Categories
Megapolitan TNI

Evakuasi Sudan Hari ke dua, Pesawat B-737 TNI AU Berhasil Evakuasi WNI dan WNA ke Jeddah

Koran Jurnal, Jeddah – Pesawat Boeing B-737 A-7305 TNI AU yang sedang melaksanakan misi evakuasi WNI di Sudan kembali melanjutkan tugas. Pada evakuasi sortie ke empat, rute Jedah – Port Sudan – Jeddah, Jumat (28/4/2023), pesawat tidak saja mengevakuasi Warga Negara Indonesia, tetapi juga Warga Negara Asing (WNA).

Sebanyak 28 personel, yang terdiri WNI dan WNA berhasil dievakuasi dari Port Sudan ke Jeddah. WNA yang dievakuasi berasal dari Bangladesh, Filipina, Australia, dan Djibouti. Dengan demikian, dalam empat sorties, pesawat B-737 A-7305 TNI AU berhasil mengevakuasi 372 orang, terdiri dari WNI 355 orang dan WNA 17 orang.

Para WNA sesampai di Jeddah, akan melanjutkan perjalanan kembali ke negara masing-masing menggunakan transportasi pesawat komersial.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU, (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, S.Sos, menyebutkan, sortie ke empat pada Jumat (27/4/2023) kemarin merupakan tahap terakhir evakuasi rute Jedah – Port Sudan – Jeddah. Selanjutnya akan dilakukan proses pemulangan WNI ke tanah air dari Jeddah ke Jakarta.

“Proses evakuasi WNI akan dilanjutkan pemulangan ke tanah air, yang direncanakan dilaksanakan pada 30 April 2023, menggunakan pesawat komersial dan sebagian pesawat boeing A-7305 TNI AU,” ujar Kadispenau.

Diharapkan seluruh tahapan evakuasi dari Jeddah ke tanah air berjalan dengan aman dan lancar. Tim evakuasi masih akan terus berkoordinasi ketat, dengan berbagai pihak terkait, seperti Kementerian Luar Negeri, Mabes TNI, kru pesawat B-737 A-7305 dan juga Konjen RI di Jeddah.

Tim evakuasi dipimpin mission commander Kolonel Pnb Noto Casnoto.Tim terdiri dari Kru pesawat, personel Satbravo Kopasgat, Kesehatan, Psikolog, BAIS TNI, Puspen TNI, dan staf Kemenlu.(disp)

Categories
TNI

110 WNI di Sudan Berhasil Dievakuasi Menggunakan Pesawat B-737 TNI AU

Koran Jurnal, Sudan – Sebanyak 110 Warga Negara Indonesia (WNI) yang beberapa hari sempat terjebak dalam situasi perang saudara di Sudan, akhirnya berhasil dievakuasi ke Jeddah, Arab Saudi, Rabu (26/4/2923). Ke-110 WNI tersebut merupakan bagian dari evakuasi tahap kedua dari Khartoum menuju Port Sudan melalui jalan darat.

Para WNI yang terdiri dari laki-laki, perempuan dan anak-anak itu, diterbangkan menggunakan pesawat boeing 737 A-7305 TNI AU, dari kota Port Sudan menuju posko evakuasi di Jedah, Arab Saudi.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, S.Sos mengatakan, proses evakuasi berjalan dengan lancar berkat koordinasi yang baik dari berbagai pihak terkait, seperti Kementerian Luar Negeri, Mabes TNI, KBRI di Sudan, kru pesawat B-737 A-7305 dan juga Konjen RI di Jeddah.

“Alhamdulillah pada Rabu kemarin, evakuasi WNI dapat berjalan lancar, ini merupakan tahap pertama, yang akan dilanjutkan beberapa tahap berikutnya, dalam sorties penerbangan dari Port Sudan ke Jedah,” ujar Kadispenau.

Selanjutnya, WNI yang sudah berhasil di evakuasi ke Jedah, akan kembali ke tanah air menggunakan beberapa pesawat komersial. Sementara pesawat A-7305 akan berada di Jedah untuk melaksanakan evakuasi lanjutan.

Tim evakuasi dipimpin _mission commander_ Kolonel Pnb Noto Casnoto.Tim terdiri dari Kru pesawat, personel Satbravo Kopasgat, Kesehatan, Psikolog, BAIS TNI, Puspen TNI, dan staf Kemenlu.(disp)

Categories
Megapolitan Militer

Menlu Retno: Evakuasi Ratusan WNI di Sudan Gunakan Pesawat TNI Angkatan Udara

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, evakuasi ratusan WNI di Sudan menggunakan Pesawat TNI Angkatan Udara.

“Evakuasi (WNI) dari Jeddah (Arab Saudi) ke Indonesia nantinya akan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara,” kata Menteri Retno dalam keterangan pers secara daring, Senin (24/4/2023) lalu.

Retno mengungkapkan, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan siap untuk membantu evakuasi.

Adapun jumlah WNI yang akan dievakuasi, sebanyak 538 WNI terdiri atas 240 laki-laki, 273 perempuan, dan 25 balita. Retno menyebut, WNI yang dievakuasi sebagian besar merupakan mahasiswa Indonesia dan pekerja migran Indonesia (PMI).

     TNI Kirim Tim Satgas Evakuasi WNI di Sudan

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono melepas keberangkatan 39 prajurit TNI yang tergabung dalam tim Satuan Tugas (Satgas) Evakuasi WNI di Sudan. Pelepasan satgas diawali dengan apel keberangkatan di Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Senin (24/3/2023).

Satgas yang dipimpin oleh Kolonel Pnb Noto Casnoto (Dan Wing I Halim PK) diberangkatkan dengan menggunakan Pesawat TNI AU Boeing 737.

Dalam sambutannya Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, bahwa konflik bersenjata di Sudan sudah semakin mengkhawatirkan sehingga kondisi ini dapat membahayakan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Sudan.

“Untuk itu diperlukan kehadiran TNI guna menyelamatkan WNI tersebut, hal ini sesuai dengan salah satu tugas pokok yang diamanatkan kepada TNI yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan di manapun mereka berada,” ujar Panglima TNI.

“Tugas penjemputan WNI ke Sudan adalah tugas mulia sekaligus kehormatan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, ingatlah bahwa kalian tidak hanya mewakili TNI namun juga sebagai duta bangsa Indonesia,” jelasnya.

Lanjut Panglima TNI menuturkan bahwa misi evakuasi seperti ini bukan yang pertama kali dilaksanakan oleh TNI. Pada tahun 2021, TNI melaksanakan misi yang sama di Afghanistan dan Ukraina pada Maret 2022 lalu.

“Saya minta jadikan pengalaman kedua misi tersebut sebagai bekal dan evaluasi agar misi yang kalian laksanakan di Sudan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” imbuhnya.

Hadir mendampingi Panglima TNI dalam acara tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kasum TNI, Pangkoopsudnas, Asintel Kasau, Asops Kasau, Aslog Kasau, Aspotdirga Kasau, Dankorpasgat, Kaskoopsud I, Kadisaeroau, Kadispenau, Asops Koopsudnas serta Danlanud Halim Perdanakusuma.

Categories
TNI

Kaskoopsud I Hadiri Apel Pelepasan Satgas Evakuasi WNI di Sudan

Koran Jurnal, Jakarta – Kaskoopsud I Marsma TNI Deni Hasoloan Simanjuntak mewakili Pangkoopsud I Marsda TNI Bambang Gunarto, S.T., M.M., M.Sc., saat pelepasan apel tim evakuasi WNI di Sudan. Bertempat di Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (24/04/2023).

Tim Evakuasi yang diterjunkan berjumlah 39 prajurit yang dipimpin oleh Kolonel Pnb Noto Casnoto (Danwing I Lanud Halim Perdanakusuma) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Evakuasi WNI, dengan menggunakan Pesawat TNI AU Boeing 737/Reg : A-7305.

Satgas Evakuasi WNI di Sudan tersebut dilepas secara resmi melalui apel pelepasan oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., CSFA.

Dalam sambutannya Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menjelaskan bahwa, “Tugas penjemputan WNI ke Sudan adalah tugas mulia sekaligus kehormatan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, ingatlah bahwa kalian tidak hanya mewakili TNI namun juga sebagai duta bangsa Indonesia”, jelas Panglima TNI.

“Semoga misi yang kalian laksanakan di Sudan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ungkap Panglima TNI lebih lanjut.

Turut hadir mendampingi Panglima TNI, KSAU, Kasum TNI, Pangkoopsudnas, Asintel Kasau, Asops Kasau, Aslog Kasau, Aspotdirga Kasau, Dankorpasgat, Kaskoopsud I, Kadisaeroau, Kadispenau, Asops Koopsudnas serta Danlanud Halim Perdanakusuma.(pen)

Categories
Nasional Polhukam TNI

Panglima TNI Kirim Satgas Evakuasi Ratusan WNI di Sudan

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono melepas keberangkatan 39 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Evakuasi WNI di Sudan. Pelepasan satgas dilakukan di Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (24/3/2023).

Satgas yang dipimpin oleh Kolonel Pnb Noto Casnoto (Dan Wing I Halim PK) diberangkatkan dengan menggunakan Pesawat TNI AU Boeing 737.

Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dalam sambutannya mengatakan, bahwa konflik bersenjata di Sudan sudah semakin mengkhawatirkan kondisi ini dapat membahayakan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Sudan.

“Untuk itu diperlukan kehadiran TNI guna menyelamatkan WNI tersebut, hal ini sesuai dengan salah satu tugas pokok yang diamanatkan kepada TNI yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan di manapun mereka berada,” ujar Panglima TNI.

“Tugas penjemputan WNI ke Sudan adalah tugas mulia sekaligus kehormatan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, ingatlah bahwa kalian tidak hanya mewakili TNI namun juga sebagai duta bangsa Indonesia,” jelasnya.

Lebih Panglima TNI menyampaikan bahwa misi evakuasi seperti ini bukan yang pertama kali dilaksanakan oleh TNI. Pada tahun 2021, TNI melaksanakan misi yang sama di Afghanistan dan Ukraina pada Maret 2022 lalu.

“Saya minta jadikan pengalaman kedua misi tersebut sebagai bekal dan evaluasi agar misi yang kalian laksanakan di Sudan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono juga memberikan penekanan kepada Satgas Evakuasi WNI untuk fokus terhadap misi, mematuhi semua prosedur yang berlaku, mengidentifikasi semua resiko yang akan muncul dan melaksanakan langkah-langkah mitigasi yang kongkrit.

“Laksanakan koordinasi dan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, Atase Pertahanan dan jajaran KBRI yang ada di Sudan, untuk mendapatkan informasi terkini, waspada dan alert sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik,” lugasnya.

Ditambahkan Panglima TNI, setiba di Sudan, tim Satgas langsung menjalani misi mengevakuasi sekitar 291 WNI yang sudah dilokalisir di tempat yang aman, di kota Port, Sudan.

Setelah dievakuasi, selanjutnya 291 WNI diterbangkan menuju Jeddah, Arab Saudi.

“Dari Port Sudan ke Jeddah dulu. Dari Jeddah baru ke Jakarta,” tambah Yudo.(*)