Categories
Militer TNI

300 Prajurit TNI Bantu Distribusikan Logistik di Palu dan Donggala

Koranjurnal.co.id, Sulawesi Tengah – Sebanyak 300 Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti (WYC), Batalyon Zeni Tempur 8/Sakti Mandra Guna (Yonzipur 8/SMG) dan Batalyon Pasukan Marinir (Pasmar) membantu pendistribusian logistik bagi korban bencana gempa bumi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
 
Prajurit TNI dari tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) tersebut, membantu pendistribusian logistik yang akan disalurkan ke daerah-daerah terdampak  bencana gempa bumi dan tsunami di Posko Bantuan yang dipusatkan di Bandara Mutiara Sis Al–Jufri Palu, Sulawesi Tengah, Senin (08/10/2018).
 
Bantuan tersebut diantaranya berupa makanan, selimut, susu dan beras nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang terkena musibah bencana gempa bumi dan tsunami di 120 Desa yang berada di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi.
 
Penyaluran bantuan ke setiap desa dilakukan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) bersama-sama para relawan  dengan menggunakan jalur darat dan laut.
 

Setiap harinya, Posko Bantuan Bencana  Gempa Bumi dan Tsunami yang berada di Bandara Mutiara Sis Al Jufri  menyalurkan sekitar 15 ton ke 120 desa yang terkena bencana gempa bumi dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah.(red/Pusp) 

Categories
Megapolitan

Menpora Ajak Masyarakat Ikhlas Bantu Korban Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menghadiri Konser Amal Peduli Sulawesi Tengah (Sulteng), “Palu, Donggala, Sigi”, di Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Minggu malam (07/10/2018).

Menpora didampingi Staf Khusus Komunikasi dan Kemitraan Zainul Munasichin dan bersama Ketua Panitia penyelenggara Hendry Gary Lyanto serta sebelas artis seperti, Dewi Yull  Nia Daniaty, Liza Natalia, Sandro Tobing, Deddy Dukun, Ermy Kulit, Inisiator Sugiyanto, Harvey Malaiholo, Sonny Tulung dan Dorce Gamalama ikut meramaikan konser amal peduli Sulteng.

Menpora mengatakan bahwa, malam ini kita berkumpul untuk solidaritas kemanusiaan musibah Palu, Sigi dan Donggala.

“Malam ini kita semua berkumpul di sini untuk solidaritas kemanusiaan. Apa yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala adalah musibah. Musibah bisa terjadi pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja,” ujarnya.

Menurutnya, musibah itu adalah rahasia Allah. Karenanya kita harus banyak beramal. Dan malam ini kita sudah melakukan itu (beramal), bahwa kita semua berkumpul dengan sukacita, sukarela dan ikhlas untuk membantu saudara-saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala. Sudah pasti saudara kita di sana akan senang dengan bantuan ini.

“Saya tidak lahir di Sulawesi Tengah, tapi mereka adalah saudara saya. Mungkin mereka adalah orang-orang yang pernah membantu saat saya ke Palu, Sigi, Donggala dan di beberapa tempat di Sulawesi Tengah.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memberikan bantuan. Apa yang bisa kita bantu, kita bantu. Kalau hanya bisa tenaga, kita bantu tenaga, kalau hanya bisa doa, kita doakan mereka,” katanya.

Di samping itu juga, lanjutnya, para atlet yang sedang berjuang di Asian Para Games juga mendoakan saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah. Mereka ingin menggembirakan dengan meraih medali emas. Alhamdulillah hari ini kita mendapatkan 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu sudah kita raih.

“Ini  menjadi pelajaran penting juga, bahwa keterbatasan bukan menjadi alasan untuk  kita bangkit. Tapi keterbatasan adalah awal kita memberikan sebuah kebahagiaan orang lain,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Penyelenggara Konser Amal Peduli Sulawesi Tengah (Sulteng) Hendrik Gary Lyanto menyampaikan duka yang mendalam terhadap para korban gempa dan tsunami di Sulteng.

“Malam ini kita akan gelar penggalangan dana, yang nantinya akan kita bawa kesana,” ujar Hendrik.(ton)