Categories
Ekonomi

Mentan SYL Dorong Pembentukan Holding BUMN Klaster Pangan Protein

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian menyambut baik pembentukan holding BUMN klaster pangan yang terdiri dari 8 BUMN termasuk PT. Berdikari yang bergerak di bidang bisnis peternakan terintegrasi dari hulu ke hilir, khususnya untuk ayam ras pedaging. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertanian RI Syahrul yasin Limpo (SYL) bertepatan dengan HUT PT. Berdikari Ke-55 tahun, perusahaan me-launching dua Produk baru yakni Be Best dan Gerai Daging Berdikari di Gudang PT. Berdikari Logistik Indonesia, Tanjung Priok – Jakarta Utara, Senin (23/08/2021).

Dikatakan bahwa Launching Produk dan Gerai Daging Berdikari merupakan salah satu upaya dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia dengan penyediaan protein hewani yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia seutuhnya.

“Selamat Ulang Tahun kepada PT. Berdikari, yang pada hari ini telah mencapai usianya yang ke-55 tahun, bersamaan dengan launching brand produk ritel “Be Best” serta outlet saluran distribusi “Gerai Daging Berdikari,” sebagai wujud kontribusi PT. Berdikari terhadap pembangunan agroindustri peternakan nasional dan peningkatan ekosistem protein hewani di Indonesia,” ucapnya.

Mentan SYL mengharapkan dengan terbentuknya BUMN klaster pangan tersebut, PT. Berdikari dapat semakin berperan aktif khususnya sebagai off taker dalam penyerapan Live Bird peternak melalui berbagai pilihan produk olahan berkualitas dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

“Kami juga mengharapkan PT.Berdikari dapat berperan aktif menjadi eksportir produk pertanian nasional, khususnya untuk produk olahan hasil peternakan, dan mampu menembus ke pasar-pasar potensial, baik Asia, Timur Tengah bahkan ke seluruh dunia,” harapnya.

SYL kembali berharap bahwa momentum ini merupakan langkah awal yang baik ini diikuti dengan langkah-langkah strategis dan operasional, unsur K/L serta stakeholders terkait harus bekerjasama dan bahu membahu untuk menyelesaikan masalah pangan hewani secara terintegrasi hulu hingga hilir untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha peternakan.

“Dengan sinergitas dan perjuangan bersama insyaallah dalam waktu dekat kita dapat menjadi negara eksportir produk pangan hewani unggulan, yang dapat menembus pasar regional dan internasional,” tambah Menteri Syahrul.

Mentan SYL mengapresiasi peran aktif PT. Berdikari pada bisnis peternakan terintegrasi hulu-hilir, dengan memproduksi berbagai produk olahan daging sapi dan ayam sebagai salah satu pilihan produk hasil peternakan yang berkualitas bagi masyarakat.

“Semoga PT. Berdikari dapat terus berperan aktif dalam pembangunan nasional dan menjadi perusahaan agroindustri nasional terbaik yang inovatif, bersaing dan tumbuh berkelanjutan,” harapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa seperti kita ketahui bersama, pada tahun 2020, kebutuhan daging ayam ras di Indonesia mencapai 2,7 juta ton per-tahun, sementara produksi nasional sebesar 3,2 juta ton per tahun, sehingga Indonesia mengalami surplus produksi daging ayam ras secara nasional sebesar 496 ribu ton. Di satu sisi konsumsi daging ayam ras masyarakat Indonesia per-kapita per- tahun pada tahun 2020 sebesar 10,1 kg, masih relatif lebih rendah dibanding konsumsi negara ASEAN lainnya seperti Malaysia (49,3 kg), Vietnam (16,5 kg) dan Philipina (13,7 kg).

Pada saat bersamaan Direktur Utama PT. Berdikari Harry Warganegara menyampaikan bahwa produk berdikari best, merupakan produk hilirisasi dalam bentuk olahan seperti bakso, kornet, sosis, nugget dan lainnya. Saat ini sudah ada kurang lebih 50 gerai daging diluncurkan dalam bentuk outlet penjualan daging sapi dan produk berbahan daging lainnya. “Dengan langkah ini, kedepan kami optimis mampu mendorong tujuan Indonesia bergizi dalam beberapa tahun mendatang” ujar Harry.

Ditempat terpisah, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah mengatakan, “saya berharap ini menjadi produk yang terbaik secara kualitas untuk dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan juga ekspor, sesuai dengan brand produk yang diusung BE BEST yang artinya Berdikari Best (terbaik)” ungkap Nasrullah. Selain itu “gerai daging ini juga diharapkan bisa menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia untuk memudahkan akses mendapatkan protein hewani dengan harga yang terjangkau,” tambah Nasrullah.

Dirjen Nasrullah juga menyampaikan, “selamat Ulang Tahun ke 55 untuk PT. Berdikari, saya sangat berharap agar PT. Berdikari bisa menjadi lokomotif dalam pembangunan peternakan Indonesia untuk menyiapkan protein hewani bangsa Indonesia dan juga menembus pasar ekspor,” tutup Nasrullah.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Kementan Jalin Kerjasama Layanan Jasa Antar Khusus Pendistribusian Pangan Protein Hewani Selama Pandemi Corona

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian menjalin kerjasama dengan layanan jasa antar untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat ditengah masa pandemi virus corona atau covid-19. Adapun tujuan kerjasama itu untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat memesan produk protein hewani, sehingga kebutuhan akan pangan bergizi seimbang dan terjaga.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, masyarakat kini cukup pesan di layanan jasa antar online dengan ojek online, dan kebutuhan protein yang kita inginkan sampai ke rumah.

“Di tengah pandemi corona ini pangan harus tetap tersedia. Jadi kita ikuti anjuran-anjuran pemerintah dalam pelaksanaan pembatasan kegiatan sosial langsung dengan cara memanfaatkan e-commerce dan jasa layanan antar ojek online,” ungkap Syahrul saat Launching Penyediaan dan Pendistribusian Pangan Protein Hewani antara Kementerian Pertanian, Grab dan Mitra Usaha Tani di Jakarta, Selasa (14/04/2020).

Syahrul mengatakan bahwa masalah pangan tentu menjadi krusial bagi masyarakat dalam kondisi apa pun, apalagi saat situasi wabah pandemi covid-19. Apabila tidak terpenuhi, tentu tatanan kehidupan suatu negara akan terganggu.

“Kalau beras ada, protein terpenuhi, tentu kita semua akan jauh lebih tenang. Karena masalah pangan adalah masalah yang paling krusial dalam kondisi apa pun,” jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini Kementan akan terus berusaha memantau dan menemukan berbagai macam terobosan agar pangan dapat terpenuhi. Selain itu, pelaku pertanian (petani/peternak) dapat lebih mudah memasarkan produknya.

“Mari kita semua ikutin anjuran pemerintah agar pandemi ini segera berakhir. Kita ciptakan hati Nurani bangsa serta bangun kerjasama dan kebersamaan dalam memerangi pandemi corona ini,” pungkas Syahrul.

Kerjasama dengan layanan antar tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama dengan PT Grab Teknologi Indonesia (ojek online Grab) dan Mitra Usaha. Sedangkan untuk mitra usaha perunggasan Kementan bekerjasama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Tri Putera Panganindo. Mitra usaha daging dan olahan sapi, antara lain: PT Indoguna Utama, PT Agro Boga Utama, dan PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory). Mitra usaha e-commerce, yakni: e-Tani, Tani Hub, dan Sayurbox.(red)