Categories
Ekonomi

Mentan SYL – Dirjen FAO Sepakat Perkuat Pertanian Kawasan Pasifik dan Selatan Afrika

Koran Jurnal, Italia – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menggelar pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu di Kantor Pusat FAO, Kota Roma, Italia waktu setempat. Dalam pertemuan ini, keduanya sepakat untuk memperkuat Kerjasama proyek Selatan Selatan dan Triangular atau KSST yang meliputi kawasan pasifik baik di Selatan Afrika maupun Selatan Asia.

Mentan mengatakan proyek KSST merupakan outcome atau hasil dari pertemuan kelompok kerja pertanian G20 saat menjadi presidensi tahun lalu. Sebagai langkah kongkrit, Indonesia telah memulai pelaksanaan proyek pembangunan pusat pelatihan dan demontrasi pertanian di Fiji melalui lembaga dana Kerjasama pembangunan internasional (LDKPI).

“Salah satu yang dibahas dalam pertemuan ini adalah program prioritas yang berkaitan dengan kepentingan substansial tidak hanya untuk indonesia tetapi juga kemajuan pertanian dunia. Kami optimis proyek KSST ini dapat memberikan manfaat besar bagi pencapaian ketahanan pangan kawasan pasifik,” katanya.

SYL mengatakan, proyek KSST merupakan proyek strategis dalam menambah kemampuan pangan masing-masing negara di dunia. Dengan begitu, SYL berharap FAO mendukung semua proyek KSST baik secara teknis maupun strategis.

“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan perwakilan FAO di Indonesia untuk mengindentifikasi potensi kerjasama dengan berbagai negara. Yang pasti kita berbicara banyak mengenai kerjasama selatan selatan triangular,” katanya.

Secara khusus, SYL berharap FAO bisa mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada di Roma seperti Atase Pertanian dan jajaran duta besar Indonesia dalam mewujudkan proyek KSST yang berkelanjutan.

“Kami segera akan berproses karena disini (Roma) ada wakil duta besar dan ada atase pertanian mohon kiranya bisa dimanfaatkan FAO. Dan yang tak kalah penting kami punya orang indonesia yang banyak disini,” katanya.

Diketahui, proyek KSST merupakan kerjasama antar negara-negara berkembang sebagai sarana untuk saling berbagi pengalaman dan mencari solusi atas tantangan bersama di bidang pembangunan. Konfigurasi skema KSST terdiri dari beberapa bagian yakni negara selatan (sebutan lain untuk negara sedang berkembang) penerima bantuan, negara selatan pemberi bantuan (donor), serta negara maju dan institusi multilateral sebagai pendonor dan pendukung. Sejak tahun 1980-an, Indonesia mulai beralih menjadi negara donor dan terus berkomitmen untuk memperkuat KSST.

“Terakhir kami ingin menyampaikan apresiasi atas dukungan kongkrit FAO selama lebih dari 40 tahun melalui mobilisasi proyek Kerjasama dalam menghadapi ancaman anomali cuaca dan krisis pangan, degradasi lahan, hilangnya keanekaragaman hayati serta penanganan wabah penyakit hewan,” katanya.

Sebelumnya, SYL hadir pada Forum Global Conference on Sustainable Livestock Transformation sebagai forum internasional yang diorganisir FAO untuk penyediaan platform bagi pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya agar saling berbagi pengetahuan, meningkatkan kesadaran, dan menetapkan prioritas dalam transformasi sistem peternakan berkelanjutan. Di sana, Mentan RI berbicara pada panel high-level bersama dengan Menteri dan Perwakilan Tingkat Tinggi dari negara Uruguay, Somalia dan Australia.

SYL mengatakan Indonesia merupakan negara besar yang mampu melewati masa sulit pandemi hingga menjadi endemi. Kesuksesan ini menurut dia salah satunya ditopang oleh sektor pertanian yang menjadi jaring pengaman ekonomi nasional, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.

“Pertumbuhan PDB pada triwulan II 2020 (QtoQ) tubuh 16,24 persen. Kami bersyukur karena pertumbuhan itu ditopang sektor pertanian yang menjadi jaring pengaman ekonomi nasional,” jelasnya.(hum)

Categories
Ekonomi

Kementan Gandeng Swasta dan Perguruan Tinggi Kembangkan Peternakan Sapi Terintegrasi di Sulsel

Koran Jurnal, Makassar – Kementerian Pertanian menggandeng kerjasama dengan swasta (PT. Berdikari dan PT. Bosowa Corporindo), serta perguruan tinggi (Universitas Hasanuddin) untuk mengembangkan peternakan sapi terintegrasi di Provinsi Sulawesi Selatan.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah bersama Direktur Utama PT. Berdikari, Muhammad Syarkawi Rauf dan Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, serta Direktur PT. Bosowa Corporindo, Suardi Madama yang disaksikan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di Universitas Hasanuddin, Makasar Sabtu (9/9/2023).

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan, penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah, perguruan tinggi dalam penyediaan daging sapi melalui pengembangan yang dilakukan secara terintegrasi.

“Melalui MoU ini diharapkan adanya sinergi dari semua pihak untuk menyiapkan program-program pengembangan peternakan sapi terintegrasi dapat direalisasikan dengan lebih baik”, ungkapnya.

SYL mengungkapkan penguatan komitmen dengan PT. Berdikari dan Universitas Hasanuddin sangat penting dalam menjawab permasalahan kebutuhan daging sapi dalam negeri.

Adapun ruang lingkup dalam kerjasama ini meliputi Produksi Pakan dan Teaching Farm, Program Corporate Social Responbility (CSR), Pengembangan bisnis peternakan terintegrasi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Berdikari, Muhammad Syarkawi Rauf menyampaikan, PT. Berdikari sebagai perusahaan milik negara tentunya akan mengoptimalkan penyediaan komoditas yang menjadi sumber protein hewani melalui pengembangan peternakan sapi terintegrasi. Berdikari juga bersinergi melaksanakan aktivitas penggemukan sapi bakalan di Kabupaten Sidrap.

“Kami akan fokus dan memaksimalkan kesepakatan kerja sama ini, dan berkomitmen untuk mengembangkan lini bisnis peternakan sapi.” ungkapnya.

Sedangkan Rektor Universitas Hasanuddin Jamaluddin Jompa menyampaikan, pihak Unhas menyambut baik kerjasama ini, dengan Tri dharma perguruan tinggi, Unhas dapat memberikan sumbangsih khususnya pada pengembangan peternakan sapi terintegrasi dalam mendorong keberhasilan pembangunan pertanian nasional.

“Kesempatan ini akan kami manfaatkan dengan baik dan siap menindaklanjuti kerjasama ini, untuk berkontribusi besar dalam mendukung program-program Kementan”, tuturnya.

Selanjutnya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menyampaikan, pengembangan peternakan sapi terintegrasi bisa menjadi langkah strategis meningkatkan produksi dalam negeri, terutama dengan adanya sinergi dan kolaborasi antar semua pihak dari hulu sampai ke hilir. Ia pun menyebutkan, untuk mencapai hal tersebut perlu dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk akademisi (penelitian lembaga, universitas), sektor bisnis (Industri peternakan), pemerintah (pusat dan daerah) dan masyarakat.

“Kami optimis dengan hasil kesepakatan kerja sama ini akan dapat tercapai peningkatan populasi dan produksi, serta peningkatan nilai tambah dan daya saing produk peternakan, khususnya pada sapi,” pungkasnya.(disp)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Minta Industri Serap Jagung dari Petani Lokal

Koran Jurnal,  Pasuruan – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong para pelaku usaha dan industri pakan untuk melakukan penyerapan jagung dan produk lokal seperti dedak yang diproduksi petani seluruh Indonesia. Hal ini diungkapkan SYL saat meresmikan perusahaan pakan swasta yang berinvestasi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

“Saya berharap dengan adanya pabrik pakan disini akan memberikan nilai manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar, terutama penyerapan bahan baku pakan lokal seperti jagung, dedak dan sebagainya yang akan mendorong pengembangan ekonomi pedesaan,” ujar SYL, Rabu (2/11/2022).

Menurut SYL, berdasarkan hasil survei BPS mengenai struktur ongkos usaha peternakan, komponen pakan memiliki kontribusi 56,95 persen terhadap total biaya pada budidaya ayam ras pedaging di tingkat peternakan rakyat. Sedangkan untuk budidaya ayam ras petelur, kontribusi pakan mencapai 70,97 persen.

“Karena itu pabrik pakan dapat menyerap bahan baku pakan dari petani setempat, dan harga pakan untuk peternak lebih dapat terjangkau. Disisi lain saya berharap pabrik pakan memberikan pengaruh ke harga pangan asal ternak yang lebih kompetitif di tingkat konsumen. Yang pasti kita harapkan nantinya ada kerjasama yang saling menguntungkan, antara petani, dan peternak, serta masyarakat sekitar,” katanya.

SYL mengatakan, pertanian dan peternakan adalah sektor yang memberi solusi kongkrit bagi tumbuh kembangnya sebuah ekonomi. Kontribusi keduanya bahkan terbukti menjadi kunci utama bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi krisis dunia.

“Inilah saatnya Indonesia bangkit menjadi negara yang lebih kuat dan ini tergantung kita semua. Kita mau tidak berkeringat, kerja benar dan jangan sampai kita korupsi. Hari ini kementan melalukan support sepenuhnya karena pertanian itu untuk rakyat, bangsa dan negara,” katanya.

Sejauh ini, kata SYL, Indonesia dibawah pimpinan Presiden Jokowi mampu menguatkan ekonomi dari ancaman pandemi dan krisis lainya. Indonesia bahkan menjadi negara terkuat pada sistem ketahanan pangan setelah FAO dan IRRI memberi penghargaan swasembada beras selama tiga tahun berturut-turut.

“Dalam menghadapi global warming, dampak covid-19 dua tahun setengah, dimana ekonomi sedang tergoncang, pangan bersoal di seluruh negara, Indonesia adalah salah satu negara yang sangat survive menghadapi tantangan itu. Bahkan FAO dan IRRI memberikan penghargaan kepada Bapak Presiden terhadap bagaimana pertanian Indonesia menjadi kekuatan bangsa sekarang ini,” jelasnya.(hum)

Categories
Featured Kesehatan

Mentan Syahrul Yasin Limpo Pastikan Kasus PMK Hewan Sapi Terus Menurun

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan sebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) semakin menurun. Hal ini disampaikan SYL saat menggelar pencanangan vaksin masal di Desa Emplasmen, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Menurut SYL, melandainya PMK dikarenakan proses vaksinasi dilakukan secara masif di seluruh Indonesia.

“Seluruh Indonesia angka sebaran PMK melandai luar biasa, termasuk pada sumbernya di Jawa Timur. Tapi tentu kita tidak boleh lengah dan gegabah karena kita terus berhadapan dengan situasi dan kondisi yang tidak menentu,” ujar SYL, Sabtu, 22 Oktober 2022.

Menurut SYL, siklus penyakit hewan maupun penyakit PMK masih terjadi di sejumlah negara. Termasuk di Indonesia. Siklus ini bahkan bisa terjadi dalam 10 sampai 15 tahun meski gejala dan skala kecepatan penyebaranya sangat berbeda-beda. Karena itu perlu dihadapi bersama dengan penuh kewaspasaan.

*PMK itu sesuatu yang tidak bisa lagi kita katakan masalah biasa-biasa saja karena PMK memang menyerang Indonesia dan hampir semua negara. Alhamdulillah kita di Indonesia dapat mengendalikanya,” katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Siagapmk.id pernah hari ini, sebaran penyakit PMK menunjukkan ada di 28 Provinsi. Meski demikian capaian vaksinasi lebih dari 4.4 juta dosis.

Kementan saat ini terus berupaya untuk meningkatkan capaian vaksinasi secara progresif yaitu dengan melibatkan personil di luar petugas kesehatan hewan yaitu mahasiswa kedokteran hewan, mahasiswa peternakan, personil TNI dan POLRI dalam pelaksanaan vaksinasi.

“Upaya ini terus dilakukan untuk meningkatkan capaian sesuai target yang diinginkan,” katanya.

Target vaksinasi untuk Sumut sebanyak 2.065.288 dosis (1.032.644 ekor), sedangkan untuk Target vaksinasi Deli serdang sendiri sebanyak 239.802 dosis (119.901 ekor).

“Kami mendorong agar pemerintah daerah dapat mengidentifikasi permasalahan spesifik di Provinsi Sumut terkait peningkatan capaian vaksinasi serta mendiskusikan pemecahan permasalahan tersebut dengan melibatkan sektor terkait,” jelasnya.

Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Makmun menyampaikan terimakasih atas kerja keras para petugas lapangan dalam melaksanakan vaksinasi dan penandaan ternak sesuai dengan skala prioritas dan gejala yang ada.

“Prinsipnya kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah harus sejalan. Dan PMK ini tidak bisa dikerjakan sendiri, kita harus bersama-sama,” jelasnya.(hum)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Luncurkan Gerakan Disinfeksi Nasional untuk Penanganan PMK

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meluncurkan gerakan disinfeksi nasional dalam upaya pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK). Langkah ini diinisiasi Kementerian Pertanian (Kementan) yang didukung oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) dan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Saya bersama BNPB  bersama PMI hari ini melepas Gerakan Disinfeksi Nasional untuk pengendalian PMK yang menyerang ternak kita di 19 provinsi yang ada. Kerjasama dengan BNPB, kerjasama dengan PMI dan semua pihak dibutuhkan dalam menghadapi serangan wabah seperti ini,” ucap Mentan SYL saat diwawancarai usai meluncurkan Gerakan Disinfeksi Nasional PMK di Kanpus Kementan, Jakarta, Kamis (30/6/2022).

Mentan menambahkan penanganan wabah PMK yang menyerang ternak khususnya sapi dapat menyebar melalui kontak langsung dengan ternak yang sudah terinfeksi, dengan alat atau barang bahkan bisa menyebar juga melalui udara sehingga lalu lintas dan pemeriksaan ternak harus dilakukan secara ketat.

“Oleh karena itu melalui sinergi lintas kementerian/lembaga bersama seluruh gubernur dan bupati di lapangan kita percaya PMK dapat kita tangani dengan baik,” tambah Syahrul.

Lebih lanjut Mentan Syahrul menyampaikan kolaborasi dalam penanganan PMK menjadikan upaya pengendalian lebih cepat dan lebih tanggap dengan langkah extradionary yang disusun secara bersama diantaranya dengan BNPB, PMI, Kementerian Kesehatan hingga Kementerian Perhubungan.

“Kita berharap BNPB lebih gencar menyebarkan kebutuhan obat-obatan dan vaksin. Insyahallah Kementan dan BNPB berharap sebelum Idul Qurban, 800 ribu dosis vaksin sudah berada didaerah dan sudah disuntikkan perhari secara bertahap di daerah yang sudah kita data,” ucap Mentan.

Bersamaan, Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan siap mendukung langkah Kementan dalam penanganan PMK. Dalam hal ini BNPB diberikan tugas untuk memperkuat upaya Kementan bisa berjalan lebih cepat dilapangan.

“Suatu kehormatan bagi BNPB untuk bisa mendukung upaya Kementan di lapangan dan tugas ini akan kami emban semaksimal mungkin Pak Menteri untuk membantu Kementerian Pertanian menangani PMK,” ucap Suharyanto.

Suharyanto menyebutkan BNPB akan fokus dalam membantu upaya Kementan sesuai tanggung jawab yang diberikan tanpa mengubah langkah Kementan dalam penanganan PMK yang sudah susun sebelumnya. Menurut Suharyanto strategi Kementan sudah tepat dalam penanganan PMK sehingga perlu tim untuk mempercepat aktualisasi di lapangan.

“Kami sangat senang dilibatkan dalam kegiatan desinfeksi kepada peternakan petenakan diseluruh Indonesia. Mudah mudahan meskipun kami terbatas namun kami siap baik tenaga dan materiil mensukseskan kegiatan ini,” kata Suharyanto.

Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sosial PMI, Sibroh Malisi menyampaikan PMI siap mendukung upaya pemerintah dalam penanganan PMK hingga ke pelosok negeri yang tersebar merata di 34 Provinsi. PMI bekerja bersama pemerintah sehingga masyarakat terus merasa aman dan nyaman khususnya dalam mengkonsumsi daging ternak.

“Pengalaman kita dalam penangan Covid -19 sudah kita upayakan dan kita akan turun langsung mendukung Kementan dan BNPB di lapangan,” kata Sibroh.

Sebagai informasi Kementan memberikan bantuan disinfektan sebanyak 1,05 juta liter dan spuit sebanyak 800 ribu pieces, sedangkan bantuan lainnya berupa obat-obatan sebanyak 203 ribu dosis dan handspyer sebanyak 2 ribu unit.

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Terima Rekor MURI sebagai Pemrakarsa Gerakan IP400

Koran Jurnal, Jakarta – Pada peringatan Hari Krida Pertanian ke 50 Tahun 2022 yang dihelat secara langsung di Kabupaten Sukoharjo, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meraih sertifikat Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa Gerakan Indeks Pertanaman (IP) 400 atau tanam dan panen padi 4 kali setahun. Rekor MURI ini pertama kalinya dicetak sepanjang sejarah pertanian Indonesia.

Melalui virtual, Jaya Suprana, Founder Ceo MURI mengatakan gerakan peningkatan produksi padi dengan tanam dan panen 4 kali setahun adalah cara baru memanfaatkan lahan. Di saat musibah Covid-19 tantangan iklim ekstrem dan berbagai kendala dapat dihadapi sehingga di tahun 20121, gerakan IP400 berhasil tanam dan panen 4 kali setahun seluas 9.834 hektar tersebar di 98 kabupaten, di antaranya 2.088 hektar di Kabupaten Sukoharjo.

“Gerakan sistem budidaya IP400 mulai diaplikasikan pada era Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo pada tahun 2021,” demikian dikatakan Jaya Suprana pada acara pemberian Rekor MURI dalam peringatan Hari Krida Pertanian 2022, Rabu (22/6/2022) kemarin.

Sebagai pemrakarsa Gerakan Tanam Padi IP400, Mentan SYL menjelaskan Gerakan IP400 merupakan salah satu langkah mengamankan atau meningkatkan produksi Beras nasional. Gerakan IP400 adalah cara baru, inovasi baru dan bisa dijadikan sebuah motivasi bagi semua pihak karena memindahkan paradigma rakyat menjadi sebuah edukasi bahwa 4 kali bertanam dan panen dalam satu tahun itu hal yang sangat pasti.

“Kalau kita tanam cuma 2 kali biasa saja. Kalau tiga kali, kamu boleh diangkat sebagai sesuatu yang terus maju. Tapi kalau 4 kali itu luar biasa itu,” jelasnya.

Perlu diketahui, pengembangan Gerakan IP400 di tahun 2022 ini menjadi seluas 150.000 ha yang dilaksanakan di 27 Provinsi dan 169 Kabupaten/Kota. Di Kabupaten Sukoharjo sendiri seluas 10.000 ha yang dilaksanakan di 12 kecamatan, 124 Desa.(hum)

Categories
Ekonomi Megapolitan

Mentan SYL Inspeksi Kedatangan Kapal Ternak di Pelabuhan Tanjung Priok

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengawal langsung kedatangan kapal ternak yang membawa sapi potong untuk kebutuhan kurban di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jum’at (10/6/2022).

Sebanyak 550 ekor sapi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) diangkut melalui tol laut untuk kebutuhan kurban di Pulau Jawa khususnya JABODETABEK. Berdasarkan laporan data pelepasan pemasukan domestik sapi potong 28 April-10 Juni 2022, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok mencatat total pemasukan sapi potong domestik telah mencapai 8.041 dengan rincian Provinsi asal NTT dan NTB untuk Pelabuhan Laut Tanjung Priok, dan Provinsi NTB serta Bali untuk Pelabuhan Rakyat Sunda Kelapa.

“Melalui pelabuhan Tanjung Priok kita akan berturut-turut menerima kiriman hewan sapi dari daerah hijau, daerah tanpa PMK. Hari ini KM. Camara Nusantara 1 yang baru saja tiba membawa 550 ekor sapi potong,” ujar Mentan SYL di Pelabuhan Tanjung Priok (10/6/2022).

Pengiriman hewan ternak ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban jelang Idul Adha. Dengan kapal ternak via tol laut ini Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat lalu lintas ternak.

Hewan ternak yang dikirim sudah mendapat tindakan karantina guna memastikan sapi, yang merupakan salah satu Hewan Rentan PMK (HRP) ini sehat, aman dan bebas PMK. Selain itu telah memiliki Sertifikat Kesehatan Hewan (SKH) yang dikeluarkan oleh Badan Karantina Daerah agar dipastikan benar-benar sehat dan bebas dari PMK.

“Jadi ini sangat serius kita tangani, kita tidak boleh menganggap ringan. Setelah melalui 14 hari masa karantina di daerah asal untuk menjamin keamanan dan kesehatan HRP, bebas PMK, kita juga menyiapkan dokter hewan yang diperbantukan naik ke kapal untuk mengecek kesehatan hewan di kapal,“ ungkapnya.

Dalam peningkatan kewaspadaan ini, Kementerian Pertanian bersama dengan Kementerian dan Lembaga terkait lainnya saling bersinergi untuk memastikan kelancaran mobilitas ternak jelang Idul Adha di Bulan Juli mendatang.

Mentan SYL mengapresiasi kerja keras seluruh pihak seperti tenaga Kesehatan Hewan, para petugas karantina pertanian, jajaran di Kementerian Perhubungan dan seluruh pihak yang terlibat dan berperan di pintu-pintu Pelabuhan karena telah bekerja keras mendampingi para peternak melakukan mobilisasi hewan ternak sesuai dengan prosedur pengawasan lalu lintas hewan yang berlaku.

“Ini membutuhkan tangan semua pihak. Terimakasih kepada TNI/Polri, Gubernur dan Bupati yang sangat membantu dan serius menangani terutama pada daerah suspek,” ungkap Mentan SYL.

Kementerian Pertanian tengah berupaya mendatangkan 3 juta dosis vaksin darurat untuk menanggulangi dan menekan penyebaran PMK, 3 juta dosis vaksin PMK yang akan didatangkan tersebut berasal dari Perancis, Australia, Brazil dan Selandia Baru. Estimasi kedatangan vaksin di tahap pertama adalah minggu kedua Juni 2022.

“Kita punya populasi hewan sapi sebanyak 18 juta, yang terkena sekitar 116 ribu. Tetapi tidak boleh sedikitpun kita lengah. Sebelum Idul Adha vaksin darurat dari beberapa negara juga sudah kita siapkan,“ ujar Mentan SYL.(hum)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Minta Pemerintah Daerah Optimalkan Peran Puskeswan

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan fungsi Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada di tiap kecamatan. Pengoptimalan ini, menurut SYL penting dilakukan untuk menekan penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Keberadaan Puskeswan harus bisa mendeteksi penyakit hewan seperti PMK. Puskeswan kita dorong untuk berperan optimal sebagai unit terdepan dalam mempercepat proses pelayanan dan penanganan kesehatan hewan,” ujar SYL dalam koordinasi penanganan PMK, Rabu (25/5/2022).

Menurut Mentan, keberadaan puskeswan sangat vital untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penularan kontak langsung anatar hewan ke hewan atau manusia ke hewan. Selain itu, keberadaan puskeswan selama ini mampu mendekatkan peternak dengan petugas kesehatan hewan.

“Saya yakin puskeswan mampu memberikan pelayanan kesehatan hewan yang optimal untuk meningkatkan kualitas kesehatan hewan dan ternak, sehingga PMK ini segera dapat diatasi,” katanya.

Perlu diketahui, berdasarkan amanat Undang-undang No18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan disebutkan bahwa Puskeswan melakukan tugas utama sebagai ujung tombak kesehatan hewan yang strategis dalam mendukung Sistem Kesehatan Hewan Nasional (Siskeswannas).

Menurut Nasurullah l, dari data per Januari 2022 lalu, Indonesia memiliki 1.588 unit Puskeswan yang tersebar di seluruh Indonesia. “Terdapat juga 89,7 persen kabupaten/kota yang memiliki Puskeswan,” ujarnya.(hum)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Dorong Pemenuhan Kebutuhan Pangan Asal Ternak Tercukupi

Koran Jurnal, Bandar Lampung – Mentan Syahrul Yasin Limpo di sela sela kunjungan kerjanya ke Kab Lampung Tengah berkesempatan menghadiri dan memberikan arahannya pada Rapat Koordinasi Teknis Nasional (Rakorteknas) Tahun 2021 lingkup Ditjen Peternakan dan Keswan yang diselenggarakan di Hotel Novotel Bandar Lampung Rabu (8/12/2021). Rakorteknas ini diselenggarakan untuk mengevaluasi kinerja program/kegiatan tahun 2021 dan sosialisasi rencana kerja program/kegiatan tahun 2022.

Dalam sambutannya, Mentan Syahrul Yasin Limpo berharap agar konsolidasi ini dapat menemukan harapan dan kebutuhan rakyat. Ia mengatakan bahwa kesejahteraan hanya ada pada pemerintahan yang berpihak pada rakyat.

“Kita harus bisa mencari solusi. Solusi itu harus dicari bersama masyarakat, petani dan mitra mitra kita yang lain”, ucap Mentan.

Lebih lanjut Mentan menginstruksikan untuk selalu membuat inovasi-inovasi dan teknologi artificial inteligen dalam usaha peningkatan produksi.

Sejalan dengan hal tersebut, Dirjen Peternakan dan Keswan Nasrullah mengatakan bahwa Swasembada protein hewani tidak akan tercapai tanpa sinergitas antara Pemerintah, Pemerintah daerah, swasta dan masyarakat. Juga perlu peningkatan peran akademisi serta sinergitas program dengan Kementerian/Lembaga terkait.

“Panen Pedet yang baru saja dilaksanakan merupakan salah satu contoh sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, UPT dan berbagai pihak dalam peningkatan populasi sapi dan kerbau dalam negeri” ujarnya.

Adapun kegiatan prioritas tahun 2022 dalam rangka meningkatkan populasi dan produksi sapi/kerbau di dalam negeri diantaranya melalui: pengembangan Desa Korporasi Sapi, Program SIKOMANDAN, pengembangan sapi Belgian Blue, fasilitasi akses pembiayaan melalui KUR dan pengembangan investasi untuk peningkatan skala usaha dan efisiensi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi IV Sudin mengatakan bahwa Komisi IV selalu mendukung peningkatan produksi dalam semua bidang pertanian.

“Anggaran untuk bidang pangan minimal 1% dari total anggaran negara” ungkapnya.

Lebih lanjut Sudin mendorong agar semua instansi bidang pertanian dapat secepatnya melakukan penyerapan agar semua target yang sudah ditetapkan dapat segera tercapai.

“Komisi IV sangat mendukung peningkatan produksi hewan sapi dan lain lain di Indonesia, jadi segera realisasikan anggaran di masing-masing instansi agar tidak terkena refocusing lagi” ujarnya.

Tagline PAKSAKAN

Mentan mengingatkan agar setiap insan pertanian untuk bekerja lebih dari biasanya.

“Saya mau tagline PAKSAKAN sebagai motto sehari hari, tidak mungkin kita bisa memenuhi kebutuhan pangan 273 juta orang kalau hanya hanya biasa biasa saja ” katanya.

Tangline PAKSAKAN yang sering disebut Mentan merupakan singkatan dari Planning, Atensi, Knowledge, Skill, Action, dan Komitmen. Mentan meminta seluruh jajaran di pusat, UPT dan OPD dapat membuat planning yang benar, dengan atensi yang besar, didukung pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni, dengan aksi yang tidak biasa dan komitmen yang besar.

Mentan mengatakan bahwa harus dilakukan berbagai usaha seperti beradaptasi dengan situasi yang ada, meninggalkan cara cara manual dan tidak boleh berspekulasi, karena kebutuhan pangan 273 juta orang harus terpenuhi.

“Saya harap pertemuan ini juga dapat mengurai simpul-simpul titik kritis isu-isu bidang peternakan. Pengalaman 2021 jadikan pelajaran untuk perbaikan pelaksanaan 2022” pungkas Mentan diakhir sambutannya.Dalam Rakorteknas ini, disampaikan laporan kinerja bidang peternakan dan Kesehatan Hewan selama tahun 2021. Berdasarkan prognosa ketersediaan dan kebutuhan daging sapi/kerbau, daging serta telur ayam ras nasional, tampak bahwa untuk bulan Desember 2021 dan awal tahun 2022, terjamin cukup penyediaannya. Hal ini terlihat dari neraca akhir daging sapi/kerbau yang diperkirakan surplus 130.644 ton, daging ayam ras surplus 320.145 ton, dan telur ayam ras surplus 241.416 ton.

Capaian kinerja ekspor Komoditas Peternakan pada tahun 2021, berdasarkan data BPS periode bulan Januari – Oktober mencapai 278.563 Ton dengan nilai USD 986.378 (setara Rp. 14.302 Triliun) atau tercapai 100,19% dari target USD 984.440. Volume ekspor meningkat sebesar 4,53% dan Nilai ekspor meningkat sebesar 33,74% apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020. Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan daya saing melalui Program GRATIEKS (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) dan mempermudah perizinan ekspor.

Berbagai Komoditas Peternakan Indonesia saat ini telah mampu menembus pasar internasional, seperti daging ayam olahan, sarang burung walet, pakan ternak, obat hewan, produk susu olahan, ternak babi, kambing, domba, kelinci hidup hingga produk larva. Total negara tujuan ekspor Produk Peternakan dan Kesehatan Hewan sampai saat ini telah ke 97 negara.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Lepas Ekspor Telur Tetas Ke Myanmar

Koran Jurnal, Bogor – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melepas ekspor telur tetas atau hatching egg (HE) Parent Stock Ayam Broiler PT. CJ PIA sebanyak 58.500 Butir senilai 3 Miliar Rupiah, ke negara Myanmar, Jum’at (19/11/2021).

“Kami mengapresiasi kepada pelaku usaha yang terus semangat untuk memproduksi produk unggas, bahkan bisa untuk memenuhi pasar ekspor,” tutur SYL di acara pelepasan ekspor tersebut.

Ia menjelaskan, upaya ekspor yang dilakukan oleh PT CJ PIA, menunjukkan kemampuan peternak dalam negeri untuk bersaing di pasar global.”Ekspor ini bukti nyata semangat peternak untuk berbuat sesuatu pada bangsa ini tanpa melihat besar kecilnya nilai transaksi” ungkapnya.

SYL menjelaskan ekspor dan Investasi sesuai arahan Presiden RI merupakan kunci penting untuk kemajuan ekonomi Indonesia sehingga dapat menekan ketimpangan, kesenjangan dan kemiskinan.

Berdasarkan data BPS, kinerja ekspor komoditas peternakan pada tahun 2021 periode bulan Januari – Oktober (angka sementara) dibukukan mencapai 278.563 Ton dengan nilai USD 986.378 atau setara Rp. 14.302 T. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020, pada tahun 2021 Volume ekspor meningkat sebesar 4,53% dan Nilai ekspor meningkat sebesar 33,74%.

Selain itu, ekspor telur tetas juga menunjukan keberhasilan Indonesia dalam penerapan kompartemen bebas flu burung yang telah dipublikasi pada website Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE).

SYL menerangkan saat ini ekspor bukan hanya dapat dilakukan oleh perusahaan skala besar, peluang ekspor juga masih terbuka luas bagi pelaku usaha Menengah bahkan usaha Kecil dan Mikro di bidang peternakan dan kesehatan hewan sampai pada para peternak juga bisa melakukan ekspor asal dipersiapkan secara serius, dan pemerintah wajib hadir mendampingi agar ekspor berjalan lancar.

Berbagai komoditas peternakan Indonesia saat ini telah mampu menembus pasar internasional, seperti daging ayam olahan, sarang burung walet, pakan ternak, obat hewan, produk susu olahan, ternak babi, kambing, domba, kelinci hidup hingga produk larva. Total negara tujuan ekspor produk peternakan dan kesehatan hewan sampai saat ini telah ke 97 negara.

“Melalui program GRATIEKS (Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor),, kami targetkan pertumbuhan volume ekspor peternakan pada tahun 2024 naik 300% menjadi 884.212 ton ke 100 negara tujuan” ujar SYL.

Untuk memanfaatkan peluang ekspor, menyebutkan perlu adanya dukungan dari seluruh stakeholder terkait, terutama dalam penerapan standar-standar internasional mulai dari hulu ke hilir.Penerapan standar internasional diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk Indonesia.

Selain itu, mampu mencari negara tujuan baru, dan mengidentifikasi permintaan produk yang dibutuhkan oleh negara lain,” tuturnya.

Hal terpenting, prinsip yang harus dipenuhi dalam mengisi peluang ekspor adalah adanya jaminan kualitas, kuantitas dan keberlanjutan.

Sementara itu, Manager Operasional PT. CJ PIA, Nana Hadiatna mengatakan pihaknya berupaya keras dalam menjawab tantangan pemerintah yang mendorong pelaku usaha untuk dapat mengekspor produknya ke luar negeri, terlebih pada masa pandemi covid-19 disaat kondisi daya beli masyarakat yang dinilai masih lemah.

“Hal ini menjadi pembuktian keseriusan kami dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas produk sehingga dapat di ekspor ke negara lain, tentunya ini dapat tercapai atas kerja sama yang dilakukan oleh seluruh mitra kerja terutama dengan Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.”jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah berharap, ekspor yang dilakukan oleh PT CJ PIA ini bisa terus meningkat, dan memotivasi bagi pelaku usaha lain untuk tetap berupaya melakukan percepatan ekspor komoditas peternakan lainnya.(hum/red)