Categories
Daerah Polhukam

Edi Silaban Kembali Nahkodai Pemuda Katolik Jawa Barat 

Koran Jurnal, Jakarta – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Barat sukses menggelar Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) XVII. Kegiatan ini bertempat di Gedung Sate dan Kalya Hotel, Kota Bandung, Sabtu-Minggu, 22-23 Oktober 2022.

Pada Muskomda XVII Pemuda Katolik Jabar dihadiri oleh Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma bersama jajaran yaitu Sekretaris Jenderal Johannes SM Sitohang, dan Kabid Politik dan Kepemiluan Benny Wijayanto.

Seminar Kebangsaan

Acara diawali dengan Seminar Kebangsaan yang menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya yaitu Ketua Komisi Disabilitas Nasional sekaligus IKA Lemhanas RI Jabar Bidang Pengkajian Dante Rigmalia, Kepala Badan Kesbangpol Jabar Iip Hidayat, dan Direktur Utama Omega Media Global Yohanes Noercahya.

Kegiatan yang bertajuk “Pemuda Tonggak Ketahanan Kebangsaan di Era Digital” ini juga menghadirkan keynote speech yaitu Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Prof. Hikmahanto Juwana.

Pembukaan Muskomda

Memasuki Pembukaan Muskomda, Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma menyampaikan bahwa Komda Jabar telah memiliki cabang definitif sejumlah 12 komcab dan 4 komcab caretaker.

“Komda Jabar dibawa kepemimpinan Edi Silaban memberikan warna tersendiri se-Indonesia, termasuk memberikan hati dan pikirannya dalam mengembangkan organisasi melalui konsolidasi secara menyeluruh” ungkap Gusma (22/10).

Gusma menekan bahwa reborn memiliki makna lahir kembali, dengan menghilangkan pola tata kelola organisasi yang lama termasuk mengedepankan konsolidasi dan musyawarah mufakat. “Melalui ini, organisasi dapat menyimpan energi lebih untuk menjalankan program-program organisasi kedepan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Organize Committee Alfredo Willy Martin menyampaikan bahwa persiapan kegiatan sudah dilakukan selama tiga bulan.

“Seluruh rangkaian kegiatan ini kami mengawali dengan Webinar Pra Muskomda, mempersiapkan ajang apresiasi Usman Tanumihardja Awards dan membuat buku bunga rampai yang bertema Dari Jawa Barat Menuju Misi Reborn and Grow Further,” tandasnya.

Ketua DPD KNPI Jabar Ridwansyah Yusuf Achmad menyampaikan bahwa Pemuda Katolik Komda Jabar agar terus menjadi Role Model.

“Seperti yang disampaikan Ketua Edi Silaban, silahkan tunjukkan kerja nyata sehingga Pemuda Katolik jangan hanya fokus pada persoalan internal saja,” ucap Yusuf.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Jabar Iip Hidayat menegaskan pluralisme di Indonesia sangat beranekaragam baik dari suku, agama, maupun golongan yang sangat rentan apabila tidak dapat dikelola dengan baik.

“Kehadiran Pemuda Katolik menjadi faktor penting termasuk dalam mengelola pertemuan lintas agama,” tambahnya.

Pembukaan diakhiri dengan memberikan apresiasi kepada komcab-komcab yang telah menjalankan kerja-kerja organisasi terbaik dari berbagai kriteria penilaian melalui pemberian penghargaan Usman Tanumihardja Award, dan secara resmi dibuka secara simbolik oleh Kepala Badan Kesbangpol Jabar Iip Hidayat.

Adapun ajang apresiasi ini menghasilkan empat komcab terbaik yaitu Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi (Pelaksanaan Kaderisasi Terbaik), Komcab Kota Depok (Pengelolaan Organisasi Terbaik), Komcab Kabupaten Bogor (Pengelolaan Medsos Terbaik) dan Komcab Kota Cirebon (Komcab Terfavorit).

Sidang Muskomda

Sebelum memasuki sidang Muskomda, acara dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Thomas Waluyo, SS.CC di Kalya Hotel Bandung.

Memasuki sidang, Edi Silaban kembali terpilih sebagai Ketua Pemuda Katolik Komda Jabar periode 2022-2025. Edi terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) VIII, di Kalya Hotel, Minggu (23/10/2022).

Dalam sidang Muskomda XVII juga menghasilkan berbagai rekomendasi-rekomendasi baik internal dan eksternal.

Turut hadir di pembukaan beberapa Ormas Katolik seperti WKRI DPD Jabar, DPD Vox Point Jabar dan PMKRI Kota Bandung.

Hadir juga tokoh OKP lintas iman di Jawa Barat yakni Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Reza Arfah, Ketua PW GPII Jabar Irwan Sholeh Amir, Ketua DPD KNPI Kota Bandung Edwin Khadafi serta perwakilan dari PW GP Ansor Jabar, DPP Peradah Jabar, GAMKI Jabar, dan Pemuda PUI Jabar.(*)

Categories
BP2MI Opini Ragam

Pemuda Katolik Dorong Penambahan Anggaran untuk BP2MI

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Tahun 2021.

Prestasi ini mendapat apresiasi dari Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma.

“Predikat WTP ini merupakan bukti bahwa selama ini BP2MI bekerja serius menyelesaikan berbagai persoalan yang sangat kompleks terkait pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI),” ujar Gusma, Kamis (22/9/2022).

“Kiprah dan langkah-langkah yang diambil BP2MI, kami sudah melihat secara langsung bagaimana bentuk perlakuan sebuah Lembaga negara kepada Pekerja Migran yang notabene merupakan pahlawan Devisa,” imbuhnya.

Namun yang disayangkan menurut Gusma anggaran tahunan BP2MI selama ini kecil, jika dibandingkan dengan tugas dan tanggungjawab BP2MI menjaga dan melindungi pekerja migran Indonesia di seluruh dunia, apalagi dalam memerangi sindikasi PMI Ilegal yang sangat massive.

Sehingga lanjut Gusma Pemuda Katolik mendorong agar BP2MI mendapatkan penambahan anggaran, mengingat anggaran tahun 2021 hanya 316 Milyar, tahun 2022 hanya 304 milyar dan rata-rata BP2MI memperoleh anggaran sekitar 300 milyar per tahunnya.(*)

Categories
Polhukam Ragam

Pemuda Katolik: Indonesia Memberikan Keteladanan Persaudaraan di Dunia Tanpa Perang

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan kunjungan ke dua negara yang sedang berkonflik, yakni Ukraina dan Rusia dalam rangka misi perdamaian. Presiden Joko Widodo atau yang biasa disapa Jokowi berangkat ke negara-negara tersebut ditemani oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma mengapresiasi langkah diplomatik dan misi perdamaian Jokowi sebagai bukti konkret keteladanan dan partisipasi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Ketaatan Presiden Jokowi terhadap konstitusi terlihat jelas dalam misi perdamaian ini. Kunjungan ke dua negara menunjukkan sikap non blok Indonesia dan manifestasi komitmen perwujudan perdamaian dunia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Tentu saja keteladanan Jokowi menunjukkan sikap konkret Indonesia dalam pusaran konflik ini sebagai bagian dari tanggung jawab dalam mengemban presidensi G20,” kata Gusma, dalam pers rilis yang diterima pewarta, Kamis (30/6/2022).

Gusma menilai apa yang dilakukan Jokowi ini menunjukkan kualitas kepemimpinan yang patut dijadikan teladan bagi masyarakat dunia.

“Jokowi sebagai Pemimpin Asia pertama yang mengunjungi Kyiv pasca invasi Rusia. Tentu kita semua tahu bahwa kunjungan ini beresiko mengingat konflik masih berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa beliau adalah pemimpin yang berani, sehingga wajib bagi kita sebagai rakyat untuk mendukung dan mendoakan beliau dalam menjalankan misi perdamaian ini,” jelas Gusma.

Kunjungan ini diharapkan mampu meredakan ketegangan yang selama ini terjadi di Ukraina.

“Semoga safari Jokowi memberikan dampak signifikan terhadap perwujudan perdamaian di kawasan tersebut. Harapannya, kunjungan Jokowi juga menjadi pemantik bagi pemimpin bangsa lain untuk terlibat aktif dalam mewujudkan perdamaian global,” pungkas Gusma.(*)

Categories
Daerah Polhukam

Rakernas Pemuda Katolik 2022: Mentoring Kader Dalam Panggilan Politik dan Penguatan Pondasi Ekonomi

Koran Jurnal, Sulut – Pengurus Pusat Pemuda Katolik akan melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemuda Katolik 2022. Rakernas akan berlangsung pada tanggal 26-29 Mei 2022 di Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Rakernas di Minahasa nanti merupakan rakernas yang digelar setelah masa pandemi Covid 19 yang mendera negara Indonesia. Rakernas ini juga sebagai rakernas pertama kali di masa kepemimpinan Stefanus Asat Gusma sebagai Ketua Umum Pemuda Katolik Periode 2021 – 2024.

Menurut Stefanus A.Gusma pelaksanaan Rakernas Pemuda Katolik ini sebagai salah satu wujud akselerasi organisasi berbasis potensi sumber daya kader menuju komitmen Reborn and Grow Further. Tema yang diangkat dalam Rakernas Pemuda Katolik 2022 adalah “Mentoring Kader Dalam Panggilan Politik dan Penguatan Pondasi Ekonomi.”

“Pemuda Katolik sudah berada di 32 provinsi dan 289 kabupaten/kota. Karena itu sudah harus dapat menggunakan paradigma organisasi baru, yang kaku dan yang sekadar seremonial itu memang sudah harus ditinggalkan. Kita bicara era kolaborasi. Kita sudah ketinggalan dengan anak-anak muda yang lain,” katanya dalam keterangan pers kepada media, Jum’at (20/5/2022).

Lebih lanjut Gusma menyebutkan, “Kita usung satu gagasan besar atau satu komitmen gagasan organisasi yang tertuang dalam visi misi Pemuda Katolik menuju Reborn and Grow Further. Jadi lahir baru dengan persepsi pengelolaan dan paradigma yang baru. Tapi kita juga ingin tumbuh dan berkembang bersama dengan memberdayakan sumber daya kader yang ada di internal.”

Pemuda Katolik dalam periodisasi kepengurusan ini (2021-2024), hadir dengan semangat Reborn and Grow Further yang tentunya sedari awal berkomitmen dapat memaksimalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh kader-kader terbaik Pemuda Katolik di seluruh Indonesia.

“Semangat baru ini berpaut erat dan teguh pada peraturan organisasi, nilai-nilai kebangsaan dan kekatolikan,” tegasnya.

Pemuda Katolik berkomitmen untuk terus memberikan ruang kreativitas dan inovasi bagi seluruh kadernya untuk tetap tumbuh menjadi organisasi yang handal di tengah tantangan zaman; untuk terus berkontribusi nyata bagi gereja dan tanah air.

Program reborn yang pertama kali dijalankan kali ini menurut Gusma adalah menyelesaikan proses klastering kader. “Untuk saat ini kita mengelompokan sumber daya internal. Jadi ada enam klaster antara lain jurnalis, politisi, akademisi atau peneliti, UMKM Pengusaha, ASN dan lawyer. Pengklasteran ini dilakukan supaya gerak langkah organisasi ini berdasarkan dari sumber daya kader,” jelasnya.

Paradigma baru yang ingin didorong oleh Pengurus Pusat Pemuda Katolik adalah kemandirian berorganisasi. “Ini membutuhkan effort yang panjang. Karena yang perlu kita kelola adalah ekosistemnya. Ibarat kata kita mengubah gaya fundraising organisasi. Yang sebelumnya misalnya membuat proposal kegiatan, sekarang sudah harus kita ubah gayanya dengan berkolaborasi dalam program. Kader-kader yang ada di klaster UMKM Pengusaha untuk punya satu unit bisnis,” paparnya.

Sementara itu menurut Sekretaris Steering Committee Rakernas Pemuda Katolik 2022, Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, kegiatan Rakernas Pemuda Katolik ini akan dihadiri oleh sekitar 400-an peserta dari seluruh Indonesia. Peserta terdiri dari utusan peninjau dari komisariat tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

Dalam Rakernas ini nanti akan dihelat beberapa acara workshop untuk mendukung paradigma baru organisasi Pemuda Katolik yang Reborn dan Grow Further.

“Acara Rakernas 2022 ini akan diisi dengan beberapa workshop antara lain workshop bantuan hukum, Kepemiluan, workshop unit Kerja bisnis dan unit kreatif plus kewirausahaan seperti Pertashop dan Bank Sampah, workshop sekaligus pencanangan Gerakan Nasional Pemuda Penggerak Transformasi Digital, workshop dan pencanangan Gerakan Nasional angkat satu saudara penanggulangan stunting, dan workshop Jurnalistik dan Media Handling,” pungkas Capt.Hakeng.(*)

Categories
Daerah Polhukam

Dihadiri Gubernur, Ketum Gusma Lantik Pengurus Pemuda Katolik Komda Papua Barat

Koran Jurnal, Papua Barat – Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma melantik secara resmi Yustina Ogoney, SE sebagai Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Barat Periode 2022-2025. Pelantikan jajaran pengurus Pemuda Katolik Komda Papua Barat tersebut disaksikan oleh Gubernur Provinsi Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M. Si, dan Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Manokwari-Sorong, Pater Lewi Ibori, OSA.

Rangkaian acara pelantikan yang dilaksanakan di Hotel Vega Kota Sorong pada Kamis (5/5/2022), diawali dengan Perayaan Misa Syukur dipimpin oleh Pater Izaak Bame, Pr selaku Pastor Moderator Pemuda Katolik Komda Papua Barat dan Pater Zepto Triffon Polii, Pr, Pastor Moderator Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Sorong Selatan.

“Dengan Perayaan Ekaristi ini, kita memohon agar Yesus hadir untuk memberikan penyertaan dan berkatnya kepada pengurus yang akan dilantik, sehingga senantiasa dilindungi,” Homili Pater Izaak.

Pater Izak menambahkan bahwa Pemuda Katolik menerima dua tanggungjawab, sebagai anak bangsa dan sebagai anak gereja. Sehingga Pemuda Katolik harus menunjukan mutu dan kualitas yang bagus, agar bisa memberikan solusi terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di Papua Barat khususnya.

Setelah Perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan upacara pelantikan. Dalam sambutannya, Yustina menyampaikan cita-citanya terhadap organisasi ini. “Organisasi ini harus selalu hadir ketika di tengah-tengah pemuda, maka harus bisa menggerakan, mampu mendorong pemuda ketika berada di belakang, mampu memimpin ketika berada di depan, seperti falsafah dan ajaran Ki Hajar Dewantara. Bagi saya, pemuda harus visioner,  sehingga bisa menjawab tuntutan zaman, bukan sebaliknya malah tergerus oleh zaman,” tutur Yustina.

Apresiasi Yustina berikan kepada para mantan Ketua Pemuda Katolik. Mulai dari Bapak Fabianus Nambu Ketua Komda Pemuda Katolik Pertama, Bapak Thomas Jefrizzon Baru Ketua Pemuda Katolik Kedua, serta Ibu Yosepha Faan Ketua Komda Ketiga. “Sosok Yosepha menginspirasi dan membuka jalan untuk kepemimpinan perempuan di dalam organisasi ini,” ungkap Yustin.

Diakhir sambutan Yustina mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan.

“Ucapan terima kasih yang pertama saya sampaikan kepada Gubernur Provinsi Papua Barat yang selama masa kepemimpinan beliau selalu memberikan perhatian kepada Pemuda Katolik. Selain memberikan bantuan materil, beliau juga selalu berkenan hadir dalam kegiatan-kegiatan kami,” tegas Yustin.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Papua Barat yang memberikan sambutan secara langsung menuturkan kalau pemuda selalu punya tempat tersendiri di dalam hatinya.

“Elon Musk, Pemilik Twitter dan Tesla serta Mark Zuckerberg Pemilik Facebook, Whatsapp dan Instagram adalah contoh nyata para pemuda yang mengubah dunia. Nadiem Makariem, Menteri Pendidikan Republik Indonesia mantan pendiri sekaligus mantan pemilik Perusahaan Go-Jek adalah contoh nyata seorang anak muda Indonesia masa kini yang bisa mengubah cara hidup orang Indonesia. Belum lagi kalau membuka catatan sejarah perjalanan bangsa ini, entah berapa banyak pemuda yang tercatat yang punya jasa terhadap bangsa ini,” tuturnya, seraya berharap Pengurus Pemuda Katolik Komda Papua Barat yang baru saja dilantik untuk dapat berkontribusi nyata menjadi partner pemerintah dalam membangun tanah Papua Barat.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Katolik, Stefanus A. Gusma dalam sambutannya menyampaikan beberapa poin-poin penting untuk eksistensi Pemuda Katolik ke depannya.

“Papua Barat kami masukan menjadi etalase politik Katolik Papua Barat. Banyak sekali potensi kader di daerah ini. Maka harus ada kontribusi nyata untuk pemerintah daerah. Saya minta Yustina untuk mulai mendata potensi-potensi kader yang siap untuk duduk sebagai penyelenggara sebagai bentuk distribusi kader,” papar Gusma.

Pada bagian akhir, Vikjen Keuskupan Manokwari-Sorong Pater Lewi, OSA menyampaikan pesan-pesan kepada pengurus yang baru dilantik.

“Pemimpin visioner harus punya keberanian untuk melangkah tidak boleh mundur dengan tantangan. Visi tidak boleh hanya slogan, tetapi harus mampu diwujudkan dengan aksi nyata. Pemimpin harus mempunyai integritas, sehingga mampu menjadi teladan bagi pengurusnya. Menjadi pengurus  adalah panggilan, bukan rebutan jabatan. Pemuda katolik harus mempunyai nilai moralitas, konsisten serta berpihak kepada yang lemah,” pesan Pater Lewi, OSA.

Yulianus Taa, ketua Panitia Pelantikan menjelaskan kalau antusias kader dan para undangan dalam kegiatan ini sangat tinggi. Lebih dari 150 orang turut hadir. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri juga oleh Daniel Asmoron anggota DPRD Provinsi Papua Barat, sejumlah anggota DPRD Kabupaten/Kota se-Papua Barat, Tokoh Masyarakat, Pengurus DPD KNPI Papua Barat, serta para pimpinan OKP se-Papua Barat. (*)

Categories
Featured Ragam

Memaknai Hari Kartini: Perempuan Hebat dan Sehat Tanpa Kanker Serviks

Koran Jurnal, Jakarta – Memaknai hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi menggelar Webinar Hari Kartini bertema “Perempuan Hebat dan Sehat Tanpa Kanker Serviks”. Webinar bekerjasama dengan Rumah Sakit Elisabeth Kota Bekasi melalui aplikasi Zoom Meeting, Rabu (21/4/2022).

Webinar yang dimoderatori Patricia Nona Putri selaku Sekretaris Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi, dibuka dengan sambutan Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi Arnoldus Simbolon. Dalam sambutannya, dia sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan webinar yang diinisiasi oleh pengurus serta kader-kader perempuan Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi yang penuh semangat di hari Kartini ini.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada narasumber yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir dan berbagi ilmu serta pengalamannya. Semoga dengan adanya webinar ini perempuan-perempuan di Kota Bekasi, khususnya kader perempuan Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi yang merupakan Kartini masa kini dan masa depan dapat menerima serta memanfaatkan ilmu, pengalaman, serta edukasi yang diberikan oleh narasumber. Sehingga bermanfaat untuk diri masing-masing, keluarga, maupun masyarakat luas,” kata Arnoldus, kepada media di Jakarta, Minggu (23/04/2022).

Ada 3 pembicara yang luar biasa dihadirkan pada webinar kali ini, antara lain  Ratih Wijaya sebagai Mom Influencer, dr. Novita dari Rumah Sakit Elisabeth Kota Bekasi, dan Elisabeth, S.H. sebagai Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi.

Dalam paparannya Ratih Wijaya menyampaikan semangat perjuangan  R.A. Kartini merupakan sosok pahlawan wanita yang menginspirasi dan memperjuangkan emansipasi wanita.

“Hari Kartini juga mengingatkan bahwa setiap perempuan itu sangat berperan dalam segala bidang dan sektor kehidupan ini,” katanya.

Definisi perempuan hebat menurut Ratih berdasarkan perspektifnya adalah perempuan yang tahu dan dapat menentukan mana yang menjadi prioritas bagi dirinya, khususnya dalam menjaga kesehatan atas tubuhnya.

“Perempuan harus lebih dulu bisa mengasuh diri sendiri dengan memperhatikan kesehatan jiwa dan raga serta mempunyai skala prioritas dalam keseharian dan memastikan keseimbangan hidup,” tegas Ratih.

Lebih lanjut Ratih Wijaya sebagai influencer membagikan tips sehat, yaitu memiliki jam tidur yang cukup, usahakan selalu tidur selama 8 jam, menyempatkan waktu untuk berolahraga paling tidak selama 30 menit sehari, mengatur pola makan, bukan memilih-milih makanan tetapi lebih diatur banyak atau sedikitnya makanan yang dikonsumsi.

Sementara itu pembicara lainnya, dr.Novita menyatakan bahwa berdasarkan data di Indonesia kanker serviks masih menjadi penyakit kanker dengan jumlah penderita terbesar kedua setelah kanker payudara.

“Angka kejadian kasus baru kanker serviks sesuai data Globocan 2018 untuk wanita di Indonesia berkisar 32.469 kasus (17.2%) dengan angka kematian 18.279 (8.8%),” paparnya.

Faktor adanya kanker serviks sambung dr. Novita disebabkan oleh faktor risiko yang terdiri dari, pola hidup tidak sehat, sistem kekebalan tubuh yang lemah, hamil usia muda dan sudah beberapa kali hamil serta melahirkan, kurang menjaga kebersihan organ intim / kelamin, bergonta ganti pasangan seksual sehingga tertular Human Papilloma Virus  (HPV) yang dapat menyebabkan infeksi di permukaan kulit, serta berpotensi menyebabkan kanker serviks.

“Adapun beberapa tanda dan gejala yang bisa dicurigai sebagai gejala awal dari kanker serviks, yaitu perdarahan dari vagina setelah atau saat berhubungan seksual, haid tidak teratur atau perdarahan pada masa menopause atau perdarahan spontan yang muncul tidak pada masa haid atau  diantara menstruasi, dan keputihan atau keluar cairan encer putih kekuningan bercampur darah seperti nanah,” beber dr. Novita.

Dr. Novita pun memaparkan metode pengobatan yang dapat dilakukan seperti pembedahan, radioterapi, kemoterapi, dan terapi target. “Metode pengobatan tersebut harus sesuai dengan stadium kanker serta kondisi pasiennya,” kata dia.

Ada beberapa cara pencegahan kanker serviks menurut dr. Novita yakni dengan berhubungan seks secara aman, yaitu dengan menggunakan pengaman seperti kondom, dan menghindari berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan atau bergonta ganti pasangan. Cara pencegahan lainnya dengan menerima vaksin HPV untuk mengurangi risiko terserang HPV, dan melakukan pemeriksaan pap smear atau pemeriksaan IVA secara berkala serta tidak merokok.

Oleh karena itu, dr. Novita mengajak para peserta webinar khususnya perempuan-perempuan Indonesia untuk mengikuti vaksinasi HPV sesuai anjuran yang berlaku, melakukan deteksi dini dan menjaga kebersihan serta kesehatan tubuh, sehingga terwujudnya perempuan hebat dan sehat.

Pembicara lain yang juga tak kalah menariknya dari Elisabeth, S.H sekalu Wakil Ketua Bidang Perempuan dan anak Pemuda Katolik Komcab Kota Bekasi yang menjelaskan bahwa dari segi sosial penyebab kanker serviks dikarenakan adanya pergaulan bebas (ekonomi keluarga yang terbatas, pendidikan minim,kondisi lingkungan,dll), terlambat deteksi dini, faktor patriarki (hambatan dari suami dan budaya), serta biaya vaksin HPV yang mahal.

“Penyakit kanker serviks memberikan dampak sosial bagi perempuan, yaitu menurunnya kualitas hidup perempuan khususnya di negara berkembang. Ini ditandai dengan, kematian pada kasus kanker serviks pada negara berkembang 2 (dua) kali lebih besar dibandingkan negara maju. Hal ini terjadi selain karena kurangnya program skrining, juga diperparah dengan rendahnya kemampuan dan aksesibilitas untuk pengobatan,” kata Elisabeth.

Adapun upaya pencegahan kanker serviks untuk menekan angka kematian sambung Elisabeth adalah dengan kegiatan preventif meliputi penapisan atau skrining massal dan penemuan dini massal serta tindak lanjut dini. Dan yang penting juga adalah kegiatan promotif berupa penyuluhan kepada anggota masyarakat dan lembaga atau kelompok masyarakat di fasilitas umum, jejaring (media) dalam ruang maupun di luar ruang, media cetak, media elektronik, media sosial, perkumpulan sosial budaya, keagamaan dan kegiatan/lembaga publik lainnya secara masif dikalangan masyarakat luas khususnya masyarakat menengah ke bawah.

“Vaksin HPV secepat mungkin diberikan secara gratis kepada masyarakat luas,” sarannya.

Elisabeth juga mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk selalu menggelorakan semangat Kartini di segala aspek kehidupan masing-masing.

“Saya menegaskan bahwa Pemuda Katolik yang merupakan organisasi kemasyarakatan atau kepemudaan siap berperan dalam pencegahan serta menekan angka kematian kanker serviks di masyarakat Kota Bekasi, khususnya masyarakat umat Katolik Kota Bekasi dari lintas generasi demi terwujudnya perempuan hebat dan sehat tanpa kanker serviks,” tutupnya.(*)