Categories
Megapolitan Polhukam

Dirgahayu 1 Dekade, GMDM Gelar Syukuran dan Halal Bihalal Bersama Lapisan Masyarakat

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Badan Koordinasi Nasional Garda Mencegah Dan Mengobati atau disebut GMDM, menggelar syukuran dan sekaligus halal bihalal bersama lapisan masyarakat, bertempat di Sekretariat GMDM, Jalan Malaka Merah Ill Blok D, Pondok Kopi, Jakarta Timur, Senin malam (02/07/2018).

Acara syukuran dalam rangka memperingati Dirgahayu 1 Dekade atau ke-10 berdirinya Bakornas GMDM dan sekaligus halal bihalal ini merupakan ucapan syukur atas dilantiknya Ketua Umum Bakornas GMDM “Jefri Tambayong” menjadi Ketua Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (FOKAN) oleh BNN.

Dari pantauan rekan jurnalis dilokasi, tampak turut hadir dalam syukuran tersebut diantaranya, Deputi Pemberdayaan BNN, AKBP Maria Sorlury, pejabat pemerintahan kota (pemkot) Jakarta Timur, jajaran Babinkamtibmas setempat, personel TNI-Polri, para pimpinan lembaga organisasi pegiat anti narkoba, dan segenap elemen/lapisan masyarakat.

Ketua Umum GMDM Jefri Tambayong mengatakan, dalam momentum dirgahayu ini, Bakornas GMDM berkomitmen terus berkarya bagi Bangsa dan Negara, dan terus bergerak sesuai visi dan misi untuk menyelamatkan anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba melalui pelaksanaan kegiatan-kegiatan positif seperti pendidikan pencegahan/penyuluhan dan rehabilitasi para pecandu narkoba dan bekerja bersama dengan pemerintah dan berbagai pihak demi terwujudnya Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).

“Dalam satu dasawarsa selama sepuluh tahun ini GMDM bisa bergerak bersama untuk NKRI dan saat ini juga kita bersinergi dengan wadah Fokan (Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba Nasional). Kita mau bergerak untuk bersatu untuk perang terhadap narkoba dan merehabilitasi pecandu-pecandu Narkoba dan kita mau mereka dipulihkan sampai Indonesia bersinar, Indonesia bersih narkoba,” kata Jefri dalam keterangannya kepada wartawan di lokasi.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirgahayu GMDM yang ke-10 ini juga dilaksanakan diseluruh Indonesia dimana cabang-cabang Bakornas GMDM berada. Sebagai informasi saat ini Bakornas GMDM telah memiliki 75 kantor cabang diseluruh Indonesia dan telah menerima 11 piagam MURI atas pemecahan rekor Dunia Indonesia melalui pelaksanaan kegiatan anti narkoba.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menambah semangat Bakornas GMDM untuk terus berjuang menyelamatkan generasi muda penerus bangsa dari penyalahgunaan narkoba, seks bebas, aborsi, HIV-AIDS. premanisme dan ketertinggalan pendidikan.

“Dan kami juga menggalang dan bersatu wujudkan Indonesia semangat persatuan. Jadi dihari ini dari berbagai kalangan masyarakat bersatu, mulai dari tokoh masyarakat, TNI-Polri dan elemen masyarakat bersama-sama perang terhadap narkoba,” ujarnya.

Dengan menjalin kerjasama kemitraan strategis yang luas, GMDM terus bertekad mewujudkan Indonesia Bersinar, Indonesia Bersih Narkoba.

“Kita adalah mitra melekat dari BNN. Jadi kami akan bersinergi membangun peran serta masyarakat untuk perang terhadap narkoba dengan contoh memberikan informasi dimana bandar-bandar narkoba dan bersama-sama untuk tangkap bandar dan bawa ke Polisi atau ke BNN,” cetusnya.

“Harapan kami, mau bergerak bersama perang terhadap narkoba dan merehabilitasi pecandu narkoba. Kita akan keliling Jakarta menyatukan ornamen-ornamen untuk perang narkoba dan ke daerah-daerah juga. Jadi kira ingin masyarakat peduli bersama pemerintah untuk perang terhadap narkoba,” pungkas Jefri.(tonmp)

Categories
Hukum Megapolitan

Narkotika Makin ‘Gila’, GMDM Tidak Tinggal Diam Dorong Pemerintah Lebih Tegas

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Penangkapan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1 ton lebih pada Rabu (07/02) silam oleh TNI AL yang bekerjasama dengan BNN di perairan Selat Philip perbatasan Singapura dan Batam adalah salah satu bentuk memberantas peredaran narkoba jaringan internasional.

Ketua Umum Gerakan Mencegah Dari Pada Mengobati (GMDM) dibawah komando Jefri Tambayong ini tak henti-hentinya memberikan sosialisai penuh kepada masyarakat bahwa betapa bahayanya narkoba bagi para generasi muda bangsa Indonesia.

“Kami mengapresiasi kepada TNI AL dan BNN yang telah menyelamatkan generasi bangsa dengan menggagalkan pemasok Sabu-sabu,” ujar Jefri di Jakarta, Rabu (14/02/2018) kemarin.

Lebih lanjut Jefri mengungkapkan bahwa para pengedar besar narkotika yang sudah diputus hukuman mati, jangan sampai ditunda-tunda dan secepatnya eksekusi mati bagi Pengedar bandar besar.

Menyikapi semakin ‘Gila’ nya peredaran narkoba dan banyaknya pengedar narkoba yang dikendalikan dari dalam lembaga permasyarakatan (Lapas), menurutnya hal tersebut harus disikapi serius oleh pemerintah baik Kementerian Hukum dan HAM dan tentunya jangan sampai terkesan tutup mata dan dibiarkan saja. “Harus ada ketegasan seperti HP (handphone) tidak boleh dibawa masuk ke dalam lapas, adanya kerjasama BNN, TNI dan Polri di dalam lapas untuk pengawasan dan penjagaan. Kalau tidak diterapkan seperti ini tentunya akan menjadi surga bagi pengedar Bandar narkoba,” ujarnya.

Terkait upaya memutus mata rantai jaringan narkoba, Jefri mengatakan, tentunya perlu ketegasan dari penegak hukum, dan bagi para pengguna narkoba harus dapat di rehabilitasi dan pengedar harus di hukum.

“Revisi undang-undang narkotika tentunya harus jelas agar jelas untuk jenis kategori pengguna, bandar, pencandu yang di rehabilitasi saperti apa saja, jangan hanya mengacu kepada peraturan bersama,” kata Jefri.

Pergantian Kepala BNN, Komjen Budi Waseso (Buwas) yang akan memasuki masa pensiun tentunya ada beberapa calon kandidat yang akan masuk sebagai penggantinya. “Saya selaku Ketua Umum GMDM mengharapkan kepada Presiden Jokowi agar penggantinya adalah orang yang benar-benar pengalaman di BNN seperti sosok Arman Depari. Ia adalah orang tegas, humanis serta ia sudah banyak memberantas terhadap Bandar narkoba,” pungkasnya.(red)