Categories
Polhukam TNI

Final Planning Conference CHSE 2025: Perkuat Kemitraan Hidrografi Indonesia-Australia

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) bersama Australian Hydrographic Office menggelar Final Planning Conference (FPC) untuk Latihan bersama Coordinated Hydrographic Survey Exercise (CHSE) yang akan dilaksanakan oleh kedua negara.

Sebelum pelaksanaan FPC, delegasi dari Australian Hydrographic Office diterima Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., di ruang kerja Danpushidrosal.

Kegiatan yang dilaksanakan bertempat di Lounge Room Perwira Pushidrosal pada Senin, 4 Agustus 2025 ini merupakan kelanjutan dari Konferensi Perencanaan Awal yang sebelumnya berlangsung di Wollongong, Australia.

Dalam sambutannya, Asopssurta Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Dwi Jantarto, S.T., M.T. selaku Co-Chair Hydrographic Sub-Working Group, menegaskan pentingnya pertemuan ini sebagai tonggak strategis dalam mempererat kemitraan bilateral antara Indonesia dan Australia di bidang hidrografi.

“Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi sebuah tonggak yang mencerminkan kekuatan yang terus tumbuh, rasa saling menghormati, dan tujuan bersama dalam kemitraan kita,” ujar Asopssurta Danpushidrosal, Senin (4/8/2025).

Latihan CHSE bukan hanya latihan teknis biasa, namun merupakan upaya strategis untuk menjembatani batas geografis dan menegaskan tanggung jawab bersama kedua negara sebagai bangsa maritim. Melalui kegiatan ini, kedua pihak akan melaksanakan survei hidro-oseanografi secara bersama dan terkoordinasi di wilayah masing-masing, khususnya dalam zona ekonomi eksklusif, dengan tujuan memperkuat kerja sama teknis dan meningkatkan akurasi data kelautan.

Asopssurta Danpushidrosal juga menekankan bahwa kerja sama ini merefleksikan semangat profesionalisme, saling belajar, dan peningkatan kapasitas antara dua negara kepulauan yang saling bertetangga. Melalui pelatihan bersama, operasi lapangan, dan diskusi strategis, hubungan kelembagaan antara Pushidrosal dan Australian Hydrographic Office terus diperkuat, termasuk melalui interaksi langsung antarpersonel dari kedua lembaga.

Lebih lanjut, dengan menggabungkan kekuatan teknis kita dan belajar dari pengalaman satu sama lain, kita menegaskan kembali komitmen untuk menciptakan kawasan maritim yang lebih aman dan terhubung.

Konferensi ini diharapkan menghasilkan rencana operasional yang matang, skenario latihan yang realistis, dan kesepahaman teknis yang solid. Lebih dari itu, konferensi ini menjadi wadah untuk menumbuhkan kepercayaan, memperdalam kerja sama lintas lembaga, dan membuka ruang kolaborasi jangka panjang di masa mendatang.(disp)

Categories
TNI

Latma CHSE Indonesia-Australia Resmi Berakhir

Koran Jurnal, Jakarta – Latihan Bersama Coordinated Hydrographic Survey Exercise (Latma CHSE) antara Indonesia-Australia 2023 secara resmi berakhir

Latihan tersebut ditutup oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) VII Kupang Laksamana Pertama TNI I Putu Darjatna mewakili Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat.

Latma CHSE Indonesia-Australia 2023 antara TNI Angkatan Laut dengan Royal Australian Navy (RAN) merupakan latihan bersama dalam bidang hidrografi yang pertama kali dilaksanakan oleh TNI AL dalam hal ini Pushidrosal dan RAN dengan melibatkan KRI Spica-934 dan HMAS Leeuwin A245 selama 27 hari mulai 29 September hingga 25 Oktober 2023 di masing-masing Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia-Australia di sekitar Laut Timor.

Sebelum Latma ditutup secara resmi, pada garis perbatasan dan koordinat yang telah ditentukan KRI Spica-934 dan HMAS Leeuwin A245 bertemu untuk melaksanakan koordinasi awal dan pertukaran ship rider. Komandan KRI Spica-934 Letkol Laut (P) Deirus Rizki Khair, berkunjung di atas HMAS Leeuwin dan disambut oleh CO HMAS Leeuwin A245, Commander Chris Diplock, dengan menggunakan boat transfer dan melaksanakan CO to CO coordination untuk menyamakan konsep kegiatan latihan yang telah direncanakan serta memastikan bahwa kedua kapal perang akan menghormati yurisdiksi kedua negara.

Pada saat RV tersebut juga dilaksanakan pertukaran ship rider sejumlah dua orang perwira TNI AL onboard di HMAS Leeuwin dan dua orang perwira RAN onboard di KRI Spica-934. Keberadaan ship rider merupakan jaminan monitoring bahwa kegiatan ini akan menghormati yurisdiksi wilayah perairan masing-masing negara. Bagi perwira TNI AL khususnya merupakan kesempatan untuk mengalami secara langsung operasional survei yang dilaksanakan oleh RAN.

Sebagai lembaga hidrografi, Pushidrosal dan Australian Hydrographic Office (AHO) menghadapi tantangan masa depan, dimana International Hydrographic Organization (IHO) dan International Maritime Organization (IMO) menetapkan roadmap implementasi peta masa depan sampai dengan 2030.

Lembaga hidrografi harus mampu menyediakan data terkait perbatasan maritim dengan melaksanakan survei hidrografi di perairan perbatasan, yang selanjutnya harus mampu menjawab tantangan pemetaan laut masa depan.

Kondisi yang diharapkan Pushidrosal dan AHO mampu mendukung penetapan batas maritim Indonesia-Australia secara profesional, transparan dan saling menghormati serta bersama-sama melaksanakan transformasi organisasi guna menjawab tantangan sebagai lembaga hidrografi masa depan.

Pushidrosal berharap hasil dari kegiatan ini nantinya dapat disajikan dalam bentuk laporan baik video, gambar maupun laporan tertulis yang berisi informasi terkait hidrografi, oseanografi dan meteorology tentang perairan di Laut Timor, sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh TNI dalam bidang pertahanan maritim maupun oleh Pemerintah Daerah NTT dalam membangun ekonomi maritim khususnya di perairan ZEE Laut Timor baik untuk perikanan berkelanjutan, penamaan fitur bawah laut, perlindungan lingkungan laut, penelitian dan pendidikan, pertambangan bawah laut, minyak dan gas maupun potensi ekonomi maritim lainnya bagi generasi NTT di masa depan.(disp)