Categories
Olahraga

Menpora Apresiasi Keberhasilan Budi Gunawan Majukan Olahraga Nasional

Koran Jurnal, Jakarta – Menpora RI mengapresiasi tinggi bagaimana keberhasilan yang dilakukan oleh Budi Gunawan dalam upayanya untuk bisa terus memajukan olahraga Nasional hingga ke kancah internasional.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali memberikan apresiasi tinggi kepada upaya luar biasa yang telah dilakukan oleh Budi Gunawan.

Menurutnya, peresmian Persatuan Olahraga Badan Intelijen Negara (PORBIN) jelas mampu membuat BIN juga semakin berkembang.

“Saya sebagai Menpora RI sekali lagi berterima kasih dan mengapresiasi upaya yang luar biasa dari Bapak Kepala BIN Bapak Jendral Polisi (Purn) Prof. DR. Budi Gunawan, Ph. D, yang membuat BIN semakin berkembang dan mempunyai pandangan kedepan,” kata Menpora Amali, seperti rilis yang diterima pewarta, Kamis (8/12/2022).

Bahkan sejauh ini, baginya, memang peranan dari Badan Intelijen Negara (BIN) sejak era kepemimpinan Budi Gunawan sangat membantu Kemenpora.

“Saya kira saya merasa terbantu dengan peran dari BIN, bukan hanya memberikan kesempatan kepada para atlet, tetapi menjamin masa depan mereka juga,” tutur Zainudin Amali.

Dengan adanya bantuan dan juga jaminan yang diberikan oleh BIN kepada seluruh atlet, maka mereka bisa terus fokus untuk meraih prestasi.

“Dengan demikian itu atlet akan tetap fokus dan tetap berkonsentrasi untuk meraih prestasinya yang masih mungkin tercapai. Dan tidak terganggu dengan pikiran-pikiran masa depannya karena BIN telah memberikan jaminan untuk masa depan mereka,” jelas Menpora Amali.

Menpora RI berusia 60 tahun tersebut bahkan juga merasa terkejut dengan bagaimana upaya pihak BIN dalam mendidik para atlet demi kemajuan dunia olahraga Nasional.

“Saya mengapresiasi luar biasa. Yang saya saksikan pada pagi hingga siang hari ini adalah sesuatu yang diluar dugaan saya. Saya tadinya hanya berfikir bahwa Badan Intelijen hanya mendidik anak-anak untuk memiliki pengetahuan, wawasan intelijen, tetapi ternyata luar biasa yang saya saksikan,” ucapnya.

Pasalnya, dengan pendidikan yang luar biasa tersebut, memungkinkan para atlet Indonesia untuk terus berprestasi di bidang olahraga namun di sisi lain juga berprestasi di bidang akademik.

“Saya kira ini merupakan satu hal yang positif dan sangat baik, bahkan kepada mereka tetap diberikan keleluasaan untuk berprestasi di bidang olahraga tetapi juga secara akademik mereka tetap diberi kesempatan untuk memperluas wawasan dan mengaktualisasikan kemampuan akademiknya di dalam STIN ini,” lanjut Menpora Amali.

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI), Jend Pol (Purn) Budi Gunawan sendiri menyatakan bahwa memang pembentukan PORBIN ditujukan untuk terus meningkatkan prestasi para atlet.

“Untuk dapat terus meningkatkan prestasinya di tingkat nasional, sebagai salah satu bentuk kontribusi atlet kami membentuk Persatuan Olahraga BIN, yang terdiri dalam 8 cabang olahraga,” ujarnya.

Dengan tujuan terus mengembangkan ekosistem keolahragaan Nasional, dirinya mewadahi seluruh atlet bertalenta dan berpotensi untuk terus dikembangkan.

“Kita menggalang potensi atlet dan pelatih terbaik di tingkat nasional untuk terlibat menciptakan ekosistem pengembangan olahraga prestasi di BIN sehingga potensi talenta-talenta terbaik di lembaga ini bisa dikembangkan, terutama di kalangan taruna-taruni STIN,” kata Budi Gunawan.

Tentunya dengan hal tersebut, menurutnya peluang sangat besar mampu dimiliki oleh Indonesia untuk bertanding di kancah internasional.

“Alhamdulillah, kita melihat peluang besar untuk turut mengharumkan nama Bangsa di kancah internasional melalui jalur olahraga ini,” imbuh Kepala BIN tersebut.(*)

Categories
Olahraga Opini

Menpora Zainudin Amali: Pemuda Jatim Punya Daya Saing Berwirausaha

Koran Jurnal, Surabaya – Dalam menyosialisasikan pengembangan pemuda, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) melakukan Silahturahmi ke Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi). Acara yang diselenggarakan Sabtu (28/12/2019) di kantor Kahmi Surabaya Jawa Timur itu dihadiri oleh beberapa pejabat negara diantaranya, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni’am Sholeh, Anggota DPR RI Komisi XI Sarmuji, Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Simanjuntak, dan Tenaga ahli Menpora Syamsul Qomar.

Pada acara tersebut Menpora Zainudin Amali menegaskan pentingnya menjalankan lima prioritas yang dicanangkan presiden di periode kedua. Yaitu pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, reformasi birokrasi, pemangkasan aturan, dan transformasi ekonomi. Namun Menpora akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia sebagai tugas pokok kementeriannya.

“Pembangunan SDM menjadi prioritas kami. Kami akan mereview kembali program yang ada. Sehingga bisa terlihat output dan outcome kepada masyarakat jelas,” ujarnya saat mengisi orasi ilmiah di acara tersebut.

Oleh karena itu, Kementrian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) akan fokus menciptakan sumberdaya pemuda yang unggul. Yaitu mendorong pemuda agar kreatif, inovatif, berdayasaing. Hal ini diperlukan agar pemuda dapat bersaing dengan pemuda yang lain. Zainudin sendiri mengaku khawatir dengan pemuda lulusan perguruan tinggi dalam negeri yang tidak mampu bersaing dengan lulusan luar negeri.

“kita lihat, lulusan luar negeri dengan mudah mampu mengisi pos-pos pekerjaan. Adik-adik jangan merasa mudah akan mengisi pos itu. Tapi akan ada lulusan luar negeri yang mengisi pos tersebut,” terangnya.

Maka dari itu, lelaki kelahiran 1962 tersebut, menginginkan pemuda lulusan perguruan tinggi dalam negeri punya daya saing. Terutama dalam jiwa wirausaha. Sehingga lulusan perguruan tinggi mampu menciptakan lapangan kerja, tidak lagi mencari pekerjaan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni’am turut menegaskan, untuk mewujudkan sumber daya pemuda yang unggul, maka pemuda perlu punya jiwa entrepreneurship.

“Sesuai yang dijelaskan Menpora, SDM menjadi prioritas, salah satunya dengan melakukan pembinaan wirausaha muda. Sebenarnya wirausaha itu bukan hanya urusan dagang, tetapi ia adalah kemampuan melakukan inovasi, dan kreatifitas dalam mengoptimalkan potensi menjadi aktual, bermakna, berdimensi ekonomi, dan bermanfaat bagi sesama. Yang paling penting, kenali potensi, dan munculkan inovasi, kemudian berani memulai,” tegasnya.

Di sisi lain, ketua umum Badan Koordinasi HMI Jawa Timur Yogi Pratama mengungkapkan dukungannya terhadap program kemenpora. Sebab pemuda JawaTimur menempati peringkat nomer 2 tertinggi populasinya setelah Jawa Barat. Menurutnya bila pemuda tidak dikelola akan menjadi sumber masalah dikemudian hari.

“Dengan banyaknya usia produktif di Jawa Timur, penting rasanya untuk membangun jiwa pebisnis untuk pemuda. Agar tidak terlalu repot mencari kerja,” ujarnya.(hum/red)

Categories
Megapolitan Olahraga

Menpora Zainudin Amali Resmi Membuka Pekan Olahraga Pelajar Nasional ke-XV 2019

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali resmi membuka Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XV di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, Minggu (17/11/2019) malam.

“Dengan mengucap bismillah Pekan Olahraga Pelajar Nasional ke-15 di Jakarta secara resmi dibuka,” ucap Zainudin.

Menpora Zainudin mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat selaku tuan rumah yang mampu mempersiapkan pergelaran POPNAS XV dengan waktu yang relatif singkat mengingat pesta olahraga antar pelajar itu seharusnya dilangsungkan di Papua.

“Saya sangat mengapresiasi Pemprov DKI yang bisa menjadi tuan rumah dalam waktu yang sangat singkat. Harusnya POPNAS dilaksanakan di Papua. Tetapi atas kerja sama Pemprov Jakarta, Kemenpora dan Jawa Barat maka kita bisa melaksanakan POPNAS ke 15,” ujarnya.

Ia berharap POPNAS yang diikuti oleh para pelajar di 34 provinsi di Indonesia itu dapat melahirkan atlet-atlet yang bukan hanya berprestasi di tingkat pelajar, tapi juga di level yang lebih tinggi lagi seperti regional hingga provinsi.

Zainudin juga mendorong kepada pemerintah daerah agar memberikan ruang yang lebar bagi para pelajar supaya bisa mengembangkan bakatnya di bidang olahraga.

“Pemerintah menaruh harapan kepada Pemda untuk memberikan ruang pelajar supaya bisa mengembangkan bakat mereka di bidang olahraga dan berprestasi di tingkat regional maupun nasional,” tambah Menpora.

Untuk diketahui, penyelenggaraan POPNAS 2019 seharusnya diadakan pada Oktober di Jayapura, Provinsi Papua dan sekaligus juga dengan penyelenggaraan Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas).

Namun, karena kendala kesiapan infrastruktur dan penyelenggaraan yang belum sepenuhnya siap, maka POPNAS dipindahkan ke Jakarta dan Jawa Barat.

Kegiatan POPNAS 2019 diselenggarakan di Jakarta dan Jawa Barat mulai 16 hingga 25 November 2019. Pada tahun ini, POPNAS mempertandingkan 13 cabang olahraga dengan 221 nomor pertandingan.

Cabang olahraga tersebut antara lain angkat besi, judo, voli pasir, karate, bulutangkis, pencak silat, sepak takraw, dayung, taekwondo, atletik, renang, dan panahan.

Pertandingan-pertandingan POPNAS akan tersebar di sejumlah tempat, yaitu Angkat Besi di Gelanggang Remaja Jakarta Timur; Judo di Gedung Judo Jakarta Utara; Voli Pasir di Pantai Karnaval Ancol; Karate di Gelanggang Remaja Jakarta Timur; Bulutangkis di Gelanggang Remaja Kec. Pulo Gadung.

Berikutnya Pencak Silat di Gelanggang Remaja Jakarta Utara; Sepak Takraw di Gelanggang Remaja Matraman; Dayung di Situ Cipule, Karawang; Taekwondo di Pendulum Nusantara Hall, Ciawi; Tarung Derajat di GOR Arcamanik Bandung. Untuk cabang Atletik, Renang dan Panahan di Gelora Bung Karno (GBK).(ant/red)

Categories
Olahraga

Menpora Tinjau Pelatnas Tenis, Ini Pesannya

Koran Jurnal, Jakarta – Tradisi medali emas dari cabang olahraga tenis diharapkan Menpora Imam Nahrawi untuk terus dipertahankan di berbagai ajang internasional, salah satunya menuju Pra Olimpiade Jepang 2020 nanti. Hal itu disampaikan Menpora saat meninjau pelatihan nasional (pelatnas) tenis di Wisma Sanita PU, ‪Jalan PAM Baru I Bendungan Hilir, Jakarta, Rabu (12/06/2019).

Sebelum menuju Pra Olimpiade Jepang nanti, Menpora menjelaskan ada beberapa ajang multi event yang bisa menjadi ajang untuk mengukur kekuatan para atlet salah satunya SEA Games Filipina yang akan berlangsung ‪pada 30 November‬ hingga ‪11 Desember 2019‬ mendatang.

“Saya mengerti masyarakat tenis Indonesia yang sangat ingin dan berharap meneruskan tradisi emas di Asian Games kemarin dimana telah ‘pecah telur’ perolehan emas tenis dengan apik lewat Christopher Rungkat dan Aldila Sutjiadi dan tradisi ini tolong dilanjutkan baik di SEA Games dan semoga bisa masuk di Pra Olimpiade sembari menunggu ranking,” kata Menpora.

“Terima kasih kepada manejer, pelatih dan atlet tenis yang tidak berhenti untuk meneruskan pelatnas ini sampai beberapa target yang diharapkan baik di single dan multi event bisa tercapai,” tambahnya.

Tak hanya hadir untuk memberikan semangat berlatih, menteri memastikan kepada para atlet suasana tempat berlatih hingga mess tempat tinggalnya menjelang SEA Games 2019 di Filipina.

Menurut Menpora pemerintah akan terus mendukung PB Pelti.

“Pemerintah akan terus membantu PB Pelti agar terkait tempat pelatnas, kebutuhan teknis pelatih, manejer dan atlet bisa terpenuhi dengan baik, saya juga bertanya hal-hal yang menyangkut suasana kebatinan atlet mulai dari honor atau uang sakunya seperti apa, tempat berlatih, makanan untuk atlet, pelatihnya hingga tempat tidurnya, alhamdulillah mereka senang,” tambahnya.

“Mari kita support agar tenis Indonesia kembali bangkit kembali berjaya dan bisa meneruskan tradisi emas seperti di Asian Games 2018 lalu,” tambah Menpora yang dilanjutkan dengan ekshibisi bermain tenis dan mengunjungi mess atlet.

Wakil Ketua Umum PP Pelti, Sutikno Muliadi mengatakan Surat Keputusan (SK) Kemenpora untuk atlet pelatnas tenis yakni 16 atlet terdiri dari 8 atlet putra dan 8 atlet putri tetapi pihaknya menggunakan momen SEA Games untuk menambah pemain junior bergabung. “Nanti akan ada promosi dan degradasi atlet hingga menjadi 10 pemain (5 putra dan 5 putri) arah ke proporsi 40:60 tetap ada,” kata Sutikno.

Turut hadir mendampingi Deputi Pembudayaan Olahraga R. Isnanta, Staf Ahli Hukum Olahraga Samsudin, Asdep Olahraga Rekreasi Teguh Rahardjo.(hum/red)

Categories
Megapolitan

Menpora Ajak Masyarakat Ikhlas Bantu Korban Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menghadiri Konser Amal Peduli Sulawesi Tengah (Sulteng), “Palu, Donggala, Sigi”, di Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Minggu malam (07/10/2018).

Menpora didampingi Staf Khusus Komunikasi dan Kemitraan Zainul Munasichin dan bersama Ketua Panitia penyelenggara Hendry Gary Lyanto serta sebelas artis seperti, Dewi Yull  Nia Daniaty, Liza Natalia, Sandro Tobing, Deddy Dukun, Ermy Kulit, Inisiator Sugiyanto, Harvey Malaiholo, Sonny Tulung dan Dorce Gamalama ikut meramaikan konser amal peduli Sulteng.

Menpora mengatakan bahwa, malam ini kita berkumpul untuk solidaritas kemanusiaan musibah Palu, Sigi dan Donggala.

“Malam ini kita semua berkumpul di sini untuk solidaritas kemanusiaan. Apa yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala adalah musibah. Musibah bisa terjadi pada siapa saja, dimana saja dan kapan saja,” ujarnya.

Menurutnya, musibah itu adalah rahasia Allah. Karenanya kita harus banyak beramal. Dan malam ini kita sudah melakukan itu (beramal), bahwa kita semua berkumpul dengan sukacita, sukarela dan ikhlas untuk membantu saudara-saudara kita di Palu, Sigi dan Donggala. Sudah pasti saudara kita di sana akan senang dengan bantuan ini.

“Saya tidak lahir di Sulawesi Tengah, tapi mereka adalah saudara saya. Mungkin mereka adalah orang-orang yang pernah membantu saat saya ke Palu, Sigi, Donggala dan di beberapa tempat di Sulawesi Tengah.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memberikan bantuan. Apa yang bisa kita bantu, kita bantu. Kalau hanya bisa tenaga, kita bantu tenaga, kalau hanya bisa doa, kita doakan mereka,” katanya.

Di samping itu juga, lanjutnya, para atlet yang sedang berjuang di Asian Para Games juga mendoakan saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah. Mereka ingin menggembirakan dengan meraih medali emas. Alhamdulillah hari ini kita mendapatkan 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu sudah kita raih.

“Ini  menjadi pelajaran penting juga, bahwa keterbatasan bukan menjadi alasan untuk  kita bangkit. Tapi keterbatasan adalah awal kita memberikan sebuah kebahagiaan orang lain,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Penyelenggara Konser Amal Peduli Sulawesi Tengah (Sulteng) Hendrik Gary Lyanto menyampaikan duka yang mendalam terhadap para korban gempa dan tsunami di Sulteng.

“Malam ini kita akan gelar penggalangan dana, yang nantinya akan kita bawa kesana,” ujar Hendrik.(ton)