Categories
Ekonomi

Mentan SYL Lepas Ekspor Sarang Burung Walet Senilai Rp 8 Miliar ke Tiongkok 

Koran Jurnal, Surabaya – Dalam kunjungan kerjanya di Surabaya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melepas ekspor sarang burung walet (SBW) menuju negara China dengan nilai transaksi sebesar Rp 8 miliar. Mentan mengatakan ekspor ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produksinya.

“Saya bersama Kapolda dan juga eksportir lainya akan mengawal ini, karena sarang burung walet memiliki potensi ekspor yang besar dan menjadi lapangan kerja bagi masyarakat,” ujar SYL di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/12/2022) kemarin.

Menurut SYL, potensi ekspor SBW sangat besar karena banyak masyarakat dunia menggunakannya sebagai makanan sehat, obat dan bahkan digunakan juga sebagai bahan alami untuk kecantikan kaum hawa. Karena itu, SYL meminta potensi SBW mampu dijaga bersama.

“Kalau ini (SBW) diproses secara baik, maka akan ada banyak tenaga kerja yang pasti tercover. Karena itu saya minta tidak ada sarang burung walet yang apa adanya. SBW Indonesia harus berkualitas. Kenapa? karena sarang burung walet ini makanan raja-raja. Bahkan kemarin di China dipakai untuk pemulihan covid,” katanya.

Sejauh ini, kata SYL, sudah ada puluhan eksportir yang siap mengekspor SBW ke berbagai negara di dunia. Mereka bahkan berkomitmen akan melobi negara-negara untuk menerima SBW asal Indonesia.

“Oleh karena itu ekspor sarang burung walet punya potensi. Dari dulu ada, tapi tidak pernah serius ditangani oleh pemerintah. alhamdulillah kita sudah menangani dan sudah ekspor. sekarang sudah 1000 ton lebih yang di ekspor dan pemasukannya dapat mencapai 20 Triliun. Ini luar biasa,” katanya.

SYL mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor yang mampu memperkokoh perekonomian negara. Pertanian adalah sumber kehidupan dan membuat banyak orang memiliki penghasilan. Pertanian menjadikan sebuah negara menjadi damai dan tentram.

“Pertanian itu memperkokoh negara bapak dan umber kehidupan manusia. Dengan pertanian orang tidak lagi miskin. Kalau mau liat negeri makin danai jawabnya pertanian. Apalagi kalau kau ekspor pasti rakyat dapat apa apa. Dapat sesuatu yang memberi kehidupan,” jelasnya.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Toni Harmanto mendukung penuh berbagai program Kementerian Pertanian yang berkaitan dengan peningkatan produksi dan ekspor. Salah satunya memperbesar produksi sarang burung walet, serta meningkatkan produksi komoditas unggulan lainya.

“Kepolisan siap berkomitmen mendukung program kementan. Karena itu kami (Polda Jatim) akan menyesuaikan aktivitas anggota dengan bercocok tanam untuk mendukung kedaulatan pangan,” katanya.

Bagi Toni, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki hamparan lahan pertanian subur. Khusus di Jawa Timur, lahan pertanian di sana memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Karena itu kami akan menyesuaikan aktivitas kepolisian dalam memperkuat ketahanan pangan. Semoga harapan kita Indonesia tetap tangguh dalam menghadapi krisis pangan global,” katanya.(hum)

Categories
Daerah Ekonomi

Kementan Kawal Ekspor Sarang Burung Walet Jawa Tengah

Koran Jurnal, Semarang – Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengajak para pelaku usaha sarang burung walet (SBW) di Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas produksinya agar dapat mengambil peluang ekspor komoditas ini yang cukup besar.

“Kita tahu potensi sarang burung walet kita sangat luar biasa. Apalagi negara kita merupakan habitat utama yang paling cocok dengan perkembangbiakan walet. Indonesia adalah pemasok terbesar pasar global, bahkan sampai 78 persen,” ujar Ali Jamil saat melepas ekspor SBW asal Jawa Tengah sebanyak 181 kg tujuan Tiongkok di Kantor Karantina Pertanian Semarang, Rabu (21/08/2019).

Jamil juga menambahkan bahwa ekspor sarang burung walet Indonesia tahun 2018 bisa mencapai Rp 40 triliun. Ini potensi besar dan telah terbukti menghasilkan devisa. Dan tata niaganya akan terus dikawal agar dapat terus bertumbuh dan memenuhi peluang pasar ekspor yang ada.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang turut hadir dan melepas ekspor, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Kementan  yang telah memberikan layanan khusus pada komoditas pertanian asal wilayah kerjanya untuk dapat diekspor ke mancanegara.

Ganjar  juga mengapresiasi para eksportir yang sudah melakukan upaya agar komoditas pertanian Jateng bisa tembus pasar Internasional.

Pada saat membuka dialog kepada para eksportir yang hadir khususnya tentang hambatan yang dialami. Joko eksportir walet ke Tiongkok, mengeluhkan tidak adanya penerbangan langsung dari Semarang ke Tiongkok.

Ganjar mengajak Joko dan eksportir walet serta komoditas lainnya tujuan Cina untuk berkoordinasi dan mendata potensi yang ada. Jika cukup banyak, ia akan  melobi pihak maskapai untuk membuka penerbangan langsung dari Semarang ke Tiongkok.

Tidak hanya melepas SBW, Kepala Barantan dan Gubernur Jateng  juga melepas perdana ekspor produk samping tepung gandum berupa biskuit sebanyak 300 ton ke Bangladesh. Negara tujuan ekspor ini mempersyaratkan adanya jaminan kesehatan dan keamanan dari otoritas Karantina pertanian Indonesia.

Sementara, produk pertanian lain yang juga  diekspor pada saat yang sama adalah daun cincau kering (jelly grass) sebanyak 28 ton tujuan Malaysia, gula merah 35 ton tujuan Srilangka, ijuk (brooms grass) sebanyak 18 ton tujuan Tiongkok, margarine sebanyak 23 kg tujuan Banglades.(hum/red)