Categories
TNI

TNI AL Bersama TIM SAR Gabungan Berhasil Temukan Awak Kapal Nelayan Cilacap Yang Tenggelam

Koran Jurnal, Jakarta – TNI AL yang tergabung dalam Tim Search And Rescue (SAR) gabungan terus melaksanakan pencarian terhadap kecelakaan kapal nelayan KM Gilang Putra Ramadan Jaya yang mengalami kecelakaan saat melaut di perairan Cilacap, Jawa Tengah. Tiga dari lima awak kapal berhasil diselamatkan, sedangkan dua orang lainnya masih dalam pencarian, Senin (6/2/2023).

Sebelumnya diinformasikan, KM Gilang Putra Ramadan Jaya pergi melaut dari pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) untuk menangkap ikan di perairan Cilacap pada Senin dini hari. Seharusnya kapal kembali ke pelabuhan PPSC sore hari, namun hingga pukul 23.00 WIB kapal belum kembali dan komunikasi terputus.

Sejak saat itu kapal nelayan ini dinyatakan hilang kontak, kejadian ini oleh warga kemudian dilaporkan ke Basarnas Cilacap. Setelah menerima informasi tersebut, Tim Rescue Basarnas Cilacap Bersama dengan unsur Lanal Cilacap dan Polair langsung menuju laut ke posisi yang terakhir yang dicurigai merupakan lokasi kejadian dan meminta bantuan kepada Syahbandar PPSC untuk melakukan broadcast message kepada kapal-kapal yang melintas di area tersebut untuk menginformasikan jika melihat kapal dengan ciri-ciri sesuai dengan kapal nelayan yang hilang kontak tersebut.

Kapal Gilang Putra Ramadhan Jaya membawa lima orang nelayan, terdiri dari empat orang warga kelurahan Tegal Kamulyan Kecamatan Cilacap Selatan dan satu orang warga Kabupaten Banyumas.

“Tiga personel Babinpotmar Lanal Cilacap turut bergabung dengan Tim SAR menuju koordinat yang dicurigai lokasi kejadian. Tim SAR gabungan ini dilengkapi dengan satu unit RIB dan satu unit perahu karet lengkap dengan peralatan SAR untuk mencari korban yang belum ditemukan,” jelas Komandan Lanal Cilacap Kolonel Laut (PM) Sugeng Subagyo.

Sekitar pukul 10.00 WIB Tim SAR gabungan tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan penyisiran. Pada pukul 10.45 WIB saat melakukan penyisiran terlihat tiga orang sedang terapung-apung di antara serpihan kapal. Melihat hal tersebut, Tim SAR gabungan langsung mendekati dan mengevakuasi ketiga korban dalam keadaan hidup, selanjutnya korban dibawa menuju Pelabuhan PPSC.

“Tim SAR menemukan korban tiga orang dalam keadaan hidup, satu meninggal dunia, pada pukul 12.05 WIB korban yang ditemukan berhasil didaratkan di pelabuhan PPSC dan langsung dilarikan ke RSUD Cilacap untuk penanganan lebih lanjut. Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih terus berusaha  melakukan pencarian terhadap satu ABK yang masih belum ditemukan,” pungkas Kolonel Sugeng.

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali telah menginstruksikan jajarannya agar prajurit TNI AL selalu siaga dan siap dalam merespon segala kedaruratan di masyarakat untuk melaksanakan aksi secepatnya dalam hitungan jam.(disp)

Categories
Ragam TNI

Tim SAR TNI AL Berhasil Temukan Nelayan Tenggelam di Lampon Banyuwangi 

Koran Jurnal, Jakarta – Tim SAR TNI Angkatan Laut dari Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon yang tergabung dalam operasi SAR gabungan berhasil menemukan salah seorang nelayan yang dinyatakan hilang dan tenggelam 4 hari yang lalu atas nama Ali Masykur warga Dusun Ringinsari RT. 01 RW. 01 Desa Pesanggaran Kec. Pesanggaran Kab. Banyuwangi dalam keadaan meninggal sekitar pukul 05.30 Wib di sekitaran Batu Mandi, kurang lebih 2 Km dari pantai Lampon. Minggu (30/10).

Bermula dari laporan salah satu warga bahwa ada salah seorang nelayan yang tenggelam saat sedang menebar jaring di laut perairan Lampon, maka Pasiops (Perwira Seksi Operasi) Puslatpurmar 7 Lampon Mayor Marinir Suhartoyo segera memerintahkan Letda Marinir Sigit Wirotomo sebagai Komandan Tim (Dantim) SAR dengan 7 personel.

Selanjutnya, Tim SAR TNI AL berkoordinasi dengan unsur Tim SAR lain serta dibantu dari masyarakat nelayan setempat bersama-sama mencari korban. Setelah 4 hari dilakukan pencarian dan penyisiran, akhirnya korban dapat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kemudian jenazah Ali Masykur dievakuasi dari lokasi penemuan dan dibawa ke Puskesmas Pesanggaran guna dilakukan proses lebih lanjut oleh petugas yang berwenang.

Menanggapi kejadian tersebut Komandan Puslatpurmar (Danpuslatpurmar ) 7 Lampon Letkol Marinir Kardono Syamsu menyampaikan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan memberikan apresiasi kepada anggota Puslatpurmar 7 Lampon yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan. “Saya sampaikan banyak terima kasih serta penghargaan yang setinggi – tingginya kepada seluruh anggota Tim SAR Puslatpurmar 7 Lampon atas gerak cepat dan pengabdiannya dalam mendukung tugas misi kemanusiaan pencarian korban nelayan yang hilang,” ujarnya.

Aksi cepat tanggap para prajurit TNI AL Puslatpurmar 7 Lampon ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono agar di manapun TNI AL berada harus memberikan manfaat kepada rakyat, cepat tanggap terhadap permasalahan dan kesulitan rakyat.(disp)

Categories
TNI

Tim SAR Gabungan TNI AL Kembali Evakuasi 10 Korban KM Ladang Pertiwi 02

Koran Jurnal, Jakarta – Tim SAR Gabungan TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang terdiri dari kapal-kapal perang, pesawat udara dan personelnya hingga hari ketiga pasca tenggelamnya KM. Ladang Pertiwi 02 di sekitar wilayah perairan Selat Makassar masih bekerja keras untuk menemukan sisa korban lainnya. Hari ini, Senin (30/5/2022) kembali berhasil ditemukan 10 korban lainnya.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono melalui pesan singkatnya menyampaikan 10 orang korban kembali telah ditemukan oleh nelayan.

“Sepuluh korban ditemukan dalam keadaan selamat oleh nelayan di dua tempat yaitu pulau Pamantauang 6 orang dan 4 orang di pulau Saliriang, sehingga total jumlah yang sudah ditemukan adalah 31 dari 43 penumpang,” ujar Kadispenal.

Komandan Guspurla Koarmada II Laksamana Pertama TNI Deny Prasetyo yang memimpin Tim SAR TNI AL dilapangan menjelaskan beberapa informasi yang didapat bahwa ada 10 orang yang selamat, yang sudah dirawat di Pulau Masalima di Kepulauan Pemantauang, sehingga total terakhir ada 12 orang yang masih dalam pencarian. Sampai dengan saat ini ada 3 KRI, yaitu KRI Malahayati, KRI Mandau, dan KRI Pulau Rupat serta akan diterbangkan pesawat Cassa TNI AL untuk pencarian dari udara.

Aksi cepat tanggap unsur-unsur KRI dan pesud TNI AL dalam setiap kejadian dimanapun sesuai dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono agar sesegera mungkin memberikan bantuan terhadap kesulitan rakyat dengan mengoptimalkan segala kemampuan yang dimiliki sehingga keberadaan Prajurit TNI AL dimanapun dapat bermanfaat bagi masyarakat sekelilingnya.

KM Ladang Pertiwi 02 sebelumnya pada tanggal 25 Mei 2022 pukul 17.00 WITA berlayar dari Pelabuhan Paotere menuju Pulau Kalmas membawa Sembako dan Kerikil serta membawa 43 orang penumpang, kemudian kapal seharusnya tiba pada hari Kamis 26 Mei 2022 Pukul 16.00 dan dilaporkan tidak dapat dihubungi. Pada hari Sabtu tanggal 28 Mei 2022 pukul 08.10 WITA diterima laporan bahwa kapal sdh tenggelam dan sebagian penumpang di evakuasi oleh kapal yg melintas.(disp)