Categories
Bencana

KRI Dewa Kembar-932 Dilibatkan Dalam Operasi SAR Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau

Koran Jurnal, Jakarta – KRI Dewa Kembar-932 turut dilibatkan dalam operasi Search and Rescue (SAR) gabungan untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak speedboat Arupadhatu 1 yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis, nakhoda, awak kapal, dan pemandu tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melaksanakan peliputan aktivitas vulkanik. Komunikasi dengan rombongan sempat berlangsung sebelum akhirnya terputus.

Menindaklanjuti laporan hilang kontak tersebut, Basarnas bersama unsur SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian dengan memperluas area pencarian di perairan Selat Sunda. TNI Angkatan Laut turut mengerahkan sejumlah unsur KRI untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan.

Dalam operasi tersebut, KRI Dewa Kembar-932 turut melaksanakan pencarian sesuai sektor yang ditentukan dengan mengoptimalkan kemampuan unsur kapal dan personel. Keterlibatan unsur TNI AL menjadi bagian dari upaya bersama dalam menemukan seluruh personel yang masih dalam pencarian.

Operasi SAR dilaksanakan dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan personel, kondisi cuaca, serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan pencarian.

Keterlibatan KRI Dewa Kembar-932 merupakan wujud kesiapsiagaan Pushidrosal dalam mendukung tugas kemanusiaan dan operasi SAR, sekaligus bentuk kontribusi Lembaga Hidrografi Nasional dalam mendukung keselamatan dan keamanan di laut.

Pushidrosal terus mendukung pelaksanaan operasi SAR bersama seluruh unsur terkait guna mengoptimalkan upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih dinyatakan hilang.(disp)

Categories
TNI

Aksi Cepat TNI AL Selamatkan Korban Kapal Terbakar di Muara Barito

Koran Jurnal, Jakarta – Unsur TNI Angkatan Laut, KRI Escolar-871 yang berada dibawah komando Koarmada II berhasil menyelamatkan Anak Buah Kapal (ABK) Self Propelled Oil Barge (SPOB) Ratu Yamani yang mengalami kebakaran pada bagian Haluan, berlokasi di area lego Muara Barito, Rabu (12/7/2023), lebih tepatnya di area Labuh Taboneo, Banjarmasin.

Kapal SPOB Ratu Yamani milik PT Barokah Perkasa Group ini bermuatan 5.000 kiloliter bahan bakar jenis pertalite dan pertamax, dengan jumlah ABK sebanyak 12 personel yang seluruhnya saat ini dapat diselamatkan.

Peristiwa berawal saat KRI Escolar-871 yang sedang melaksanakan patroli di wilayah perairan tersebut mendengar ledakan yang berasal dari buritan lambung kiri kapal. Kemudian pengawas kapal melaporkan bahwa terlihat kapal terbakar, setelah dilihat melalui radar, kapal tersebut berjarak 3 nautical mile dari posisi KRI.

Tak selang lama, terjadi ledakan kedua yang berasal dari bagian haluan kapal SPOB tersebut, selanjutnya Prajurit TNI AL dari KRI Escolar-871 segera mendekat menuju kapal  SPOB dan berhasil melaksanakan evakuasi 12 personel ABK kapal SPOB Ratu Yamani dengan aman dan selamat. Hingga berita ini diturunkan, para ABK SPOB Ratu Yamani yang selamat berada di KRI Escolar-871, menunggu penjemputan dari pihak perusahaan.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali sangat mengapresiasi atas aksi cepat tanggap para jajaran TNI AL dalam menjalankan tugas dan menyampaikan untuk terus meningkatkan kesiapan dan kesiagaan yang tinggi terhadap informasi yang diterima, dalam hal ini memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan kehadiran unsur maupun personel TNI AL.(disp)

Categories
TNI

Reaksi Cepat TNI AL Laksanakan SAR Laka Laut di Perairan Indragiri Hilir Riau

Koran Jurnal, Jakarta – Reaksi cepat dilakukan prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) Tim SAR Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Dumai untuk melaksanakan Search And Rescue (SAR) terhadap para penumpang kapal SB. Evelyn Calisca 01 yang mengalami kecelakaan laut di sekitar perairan Pulau Burung, Kecamatan Kateman, Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Kamis (27/04/2023) kemarin.

Peristiwa bermula saat SB. Evelyn Calisca 01 bertolak dari dermaga Pelindo Tembilahan menuju Tanjung Pinang pada tanggal 27 April sekitar pukul 10.10 WIB. Saat melintas di perairan Pulau Burung, Kecamatan Kateman, Indragiri Hilir, Provinsi Riau, kapal yang mengangkut 69 penumpang dan 5 ABK ini diduga menabrak kayu Nipah yang hanyut sehingga mengakibatkan kapal tidak terkendali dan terbalik.

Mengetahui peristiwa tersebut, Komandan Lanal (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Stanley Lekahena, M.Tr.Hanla, segera memerintahkan satuan terdekatnya yaitu Pos Angkatan Laut (Posal) Tanjung Datuk untuk melaksanakan SAR terhadap kejadian laka laut SB. Evelyn Calisca 01 dengan mengerahkan prajurit dan sarana patroli Posal Tanjung Datuk.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Prajurit TNI AL Posal Tanjung Datuk, Polair Tembilahan, Basarnas Indragiri Hilir Tembilahan, BPBD, Syahbandar Guntung dan masyarakat sekitar segera melaksanakan penyelamatan terhadap para penumpang. Langkah cepat yang dilakukan Tim SAR gabungan tersebut, berhasil mengevakuasi sebagian besar penumpang kapal SB. Evelyn Calisca 01 dalam keadaan selamat.

Hingga saat ini dari 74 orang penumpang di kapal tersebut, 62 orang berhasil diselamatkan, 11 orang ditemukan meninggal dunia, dan 1 orang lainnya masih dalam pencarian. Pihak terkait juga masih terus menyelidiki penyebab pasti terjadinya kecelakaan kapal tersebut.

Langkah cepat pencarian yang dilakukan oleh prajurit TNI AL Posal Tanjung Datuk merupakan implementasi dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang telah menginstruksikan seluruh jajarannya agar prajurit TNI AL selalu siaga dan siap dalam merespon segala kedaruratan di masyarakat untuk melaksanakan aksi secepatnya dalam hitungan jam.(disp)

Categories
TNI

Tim SAR TNI AL Lanal Banten Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Laut 

Koran Jurnal, Jakarta – Tim Search And Rescue (SAR) TNI AL Lanal Banten yang tergabung dalam Tim SAR berhasil menemukan korban yang hilang tenggelam di laut dekat Dermaga 3 Pelabuhan ASDP Merak, Kota Cilegon, Selasa (4/4/2023) kemarin.

Kejadian tersebut bermula dari adanya laporan terjadinya kecelakaan di Laut Man Overboard (MOB) seorang Anak Koin (sebutan untuk penyelam yang mencari koin di Pelabuhan Merak) dari KMP Amarisa yang sedang dalam proses selesai pelayanan di Dermaga 3. Sebelumnya, Anak Koin bernama Adi berusia 20 tahun warga Pasar Lama Merak, Kota Cilegon turun dari Kapal Motor (KM) Amarisa, dengan meloncat ke darat. Namun saat itu korban membentur fender hingga jatuh dengan posisi kepala ke bawah air pada Selasa (4/4), pukul 12.30 WIB.

Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Dedi Komarudin memerintahkan Perwira Staf Operasi (Pasops) Mayor Laut (P) Chadziq Saifurrohman untuk mengerahkan Unsur Patkamla Panaitan dan RHIB Peucang serta Tim penyelam untuk membantu proses pencarian korban. Pukul 16.00 WIB korban berhasil ditemukan oleh Tim Penyelamatan Lanal Banten bersama Tim SAR dalam keadaan meninggal. Selanjutnya korban di evakuasi untuk diserahkan ke pihak keluarga.

Komandan Lanal Banten mengatakan, proses pencarian korban memakan waktu hingga 4-5 jam. Tim SAR terpaksa harus melakukan penyelaman, karena korban tidak juga muncul ke permukaan. “Saat kedalaman kurang lebih 7 meter, korban ditemukan,” ujar Kolonel Laut (P) Dedi Komarudin.

Langkah cepat penyelamatan yang dilakukan prajurit TNI AL merupakan implementasi dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali yang menginstruksikan jajarannya agar prajurit TNI AL selalu siaga dan siap dalam merespon segala kedaruratan di masyarakat untuk melaksanakan aksi secepatnya dalam hitungan jam.(disp)

Categories
TNI

TNI AU Kerahkan Helikopter Super Puma, Bantu SAR Helikopter Polda Jambi

Koran Jurnal, Pekanbaru – TNI AU, mengerahkan satu Helikopter NAS-332 Super Puma, untuk membantu pencarian dan pertolongan (SAR) Helikopter Polda Jambi yang dilaporkan mendarat darurat di bukit Tamia, Jambi, kemarin.

Helikopter Skadron Udara 6 Lanud Atangsendjaja Bogor tersebut, _take off_ pukul 08.45 wib dari Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn), Pekanbaru, Senin (20/2/2023). Ikut dalam Heli H-3211, satu tim _Search and Rescue_ (SAR) Batalyon Komando 462 Pasgat berjumlah 7 personel dibawah pimpinan Danyon 462 Pasgat Letkol Pas Junaidi.

Helikopter NAS-332 Super Puma diawaki oleh Mayor Pnb M. Ravi Rakasiwi (IP), Kapten Pnb Surya Mega (Penerbang I), dan Letda Wisnu Dwi (Penerbang II). Helikopter ini, juga dilengkapi dengan peralatan _hoist_ yang memungkinkan pertolongan korban dengan teknik _hovering_ (tanpa mendarat).

Helikopter terbang dari Lanud Roeamin Nurjadin Pekanbaru menuju Jambi dan selanjutnya ke titik koordinat lokasi pendaratan darurat di Bukit Tamia Jambi. Tim SAR Kopasgat TNI AU ini, akan membantu melaksanakan evakuasi delapan penumpang dan tiga kru helikopter.

Seperti dilaporkan helikopter Polri jenis Bell 412 SP dengan nomor Registrasi P-3001tersebut, berangkat dari bandara Sultan Thaha Jambi dengan tujuan Bandara Depati Parbo membawa Kapolda Jambi Irjen Pol. Rusdi Hartono beserta sejumlah pejabat Polda Jambi serta tiga orang kru helikopter.(disp)

Categories
TNI

Begini Kondisi ABK MT Aashi yang Diselamatkan TNI AL Karena Nyaris Tenggelam

Koran Jurnal, Jakarta – Seluruh Anak Buah Kapal (ABK) MT. Aashi yang sempat nyaris tenggelam dan diselamatkan TNI Angkatan Laut (TNI AL), saat ini telah tiba di Pos Angkatan Laut (Posal) Gunungsitoli, Jum’at (17/2/2023). Kedatangan 20 orang Anak Buah Kapal (ABK) tersebut didampingi oleh personel TNI AL dari Posal Lahawe, Bapak Rahardi dari PT. RBS, serta Superintendent MT. Aashi Jairprakash.

Sebelumnya diberitakan bahwa, MT. Aashi yang membawa muatan Aspal, berangkat dari pelabuhan Khor Fakkan di Pantai Timur Uni Emirat Arab akan berlayar dengan tujuan Padang dan Sibolga. Akan tetapi saat melintasi perairan Muara Sungai Noyo, pada 11 Februari lalu kapal tersebut mengalami kebocoran dan harus lego jangkar.

Menerima informasi tersebut, Personel TNI AL dari Posal Lahewa berkoordinasi dengan Kepala Desa Faekhunaa berangkat menuju titik lego MT. Aashi untuk melakukan pemeriksaan tentang kondisi kapal tersebut. Ditemukan kebocoran dari keroposnya plat dinding kapal, sehingga akibat hantaman ombak besar menyebabkan kapal bocor, kemudian dilakukan pembuangan air dengan menggunakan mesin pompa secara terus menerus.

Pada 16 Februari kondisi kapal miring 20° dikarenakan mengalami kebocoran, tim evakuasi Lanal Nias beserta tim SAR gabungan beserta Polri dan warga sekitar melakukan evakuasi terhadap seluruh ABK yang masih berada di kapal dengan kondisi cuaca laut yang ombak tinggi sehingga kondisi kapal semakin membahayakan, dan seluruh ABK berhasil dievakuasi ke pantai dengan selamat.

Komandan Lanal Nias Kolonel Laut (P) Jerry Manuhutu menjelaskan kejadian tersebut, “Semuanya ada 20 orang ABK MT. Aashi termasuk Nahkoda atas nama Sandeep Kumar Bhaskar warga negara India dalam kondisi baik, saat ini telah berada di Posal Gunungsitoli untuk penampungan sementara sambil dilakukan pendataan keimigrasian dan menunggu penanganan kapal selanjutnya.”

Ditempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa, satuan TNI AL akan selalu sigap merespon kondisi kedaruratan. “Kita akan terus melaksanakan Operasi Militer Selain Perang, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, terlebih jika masyarakat membutuhkan kehadiran personel ataupun unsur TNI AL,” tegas Laksamana TNI Muhammad Ali.(disp)

Categories
TNI

TNI AL Selamatkan ABK Dua Kapal yang Kandas dan Rusak di Perairan Ketapang

Koran Jurnal, Jakarta – Unsur TNI Angkatan Laut KRI Pulau Raas-722 menemukan dua kapal yang kandas dan rusak saat melintasi perairan Ketapang, Rabu (15/02), di perairan Ketapang, Kalimantan Barat. Kedua Kapal tersebut adalah MV. Foxhound dan TB. Pelangi Escort 3. KRI Pulau Raas-722 mendeteksi adanya kapal yang kandas di kedalaman laut 9 meter, dengan dasar laut lumpur, setelah diidentifikasi kapal tersebut adalah MV. Foxhound.

Di lokasi yang berdekatan, KRI Pulau Raas–722 kemudian mengindentifikasi keberadaan TB. Pelangi Escort 3 yang secara visual tengah lego jangkar dengan kondisi blackout. Setelah diperiksa oleh prajurit KRI Pulau Raas-722 diketahui bahwa, sebelumnya TB Pelangi Escort 3 tengah menggandeng MV. Foxhound, dikarenakan cuaca buruk MV. Foxhound kandas, sedangkan TB Pelangi escort 3 mengalami kerusakan dimana jaringan kelistrikan kapal terbakar dan juga bahan bakar TB Pelangi Escort 3 tercampur air laut.

Hingga berita ini diturunkan, KRI Pulau Raas-722 tengah mengangkut nahkoda dan surat-surat kapal ke Pangkalan Surabaya, dan sudah terjalin komunikasi dengan perusahaan pemilik Kapal untuk menarik keduanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa seluruh prajurit TNI AL harus dapat merespon dengan cepat, khususnya disaat masyarakat membutuhkan kehadiran personel maupun unsur TNI AL.

“Prajurit Jalasena harus responsif, terhadap situasi khususnya saat masyarakat membutuhkan pertolongan,” tegas KSAL.(disp)

Categories
TNI

TNI AL Evakuasi 8 ABK TB Sinar Pawan – I Yang Tenggelam di Perairan Kendawangan Kalbar

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama tim SAR Gabungan melaksanakan penyelamatan serta evakuasi tenggelamnya TB Sinar Pawan – I, di Perairan Kendawangan, Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, Minggu (12/02/2023) lalu.

Setelah Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Kendawangan menerima informasi atas peristiwa kapal tenggelam, prajurit TNI AL langsung bergerak menuju titik kejadian dan mengevakuasi 8 ABK TB Sinar Pawan-I yang terapung apung di laut. Atas peristiwa ini, dua ABK yaitu Nahkoda a.n Suwardi dan Ardi Satrio sebagai Juru Mudi sampai dengan saat ini belum ditemukan, dan masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Peristiwa tersebut berawal pada Minggu tanggal 12 Februari 2023 sekitar pukul 08.00 WIB, setelah melaksanakan loading Bauxite ke MV. Jian Fa, TB. Sinar Pawan – I yang menggandeng TK. UMV 01 kembali menuju PT. Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) di Desa Kelampai Kecamatan Kendawangan.

Pukul 09.00 WIB pada saat perjalanan kembali, TB. Sinar Pawan – I diterjang ombak dan angin kencang akibat cuaca buruk yang terjadi di Perairan Kendawangan, sehingga kapal oleng dan mengakibatkan kapal tenggelam dengan posisi terbalik.

Prajurit TNI AL dari Posal Kendawangan langsung melaksanakan SAR dengan menggunakan TB. Pioneer 18, dengan hasil ditemukan 8 (delapan) orang korban ABK TB. Sinar Pawan – I mengapung di laut, selanjutnya dievakuasi ke Pelabuhan Umum Kendawangan untuk pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Kendawangan, sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian.

“Tim SAR Pangkalan TNI AL Ketapang melaksanakan pencarian ABK TB. Sinar Pawan 1 yang belum ditemukan dengan menyisir perairan Kendawangan dengan menggunakan RHIB dan sampai dengan saat ini masih belum ditemukan 2 (dua) orang ABK tersebut, dan pencarian dilanjutkan besok,” ungkap Kapten Laut (P) Putra Yudha Pasintel Lanal Ketapang.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa, Satuan TNI AL akan selalu sigap merespon kondisi kedaruratan.

“Dimanapun TNI AL berada harus punya nilai manfaat untuk masyarakat sekitar. Kita akan terus melaksanakan Operasi Militer Selain Perang, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, terlebih jika masyarakat membutuhkan kehadiran personel ataupun unsur TNI AL,” tegas Laksamana TNI Muhammad Ali.(disp)

Categories
TNI

TNI AL Bersama TIM SAR Gabungan Berhasil Temukan Awak Kapal Nelayan Cilacap Yang Tenggelam

Koran Jurnal, Jakarta – TNI AL yang tergabung dalam Tim Search And Rescue (SAR) gabungan terus melaksanakan pencarian terhadap kecelakaan kapal nelayan KM Gilang Putra Ramadan Jaya yang mengalami kecelakaan saat melaut di perairan Cilacap, Jawa Tengah. Tiga dari lima awak kapal berhasil diselamatkan, sedangkan dua orang lainnya masih dalam pencarian, Senin (6/2/2023).

Sebelumnya diinformasikan, KM Gilang Putra Ramadan Jaya pergi melaut dari pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) untuk menangkap ikan di perairan Cilacap pada Senin dini hari. Seharusnya kapal kembali ke pelabuhan PPSC sore hari, namun hingga pukul 23.00 WIB kapal belum kembali dan komunikasi terputus.

Sejak saat itu kapal nelayan ini dinyatakan hilang kontak, kejadian ini oleh warga kemudian dilaporkan ke Basarnas Cilacap. Setelah menerima informasi tersebut, Tim Rescue Basarnas Cilacap Bersama dengan unsur Lanal Cilacap dan Polair langsung menuju laut ke posisi yang terakhir yang dicurigai merupakan lokasi kejadian dan meminta bantuan kepada Syahbandar PPSC untuk melakukan broadcast message kepada kapal-kapal yang melintas di area tersebut untuk menginformasikan jika melihat kapal dengan ciri-ciri sesuai dengan kapal nelayan yang hilang kontak tersebut.

Kapal Gilang Putra Ramadhan Jaya membawa lima orang nelayan, terdiri dari empat orang warga kelurahan Tegal Kamulyan Kecamatan Cilacap Selatan dan satu orang warga Kabupaten Banyumas.

“Tiga personel Babinpotmar Lanal Cilacap turut bergabung dengan Tim SAR menuju koordinat yang dicurigai lokasi kejadian. Tim SAR gabungan ini dilengkapi dengan satu unit RIB dan satu unit perahu karet lengkap dengan peralatan SAR untuk mencari korban yang belum ditemukan,” jelas Komandan Lanal Cilacap Kolonel Laut (PM) Sugeng Subagyo.

Sekitar pukul 10.00 WIB Tim SAR gabungan tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan penyisiran. Pada pukul 10.45 WIB saat melakukan penyisiran terlihat tiga orang sedang terapung-apung di antara serpihan kapal. Melihat hal tersebut, Tim SAR gabungan langsung mendekati dan mengevakuasi ketiga korban dalam keadaan hidup, selanjutnya korban dibawa menuju Pelabuhan PPSC.

“Tim SAR menemukan korban tiga orang dalam keadaan hidup, satu meninggal dunia, pada pukul 12.05 WIB korban yang ditemukan berhasil didaratkan di pelabuhan PPSC dan langsung dilarikan ke RSUD Cilacap untuk penanganan lebih lanjut. Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih terus berusaha  melakukan pencarian terhadap satu ABK yang masih belum ditemukan,” pungkas Kolonel Sugeng.

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali telah menginstruksikan jajarannya agar prajurit TNI AL selalu siaga dan siap dalam merespon segala kedaruratan di masyarakat untuk melaksanakan aksi secepatnya dalam hitungan jam.(disp)

Categories
TNI

Lima Hari Dinyatakan Hilang, TNI AL Temukan Nelayan Banten Terdampar di Tasikmalaya

Koran Jurnal, Jakarta – Lima hari terombang-ambing di tengah laut dan dinyatakan hilang, akhirnya Tim Sar Gabungan TNI Angkatan Laut (TNI AL) Lanal Banten berhasil menemukan Makmur (56th) yang terdampar dalam kondisi selamat di Pantai Pangkalan Desa Mandala Jaya Kecamatan.Cikalong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (31/1/2023) lalu.

Kejadian yang menimpa warga Kampung Binyangen Kecamatan Wanasalam Lebak Banten ini berawal saat melaut dengan menggunakan kapal KM. Dimas, Jum’at (27/1), hilang kontak di wilayah Binuangeun dan kehabisan bahan bakar. Ia sempat memberitahukan keluarganya tentang kondisi tersebut dan berinisiatif untuk lego jangkar di sekitar perairan Cihara Cibobos Lebak Banten. Namun akibat cuaca yang tidak bersahabat sehingga mengakibatkan tali jangkar KM. Dimas putus.

Mendapat informasi tersebut, Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Dedi Komarudin memerintahkan Bintara Pembinaan Potensi Maritim (Babinpotmar) Posal Binuangeun Lanal Banten Serma Budi, tim SAR Gabungan Lanal Banten untuk bergabung bersama Basarnas dan Polairud untuk mencari Warga Wanasalam tersebut, namun tidak ditemukan.

Danposal Binuangeun Letda Laut (S) Sukamdani menyampaikan, bahwa korban yang dilaporkan hilang di laut saat hendak mencari ikan seorang diri memakai kapal motornya di Perairan Cihara. Sebelum dinyatakan hilang, korban sempat mengirim pesan kepada sang anaknya bahwa kapal motor habis bensin dan jangkar putus. Kapal terempas terbawa gelombang kemudian hilang komunikasi.

Setelah 5 hari terombang-ambing di tengah laut akhirnya Tim SAR Gabungan Lanal Banten berhasil menemukan korban yang sudah terbawa arus sejauh 142 NM di Pantai Pangkalan Desa Mandala Jaya Kecamatan.Cikalong, Tasikmalaya, Jawa Barat dalam keadaan selamat.

Untuk memastikan kondisi Makmur pihaknya membawa nelayan itu ke Puskesmas terdekat, untuk diberikan perawatan Medis. “Kami bawa ke puskesmas, untuk diberikan penanganan medis, khawatir dia (Makmur) kelelahan akibat terlalu lama di tengah laut,” jelasnya.

Keberhasilan Search And Rescue (SAR) terhadap musibah ini merupakan hasil sinergitas TNI AL dengan pihak terkait seperti SAR Banten, Polairud Binuangeun, Polsek Cikalong Tasikmalaya, Polairud Tasikmalaya, BMKG Serang, BPBD Provensi Banten serta Masyarakat sesuai penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali dalam menjaga soliditas dan memperkokoh sinergitas.(disp)