Categories
Ekonomi

Mentan Amran Beri Pembinaan kepada 5 Ribu Penyuluh dan Petani di Sumbawa

Koran Jurnal, Sumbawa – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran melakukan pembinaan terhadap petani, peternak dan penyuluh pertanian sebanyak 5.000 orang sekaligus menyerahkan bantuan di Kabupaten Sumbawa, NTB. Mentan Amran menekankan tujuan kegiatan pembinaan ini mengingat pentingnya peran petani, peternak dan penyuluh sebagai ujung tombak kemajuan pertanian di Indonesia sehingga produksi pertanian tahun 2024 hingga ke depannya semakin meningkat dan bisa kembali swasembada bahkan ekspor.

“Kami datang ke NTB ini dengan memberi bantuan totalnya lebih kurang Rp 300 miliar. Awalnya bantuan itu untuk seminar dan lainya. Tapi saya katakan petani butuh bibit, traktor dan sarana pertanian lainya untuk menyelesaikan persoalan bangsa. Pangan ini masalah kita bersama, masalah dunia. Sekarang ini terjadi Gorila El Nino, pangan kita dalam kondisi tidak baik-baik saja. Kami khawatir soal itu,” demikian dikatakan Mentan Amran pada kegiatan pembinaan penyuluh di halaman Kantor Bupati Sumbawa Besar, Kamis (25/1/2024).

Amran menambahkan khusus Kabupaten Sumbawa, Kementan selain mengembangkan komoditas lainya, tapi fokus mengembangkan budidaya jagung. Sumbawa merupakan sentra produksi jagung nasional, yang memiliki hamparan yang luas sehingga menjadi ujung tombak penguatan persediaan stok jagung nasional untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri hingga ekspor.

“Kalau ini ditanam dengan hasilnya yang baik, nanti bantuan akan ditambah. Aku datang lagi ke Sumbawa harus hasilnya berlipat ganda. Produksi jagung harus kita genjot untuk kembali swasembada dan kita ekspor. Kita tidak lagi impor karena itu menguntungkan petani negara lain, bukan negara kita. NTB, khususnya Sumbawa dan Lombok adalah penopang pangan nasional. Kita bangun sejarah dari impor jadi ekspor, yang berkontribusi adalah NTB, khususnya Sumbawa. Kita kembalikan kejayaan ini,” ucapnya.

Amran optimis dengan program tahun 2024 yang fokus meningkatkan produksi, dalam satu dua tahun ke depan jagung akan ekspor kembali. Hal ini tentunya mampu diwujudkan mengingat Indonesia di era pemerintahan Jokowi telah berhasil menciptakan swasembada pangan selama 3 kali yakni
2017,2019,2020.

“Bukan saja swasembada tapi juga ekspor pun bisa kita wujudkan. Kami ekspor beberapa negara dan yang melakukan adalah kita semua. Makanya sengaja kami kumpulkan petani dan penyuluh hari ini, agar mengetahui apa masalahnya. Kita selesaikan bersama. Pak Presiden Jokowi tadi menelpon saya, beliau berterimakasih kepada masyarakat NTB khususnya Sumbawa. Permintaan saya sudah didengar, memberi tambahan pupuk Rp 14 triliun. Khusus pengecer, sayangi petani jangan dipersulit,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah menyampaikan terima kasih atas berbagai bantuan dan perhatian Kementerian Pertanian selama ini terhadap jalannya pembangunan pertanian di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa bersama petani, peternak, dan penyuluh berkomitmen untuk pengembangan peternakan dengan membangun sistem produksi yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan sesuai dengan potensi daerah sehingga dapat berkontribusi dalam pemenuhan ketersediaan pangan nasional.

“Saat ini Kabupaten Sumbawa menjadi lumbung ternak nasional dengan populasi ternak sapi dan kerbau terbesar di NTB, berdasarkan hasil registrasi ternak menggunakan aplikasi “siJINAK” Sistem Jaringan Informasi Peternakan, populasi ternak tahun 2023, sapi sebesar 300 ribu ekor dan kerbau sebesar 31 ribu ekor di NTB,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini dihadiri paling sedikit 5 ribu peserta terdiri dari peternak, petani, dan penyuluh pertanian, serta tenaga peternakan dan kesehatan hewan.

“Dan peserta yang hadir pada saat ini mencapai 5 ribu peserta terdiri dari peternak, petani, kelompok tani ternak, dan elemen lainnya yang juga telah memberi kontribusi besar terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya.

Adapun bantuan yang diserahkan Mentan Amran dalam kunjungannya ini yakni terdiri dari bantuan vaksin rabies, vaksin SE, renovasi RPH, pembangunan pengolahan pakan, dan operasional puskeswan senilai Rp 15,4 miliar untuk Kabupaten Sumbawa. Bantuan benih padi, benih jagung, dan pupuk senilai Rp 54,7 miliar untuk Kabupaten sumbawa.

Selanjutnya, bantuan benih padi dan jagung, senilai Rp 33,9 miliar untuk Kabupaten Dompu, bantuan benih padi dan jagung senilai Rp 34,1 miliar untuk Kabupaten Bima, bantuan benih jagung Rp 4,6 miliar untuk Kota Bima dan bantuan benih padi dan jagung senilai Rp 5,1 miliar untuk Kabupaten Sumbawa Barat.(hum)

Categories
Ekonomi

IPB: Kebijakan Amran Mampu Jaga Produksi dan Harga Pangan Stabil

Koran Jurnal, Bogor – Guru Besar Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Muhammad Firdaus menegaskan kondisi pangan selama pemerintahan Jokowi-JK patut dibanggakan. Pasalnya, harga pangan stabil karena pasokan dan produksi pangan yang lebih terjaga.

“Berdasarkan laporan Bank Indonesia dari tahun 2015 sampai dengan 2018, tingkat inflasi bahan pangan stabil dikisaran 3,01 sampai 3,61 persen. Hal ini disebabkan oleh pengendalian harga pangan membaik dari tahun tahun sebelumya,” demikian ditegaskan Firdaus di Bogor, Rabu (16/10/2019).

Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Kementan, I Ketut Kariyasa menambahkan keberhasilan pemerintah dalam penyediaan pangan dari produksi dalam negeri tampak dari stabilnya harga pangan di tingkat konsumen, bahkan pada hari-hari besar keagamaan maupun tahun baru dalam 3 tahun terakhir terlihat stabil. Stabilnya harga tersebut menyebabkan bahan makanan/pangan, termasuk beras di dalamnya mempunyai kontribusi yang besar dalam menekan infilasi.

“Jadi faktor produksi yang melimpah dan pasokan yang lancar yang dibangun Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menjadikan penurunan inflasi pangan secara drastis,” ujarnya.

Ketut menjelaskan hal ini dapat dilihat pada tahun 2014, tingkat inflasi pangan masih sangat tinggi, yaitu 10,57% dan jauh di atas infilasi umum yang pada waktu itu sekitar 8,36%. Pada tahun 2015 dan 2016 inflasi bahan makanan/pangan mulai mengalami penurunan yang sangat drastis, yaitu masing-masing menjadi 4,93% pada tahun 2015 dan 5,69% pada tahun 2016, dan bahkan pada tahun 2017 turun menjadi 1,26% dan merupakan inflasi yang paling rendah yang pernah terjadi dalam sejarah Indonesia. Bahkan menurut data yang dirilis BPS hari ini (1/10/2019) harga pangan pada September ini mengalami deflasi sebesar 1,97%.

“Kondisi ini lagi-lagi menunjukkan bahwa produksi pangan dalam negeri terus membaik untuk memenuhi permintaan pangan yang terus meningkat. Pada bulan Agustus 2019 lalu, kelompok pangan juga mengalami deflasi sebesar 0,19 persen,” pungkas Ketut.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Luncurkan ‘YESS’ Program, Cetak Generasi Muda Berwirausaha Pertanian

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meluncurkan program pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan pemuda di sektor pertanian (Youth Enterpreneurship and Employment Support Services Programme atau yang dikenal YESS Program di Jakarta, Jumat (11/10/2019). Program ini kerja sama antara Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Mentan Amran menegaskan program ini siap dijalankan untuk menjangkau lebih banyak petani muda yang memiliki minat berwirausaha dan ingin terjun kedunia pertanian. Dengan program ini, generasi muda diedukasi baik dari sektor hulu hingga hilir.

“Di sektor hulu, kita menggunakan pertanian modern dan di hilir kita menggunakan teknologi canggih untuk packing dan seterusnya sehingga nilai komoditas pertanian naik 50 persen hingga 100 persen serta dapat menjawab tantangan di era ini,” tegas Amran.

Oleh karena itu, Amran menjelaskan program kewirausahaan bagi petani muda ini sangat penting karena sesuai dengan arahan Presiden Jokowi. Pengembangan kewirausahaan menjadikan petani muda berinovasi untuk mendapatkan added value dari suatu komoditas, yang selama ini tidak dinikmati petani.

“Added valuenya itu ada di processingnya. Jadi di hulu itu biasa keuntungannya tidak terlalu besar atau lebih sedikit. Tetapi di hilir added valuenya itu luar biasa besar sampai 100 persen,” beber Amran.

“Namun bagi para pemuda tani, kemauan, keyakinan harus ada dulu. Jadi kita harus yakin bahwa kita bisa berhasil,” pintanya.

Lebih lanjut Amran membeberkan peran pemerintah guna memfasilitasi para petani muda yakni Kementan menyediakan bibit gratis, bantuan teknologi, alat mesin pertanian dan bantuan yang disertai pendampingan. Petani muda diharapkan dapat meningkatkan produksi, produktivitas dan nilai tambah serta membangun pasar yang menguntungkan petani.

“Sekarang pemuda tani ada 500 ribu sampai dengan sekarang kalau itu bergerak Insya Allah produksi semakin baik,” tandasnya.

Masih di tempat yang sama, Projek Manager YESS Program, Yul Bahar mengatakan program ini dapat menyelesaikan permasalahan yang menyangkut regenerasi petani. Di mana, petani itu hingga saat ini semakin lama semakin berkurang.

“Tapi kalo petani hanya bercocok tanam saja itu tidak akan menarik bagi petani. Oleh karena itu, kita tambahkan kewirausahaan, kita tambahkan sebagai kompetensi mereka,” ujarnya.

Bahar menjelaskan kewirausahaan berarti mereka akan menjadi pelaku usaha nantinya. Dalam program YESS ini , para generasi dan petani muda akan dididik serta dampingi di lapangan atau jika mereka menjadi job seeker, maka akan menjadi pekerja harus kompeten dalam bidangnya.

“Jadi kuat dalam bidangnya dan punya kemampuna bukan hanya di bidang pertanian umum tapi lebih spesifik,” terangnya.

Lebih lanjut Bahar menuturkan program ini akan menjawab kebutuhan dunia kerja saat ini juga. Yakni bagaimana meningkatkan kompetensi para generasi muda sehingga memiliki sertifikasi dan petani muda ahli dalam bidangnya. Contohnya ahli dalam tanaman anggrek atau bidang produksi tanaman hias atau tanaman pangan sehingga begitu dia cari kerja bisa langsung di pakai.

“Hal ini dapat mengubah paradigma jika pertanian itu kegiatan tidak menarik, prospektif dan menguntungkan, dan dapat berdampak pada penurunan angka pengangguran serta terjadinya urbanisasi,” tuturnya.

“Kuncinya ada dua yaitu mengajak mereka menjadi wirausaha atau meningkatkan kompetensi mereka sehingga mereka dapat bersertifikat atau ahli dalam bidangnya,” sambungnya.

Bahar menambahkan ada 4 indikator yang akan dicapai dalam program YESS. Pertama, Rural youth transition to work (peningkatan kapasitas pemuda perdesaan di bidang pertanian). 2. Rural Youth Entrepeneurship (Pengembangan Wirausahawan Muda Perdesaan). 3) Investing to Rural Youth (Fasilitasi akses permodalan).

“Keempat, Enabling Environment fo Rural Youth yakni membangun lingkungan usaha yang kondusif,” tukasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Bangun Penyangga Pangan, Mentan Amran Optimis Ibu Kota Baru di Kaltim Tanpa Impor

Koran Jurnal, Balikpapan – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimis bisa membangun kemandirian pangan untuk Ibu Kota baru negara di Kalimantan Timur (Kaltim) tanpa harus disuplai dari negara lain alias impor. Strateginya yakni pengembangan kawasan komoditas sebagai penyangga pangan melalui sistem klaster budidaya untuk masing-masing 10 kabupaten di Kaltim.

“Kata kuncinya kami membangun Kota baru yang mandiri pangan. Mimpi besar kami adalah menyiapkan pangan untuk penduduk di Ibu Kota baru, kita siapkan lebih awal. Nantinya di tahun 2024, kebutuhan pangan langsung dipenuhi sendiri dari masyarakat Kaltim, karena umur komoditas hortikultura 2 sampai 3 tahun sudah berbuah,” demikian papar Amran saat menjadi pemateri dalam Rapat Koordinasi Nasioanl II Korps Alumni Mahasiawa Islam (KAHMI) dengan tema Mewujudkan Kemandirian Energi dan Pangan Bagi Kesejahteraan Rakyat di Balikapapan, Sabtu (31/08/2019).

Amran optimis ini terwujud karena Kaltim memiliki potensi yang sangat luar biasa, yakni lahan pertanian yang masih original dan luas. Ada 10 kabupaten di Provinsi Kaltim yang dijadikan sebagai kawasan penyangga pangan sehingga ke depan Ibu Kota baru dipastikan mandiri pangan.

Kabupaten Berau dibangun menjadi sentra produksi jagung dan bawang merah, Kabupaten Bulungan dan Nunukan sebagai sentra padi, cabai dan bawang merah dan Malinau sebagai sentra produksi padi dan jagung. Selanjutnya, Kabupaten Tana Bumbu menjadi sentra produksi padi dan cabai, Tanah Laut sebagai sentra padi, jagung, cabai dan bawang merah, Kapuas Hulu sebagai sentra padi, cabai dan bawang merah, Ketapang sebagai sentra cabai, Kutai Barat sentra padi dan jagung dan Kabupaten Paser sentra padi, cabai dan bawang merah.

“Untuk penyediaan daging sapi, ayam, buah-buahan dan komoditas lainnya dibangun klaster. Jadi kabupaten mana yang memproduksi ayam dan seterusnya,” terang Amran.

Amran menambahkan membangun klaster ini sejalan dengan gagasan besar Presiden Jokowi. Masing-masing kabupaten akan dibangun klaster -klaster komoditi pertanian yang dikoperasikan. Kemudian koperasi nantinya dikoorporasikan sehingga klaster tersebut menjadi kuat yang pengelolaannya dengan sistem teknologi yang tinggi, biaya murah, profitable dan pengolahannya tentu dari hulu ke hilir.

“Oleh karena itu, membangun Ibu Kota baru tanpa impor pangan sebab pangan dapat diproduksi masyarakat Kalimantan Timur sendiri,” tegasnya.

Perlu diketahui, melansir data BPS, kinerja pembangunan sektor selama pemerintahan Jokowi-JK menuai hasil membanggakan. Misal, rata-rata kenaikan ekspor pertanian per tahun sebesar 2,4 juta ton dan tercatat sejak pemerintahan Jokowi-JK, ekspor naik 9 juta ton. Tahun 2013, total ekspor hanya 33 juta ton, namun di tahun 2018 mencatat nilai tertinggi yakni 42,5 juta ton.

BPS pun mencatat, terjadi penurunan inflasi bahan makanan yang sangat signifikan dari 10,57 persen tahu 2014 menjadi 1,69 persen pada tahun 2018. Nilai PDB Pertanian pun naik, yakni dari target PDB 3,5 persen, pertanian mampu menembus 3,7 persen. Begitu pun penduduk miskin di pedesaan menurun dari 14,17 % pada tahun 2014 menjadi 13,2 % pada tahun 2018.

BKPM pun mencatat, investasi sektor pertanian meningkat tajam. Tahun 2013 hanya Rp 29,3 triliun, namun di tahun 2018 naik menjadi Rp 61,6 triliun sehingga naik 110%.

Pada Rakor Kahmi ini, Amran menyerahkan bantuan untuk kelompok tani binaan Kahmi berupa traktor roda 4 sebanyak 10 unit, bibit jagung untuk 100 ribu ha dan bibit tanaman dan hortikultura untuk 50 ribu ha.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Amran: Alsintan Penting untuk Cegah Kebakaran Lahan dan Guna Kesejahteraan Petani

Koran Jurnal, Banyuasin – Menteri Pertanian Amran sulaiman sangat gembira melihat perkembangan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani atau SERASI di Sumatera Selatan, Rabu (28/08/2019) bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, dan pejabat Kementan lainnya. Amran mengatakan rawa punya potensi yang luar biasa untuk dikembangkan mendukung program swasembada nasional.

Selain itu, Amran menilai penting saat ini bagaimana menekan kebakaran lahan, dengan memberikan petani alat mesin pertanian untuk melakukan olah tanah dan tidak membakar lahan.

“Kita dorong olah tanah dengan alat mesin pertanian, yaitu menggunakan rotavator. Kita gunakan teknologi modern. kita menggunakan eksavator, menggunakan traktor roda 4 dan seterusnya,” tegas Menteri Amran.

Lebih lanjut Mentan mengatakan saat musim kering penting bagi masyarakat untuk menekan kebakaran lahan tidur di area rawa. Kementan mendorong agar lahan tidur tersebut digarap, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatera Selatan.

“Bapak Presiden mendorong agar pencegahan kebakaran lahan rawa dengan modernisasi pertanian kita. Menghentikan kebiasaan mereka membakar lahan sebelum bertani. Alsintan akan sangat membantu bagi mereka,” kata Amran.

Kementan sudah menurunkan 1.700 alat mesin pertanian, eskavator sebanyak 118 unit dan tambahan 10 unit pada hari ini. “itu sudah 120 unit dan nilainya 300-400 miliar. Tidak tanggung-tanggung ini untuk kesejahteraan petani dann sekaligus menekan kebakaran. Alhamdulillah kami dengar langsung dari Pak Gubernur kebakaran hari ini sudah jauh menurun,” ujar Mentan.

Selama ini lahan di Sumatera Selatan rawan kebakaran dan ekspor asap ke negara tetangga sewaktu musim kemarau, namun Mentan optimis apabila ditanami komoditas pertanian memanfaatkan alat modern, produksi akan meningkat.

“Kami target meningkatkan kesejahteraan petani kita yang dulu tanam 1 kali sekarang menjadi tiga kali. kan bisa meningkat pendapatannya dua kali atau tiga kali lipat. kalau ini nanti berhasil target 200 ribu hektar itu meningkatkan pendapatan Sumatera Selatan 14 triliun. Kalau nanti dua kali lipat luas tanam, tahun depan, Tambah meningkat 30 triliun. ini luar biasa mendorong kesejahteraan petani dan menekan kemiskinan, ” kata Amran yang disambut antusias masyarakat Banyuasin.(hum/red)

Categories
Opini

Mentan Amran: Mau Kaya, Jadi Petani! ‘Petani Teladan Berprestasi’

Koran Jurnal, Jakarta – Momentum perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-74 tahun 2019 yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus menjadi hari kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan terlebih lagi bagi 30 orang Petani Berpestasi yang selama 4 hari ini telah mengikuti kegiatan Pemberian Penghargaan Tingkat Nasional tahun 2019. Mereka yang sejak pagi (17/08) mengikuti upacara HUT RI ke-74 bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini pun diberi jurus sukses berwirausaha oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Auditorium Kementerian Pertanian.

“Saya merasa terharu melihat cara petinggi-petinggi kita berusaha mengangkat derajat para petani sehingga kita semakin semangat,” kata Halim Antoni salah satu petani berprestasi dari Sumatera Barat menceritakan pengalamannya dalam acara pemberian penghargaan petani teladan 2019 oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di Kantor Pusat Kementan, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta, Sabtu (17/08/2019).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amram Sulaiman yang hadir dalam acara ini mengatakan, bahagia bisa bertemu petani andalan karena mereka ada “passion”.

“Mereka ini yang akan menjadi penggerak kelompok tani duta pertanian di masyarakat,” tukasnya.

“Tidak heran kalau data Bappenas terbaru mengungkapkan kalau pertanian adalah salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Amran.

“Saya juga bangga ada anak muda petani berprestasi dari Tabanan Bali, 32 tahun Surya Prasetya Wiguna dari Kelembagaan Ekonomi Petani Petani Tabanan Bali,” pinta Amran.

Sementara itu, Surya menyatakan dirinya dulu ‘Bankir’ tapi sekarang milih bertani dengan penghasilan 3 kali lipat lebih tinggi.

“Saya sekarang menjadi petani, milih keluar kerja di bank, karena bertani penghasilannya lebih tinggi,” ungkapnya dengan suara lantang menceritakan keberhasilannya kepada Menteri Amran dan disambut dengan riuh tepuk tangan semua jajaran Kementan yang hadir.

Kepala Badan Pengembangan Penyuluhan dan SDM Pertanian, Kementan, Dedi Nursyamsi menyebutkan dalam pemberian penghargaan ini terdapat 30 petani berprestasi Penghargaan Tingkat Nasional 2019. Terbagi dalam 7 kategori yaitu Petani Berprestasi, sebanyak 5 orang,
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berprestasi, sebanyak 5 unit, Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Berprestasi, sebanyak 5 orang.

“Selain itu, terdapat juga Penyuluh Pertanian Teladan, sebanyak 5 orang, Balai Penyuluhan Pertanian Berprestasi, sebanyak 5 unit, Dosen Berprestasi, sebanyak 3 orang; P4S Berprestasi, sebanyak 2 orang,” sebutnya.

Sekretaris Jenderal Kementan, Momon Rusmono menambahkan, kedepan akan menambahkan kategori petani berprestasi hingga peniliti, petugas POPT hingga eksportir milenial muda pertanian.

“Kami ingin memberikan motivasi untuk terus menerus memberikan yang terbaik,” pungkasnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi Hukum

Demi Reputasi Kementerian, Mentan Amran Tunjukkan Sikap Tegas Terhadap Jajaran Internal Pasca Pemeriksaan KPK

Koran Jurnal, Jakarta – Sehubungan dengan pemeriksaan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor Direktorat Jenderal Hortikultura pada, Selasa (12/8), terkait kasus suap ijin impor bawang putih, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman mengambil langkah tegas untuk menonaktifkan pejabat Eselon II, III dan IV terkait dengan verifikasi wajib tanam bawang putih.

“Dirjen Hortikultura bergerak mulai kemarin, mengecek kondisi riil lapangan. Kalau ada yang main-main akan segera ditindak,” ungkap Amran saat ditemui di kantor Direktorat Jenderal Hortikultura, Jakarta, Rabu (14/08/2019).

Amran mengaku dirinya sangat mendukung penuh KPK, Kejaksaan dan Kepolisian dalam mengumpulkan informasi dan mengungkap kasus suap impor bawang putih ini secara terang benderang, sehingga publik clear melihat masalah ini. Amran merasa perlu mengambil langkah tegas, konkret dan segera sebagai komitmennya dalam mendukung anti korupsi. Langkah ini perlu untuk dilakukan demi reputasi Kementerian Pertanian yang diakui kinerja positifnya dalam membangun perekonomian Indonesia.

“Kemarin KPK mengambil data dari sini (Ditjen Hortikultura) mengenai verifikasi wajib tanam,” ungkap Amran. “Untuk progress-nya sedang kami tunggu. Kami dukung KPK sepenuhnya, kami apresiasi dan kami salut pada KPK. Karena sejak awal sudah ada tiga orang satuan tugas KPK di Kementan untuk pencegahan korupsi. Itu bukti keseriusan bahwa kami ingin Kementan berjalan sebagaimana mestinya yang diharapkan masyarakat,” lanjutnya.

Langkah tegas Menteri Pertanian ini juga guna menjaga marwah Kementerian Pertanian sebagai lembaga yang telah dua kali mendapatkan penghargaan anti gratifikasi pada 2017 dan 2018 dari KPK. Ia tidak ingin terjadi fitnah dan merusak nama baik kementerian yang dipimpinnya.

“Hingga saat ini, ada sekitar 145 orang pegawai di Kementan yang telah dipecat dan demosi karena bermasalah. Bahkan secara keseluruhan di Kementerian Pertanian terdapat 1.432 pegawai telah didemosi dan mutasi
arena berani main-main,” tegasnya.

Sebenarnya langkah antisipasi telah dilakukan sejak tiga tahun terakhir, lanjut Amran. Caranya yaitu dengan mem-blacklist importir yang tidak menyelesaikan kewajiban tanam. Bahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah tercatat ada 72 perusahaan bawang yang di-blacklist oleh Ditjen Hortikultura. Kebanyakan merupakan produk impor bawang putih, bawang merah dan bawang bombay.

Menteri Amran siap berada di garda terdepan dalam pencegahan KKN di lingkungan Kementan dan tegas melawan mafia pangan yang selama ini menggerogoti perekonomian negara.

“Sejak awal menjadi menteri, saya sangat mendukung KPK, Kejaksaan juga Kepolisian. Kita bergandengan tangan. Merah putih ini milik kita bersama, negeri ini milik kita bersama. Harus kita jaga negeri kita. Masa’ mau kita biarkan gara-gara hanya segelintir orang akhirnya menyengsarakan konsumen dan rakyat?,” ujarnya.

Kendati demikian, dirinya mengaku turut merasa prihatin dan sedih namun dirinya sadar bahwa dalam menjaga nama baik institusi tidaklah mudah. Meskipun demikian ia berkomitmen untuk terus menjalankan tugasnya dan berperilaku tegas.

“Manakala nantinya ada yang tidak terbukti bersalah, pejabat tersebut akan dipulihkan nama baiknya dan dikembalikan pada posisi semula. Ini merupakan bagian dari revolusi mental dan reformasi birokrasi yang dijalankan oleh Kementan,” jelasnya.

Meski tengah dalam masalah, riset Bappenas terakhir menyatakan program Menteri Pertanian dinilai mampu memacu pertumbuhan ekonomi. Hasil riset ini melihat efektivitas belanja kementerian dan lembaga pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasilnya menunjukkan program Kementerian Pertanian serta Kementerian Kelautan dan Perikanan menggenjot laju pertumbuhan ekonomi daerah.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Menteri Pertanian: Ketahanan Pangan Identik Dengan Ketahanan Negara

Koran Jurnal, Jakarta – Kebijakan Strategis Ketahanan Pangan dan Gizi segera dirumuskan oleh Dewan Ketahanan Pangan (DKP), sebagai salah satu tugasnya membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan.

“Pertemuan ini sangat penting. Berbicara masalah pangan, karena Ketahanan pangan identik dengan ketahanan negara,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selaku Ketua Harian Dewan Ketahanan Pangan dalam arahannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) DKP di kantor Kementerian Pertanian, Selasa (13/08/2019).

Melihat urgensinya masalah pangan, lanjut Amran, Pemerintah Indonesia membentuk Satgas Pangan.

“Saya mengingatkan agar jangan main-main dengan sektor pangan. Kalau pangan terganggu, satgas pangan akan turun,” tegas Amran.

Sebelumnya, Sekretaris DKP Agung Hendriadi melaporkan, tujuan rakor merumuskan kebijakan strategis Ketahanan Pangan dan Gizi, serta Rencana Aksi di tingkat Pusat maupun Daerah sesuai amanat PP No 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi.

“Forum ini mensinergikan Kelompok Kerja DKP yang terdiri dari Pokja Teknis, Pokja Ahli, dan Pokja Pemberdayaan serta perwakilan dari Kementerian/Lembaga untuk memberikan saran dan masukan dalam penyempurnaan Rancangan Kebijakan Strategis Ketahanan Pangan dan Gizi,” tambah Agung yang juga Kepala Badan Ketahanan Pangan.

Lebih lanjut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan perkembangan pertanian Indonesia 5 tahun terakhir memiliki trend positif dalam 4 tahun terakhir (2015-2018).

“Inflasi pangan berhasil di jaga dibawah 2 persen dan PDB naik dari target pemeritah 3,5% dengan capaian 3,7%. PDB pertanian Indonesia menduduki peringkat 5 dari 224 negara. Penurunan inflasi bahan makanan Indonesia dari 11,71% menjadi 1,26% (2013-2017),” ujar Amran Sulaiman.

Ditambahkan Amran Sulaiman, perencanaan pangan 5 tahun kedepan harus melihat bagaimana Indonesia kedepan memasuki era Pertanian 4.0 (pertanian presisi melalui teknologi digital), terjadinya transformasi pertanian tradisional ke pertanian modern, penurunan inflasi komoditas pangan.

“Penggunaan bibit unggul, pengembangan SDM pertanian digital yang terintegrasi dengan kebutuhan milenial, dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia harus kita wujudkan,” tambah Amran.

Amran Sulaiman juga memaparkan bahwa
fokus Pembangunan Pertanian ke depan untuk mewujudkan ketahanan pangan dapat dilakukan melalui pengembangan rainfed area, wetland area serta CPO sebagai ujung tombak pertanian.

Rakor ini dihadiri ±100 orang dari perwakilan Kementerian/Lembaga, Kelompok Kerja (Pokja) DKP dan perwakilan dari Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan Amran: Ekspor Memperkuat Merah Putih, Impor Melemahkan Petani Kita

Koran Jurnal, Denpasar – Kementerian Pertanian terus memaksimalkan dan mendorong pemanfaatan teknologi informasi pada proses bisnis karantina, antara lain pertukaran data persyaratan ekspor dan sertifikat elektronik atau e-Cert ke Belanda. Hari ini kita tunjukkan langsung bahwa sertifikat kita dalam hitungan detik sudah dapat diterima negara tujuan. Dan ini untuk memudahkan ekspor kita ke negara tujuan,” kata Amran Sulaiman, Menteri Pertanian di Area Kargo Logistik Angkasa Pura II, Denpasar, Bali, Rabu (07/08/2019).

Lebih lanjut Mentan menginstruksikan Badan Karantina Pertanian untuk melakukan harmonisasi dan negosiasi dengan seluruh negara mitra dagang agar dapat menggunakan fasilitas layanan ini.”Sampai dengan hari ini sudah 4 negara, yaitu Selandia Baru, Australia, Belanda dan Vietnam. Baru ada 1 negara di Asean, ini yang kita dorong dahulu, seluruh negara ASEAN dan terus lanjut ke negara mitra dagang lainnya,” kata Amran. Menurut Mentan peningkatan ekspor akan memperkuat bangsa dan kebijakan impor sangat tidak berpihak pada petani.

Menurut Mentan, ekspor produk pertanian terus meningkat hingga 100% per tahun. Total  volume ekspor tahun 2014 sebanyak 33 juta ton, namun pada tahun 2018 telah mencapai 42.5 juta ton. Hal ini disebabkan berbagai inovasi, kemudahan dan percepatan layanan karantina di pelabuhan/bandara. Elektronik sertifikat dan aplikasi petaan komoditas pertanian ekspor (IMACE) memudahkan eksportir untuk ekspor.

“Kami targetkan tahun 2019 volume ekspor meningkat hingga 45 juta ton. Sesuai amanat Bapak Presiden, kami gunakan teknologi informasi, permudah perijjinan dan sertifikat melalui digitalisasi untuk memudahkan layanan ekspor,” tegas Mentan.

Program  Agro Gemilang sebagai upaya akselerasi ekspor produk pertanian terus digalakkan Kementan, seperti halnya pada hari ini (7/8) Mentan melepas ekspor komoditas unggulan Bali, berupa 2,5 ton Mangga Harum Manis ke Rusia dan beberapa produk lainnya ke beberapa negara.  Mentan mentargetkan 100 ton ekspor buah mangga asal Bali mampu memenuhi pasar Rusia di tahun 2019. Ekspor pertanian ke Rusia baru mencapai 368,4 ribu ton dengan komoditas yang diekspor antara lain air kelapa, bambu, salak dan kacang tanah, dan Kementan akan terus dorong volumenya bertambah.
“Saya mengajak pemuda tani Indonesia, ayo kita mulai ekspor ke Rusia. Harganya bagus dan ekspor akan meningkatkan kesejahteraan petani” tegas Amran.

Komoditas lainnya yang dilakukan ekspor Mentan antara lain, paprika, handicraft asal batok kelapa, jerami dan enceng gondok tujuan Belanda, daun bawang tujuan Taiwan, vanili tujuan USA, rempah tujuan Swiss. Selain itu komoditas peternakan berupa anak ayam umur sehari (DOC) sebanyak 44.500 tujuan Timor Leste, dan beberapa produk hewan lainnya. Keseluruhan total bernilai 13.5 milyar rupiah.

*E-cert Perkuat Layanan Ekspor*
Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil
menjelaskan bahwa dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pertanian No 19/2019 tentang Akselerasi Ekspor, pihaknya telah melalukan beberapa aksi strategis. Selain penerapan e-Cert dan inline inspektion, juga menggagas Agro Gemilang dan sosialisasi aplikasi petaan komoditas pertanian ekspor atau  IMACE diawal tahun 2019.  Di unit pelaksana teknis Karantina Pertanian Denpasar telah membuahkan hasil tercatat peningkatan negara tujuan, pada Juli 2018 :  40 negara, sedangkan di bulan Juli 2019 telah menjadi 50 negara, meningkat 25%.

Sementara melalui  program Agro Gemilang,  pada bulan   Juli 2018 tercatat telah diikuti 65 eksportir,  sementara bulan Juli 2019 meningkat menjadi 78 eksportir yang sudah mampu mengekspor, atau peningkatan  11%.

Dan peningkatan nilai ekspor, per sub sektor yakni komoditas hortikultura mengalami peningkatan pesat dimana Juli 2018 sebanyak 17 ,6 M sedangkan Juli 2019 naik menjadi 87,9M. Ekspor komoditas perkebunan juga mengalami peningkatan dari 18,7 M pada Juli 2018 menjadi 42,6 M pada Juli 2019.

Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan secara khusus melakukkan pengiriman sertifikat elektronik dalam  ekspor produk pertanian Indonesia ke Belanda. Sistem yang menjembatani kedua negara terhubung secara online, dan sertifikat telah diterima secara langsung oleh pemerintah Belanda.
“Sistem elektronik sertifikat ini telah berjalan baik, dan kami senang ekspor kita bisa diterima lebih cepat” katanya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Lepas Ekspor 10,5 Juta Ton Komoditas Pertanian, Mentan Amran Bicara Revolusi Mental Tanpa Pungli

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya integritas pegawai dalam melayani petani dan eksportir. Hal ini perlu dilakukan untuk mengimplementasikan revolusi mental yang digagas pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla.

“Revolusi mental yang dimaksud bentuknya tidak boleh lagi ada pungli, karena itu adalah perbuatan haram. Kalau ada pungli hari ini juga aku berhentikan dari jabatannya,” kata Amran dalam pelepasan ekspor produk pertanian gebyar 10,5 juta ton di CDC Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (06/08/2019).

Menurut Amran, penanaman integritas berlaku di semua lini jajaran dan direksi Kementerian Pertanian. Terlebih para pegawai yang bersentuhan langsung dengan layanan masyarakat. Dia berharap, pola ini membawa dampak pada meningkatnya nilai ekspor dan investasi.

“Bukan lagi seremoni yang kita tonjolkan. Tapi kerja nyata untuk ekspor dan investasi yang lebih baik. Dalam hal ini terkait pelayanan masyarakat. Jadi, kita harus kembali ingat bahwa kita adalah pelayan rakyat,” katanya.

Khusus terkait ekspor, Amran berharap agar para eksportir terus meningkatan kualitas produknya supaya tidak mendapat reject dari negara tujuan. Apalagi, sasaran ekspor Indonesia sudah masuk pasar negara-negara besar di dunia seperti Australi, New Zealand, Belanda dan Jerman.

“Inilah yang disebut revolusi mental. Investasi naik 100 persen, ekspornya naik 100 persen. Andalan kita produksi CPO, karet, nanas, pisang dan buah-buahan harus ditingkatkan. Ke depan volume ekspor kita juga harus menyentuh 40,5 juta ton,” katanya.

Sekretaris Badan Karantina Pertanian, Arifin Tasrif mengatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan memperbaiki semua layanan ekspor. Perbaikan ini menyusul adanya teguran dari Mentan Amran yang menerima laporan dari eksportir asal Bogor terkait kesulitan akses layanan.

“Iya jadi tadi kita ditegur untuk memperbaiki layanan. Makanya kalau memang ada yang mempersulit layanan, kami akan mutasi bawahan kami ke luar daerah. Ini kita sedang mencatat apa-apa saja kesalahannya,” kata Arifin.

Arifin mengatakan perbaikan berikutnya adalah sistem layanan jemput bola bagi eksportir maupun pengusaha yang hendak melakukan investasi. Kata dia, sistem itu nantinya akan mengatur tata cara transaksi melalui layanan kilat.

“Pokoknya semua akan kita perbaiki dan dilakukan penyegaran sesuai arahan bapak menteri,” katanya.

Sebelumnya, seorang eksportir bernama Sumiati Hartono mengeluh pendaftaran dan pengajuan sertifikasi yang dinilai sedikit lambat. Keluhan itu disampaikan Sumiati kepada Mentan Amran dalam acara pelepasan ekspor di CDC Pelabuhan Tanjung Priok.

Adapun dalam rangkaian ekspor ini, Kementerian Pertanian melepas 10,5 ribu ton dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,1 triliun. Dengan begitu, total kenaikan ekspor rata-rata mencapai 2,4 juta ton per tahun. Catatan ini mengacu pada angka tahun 2013, dimana total ekspor saat itu hanya 33 juta ton, namun di tahun 2018 angkanya naik menjadi 42,5 juta ton.

Dalam kesempatanya, Amran menjelaskan kunci keberhasilan memacu ekspor pertanian terletak pada perubahan sistem, dimana kementan sendiri telah menerapkan pengurusan dokumen ekspor melalui Online Single Submission (OSS) dan mengambil langkah cepat untuk mendorong ekspor produk pertanian dengan penggunaan sertifikat elektronik (e-Cert) serta menggunakan peta komoditas ekspor produk pertanian i-MACE (Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export).(hum/red)