, pemerintah menggelar Rapat Koordinasi di kantor Perum BULOG. Rapat tersebut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait guna membahas lebih lanjut rancangan Inpres ini.

“Penyusunan Rancangan Inpres akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan efektif dan dapat diterapkan dengan baik,” kata Deputi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang saat memimpin rakor di Kantor Perum BULOG, Senin (17/2/2025).

Dalam rakor tersebut, Pemerintah, bersama Kementerian dan Lembaga (K/L), mendukung Perum BULOG untuk menyerap gabah setara 3 juta ton beras pada 2025, pada masa puncak panen yang diprediksi hingga April 2025.

Upaya ini bertujuan menghindari surplus produksi yang dapat menyebabkan turunnya harga di tingkat petani.

Pemerintah juga menekankan pentingnya kebijakan yang jelas dalam penyaluran CBP yang disimpan di gudang Perum BULOG, dengan mempertimbangkan jumlah persediaan yang ada.

Pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam mensukseskan kebijakan ini. Kementerian Dalam Negeri mendorong gubernur dan bupati/wali kota di seluruh Indonesia untuk mendukung penyerapan dan distribusi beras di daerah masing-masing.

Pada kesempatan yang sama, Dyah Sulistyaningsih, Analis Kebijakan Ahli Madya Urusan Pertanian dan Pangan, Ditjen Bina Bangda Kemendagri ini, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pengadaan dan distribusi beras.

“Kemendagri akan mengoordinasikan pemenuhan kebijakan yang mendukung Gubernur dan Bupati/Wali Kota untuk mendorong penyerapan dan distribusi gabah/beras di wilayahnya,” ucap Dyah pada rapat tersebut.

Ditjen Bina Bangda menilai pengelolaan dan penyaluran perlu kajian lebih lanjut, terutama terkait kemampuan fiskal daerah, mengingat banyak gudang penyimpanan di daerah dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Lebih lanjut, Ditjen Bina Bangda mengusulkan agar pembahasan kebijakan turut melibatkan Biro Hukum Kemendagri dan Ditjen Bina Keuangan Daerah untuk memastikan aspek regulasi dan pendanaan dapat dipertajam dan dicermati terkait solusinya.(**)

Categories
Ekonomi Nasional

Pemerintah Jamin Stok Beras Jelang Idul Fitri di Tengah Pandemi Covid-19 Aman dan Tercukupi

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Perum Bulog memastikan bahwa stok beras di seluruh wilayah Indonesia aman hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, pada saat pandemi COVID-19 diperkirakan masing terjadi.

“Tidak perlu khawatir, bahwa seluruh stok yang ada di seluruh wilayah Indonesia sudah dalam kondisi aman dan tercukupi,” jelas Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Tri Wahyu Saleh dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19,Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (17/05/2020).

Dalam keterangannya, Wahyu mengatakan bahwa Perum Bulog, sebagai badan usaha milik negara, yang bergerak di bidang pangan, telah memiliki tiga pilar ketahanan pangan.

Adapun pilar yang pertama adalah ketersediaan. Melalui pilar ketersediaan ini Perum Bulog tengah melaksanakan proses penyerapan gabah dan beras dari hasil petani.

“Bulan Mei dan Juni ini adalah saat-saat para petani kita sedang berpanen, sehingga Bulog sedang menurunkan timnya untuk melaksanakan penyerapan gabah dan beras,” terang Wahyu.

Kemudian pilar yang kedua adalah keterjangkauan. Pada pilar inilah Bulog melakukan penyebaran stok, sehingga dapat dipastikan bahwa stok terjamin dan mencukupi. Dalam hal ini, Bulog juga melaksanakan operasi pasar dan juga distribusi untuk kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya pilar yang terakhir adalah stabilisasi harga. Dalam hal ini dilakukan skema penyerapan gabah dan beras dari petani, kemudian dari sisi hilir Bulog juga melaksanakan stabilisasi harga di tingkat konsumen.

Lebih lanjut, Bulog juga emyakini bahwa hal tersebut sudah dilakukan dalam kondisi stabil dan normal maupun di tengah terpaan pandemi COVID-19.

“Bulog tetap melaksanakan tugas-tugas dari tiga pilar ini,” ujar Wahyu.

Adapun dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi COVID-19, Perum Bulog juga diminta oleh pemerintah agar tetap mempertahankan stok cadangan beras pemerintah, sekitar 1 sampai 1,5 juta ton. Melalui apa yang sudah dilakukan selama ini, pihak Bulog mengharapakan agar penyerapan dapat lebih meningkat.

“Itu yang sedang kami laksanakan, sehingga kami tetap mempertahankan untuk penyerapan gabah dan beras, di mana, saat ini, Bulog masih melakukan penyerapan kurang lebih hampir 15.000 ton per hari, itu kami pertahankan, dan mudah-mudahan puncaknya nanti di Juni kita bisa menyerap sekitar 25 hari,” terang Wahyu.

Menurut data sementara, Bulog memiliki 1,4 juta ton stok beras yang disimpan di gudang di seluruh Indonesia. Adapun lokasinya tersebar di sebagian besar wilayah di Pulau Jawa seperti Jawa Bara, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Banten.

Lokasi dari gudang tersebut juga lebih mendekati pintu distribusi kapal yang utama sehingga pelaksanaan distribusi atau penyebarannya aman.

Selain itu, melalui mekanismenya, Bulog juga memiliki minimum _stock requirment_, sehingga jumlahnya ada sepertiga dalam gudang, kemudian ada sepertiga dalam perjalanan, baik di laut maupun di darat, kemudian juga ada sepertiga dalam perjalanan yang ada di bidang pengirim.

“Sehingga, kami yakinkan dan pastikan, bahwa sebaran stok pemerintah dalam kondisi aman, dan Insyallah kami akan akan memasuki panen berikutnya nanti, di bulan September, Agustus-September, sehingga kami yakinkan sampai akhir Desember, kami akan tetap mempertahankan stok yang ada,” pungkas Wahyu.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Lewat Batas Waktu Penyimpanan, Beras Cadangan Pemerintah Senilai 160 Miliar Ini Akan Dimusnahkan

Koran Jurnal, Jakarta – Perusahaan Umum (Perum) Bulog menyatakan akan membuang dan atau memusnahkan 20 ribu ton cadangan beras pemerintah yang ada di gudang mereka. Nilai beras tersebut mencapai Rp160 miliar.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan pemusnahan dilakukan karena usia penyimpanan beras tersebut sudah melebihi 1 tahun.

Data yang dimilikinya, saat ini cadangan beras di gudang Bulog mencapai 2,3 juta ton.

Sekitar 100 ribu ton di antaranya sudah disimpan dia atas empat bulan. Sementara itu 20 ribu lainnya usia penyimpanannya sudah melebihi 1 tahun.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), beras yang usia penyimpanannya sudah melampaui batas waktu simpan paling sedikit empat bulan atau berpotensi dan atau mengalami penurunan mutu. Karena itulah, beras harus dibuang atau dimusnahkan

“Semua stok Bulog yang disimpan lebih dari lima bulan itu dapat dibuang, bisa diolah kembali, diubah menjadi tepung dan yang lain, atau turunan beras atau dihibahkan, atau dimusnahkan,” kata Tri seperti dikutip dari Antara, Jum’at (29/11).

Meskipun mau dimusnahkan, Tri mengaku pihaknya masih menemukan masalah. Masalah terkait penggantian beras yang dimusnahkan.

Bulog berharap Kementerian Pertanian dan Kementerian Keuangan bisa melakukan sinkronisasi aturan agar pemusnahan beras tersebut nantinya tidak menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Dari Pemerintah sudah ada (aturannya), di Kemenkeu belum ada anggaran. Ini kami sudah usulkan. Kami sudah jalankan sesuai Permentan, tetapi untuk eksekusi disposal, anggaran tidak ada. Kalau kami musnahkan, gimana penggantiannya,” kata Tri.(red)

Categories
Ekonomi

Dukung Kementan, Bulog Bangun Gudang Untuk Serap Kedelai Petani

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Divisi Pengadaan Pangan Lain Badan Urusan Logistik (Bulog), Yayat Hidayat Fatahillah mengatakan mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menyerap kedelai petani yang memasuki musim panen dengan membangun gudang khusus kedelai. Dengan demikian, Bulog siap menyerap kedelai petani sehingga harga tidak jatuh atau menguntungkan petani.

“Sebagai langkah memasuki panen kedelai di beberapa wilayah di Indonesia, Bulo siap menyerap kedelai petani, terutama di sekitar daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” demikian dikatakan Yayat pada Rakor Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) Tahun 2019 dan Persiapan Tahun 2020 di Bogor, Selasa kemarin (18/9/2019).

Yayat menjelaskan Bulog telah membangun gudang khusus untuk kedelai yang lokasinya ada di Banyumas dan Sidoarjo dengan kapasitas masing-masing 3.500 ton. Gudang tersebut tidak hanya bangunan biasa, namun gudang tersebut sudah dilengkapi dengan Dehumitifier dan Pneumatic Conveyor.

“Jadi alat tersebut gunanya untuk mengatur kelembapan dan untuk mempecepat pembongkaran. Kami manfaatkan teknologi ini agar kedelai yang di gudang tidak cepat rusak,” jelasnya.

Yayat menambahkan rencana selanjutnya Bulog akan membuat gudang kedelai di lokasi sentra lain di daerah Grobogan Jawa Tengah. Pasalnya, Grobogan merupakan sentra kedelai, sehingga akan dibangun gudang.

“Kami akan buat satu lagi di sana (Grobogan, red). Kapasitasnya sama lah seperti yang di Banyumas dan Sidoarjo sekitar 3.500 ton,” ujarnya.

Untuk menunjukkan keseriusan Bulog, Yayat menegaskan Direktur Pengadaan Bulog telah menerbitkan surat tugas ke Kepala Kantor Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk agar segera berpartisipasi dalam penyerapan hasil panen kedelai di tingkat petani. Dengan begitu, Bulog siap membantu petani agar kedelainya bisa terserap.

“Pada dasarnya Bulog akan terus mendukung kegiatan Kementrian Pertanian, karena sudah merupakan kewajiban pemerintah dalam pelayanan publik, dalam hal kedaulatan pangan,” tandasnya.

Di tempat yang sama Direktur Akabi Kementan, Amiruddin Pohan sangat berharap banyak kepada Bulog untuk dapat mewujudkan program tersebut. Sebab, selama ini banyak mendengar keluhan petani kedelai lokal yang kesulitan untuk mencari pasar dengan harga yang layak.

“Jadi dengan adanya peran nyata Bulog ini, saya yakin petani di Jatim dan Jateng kembali bersemangat membudidayakan kedelai lokal,” tegasnya.

Amiruddin menyebutkan adapun luas panen kedelai tahun 2018 sekitar 680 ribu hektar dengan produksi 982 ribu ton. Angka ini naik hampir seratus persen dibandingkan tahun 2017 lalu. Luas panen kedelai 2017 tercatat 356 ribu hektar dengan produksi 538 ribu ton.

“Artinya petani mulai bergairah lagi mengembangkan kedelai. Apalagi target Kementan tahun 2019 menanam di lahan seluas 1 juta hektar. Kami beri bantuan saprodinya, tanamnya bisa di monkultur maupun di tumpangsari dengan padi dan jagung,” bebernya.

Dari sisi harga, ungkap Amiruddin, saat ini rata-rata petani kedelai menjual dengan harga Rp 6.700 per kg. Sementara itu sentra kedelai selama ini ada di Grobogan, Banyuwangi, Indramayu, Bima dan Bone.

“Saya ingin kedelai tidak hanya didominasi di sentra-sentra tersebut, tapi juga merambah perluasan lahan ke wilayah lain di Indonesia,” ucapnya.

“Dengan adanya komitmen Bulog ini mudah-mudahan bisa menjamin pasokan kedelai lokal dan kepastian harga petani kedelai,” tambah Amiruddin.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Amran: Stok Beras Nasional Aman Hingga Tahun Depan 

Koran Jurnal, Sidoardjo – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau pasokan beras di kompleks pergudangan Bulog, Banjarkemantren, Buduran, Sidoarjo, Kamis (27/06/2019). Saat peninjauan, Mentan Amran menyebut pasokan beras Nasional di Bulog masih cukup besar, bahkan stok beras disini cukup sampai dengan tahun depan.

“Kami berterima kasih untuk petani-petani Indonesia, sekarang gudangnya sudah penuh. Bulog juga terima kasih sudah berkerja keras, menyerap hasil petani. Dan hasilnya ini kita syukuri, ini semua atas arahan Bapak Presiden Jokowi. Kita membangun infrastruktur selama empat tahun hasilnya kita nikmati hari ini,” lugas Mentan Amran.

“Saat ini stok yang ada di gudang Banjar, Surabaya mencapai 630 ribu ton untuk kebutuhan masyarakat Jawa Timur sampai tahun depan. Kami pastikan stok ini lebih dari cukup,” tukasnya.

Menurut Amran, semua beras merupakan jenis lokal, dimana seluruhnya adalah hasil produksi petani lokal. Dia pun memastikan bahwa kualitas yang ada masuk dalam posisi tinggi karena benih yang digunakan adalah benih unggulan.

“Ini beras unggulan hasil produksi petani yang sangat bagus karena benih yang ditanam merupakan benih unggulan,” katanya.

Amran mengatakan, bahwa pembangunan infrastruktur selama empat tahun terakhir untuk pertanian bertujuan meningkatkan indeks pertanaman sehingga petani bisa panen lebih dari satu kali bahkan samai tiga kali panen dalam setahun.

Hanya dengan meningkatkan infrastruktur pertanian, mulai dari perbaikan jaringan irigasi, penyediaan alat mesin pertanian (alsintan), benih unggul dan pupuk ini semua merupakan proses untuk peningkatan produktivitas.

Kepala Perum Bulog Divre Jawa Timur, Muhammad Hasyim memastikan harga beras kedepan tetap dalam kondisi normal, meski beberapa bulan lagi masyarakat Indonesia akan menghadapi hari raya idul adha.

“Saya pikir masyarakat tidak perlu khawatir karena Bulog sudah menyiapakan stok yang banyak. Kedepan harga juga akan stabil karena dibantu dengan operasi pasar,” katanya.

Sekedar diketahui, beras yang dijual di Gudang Banjar Kemantren dibandrol Rp 8.100 perkilogram. Namun, harga tersebut naik menjadi 8.500 jika dijual di pasar kecil dan tradisional. Walau begitu, harga tersebut dalam kondisi normal karena sesuai acuan HET.(hum/red)