Categories
Ekonomi

Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Produk Peternakan Charoen Pokphand Senilai 2.5 Miliar

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Presiden Komisaris PT Charoen Pokphand Indonesia tbk (CPI) T Hadi Gunawan melepas ekspor produk peternakan Charoen Pokphand berupa produk olahan ayam, griller ayam dan pakan ternak ayam dengan tujuan Jepang dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), di Kantor PT Charoen Pokphand Indonesia, Jalan Ancol Barat, Jakarta Utara, Minggu (24/11/2019).

“Sesudah beternak, di ujung sana memang harus ada yang order. Ada yang harus masuk pusat produksi karena di sana ada industri seperti naget. Saya merasa inilah tugas saya yang harus melibatkan semua pihak dalam membangun peternakan Indonesia,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di lokasi pelepasan.

Syahrul mengatakan, pengembangan peternakan harus dikerjakan serius demi memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar dunia. Keseriusan tersebut harus dibangun melalui kerja sama pemerintah dan semua pihak yang terlibat di sektor peternakan.

“Kalau kita tidak serius bagaimana dengan kebutuhan makan 267 juta orang. Bagaimana dengan kehidupan mereka. Kalau kita tidak serius pertumbuhan penduduk yang 3 juta satu tahun itu mampu tidak kita kejar. Inilah yang harus memicu adrenalin kita, memicu pejabat kita untuk bersama-sama membangun pertanian dan peternakan kita,” ujarnya.

Ia menekankan perkembangan peternakan dan pertanian Indonesia tidak boleh kalah dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Sebab hal itu merupakan langkah kemunduran.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri, pemerintah butuh saudara untuk membangun pertanian ini. Masa kita kalah sama Malaysia atau Thailand. Kita harus lebih maju dari mereka,” lugas Mentan Syahrul.

Dalam kesempatan sama, Presiden Komisaris PT CPI, Hadi Gunawan menjelaskan bahwa pelepasan ini melengkapi total ekspor yang dilakukan PT CPI sejak 2017 yang mencapai 200 kontainer.

“Hari ini kita menggenapkan 200 kontainer dari total ekspor kita selama tahun 2017. Sedangkan untuk ekspor 16 kontainer hari ini (November 2019), nilai yang dihasilkan mencapai Rp2.512.565.720,” katanya.

Saat ini, tambah Hadi Gunawan, Indonesia sudah swasembada daging ayam dan dengan dukungan pemerintah yang sangat kuat maka Charoen Pokphand tertantang untuk menembus pasar ekspor.

“Ekspor ini terjadi berkat berbagai upaya yang telah dilakukan CPI dengan peran dan dukungan dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan Indonesia,” katanya.

Adapun ekspor kali ini, CPI mengekspor sebanyak 58,7 kilogram (kg) griller senilai Rp 1,06 miliar dan 200 ribu kg pakan dengan nilai Rp 1,2 miliar ke RDTL. Sementara itu, ke Jepang, CPI mengekspor sebanyak 6.000 kg produk olahan ayam senilai Rp 239 juta. Secara total, nilai ekspor ke dua negara tersebut sebanyak Rp 2,5 miliar.(red)

Categories
Ekonomi Nasional

Kementan Terima Mobil Pengering Jagung Buatan PT CPIN

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kementerian Pertanian menerima satu unit mobil pengering jagung (mobile corn dryer) dari
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

Kendaraan yang dilengkapi dengan mesin pengering jagung tersebut merupakan buatan karya anak bangsa, untuk disumbangkan kepada Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Penyerahan langsung dilakukan oleh Komisaris Utama PT CPIN T. Hadi Gunawan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, bertempat di halaman Gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA), Kanpus Kementan, Jakarta Selatan, Jum’at (03/08/2018).

Dalam kesempatan itu, Mentan Andi Amran Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk atas mobil pengering jagung tersebut.

“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf dan mitra teman-teman semua saya ucapkan terima kasih,” ucap Mentan.

Mentan menyambut baik mobil pengering jagung hasil karya anak bangsa, yang dapat meningkatkan produktivitas petani.

“Ini adalah terobosan baru lagi. Putra-putri terbaik menemukan alat pengering dryer dan pertama di Indonesia. Ini atas perintah bapak presiden setelah mendengar keluhan di lapangan, bahwa harga terkadang jatuh karena kadar air. Sekarang ini kita bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh petani Indonesia dulunya kita impor 3,6 juta sekarang kita sudah ekspor. Sekarang kita ekspor, kita sudah membalikkan keadaan impor menjadi ekspor,” ujar Mentan.

Komisaris Utama PT CPIN T. Hadi Gunawan mengatakan, penyerahan mobil pengering jagung ini sebagai bentuk nyata dari komitmen Charoen Pokphand untuk mendukung petani jagung di dalam negeri.

Charoen Pokphand Indonesia berharap petani jagung tidak lagi kesusahan dalam upaya mengeringkan jagung setelah panen.

“Dengan mobil ini kita dapat menjemput bola, mendekatkan fasilitas ke sentra produksi jagung terutama yang jauh dari fasilitas. Mempermudah mengurangi biaya produksi, transportasi pasca panen,” jelasnya.

Selain membantu para petani, mobil ini juga diharapkan dapat membantu program Kementan dalam menjaga swasembada jagung di dalam negeri.

“Unit mobil pengering jagung, semoga bermanfaat untuk petani dalam mempertahankan swasembada jagung,” pungkasnya.

Manfaat unit mesin pengering jagung

Mobil Pengering Jagung ini mampu mengeringkan jagung sebanyak 1 ton hanya dalam waktu 1 jam. Keuntungan bagi petani adalah pengeringan jagung dengan menggunakan alat ini dapat dilakukan pada musim penghujan.(red)