Categories
Megapolitan

Pelni Gelar Latihan, Perkuat Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat 

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) memberikan pembekalan keselamatan dalam kegiatan Workshop Safety Training yang diselenggarakan PT PELNI di atas KM Bukit Raya pada pelayaran rute Jakarta–Kijang tanggal 16-18 September 2026.

Mengusung tema “Kesiapan Awak Kapal dalam Menghadapi Situasi Darurat”, kegiatan vini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi awak kapal dan membangun budaya keselamatan dalam pelayanan angkutan laut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Komisaris Independen PT PELNI Sosialisman Hidayat Hasibuan, Direktur SDM dan Umum PT PELNI Heri Purnomo, serta Kepala DPA QHSSE Capt. Aldrin Dalimunte. Kehadiran jajaran komisaris dan manajemen perusahaan menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan perusahaan dalam pembinaan awak dan peningkatan kesiapan menghadapi keadaan darurat.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman awak kapal terhadap tugas dan tanggung jawab dalam keadaan darurat, sekaligus memperkuat koordinasi antara nakhoda, perwira, dan seluruh awak kapal. Kesiapan tersebut menjadi faktor penting agar tindakan penyelamatan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan tetap mengutamakan keselamatan penumpang.

Direktur Perkapalan dan Kepalautan, Samsuddin, menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan suatu sistem yang tidak terpisahkan. Kapal yang laik membutuhkan awak yang kompeten, peralatan yang andal, prosedur yang jelas dan dukungan manajemen.

“Karena itu, setiap pihak harus memahami tanggung jawabnya dan menjaga kordinasi. Melalui Safety Training ini kita menguji kemampuan seluruh unsur untuk bekerja bersama,” ujar Samsuddin.

Ia menjelaskan, keberadaan peralatan dan prosedur keselamatan harus diikuti kemampuan awak kapal untuk menggunakannya secara benar. Setiap awak perlu memahami lokasi penugasan, jalur komunikasi, serta tindakan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai daftar tugas keadaan darurat atau muster list.

Kesiapan Awak dan Perlindungan Penumpang

Dalam konteks kapal penumpang, kesiapan menghadapi keadaan darurat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menangani sumber bahaya, tetapi juga kemampuan memberikan instruksi yang jelas dan mengarahkan penumpang menuju lokasi aman.

Perhatian perlu diberikan kepada penumpang yang memerlukan bantuan, termasuk anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, dan penumpang dengan keterbatasan mobilitas.

“Dalam keadaan darurat, setiap awak harus mengetahui apa yang harus dilakukan, kepada siapa melapor, dan bagaimana membantu penumpang. Karena itu, latihan harus menjadi sarana untuk menguji kesiapan nyata, menemukan kekurangan, dan memastikan perbaikannya ditindaklanjuti,” tambah Samsuddin.

Bangun Budaya Keselamatan Berkelanjutan

Penguatan kesiapan awak kapal memerlukan keterlibatan berkelanjutan dari manajemen perusahaan dan jajaran kapal. Pelatihan perlu diikuti evaluasi terhadap pemahaman prosedur, koordinasi personel, kesiapan peralatan, serta kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan latihan.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Perhubungan mendorong penguatan kerja sama antara regulator dan operator dalam membangun budaya keselamatan pelayaran.

“Awak kapal Pelni diharapkan semakin siap menghadapi situasi darurat serta memberikan perlindungan dan pelayanan yang aman bagi seluruh penumpang,” pungkasnya.(***)

Categories
Militer

TNI AU dan USAF Matangkan Rencana Latihan Gabungan Cope West 2025

Koran Jurnal, Pekanbaru – TNI Angkatan Udara dan United States Air Force (USAF) terus mematangkan rencana latihan gabungan Cope West 2025 dan Military to Military Connection (MtMC) Direct Action Ground Reconnaissance (DAGR) bersama US PAT-SOFLE.

Perencanaan latihan ini memasuki tahap akhir, ditandai dengan digelarnya Final Planning Conference (FPC) selama empat hari di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru dari 14 hingga 17 April 2025.

FPC menjadi forum krusial untuk merapikan seluruh konsep dan teknis pelaksanaan latihan, serta menindaklanjuti hasil Initial Planning Conference (IPC) yang telah digelar pada Februari lalu.

Dalam konferensi ini, ketiga delegasi (TNI AU, USAF, dan US PAT SOFLE) menyampaikan sejumlah pembaruan dan penyesuaian, baik dari sisi operasional, logistik, maupun dukungan lainnya.

Ketua Delegasi TNI AU, Letkol Pnb Bambang Aulia “Sphinx” Yudhistira, menegaskan bahwa latihan bersama ini memiliki arti strategis dalam memperkuat hubungan bilateral serta meningkatkan interoperabilitas antar angkatan udara.

“Melalui Cope West dan MtMC DAGR, kita membangun kepercayaan, pemahaman, dan kerja sama yang berkelanjutan,” tegasnya saat membuka FPC.

Senada dengan itu, Ketua Delegasi USAF, Mayor John Blozinski, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan kesiapan TNI AU. Ia bahkan mengutip semangat Gajah Mada sebagai simbol persatuan dan kekuatan.
“Kami datang bukan untuk berperang, melainkan untuk bersinergi sebagai mitra profesional dalam meningkatkan kapabilitas bersama,” katanya.

Konferensi ditutup dengan presentasi tim operasi, logistik, dan dukungan. Seluruh rencana disepakati dan dituangkan dalam dokumen resmi yang ditandatangani para ketua delegasi sebagai tanda kesepakatan akhir menjelang latihan Agustus mendatang.

Latihan gabungan Cope West 2025 akan menampilkan manuver udara berskala besar, dengan melibatkan jet tempur F-15 dari Skadron 336 USAF dan F-16 dari TNI AU di Lanud Roesmin Nurjadin. Sementara itu, MtMC DAGR akan difokuskan pada pelatihan taktis bagi prajurit Kopasgat, meliputi skenario operasi pengintaian darat dalam situasi tempur nyata.

Latihan ini sekaligus menjadi wujud nyata dari tekad Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., dalam membangun TNI AU yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis). Melalui latihan ini ini, TNI AU terus menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan lingkungan strategis sekaligus memperkuat profesionalisme dalam kerja sama militer internasional.(disp)

Categories
TNI

Dankormar Tinjau Latihan TW. I Ta.2024 Pasmar 2

Koran Jurnal, Ngawi – Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi S.E., M.M., M.Tr. Opsla, CHRMP., CRMP didampingi Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Y. Rudy Sulistyanto meninjau latihan Triwulan I Ta. 2024 di Kecamatan Jogoroto dan Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Selasa (23/01/2024).

Latihan Pasmar 2 dilaksanakan di lereng Gunung Lawu, lokasi latihan ini memiliki kondisi medan dan cuaca yang tidak jauh berbeda dengan daerah operasi yang akan dilaksanakan oleh Prajurit Pasmar 2 kedepannya.

Pada kesempatan tersebut, Dankormar berpesan “Dengan daerah latihan yang cukup menantang dan realistis dengan daerah operasi, agar manfaatkan latihan untuk mengasah kemampuan, hilangkan rasa malas karena akan membuat kalian kalah dimedan pertempuran, jika kalian bisa melawan rasa malas maka diberangkatkan dimedan operasi manapun kalian tidak akan ada yang bisa mengalahkan, dengan latihan serius serta berikhtiar dan mengerahkan seluruh kemampuan selanjutnya hasil serahkan kepada Tuhan YME”.

Lebih lanjut Dankormar menyampaikan, “laksanakan latihan dengan serius, membiasakan memanfaatkan lindung tembak lindung tinjau dengan baik, matangkan kontak drill, matangkan patroli, kontak depan kontak samping kontak belakang, tindakan yang harus dilakukan oleh Danru maupun tindakan yang harus dilakukan oleh Danton, agar tidak salah dan ragu mengambil keputusan”.

“Untuk itu, waktu yang bagus dalam latihan ini, dengan medan yang cukup menantang manfaatkan sebaik-baiknya. Tingkatkan kewaspadaan, tajamkan taktik dan teknik bertempur serta selalu mendekatkan diri kepada Tuhan YME, apapun situasinya kita pasti diberikan kemudahan dan kesuksesan,” pungkas Dankormar.(disp)

Categories
TNI

TNI AL Libatkan Dua KRI Latihan dengan Kapal Selam Australia HMAS Waller-75

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menugaskan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Hasanuddin (SHN)-366 merupakan kapal perang jenis korvet kelas SIGMA dan KRI Alugoro (ALG)-405 yang merupakan kapal selam dari Satuan Kapal Selam Koarmada II, melaksanakan Latihan Passing Exercise (Passex) bersama Kapal Selam Australia HMAS Waller-75 di Perairan Utara Bali sampai menuju ke Alur Kepulauan Indonesia (ALKI) II, Kamis (31/8/2023).

Passex merupakan latihan untuk menyambut atau mengiringi kapal perang negara sahabat yang akan masuk maupun meninggalkan Laut Teritorial Indonesia. Kegiatan Passex ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjalin kerja sama yang baik dan mempererat hubungan diplomasi antar angkatan laut kedua negara yang sudah ada. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai media komunikasi antar kedua negara serta meningkatkan profesionalitas prajurit bagi TNI AL dengan Royal Australian Navy (RAN).

HMAS Waller-75 adalah kapal selam Collins class dibangun oleh Australian Submarine Corporation (ASC Pty Ltd) yang diluncurkan pada tahun 1997 dan memperkuat Angkatan Laut Australia pada tahun 1999. HMAS Waller-75 bermarkas di Fleet Base West, Perth ini memiliki setelah melaksanakan latihan berkesempatan memberikan penghormatan dengan melaksanakan tabur bunga di lokasi tenggelamnya KRI Nanggala di utara pulau Bali.

Pangkoarmada II Laksda TNI Yayan Sofiyan dalam keterangannya menjelaskan bahwa Passex antara TNI AL dengan RAN adalah sebagai upaya untuk mengasah kemampuan, serta profesionalitas prajurit TNI AL dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab menjaga perairan Indonesia, Passex juga dilaksanakan dengan angkatan laut negara sahabat ketika kapal Angkatan laut negara sahabat sedang memasuki perairan Indonesia.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan serta menjaga hubungan diplomasi yang baik antar negara-negara sahabat terutama di wilayah Perairan Indonesia.(disp)

Categories
TNI

KSAU: Latihan Puncak Angkasa Yudha Kesempatan Untuk Menguji Doktrin dan Kemampuan Tempur TNI AU

Koran Jurnal, Bandung – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA., menegaskan, Latihan Angkasa Yudha (AYU) 2023 merupakan kesempatan penting untuk menguji kemampuan TNI AU. Latihan dapat dimanfaatkan untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi satuan operasi hingga konsep kendali di semua level.

“Saya ingin latihan Angkasa Yudha dibuat semakin mendekati kondisi sesungguhnya, baik dari sisi kekuatan sendiri, maupun dalam skenario ancaman yang disiapkan dalam rangka OMP dan OMSP,” tegas KSAU.

Penegasan tersebut disampaikan Kasau dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Wakil Kasau (Wakasau) Marsdya TNI A. Gustaf Brugman M.Tr (Han) pada upacara pembukaan Latihan Posko Angkasa Yudha (AYU) 2023, di Seskoau Lembang Bandung Barat, Senin (19/6/2023).

Pada bagian lain Kasau juga menegaskan Latihan AYU juga sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI AU kepada rakyat, sebagai upaya membina kemampuan dan juga menyiapkan kekuatan udara secara efektif dan efisien.

“Saya berpesan, semua rencana dan pedoman latihan untuk dilaksanakan secara cermat guna terselenggaranya latihan dengan baik dan mencapai sasaran,” ujar KSAU.

Latihan akan berlangsung hingga 27 Juni 2023, dan melibatkan 551 personel dari jajaran Koopudnas, Koopsud I, Koopsud II, Koopsud III dan Kopasgat. Bertindak sebagai Direktur Latihan (Dirlat) adalah Komandan Kodiklatau Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihardi, M.M.

Latihan Angkasa Yudha 2023 merupakan latihan puncak TNI AU yang diselenggarakan tiap tahun. Latihan kali ini juga sebagai bentuk implementasi dari uji doktrin TNI AU, prosedur dan rencana operasi baru karena melibatkan pengambilan keputusan, tidak hanya pada tiga Koopsud namun juga Koopsudnas sebagai Komando Utama di atasnya secara sekaligus dengan satu pihak dikendalikan.

Latihan Angkasa Yudha 2023 diharapkan mampu meningkatkan kecepatan, ketepatan proses pengambilan keputusan operasi udara di berbagai tingkatan sebagai bagian dari kekuatan operasi gabungan TNI.(disp)

Categories
Militer

Bakamla RI dan UNODC Latihan VBSS Training Course Tahun 2023

Koran Jurnal, Batam – Bakamla RI Bersama United Nation On Drugs And Crime (UNODC) Kembali menggelar Latihan Terkoordinasi Visit Board Search and Seizure (VBSS) sesi II Tahun 2023 di Pusat Pelatihan Maritim Bakamla RI, Jembatan 2 Barelang, Kota Batam, Senin (5/6/2023) kemarin.

Kepala Pangkalan Bakamla Batam Kolonel Bakamla I Nyoman Armentia secara resmi membuka kegiatan pelatihan ini. Dalam sambutannya mengatakan selamat datang di Indonesia khususnya di Batam pada peserta perwakilan coast guard dari Malaysia dan Vietnam. Terima kasih kepada perwakilan peserta dan personel Bakamla RI sendiri atas partisipasinya dalam kegiatan pelatihan ini.

“Berharap dengan dilaksanakan kegiatan latihan VBSS ini dapat membentuk sikap kesiapan personel coast guard dalam menghadapi segala bentuk dinamika ancaman kejahatan di laut yang semakin berkembang dengan kemajuan teknologinya,” kata Kolonel Bakamla I Nyoman Armentia.

Latihan dilaksanakan di ruang kelas Pusat Pelatihan Maritim Bakamla RI dengan materi latihan Introduction to VBSS training (Training and Learning Outcomes), Vessel Plans and Construction, Types of Vessel and Hidden Compartment, IMO Conventions, UNCLOS dan Vessel Search Theory. Bertindak sebagai pelatih yakni instruktur UNODC Mr. Tony Wheatley.

Jumlah peserta yang mengikuti Bakamla RI 8 orang, Malaysia (MMEA) 8 orang dan Vietnam 8 orang.(hum)

Categories
Ragam TNI

Pangkoopsud I Latih Personel Makoopsud I Olahraga Bela Diri Shorinji Kempo

Koran Jurnal, Jakarta – Pangkoopsud I Marsda TNI Bambang Gunarto, S.T., M.M., M.Sc., latih anggota Makoopsud I olahraga beladiri Kempo. Bertempat di Lapangan Upacara Makoopsud I. Dihadiri oleh Kaskoopsud I, Irkoopsud I Para Asisten, Kepala Satuan Kerja dan Para Perwira, Bintara, Tamtama serta PNS Koopsud I, Selasa (30/5/2023).

Sebelum melatih olahraga beladiri Kempo, seluruh personel Makoopsud I terlebih dahulu melaksanakan senam SKJ 88 yang dipimpin oleh personel Binjas Koopsud I.

Setelah usai latihan bersama tersebut, Pangkoopsud I memberikan ceramah bahwa, “Olahraga beladiri Shorinji Kempo (Jepang) ini atau dulu di Tiongkok dikenal sebagai Siauw Liem Sie Kung-Fu, merupakan seni bela diri tertua yang menjadi induk dari seni bela diri lainnya, yaitu Ju Jitsu, Aikido dan Judo. Bahkan, Shorinji Kempo juga merupakan salah satu induk dari seni bela diri Karate yang banyak berkembang di Jepang”.

“Menilik sejarahnya, asal muasal kempo sebenarnya berasal dari India, yang diperkenalkan oleh seorang Pendeta Buddha dari China bernama Dharma Thaisi yang terus melakukan pengembaraannya. Shorinji Kempo kemudian menyebar ke dua negara, yaitu China dan Jepang dengan menggabungkan masing-masing budaya di negara tersebut,” jelas Pangkoopsud I lebih lanjut.

Sekilas mengenai olahraga beladiri Kempo memiliki ciri khas yang berbeda dengan Karate atau Silat. Kempo lebih condong ke sistem pertahanan diri, dengan tidak mengajarkan untuk melakukan serangan terlebih dahulu, setiap serangan dilakukan bila terpaksa dan harus bertujuan untuk menyadarkan lawan (Kembali berbuat baik) tidak untuk merusak lawan baik fisik maupun jiwanya.

Dalam Kempo, semua bagian tubuh digunakan guna melatih kelenturan dan kekuatan. Serangan yang dilakukan berupa pukulan tangan, tendangan, serangan menggunakan siku dan lutut, lemparan, bantingan dan kuncian serta variasi gerakan tangkisan yang tegas.

Selain itu, Pangkoopsud I menjelaskan mengenai awal mula datangnya olahraga beladiri Shorinji Kempo masuk di Indonesia yaitu, “Dibawa pertama kali oleh tiga Mahasiswa yang belajar di Jepang yaitu Sensei Utin Sahras (almarhum), Sensei Indra Kartasasmita dan Sensei Ginanjar Kartasasmita. Akhirnya pada 2 Februari 1966, terbentuklah suatu organisasi olahraga Shorinji Kempo, yang bernama PERKEMI (Persaudaraan Bela Diri Kempo Indonesia). Pada tahun 2014 berganti menjadi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia namun tetap disingkat PERKEMI”.

“Untuk di PERKEMI sebagai induk organisasi olahraga beladiri Kempo di Indonesia, mengenal Kempo sebagai aktifitas untuk tujuan Pelatihan fisik atau Olahraga, Pertahanan diri, dan Pelatihan mental, serta untuk Kesehatan. Shorinji Kempo adalah juga sebagai olahraga beladiri, dan termasuk olahraga yang dipertandingkan baik di kancah Nasional dan Internasional seperti PON dan Sea Games,” ujar Alumni AAU ’93 menambahkan.

Menutup ceramahnya, Pangkoopsud I berpesan kepada seluruh personel Makoopsud I, “Sebagai prajurit yang militan dan profesional kita harus paham salah satu ilmu beladiri diantaranya shorinji Kempo ini. Karena Shorinji Kempo mempunyai tiga manfaat yaitu pelatihan dan pertahanan diri, pelatihan mental serta meningkatkan kesehatan,” ujar Pangkoopsud I.(disp)

Categories
Militer TNI

Pangkoopsud I Marsda Bambang Gunarto Resmi Membuka Latihan Survival Tempur Madhi Yudha T.A 2023

Koran Jurnal, Jakarta – Pangkoopsud I Marsekal Muda TNI Bambang Gunarto, S.T., M.M., M.Sc. yang bertindak selaku Irup, secara resmi membuka Latihan Survival Tempur “Madhi Yudha” Tahun Anggaran 2023 pada upacara pembukaan yang berlangsung di Lapangan Upacara Makoopsud I, Senin (13/03/2023).

Latihan Survival Tempur “Madhi Yudha” TA 2023 akan berlangsung selama 3 hari, dimulai hari ini tanggal 13 hingga 15 Maret 2023 di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat.

Peserta Latihan berjumlah 64 orang didukung 120 orang tim pendukung, dari Koopsud I, juga didukung satuan di bawah Koopsud I yaitu dari Skadron Udara dan Wing di jajaran Lanud Halim Perdanakusuma, Lanud Suryadarma Kopasgat, Skadud 1, Skadud 6, Skadud 7, Skadud 8, Skadud 12, Skadud 31, Skadud 45 da Skadud 52 dengan melibatkan unsur satuan di jajaran Koopsud I yaitu penerbang dan crew Helikopter NAS-332 Super Puma dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sendjaja, Bogor.

Dalam sambutannya. Pangkoopsud I menjelaskan bahwa Latihan Survival Tempur Madhi Yudha bertujuan untuk meningkatkan dan menguji kemampuan dalam merencanakan dan melaksanakan mekanisme kegiatan Latihan Survival Tempur, secara tepat dan berhasil dalam rangka menghadapi segala kemungkinan kondisi darurat yang diperkirakan akan terjadi oleh pesawat dan crew-nya.

Lebih lanjut Pangkoopsud I mengatakan Latihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan mental awak pesawat di jajaran Koopsud I, guna terwujudnya kesiapsiagaan operasional awak pesawat dalam menjamin keberhasilan tugas Koopsud I.

“Oleh karena itu, Latihan Survival Tempur kali ini harus dibuat seoptimal mungkin, agar dapat memberikan bekal kepada pelaku, guna meningkatkan taktik dan teknik penyelamatan diri, serta kemampuan bertahan hidup di wilayah operasi yang memiliki tingkat kerawanan dan bahaya yang besar,” tambah Panglima.

Dalam latihan ini peserta akan melaksanakan empat tahapan latihan yaitu tahap survival atau tahap survive, tahap evasion yaitu tahap untuk menghindari pengamatan/penangkapan musuh, tahap daya tahan tubuh dalam kondisi darurat atau tahap resistance dan tahap meloloskan diri dari daerah musuh atau disebut escape. “Empat tahapan dikenal dengan istilah SERE yaitu survive, evasion, resistance dan escape” jelas Alumni AAU ‘93 ini saat membuka latihan tempur Mandhi Yudha.

Upacara pembukaan ditandai dengan penyematan tanda latihan kepada perwakilan Kolat (Komando Latihan) dan Pelaku, dihadiri oleh Kaskoopsud I, Irkoopsud I, Danlanud Atang Sendjaja, para Asisten dan Pejabat Makoopsud I, serta para pelaku Latihan.

“Selamat berlatih dan tunjukkan yang terbaik,” tegas Pangkoopsud I kepada para peserta latihan.(pen)

Categories
Olahraga TNI

Pangkoopsud I Melatih Langsung Anggota Makoopsud I, Olahraga Beladiri Shorinji Kempo

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima Komando Operasi Udara I (Pangkoopsud I) Marsda TNI Bambang Gunarto, S.T., M.M., M.Sc., melatih langsung seluruh anggota Makoopsud I, olahraga beladiri Shorinji Kempo, di Lapangan Upacara Makoopsud I. Latihan tersebut dihadiri dan diikuti oleh Kas Koopsud I Marsma TNI Deni Hasoloan Simanjuntak, para Asisten, para Sahli, Kepala Satuan Kerja, serta Para Perwira, Bintara, Tamtama, dan PNS Koopsud I, Selasa (31/1/2023).

Mengawali latihan Shorinji Kempo Pangkoopsud I menyampaikan bahwa, “Kita semua sebaiknya dapat menguasai salah satu ilmu beladiri disamping untuk menjaga kesehatan jasmani, dapat juga menjadi perlindungan untuk diri kita sendiri, salah satunya Shorinji Kempo ini yang memiliki filosofi “Kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan, kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman.” Juga: “Taklukkan dirimu sendiri, sebelum menaklukkan orang lain”. Olahraga beladiri ini sangat bagus untuk kita pelajari dan sangat efektif,” ujar Pangkoopsud I saat memperagakan dan melatihkan salah satu jurus dalam beladiri Shorinji Kempo.

Shorinji Kempo adalah salah satu dari seni bela diri dan olahraga yang dalam sejarahnya berasal dari pengaruh gerakan beladiri India, China dan Jepang. Metode latihannya berdasarkan pada filosofi, jiwa dan tubuh adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Tubuh dan jiwa harus dilatihkan secara bersama.

“Shorinji Kempo mempunyai tiga manfaat yaitu pelatihan dan pertahanan diri, pelatihan mental, dan meningkatkan kesehatan karena juga sebagai cabang olahraga prestasi yang dipertandingkan diberbagai event Nasional dan Internasional,” ujar Alumni AAU ’93 ini.

Setelah pelaksanaan latihan Shorinji Kempo, dilanjutkan dengan pelaksanaan Senam Kesegaran Jasmani 88 (SKJ 88) sebagai atensi dari Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., CSFA., yang bertujuan untuk membentuk kesehatan Prajurit dan keluarganya serta kebersamaan TNI secara serentak di seluruh Indonesia.

Categories
TNI

TNI AL Gelar Latihan di Wilayah Perbatasan

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar latihan di perairan Ambalat perbatasan RI-Malaysia, Rabu (18/01/2023) dengan mengerahkan dua Unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dibawah kendali operasi Guspurla Koarmada II yakni KRI Mandau-621 dan KRI Keris-624.

Latihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan naluri tempur personil, serta menguji kesiapan operasional Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) KRI sekaligus sebagai wujud kehadiran TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara di perbatasan serta untuk meningkatkan kesiapan dan kesigapan prajurit TNI AL dalam melaksanakan tugas operasi.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menekankan dalam program prioritasnya dalam mewujudkan TNI AL yang profesional, modern dan tangguh, bahwa latihan adalah berguna untuk membangun kekuatan yang memiliki kesiagaan dan kesiapan tinggi.

Serial latihan yang dilaksanakan diantaranya “Mailbag Transfer” MISCEX 806 yang merupakan  latihan untuk melaksanakan kegiatan transfer barang dalam rangka re-supply logistik untuk memperpanjang kemampuan operasi unsur di laut, Replenishment At Sea Approaches (RASAP) pengiriman logistik dari kapal ke kapal baik berupa barang, air tawar maupun bahan bakar, Navigation and Communication Exercise (NAVCOMEX 204) serta Flaghoist (kibaran isyarat bendera)  yang berguna untuk melatih kemampuan komunikasi dan koordinasi antar unsur dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan materiil (Zero Accident).(disp)